Breaking News
light_mode

Pendak Kiai Halim, Pesantren Roudlotun Nursalim Tabarukan Dzikir Pesantren Al Falah Ploso

  • account_circle Makhfud Syawaludin
  • calendar_month Sen, 25 Sep 2023
  • visibility 1.190
  • comment 0 komentar

Gondangwetan, NU Pasuruan

Pondok Pesantren (Ponpes) Roudlotun Nursalim menggelar Gema Dzikir menyambut Pendak Satu Almaghfurlah KH Abdul Halim Djasim di halaman ponpes setempat, Dusun Podokaton, Desa Bayeman, Kecamatan Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan, Ahad (17/9/2023).

Gus Muh Mubarridul Fuadi mengatakan, Gema Dzikir merupakan salah satu rangkaian acara Pendak Satu Almaghfurlah KH Abdul Halim Djasim. Salah satu yang lainnya ada Ziarah Muassis Ponpes di Dusun Kejeron, Khotmil Qur’an Bin Nadzor dan Bil Ghoib.

“Gema Dzikir ini menjadi tradisi yang diamalkan pondok (Roudlotun Nursalim),” ujarnya.

Menantu Almaghfurlah KH Abdul Halim Djasim itu menyebutkan, Gema Dzikir juga sebagai bentuk tabarukan kepada Ponpes Al Falah Ploso Kediri.

“Dengan harapan semoga mendapatkan barokah para muassis pondok pesantren Al Falah Ploso Kediri. Sehingga acara pendak satu ini berjalan dengan lancar,” tutupnya.

Sementara itu, Panitia Pendak Satu Siti Maimunah Damayanti menjelaskan, Gema Dzikir diselenggarakan selama empat hari berturut-turut. Setiap harinya membaca bacaan yang berbeda sebagaimana yang diterapkan di Ponpes Al-Falah Ploso.

“Untuk di hari pertama membaca Surah Yasin 3 kali, Shalawat Nariyah 13 kali, Ayat Kursi 41 kali, dan ditutup membaca Surah Al Ikhlas 157 kali,” imbuhnya.

Untuk hari kedua, membaca Shalawat 1000 kali, Surah Al Fiil 21 kali, dan Surah Al Insyirah 333 kali. Sedangkan hari ketiga, membaca Istighfar 1000 kali, Surah Al-Falaq 21 kali, Surah An-Nas 21 kali, dan Hauqolah 333 kali.

Adapun di hari keempat, membaca Dzikir Malaikat (Subhanallahi wa bihamdih, subhanallahil adzim, astaghfirullahal adzim) 444 kali, Surah At-Taubah ayat 128-129 21 kali, doa agar terhindar dari mudharat (Bismillāhil ladzī lā yadhurru ma‘as mihī syai’un fil ardhi wa lā fis samā’i wa huas samī‘ul ‘alīm) 21 kali, dan Dzikir Asmaul Khusna (Yaa Hafiz Yaa Nashir Yaa Wakil Yaa Allah) 444 kali.

Untuk diketahui, Pendak Satu merupakan penyebutan untuk selamatan atau tahlilan yang dilaksanakan 1 tahun setelah kematian seseorang. Almaghfurlah KH Abdul Halim Djasim wafat pada Selasa (4/10/2022).

Penulis: Fatmatul Jannah

Editor: Abi Alissa

  • Penulis: Makhfud Syawaludin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • GP Ansor Desa Tebas Berqurban, 200 Paket Daging Dibagikan

    • calendar_month Kam, 23 Agu 2018
    • visibility 599
    • 0Komentar

    Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor (PR GP Ansor) Nahdlatul Ulama Desa Tebas Kecamatan Gondangwetan Kabupaten Pasuruan, berkurban Empat Ekor Kambing, Rabu (22/08/2018) bertempat di halaman Kantor Sekretariat PR GP Ansor Tebas, mulai pukul 08.30 WIB. Kegiatan pemotongan dan pendistribusian Hewan Qurban tersebut disaksikan Ro’is Syuriyah PR NU Tebas, Ust. Mukhlason Dhofir. “Selain menyemarakkan Sunnah juga […]

  • Gus Saiful : Tugas Guru Aswaja Mengenalkan NU Kepada Murid Sejak Dini

    Gus Saiful : Tugas Guru Aswaja Mengenalkan NU Kepada Murid Sejak Dini

    • calendar_month Ming, 25 Agu 2024
    • visibility 1.235
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Sekertaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan Gus Saiful Anam Chalim mengatakan, tugas guru Aswaja adalah mengenalkan NU kepada murid muridnya sejak dini. “Jadilah orang pertama kali mengenalkan NU kepada peserta didik,” ujarnya pada saat Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Aswaja NU Nahdliyah LP Ma’arif NU Kabupaten Pasuruan, Sabtu (24/08/2024). Menurutnya mengenalkan […]

  • Gus Kikin Ceritakan Masuknya Aswaja di Indonesia

    Gus Kikin Ceritakan Masuknya Aswaja di Indonesia

    • calendar_month Sen, 13 Mei 2024
    • visibility 699
    • 0Komentar

    Kejayan, NU Pasuruan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar acara halal bihalal di area Rumah Sakit Nahdlatul Ulama RSNU Kecamatan Kejayaan, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (11/05/2024). Penjabat (Pj) Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim, KH Abdul Hakim Mahfudz menceritakan bahwasanya masuknya ajaran Ahlusunnah Wal Jamaah  (Aswaja) di Indonesia  menurut catatan sejak zaman Wali […]

  • Membaca Tantangan Industri Pengolahan Masa Pandemi, ITSNU Pasuruan Gelar Webinar Inovasi Kopi

    Membaca Tantangan Industri Pengolahan Masa Pandemi, ITSNU Pasuruan Gelar Webinar Inovasi Kopi

    • calendar_month Rab, 29 Jul 2020
    • visibility 790
    • 0Komentar

    Dalam masa pandemi COVID-19, berbagai sektor bisnis mengalami kelumpuhan bahkan berhenti. Termasuk dalam hal industri pengolahan kopi, khususnya dari sisi hilir, yakni pemilik kedai kopi dan kafe. Meskipun di beberapa daerah menunjukkan sisi hulu juga terdampak. Menyadari itu, Program Studi Teknologi Hasil Pertanian (Prodi THP) Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pasuruan mengelar webinar […]

  • Giliran Majelis Mubahatsah Dorong Gagasan Pelembagaan AHWA ke Forum Muktamar Mendatang

    Giliran Majelis Mubahatsah Dorong Gagasan Pelembagaan AHWA ke Forum Muktamar Mendatang

    • calendar_month Ming, 2 Agu 2026
    • visibility 229
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan – Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di PP Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Majelis Mubahatsah yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten dan Kota Pasuruan menghasilkan satu gagasan strategis yang akan diusulkan ke forum Muktamar. Forum tersebut menegaskan bahwa Muktamar NU tidak semata menjadi arena memilih Rais Aam dan Ketua Umum, […]

  • Tetap Produktif Saat Pandemi, ISNU Kabupaten Pasuruan Luncurkan Buku Baru

    Tetap Produktif Saat Pandemi, ISNU Kabupaten Pasuruan Luncurkan Buku Baru

    • calendar_month Kam, 25 Feb 2021
    • visibility 983
    • 0Komentar

    Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Pasuruan kembali meluncurkan buku baru karya sarjana-sarjana NU Kabupaten Pasuruan. Yakni buku dengan judul “Mustafa Kemal, Sukarno, dan Abdurrahman Wahid: Bapak Pendiri Turki dan Indonesia Baru, Persamaan dan Perbedaan Politik Kenegaraan” yang ditulis oleh Dr. H. Abdulloh Shodiq, M.Pd., dan buku yang ditulis oleh Dr. Dewi […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca