Raih Peringkat 20 Nasional dan Masuk Klaster Mandiri PTNU, Ini Pesan Bijak Rektor UNU Pasuruan
- account_circle Makhfud Syawaludin
- calendar_month 58 menit yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar

Pohjentrek, NU Pasuruan
Lembaga Pendidikan Tinggi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LPT PBNU) secara resmi mengumumkan hasil pemetaan Peringkat Keunggulan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) Tahun 2026 melalui akun Instagram resminya pada Jumat (25/10/2026). Dari total 283 kampus NU se-Indonesia, Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan menorehkan capaian membanggakan dengan berhasil menempati peringkat ke-20 nasional.
Capaian dengan perolehan skor 6,6210 tersebut menempatkan kampus kebanggaan warga Nahdliyin Pasuruan ini ke dalam jajaran ‘Klaster Mandiri’. Pemetaan LPTNU tahun ini membagi kampus ke dalam tiga klaster utama, yakni Klaster Elit (Peringkat 1–9), Klaster Mandiri (Peringkat 10–25), dan Klaster Madya (Peringkat 26–46).
Rektor UNU Pasuruan, Abu Amar Bustomi, merespons capaian ini dengan penuh syukur dan apresiasi. Ia menegaskan bahwa torehan ini bukanlah hasil kerja individu, melainkan buah dari ikhtiar kolektif seluruh sivitas akademika, dukungan Badan Penyelenggara, dan kepercayaan masyarakat.
“Penghargaan kami sampaikan kepada seluruh pimpinan, dosen, peneliti, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta semua pihak yang telah memberikan kontribusi nyata. Khususnya kepada para dosen dan peneliti yang terus mengembangkan budaya riset, menghasilkan publikasi ilmiah, memperkuat kolaborasi akademik, dan menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat”, ujarnya kepada NU Pasuruan, Jumat (30/10/2026).
Lebih lanjut, Doktor Ilmu Sosial itu mengingatkan seluruh jajarannya agar tidak memaknai capaian ini sebatas deretan angka dan kebanggaan semata. Ia memberikan pesan mendalam mengenai hakikat dari sebuah pemeringkatan dan publikasi keilmuan.
“Bagi kami, peringkat adalah cermin capaian, bukan batas pengabdian. Publikasi adalah jejak keilmuan, tetapi kebermanfaatan ilmu bagi masyarakat merupakan ukuran pengabdian yang sesungguhnya,” tegasnya.
Menurutnya, keunggulan sebuah perguruan tinggi tidak hanya diukur dari tingginya posisi klaster, melainkan harus tercermin langsung pada kualitas lulusan, relevansi ilmu, dan kontribusi nyata dalam menjawab ragam persoalan kemanusiaan di tengah masyarakat.
Ke depan, Bustomi memastikan UNU Pasuruan akan menjadikan momentum ini untuk mempercepat transformasi kelembagaan, memperkuat budaya riset, dan memperluas kolaborasi. Hal ini selaras dengan visi besar kampus, yakni ‘Menjadi Perguruan Tinggi Kompetitif dalam Pengembangan Teknologi Inklusif melalui Sinergi Nilai-Nilai Fikrah Nahdliyyah.’
“Semoga capaian ini tidak menjadikan kita berpuas diri. Semakin tinggi pengakuan yang diperoleh, semakin besar pula tanggung jawab keilmuan, kelembagaan, dan pengabdian yang harus kita tunaikan. UNU Pasuruan: Bertumbuh dalam Mutu, Unggul dalam Inovasi, Berdampak bagi Peradaban,” pungkasnya.
Sebagai informasi, penilaian Peringkat Keunggulan PTNU Tahun 2026 ini didasarkan pada tujuh variabel dengan bobot yang telah ditetapkan. Ketujuh indikator tersebut meliputi jumlah mahasiswa aktif (20%), aset dan ketahanan keuangan (10%), kinerja riset dan publikasi ilmiah (20%), jumlah guru besar dan lektor kepala (15%), reputasi akademik berbasis altmetrics (15%), capaian alumni (10%), serta keterhubungan dengan organisasi NU dan badan otonomnya (10%).
Penulis: Makhfud Syawaludin
- Penulis: Makhfud Syawaludin

Saat ini belum ada komentar