Breaking News
light_mode

Pembacaan Puisi Perjuangan “KIYAI ABDUL JALIL SIDOGIRI”, Memukau Ratusan Peserta Kolokium

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Sab, 25 Agu 2018
  • visibility 841
  • comment 0 komentar

Pembukaan Kegiatan Kolokium “Jejak Ulama & Pesantren Pasuruan dalam Perjuangan Bangsa” oleh PC LAKPESDAM NU Kabupaten Pasuruan bekerjasama dengan Pengurus Pusat HMASS (Harakah Mahasiswa Alumni Santri Sidogiri) di Aula Gedung IASS (Ikatan Alumni Santri Sidogiri), menampilkan pembacaan Puisi Perjuangan “KIYAI ABDUL JALIL SIDOGIRI” oleh Haidar Hafeez, Pendiri Rumah Sastra dan Sastrawan Pesantren disambut tepuk tangan yang meriah dan berhasil memukau ratusan Tamu dan Peserta Kegiatan Kolokium tersebut. (23/08/2018).

Berikut Bait Lengkap Puisi
“KIYAI ABDUL JALIL SIDOGIRI” Karya Haidar Hafeez:

“KIYAI ABDUL JALIL SIDOGIRI”

Membaca kisahmu hati tersayat
Aku terperanjat
Seketika aku munajat
Pada zat pencipta kiamat
Bahwa subuh berdarah adalah sejarah
.
Pagi itu tidak seperti pagi biasa
Sidogiri menangis
Kiyai Abdul Jalil sang penyangat agama
Wafat sebagai suhadaillah
Tertembus pelor penjajah Belanda yang terkutuk
.
Kiyai Abdul Jalil Sidogiri
Saat kau panjatkan doa kunut
Tiba-tiba sejadah subuhmu bersimbah darah
Sedikitpun kau rasakan punggung dan dadamu koyak
Begitu nikmatnya kau mengarungi lautan rindu tuhan Allah subhanahu wa ta-ala Bagimu shalat adalah menjumpai tuhan
Tidak ada kenikmatan kecuali shalat menghamba pada tuhan
.
Tiga perempat abad silam
Sungai pondok Sidogiri
Merah darah pendiri republik Indonesia
Airnya seketika mengalir wangi kasturi
Harum tulus niat romo kiyai Abdul Jalil Sidogiri
.
“La haula wala kuwata illa billahil aliyil azim”
Tidak ada kekuatan mengibarkan merah putih
Kecuali kekuatan-Mu ya Allah mengobarkan iman
Bahwa “hubbul waton minal iman”
.
Kiyai Abdul Jalil Sidogiri
Nyawa pertaruhan cintamu pada negeri
Mari bersambut gayung
Atas cinta kiyai Abdul jalil Sidogiri
Kepada negeri
Kepada Indonesia
Kepada negera kesatuan republik Indonesia
Dengan kibar kan merah putih di dalam jiwa
Dengan senantiasa talaffuzkan cinta
Menuju qosdul amdi cinta
Hingga qosdul fikli
Adalah ud u ila sabili rabbika bil hikmah
Sidogiri benteng membentang pertahanan
Bernegara kesatuan republik Indonesia
.
Coba tengok Untung Surapati
Tujuh kali bangkit dari kematian
Tiada lain sebab Untung Surapati sebagai santri Sidogiri
Tiada lain sebab Untung Surapati murid sayyid Sulaiman
Taklim mutaallim tidak sekedar kitabah
Tetapi adalah taklim mutaalim yang
Telah menjadi darah
Taklim muta allim yang telah menjadi daging
Hingga semesta raya zorof santri Sidogiri telah melampaui zaman dan makan Jangankan di undang atas nama lisanul makol
Di panggil dengan lisanul khal
Bil kinayah sekalipun
Mendatangi panggilan guru bagi Untung Surapati
Adalah keniscayaan
Tidak mampu kematian menghalangi hadir santri pada guru
Tidak menjadi halang rintang
Makbarah mengkubur seluruh rindu Untung Surapati kepada Sayyid Sulaiman .
Kiyai Abdul Jalil Sidogiri
Kaulah sayyid Sulaiman itu
Wangi kasturi
Darah bersimbah
Adalah ajakanmu
Santri Sidogiri tidak hanya jahidun
Tetapi seharusnyalah ijtihadun
Hingga kau kiyai Abdul Jalil Sidogiri
Akan temui santri Sidogiri
Pada sudut pagi
Pada rindu seluruh santri Sidogiri
Kepada zorof zaman
Kepada zorof makan kiyai Abdul Jalil Sidogiri
Ketika pagi kiyai Abdul Jalil Sidogiri
Memenuhi panggilan tuhan Allah subhanahusubhanahu wa ta ala.
Kiyai Abdul Jalil
Kau yakodotan temui santri Sidogiri
Dalam usai siang dan malam santri Sidogiri
Mengarungi lautan ilmu di kedalaman wangi kasturi kiyai Abdul Jalil Sidogiri.

RumahSastra 4.5.16

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kiai Imron Mutamakkin : Imam Shalat Memiliki Tanggung Jawab Besar

    Kiai Imron Mutamakkin : Imam Shalat Memiliki Tanggung Jawab Besar

    • calendar_month Rab, 20 Mar 2024
    • visibility 1.123
    • 0Komentar

    Tutur, NU Pasuruan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin mengatakan bahwasanya tanggung jawab imam shalat itu besar. Oleh karenanya, persyaratan Imam bukan hanya bagus dan benar bacaannya, tetapi juga harus paham benar tentang kesunnhan sholat. “Permasalahan shalat jama’ah bukan hanya terletak pada makmum karena makmum mengikuti imam maka dari itu, […]

  • Bersarung, Pembina Upacara Bendera Pesantren Sidogiri Ajak Refleksi Nilai-Nilai Pemersatu Bangsa

    Bersarung, Pembina Upacara Bendera Pesantren Sidogiri Ajak Refleksi Nilai-Nilai Pemersatu Bangsa

    • calendar_month Kam, 18 Agu 2022
    • visibility 622
    • 0Komentar

    Sidogiri, NU Pasuruan Pengurus Pondok Pesantren Sidogiri (PPS) ruitn menggelar Upacara Bendera Bersarung dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-77 di Lapangan Pondok Pesantren Sidogiri, Desa Sidogiri, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Rabu (17/08/2022). Pembina Upacara, Ustadz H Saifullah Muhyiddin menyampaikan, bahwa berkat perjuangan para pahlawan, bangsa Indonesia dapat menikmati hidup tenteram dan damai. […]

  • Bersyukur atas Nikmat Lisan

    Bersyukur atas Nikmat Lisan

    • calendar_month Ming, 9 Mei 2021
    • visibility 1.478
    • 0Komentar

    Di antara semua anggota badan itu yang paling krusial adalah lisan. Lisan merupakan perangkat di dalam tubuh manusia yang bisa menimbulkan manfaat, namun sekaligus mudarat yang besar bila tak benar penggunaannya. Karena itu ada pepatah mengatakan, mulutmu adalah harimaumu Sebuah perumpamaan yang menegaskan kekuatan dan kebuasan mulut berucap. Bisa saja dengan perkataaan yang keluar dari […]

  • KH Imron Mutamakkin Ingatkan Warga NU Jangan Mudah Diadu

    KH Imron Mutamakkin Ingatkan Warga NU Jangan Mudah Diadu

    • calendar_month Sab, 12 Sep 2026
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Purwodadi, NU Pasuruan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin mengingatkan warga NU agar tidak mudah terprovokasi oleh isu yang dapat memecah belah persatuan, termasuk isu yang mempertentangkan antarkelompok dan tokoh agama. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri istighosah Jumat Legi yang digelar PCNU Kabupaten Pasuruan di Masjid Nurul Islam Capang, Kecamatan […]

  • Kerendahan Hati KH Ma’shum Hasyim Saat Dipilih Menjadi Pj Rais Syuriyah PCNU Kab. Pasuruan

    Kerendahan Hati KH Ma’shum Hasyim Saat Dipilih Menjadi Pj Rais Syuriyah PCNU Kab. Pasuruan

    • calendar_month Sen, 13 Nov 2023
    • visibility 1.244
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Wakil Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Ma’shum Hasyim resmi ditetapkan menjadi Penjabat (Pj) Rais Syuriah. Kiai Ma’shum menggantikan Almaghfurllah KH Muzakki Birrul Alim yang wafat pada Jum’at (20/10/2023). “Ada maksudnya ketika saya membuka sambutan (Pertama sebagai Pj Rais Syuriyah) dengan membaca ‘AlladzĂŽna idzâ ashâbat-hum mushĂŽbah, qâlĂť innâ […]

  • KH Imron Mutamakkin: Bahtsul Masail Merupakan Ciri Khas NU yang Harus Dipertahankan

    KH Imron Mutamakkin: Bahtsul Masail Merupakan Ciri Khas NU yang Harus Dipertahankan

    • calendar_month Ming, 6 Sep 2026
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Kejayaan, NU Pasuruan   Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin menegaskan bahwa Bahtsul Masail merupakan salah satu ciri khas Nahdlatul Ulama (NU) yang harus terus dipertahankan dan dikembangkan. Hal tersebut disampaikan KH Imron Mutamakkin saat menghadiri kegiatan Bahtsul Masail di Masjid Sentono, Kecamatan Kejayaan, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (5/9/2026). Menurutnya, Bahtsul Masail […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca