Breaking News
light_mode

Sayyidina Umar RA dan Warisan Perdamaian di Jerusalem

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Rab, 3 Mar 2021
  • visibility 917
  • comment 0 komentar

Sebelum kedatangan Khalifah Umar bin Khaṭṭāb ra., Jerusalem adalah tempat dimana syak wasangka adalah kewajaran. Barangkali itu memang nasib Jerusalem, yang pernah diserbu oleh seorang Firaun dari Mesir, ditindas oleh Babilonia, kemudian Roma, dan bahkan di tahun 614 M ditaklukkan oleh pasukan Persia.

Bila dalam perang sebelumnya orang Yahudi yang dihabisi, dalam penyerbuan oleh pasukan Persia kali ini, justru sebaliknya yang terjadi, yakni orang Yahudi Jerusalem yang membantu pasukan Persia untuk membunuh orang-orang Kristen dan menghancurkan Gereja-Gerejanya. Kabar terakhir, dalam kesempatan untuk membalas, orang-orang Kristen yang sedang dilanda kemarahan melempari altar yang terkenal di Jerusalem sebagai batu karang tersebut dengan kotoran hewan. Altar tersebut kini adalah Masjid Qubbat ash-Shakhrah atau Dome of The Rock.

Nuansa kebencian di Jerusalem tersebut pun sirna ketika Khalifah Umar bin Khaṭṭāb ra. berhasil menaklukkannya dengan cara damai pada tahun 637 M. Tak ada pembantaian manusia dan tak ada penghancuran rumah ibadah agama apapun. Yang ada hanyalah seorang Khalifah dari Mekah yang berpakaian lusuh dan memandang dengan takzim pada Jerusalem. Sebuah cara penaklukan wilayah dan penampilan seorang pemimpin yang sangat berbeda dari kebiasaan umumnya.

Setelah dicapai kata damai dalam sebuah perundingan yang dilaksanakan di Bukit Zaitun dengan penguasa Jerusalem saat itu, yakni Patriark Sophronius, Khalifah Umar ra., lantas meminta Sophronius untuk menunjukkan lokasi Haikal Sulaiman, sebutan untuk sebuah tempat dimana Rasulullah dulu di-miʻrāj-kan. Sang Patriark pun bersedia dan memandu Sahabat Umar beserta rombongan 4.000 sahabat yang mengikutinya saat itu.

Namun, Sang Patriaark membawa rombongan orang-orang Muslim tersebut ke Gereja Makam Kristus dan mengabarkan kepada mereka bahwa tempat itulah yang disebut Haikal Sulaiman. Untungnya, Sahabat Umar sebelumnya pernah diberitahu Rasulullah tentang ciri-ciri Haikal Sulaiman tersebut, sehingga ketika melihat-lihat tempat itu Ia pun berkata kepada Sophronius, “Engkau bohong! Sungguh, Rasulullah menyebutkan sifat-sifat masjid Daud tidak seperti bangunan ini.”

Akhirnya, Sahabat Umar bersama para rombongan memutuskan untuk mencarinya lagi dengan terus menerus mengelilingi Jerusalem. Pada suatu tempat, ketika Sahabat Umar secara kebetulan melihat sebuah pintu bangunan tua dan sesak dengan tahi, ia justru berhenti. Ia dan para rombongan pun memutuskan untuk masuk kedalam meskipun harus bersusah payah merangkak. Ketika sudah berada di dalam, mereka dapat berdiri tegak dan mendapati kenyataan yang miris, bahwa tempat suci itu telah menjadi tempat pembuangan sampah dan tahi. Tanpa pikir panjang, Sang Khalifah menyingkirkan kotoran yang telah mengering itu dengan selendangnya dan diikuti oleh para rombongan.

Setelah membersihkan tempat tersebut, Umar meminta pendapat kepada Kaʻab al-Aḥbār, “Menurutmu, di mana kita harus mendirikan sebuah Masjid?” 

Kaʻab memberi saran, “Dirikanlah di belakang (utara) ṣakhrah sehingga bisa menghadap ke dua kiblat sekaligus, yaitu kiblat Musa dan kiblat Muhammad.”

Karena saran tersebut dianggapnya menyerupai ibadah orang-orang Yahudi, Sahabat Umar pun tidak membangun sebuah masjid di belakang ṣakhrah, melainkan membangunnya di depan (selatan) ṣakhrah, sehingga kiblatnya hanya mengarah kepada Kaʻbah. Ia pun membangunnya dengan arsitektur bangunan yang amat bersahaja. Selanjutnya, Sahabat Umar pun menjamin keamanan dan memberikan akses bagi para peziarah, siapa pun dan dari agama apapun, yang hendak pergi ke Tanah Suci tersebut, tak terkecuali orang-orang Yahudi yang bertahun-tahun sebelumnya terusir dari sana.

Sumber bacaan: Mujīr ad-Dīn , al-Uns alJalīl, Maktabah Dandis. Oman.vol. 1, h. 255-257.

Penulis: Vaurak TsabatSantri Penikmat Kopi di Pondok Besuk, Pasuruan

Editor: Makhfud Syawaludin

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KH. Muhibbul Aman Aly: Lailatul Ijtima’ untuk membentengi Aswaja An-Nahdliyah

    • calendar_month Ming, 23 Des 2018
    • visibility 490
    • 0Komentar

    Lailatul Ijtima’ menjadi kegiatan rutin sebagai bagian bentuk nyata dari upaya menjaga akidah Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah. Kali ini digelar oleh MWC NU Sidogiri, Sabtu Malam (22/12/2018) bertempat di Musholla at-Thoyyibah Dusun Wangkal Desa Sidogiri. Acara tersebut dilakukan tiap bulan sekali, dilaksanakan bergiliran pada tiap Pengurus Ranting NU di Kecamatan Kraton MWC Sidogiri. Dalam mauidah […]

  • Piko Fest Semarakkan Harlah IPNU IPPNU  UNU STAIS Pasuruan

    Piko Fest Semarakkan Harlah IPNU IPPNU UNU STAIS Pasuruan

    • calendar_month Sen, 4 Mar 2024
    • visibility 927
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-70 Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Harlah ke-69 Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU). Pimpinan Komisariat (PK) IPNU-IPPNU Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sekolah Tinggi Agama Islam STAI Salahuddin Pasuruan menggelar Pimpinan Komisariat ( Piko) Fest di area perkantoran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PCNU Kabupaten Pasuruan, Ahad […]

  • Wakil Bendahara NU Pasuruan : Hidupkan Ramadhan dengan Membaca Al-Qur’an

    Wakil Bendahara NU Pasuruan : Hidupkan Ramadhan dengan Membaca Al-Qur’an

    • calendar_month Sen, 10 Mar 2025
    • visibility 900
    • 0Komentar

    Puspo, NU Pasuruan Wakil Bendahara Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, Gus H. Abdulloh Fahmi Salam, menegaskan bahwa Al-Qur’an akan menjadi penolong di akhirat. Hal itu disampaikan dalam Safari Ramadhan di Masjid Aisyah Alamadiyah, Punjul, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan, pada Ahad (9/04/2025). “Mari ajarkan anak-anak untuk mencintai dan membaca Al-Qur’an, terutama di bulan Ramadhan,” […]

  • KH Mas’um Hasyim: Puasa Melatih Kesadaran Bahwa Manusia Selalu Diawasi Allah

    KH Mas’um Hasyim: Puasa Melatih Kesadaran Bahwa Manusia Selalu Diawasi Allah

    • calendar_month Ming, 1 Mar 2026
    • visibility 334
    • 0Komentar

    Wonorejo, NU Pasuruan  PJ Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, KH Mas’um Hasyim, menyampaikan bahwa puasa Ramadhan merupakan ajang latihan spiritual bagi umat Islam untuk mengendalikan hawa nafsu sekaligus meningkatkan kesadaran diri kepada Allah SWT. Hal tersebut disampaikan saat kegiatan Safari Ramadhan di Masjid Darussalam, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (28/02/2026). Menurutnya, […]

  • Tahun 2022, 462 Santri Ponpes Al-Yasini Terjun ke Masyarakat

    Tahun 2022, 462 Santri Ponpes Al-Yasini Terjun ke Masyarakat

    • calendar_month Sab, 19 Feb 2022
    • visibility 945
    • 0Komentar

    Wonorejo, NU PasuruanPondok Pesantren Terpadu Al-Yasini (PPTA), Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, memiliki Program Pengabdian Santri (P2S). Kegiatan itu diperuntukkan untuk santri yang lulus jenjang pendidikan menengah atas. Ketua Panitia H Jainuddin menjelaskan, tujuan kegiatan itu untuk memberikan pengalaman dalam mengamalkan ilmu yang telah didapatkan di sekolah dan pesantren. “Tugas pengabdian di masyarakat selama 30 hari,” […]

  • Terwujudnya Mimpi 25 Tahun Silam Miliki Graha Pergerakan, Kader & Alumni PMII Pasuruan Gelar Tasyakuran

    Terwujudnya Mimpi 25 Tahun Silam Miliki Graha Pergerakan, Kader & Alumni PMII Pasuruan Gelar Tasyakuran

    • calendar_month Sen, 30 Mei 2022
    • visibility 1.166
    • 0Komentar

    Rembang, NU Pasuruan Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) bersama Ikatan Alumni PMII (IKA-PMII) Pasuruan menggelar Halal Bihalal dan Tasyakuran untuk menempati Graha Pergerakan PMII Pasuruan, Dusun Pekebo, Desa Oro-oro Ombo Kulon, Kecamatan Rembang, Jum’at (17/05/2022). “Alhamdulillah. Acara bisa terlaksana dengan lancar dan dihadiri ratusan alumni dan kader PMII se- Pasuruan Raya. Acara […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca