Rukyatul Hilal Akan Digelar di MAN IC Pasuruan, Berikut Prediksi PC LFNU
- account_circle Makhfud Syawaludin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 20
- comment 0 komentar

Pohjentrek, NU Pasuruan
Rukyatul hilal untuk menentukan awal Ramadhan 1447 Hijriah di wilayah Kabupaten Pasuruan dijadwalkan berlangsung di MAN Insan Cendekia Pasuruan, Kecamatan Grati, Selasa (17/02/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian observasi nasional yang hasilnya akan dibawa ke sidang isbat penetapan awal Ramadhan.
Menjelang pelaksanaan rukyat, Pengurus Cabang (PC) Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Kabupaten Pasuruan telah melakukan kajian hisab, Senin (16/02/2026). Besoknya, tim rukyat LFNU dijadwalkan mulai bersiaga di lokasi sejak pukul 15.00 WIB guna memastikan kesiapan teknis dan akurasi observasi.
Sekretaris PC LFNU Kabupaten Pasuruan, Ustadz M Rusdi, menyampaikan bahwa hasil analisis hisab menunjukkan posisi hilal di wilayah Pasuruan masih berada di bawah ufuk. Data hisab mencatat tinggi hilal minus 2 derajat 5 menit dengan elongasi sebesar 1,15 derajat, sementara ijtimak terjadi pada Selasa pukul 19.04 WIB.
“Berdasarkan perhitungan kami, posisi hilal masih negatif. Artinya, secara teoritis peluang hilal untuk dapat teramati sangat kecil,” jelasnya.
Meski demikian, rukyatul hilal tetap dilaksanakan sebagai bentuk verifikasi empiris atas data hisab tersebut. Menurutnya, observasi lapangan atau rukyat bil fi’li merupakan bagian penting dalam tradisi keilmuan falak NU yang memadukan pendekatan matematis dan pengamatan langsung.
“Hisab memberikan gambaran awal, tetapi rukyat tetap dilakukan untuk memastikan kondisi riil di lapangan. Ini juga menjadi dasar laporan resmi yang akan disampaikan dalam sidang isbat,” ujar alumni Pesantren Darumafatihil Ulum Podokaton itu.
Hasil rukyatul hilal dari Pasuruan selanjutnya akan disampaikan kepada Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai bahan pertimbangan dalam penetapan awal Ramadhan secara nasional. Proses ini melibatkan unsur pemerintah daerah, jajaran Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta perwakilan organisasi masyarakat Islam.
“Pelaksanaan rukyatul hilal mencerminkan konsistensi NU dalam menjaga metodologi penetapan awal bulan hijriah yang berbasis ilmu falak sekaligus observasi faktual. Sekaligus menjadi kontribusi daerah dalam pengambilan keputusan keagamaan di tingkat nasional,” tandasnya.
Penulis: Makhfud Syawaludin
- Penulis: Makhfud Syawaludin

Saat ini belum ada komentar