Penguatan Mutu Sakoma LP Ma’arif NU Pasuruan, Gus Taufiq Tekankan Mabadi Khaira Ummah
- calendar_month Rab, 24 Des 2025
- visibility 51
- comment 0 komentar

Pohjentrek, NU Pasuruan
Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, Gus Ahmad Taufiq Abdurahman, menegaskan bahwa Sakoma LP Ma’arif NU harus mampu melahirkan generasi khaira ummah, yakni generasi unggul yang mampu memberikan solusi bagi bangsa.
Hal itu di sampaikan pada saat kegiatan penguatan mutu dan sosialisasi program kerja tahun 2026 Satuan Komunitas Ma’arif (Sakoma) Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Kabupaten Pasuruan di Rumah Inovasi LP Ma’arif, Selasa (23/12/2025).
“NU harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya baik secara personal, tetapi juga mampu menjawab persoalan-persoalan bangsa,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa komitmen NU dalam membentuk generasi mabadi khaira ummah telah dirumuskan sejak Muktamar NU di Lampung tahun 1992 melalui gagasan KH Machfud Siddiq.
“NU melalui gagasan KH Machfud Siddiq berkomitmen membentuk generasi mabadi khaira ummah pada Muktamar Lampung tahun 1992,” jelasnya.
Lebih lanjut, Gus Taufiq memaparkan prinsip-prinsip mabadi khaira ummah yang harus dijalankan oleh para kader penggerak Sakoma. Prinsip pertama adalah ash-shidqu (kejujuran), yaitu kesesuaian antara ucapan, pikiran, dan perbuatan.
“Apa yang diucapkan sama dengan yang dibatin. Bertindak baik dan benar sesuai keadaan yang ada,” tambahnya.
Prinsip kedua adalah al-amanah wal wafa bil ‘ahdi, yakni melaksanakan seluruh tanggung jawab dan janji, sekecil apa pun amanah tersebut, sejak dini mulai dari tingkat siaga hingga penegak.
“Jika sejak siaga dan penegak sudah diajarkan tanggung jawab, maka mereka akan memiliki rasa tanggung jawab yang besar dalam organisasi,” terangnya.
Prinsip ketiga adalah at-ta’awun, yaitu sikap tolong-menolong dan gotong royong dalam kebaikan dan ketakwaan. Menurutnya, manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain.
“Sikap ta’awun mendorong seseorang untuk kreatif agar memiliki sesuatu yang bisa disumbangkan demi kepentingan bersama, sekaligus menjadi langkah konsolidasi masyarakat,” tambahnya.
Ketua Yayasan Bayt Al Hikmah itu juga menekankan pentingnya istiqamah, yakni sikap teguh, jejeg, ajek, dan konsisten dalam mendidik serta berkhidmah di Nahdlatul Ulama.
“Orang yang istiqamah biasanya mendapatkan karomah tanpa ia sadari,” tegasnya.
Prinsip terakhir adalah al-’adalah, yaitu bersikap objektif, proporsional, dan taat asas dengan menempatkan segala sesuatu pada tempatnya, jauh dari egoisme, emosi pribadi, maupun kepentingan pribadi.
- Penulis: Mokh Faisol

Saat ini belum ada komentar