Breaking News
light_mode

Sayyidina Umar RA dan Warisan Perdamaian di Jerusalem

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Rab, 3 Mar 2021
  • visibility 949
  • comment 0 komentar

Sebelum kedatangan Khalifah Umar bin Khaṭṭāb ra., Jerusalem adalah tempat dimana syak wasangka adalah kewajaran. Barangkali itu memang nasib Jerusalem, yang pernah diserbu oleh seorang Firaun dari Mesir, ditindas oleh Babilonia, kemudian Roma, dan bahkan di tahun 614 M ditaklukkan oleh pasukan Persia.

Bila dalam perang sebelumnya orang Yahudi yang dihabisi, dalam penyerbuan oleh pasukan Persia kali ini, justru sebaliknya yang terjadi, yakni orang Yahudi Jerusalem yang membantu pasukan Persia untuk membunuh orang-orang Kristen dan menghancurkan Gereja-Gerejanya. Kabar terakhir, dalam kesempatan untuk membalas, orang-orang Kristen yang sedang dilanda kemarahan melempari altar yang terkenal di Jerusalem sebagai batu karang tersebut dengan kotoran hewan. Altar tersebut kini adalah Masjid Qubbat ash-Shakhrah atau Dome of The Rock.

Nuansa kebencian di Jerusalem tersebut pun sirna ketika Khalifah Umar bin Khaṭṭāb ra. berhasil menaklukkannya dengan cara damai pada tahun 637 M. Tak ada pembantaian manusia dan tak ada penghancuran rumah ibadah agama apapun. Yang ada hanyalah seorang Khalifah dari Mekah yang berpakaian lusuh dan memandang dengan takzim pada Jerusalem. Sebuah cara penaklukan wilayah dan penampilan seorang pemimpin yang sangat berbeda dari kebiasaan umumnya.

Setelah dicapai kata damai dalam sebuah perundingan yang dilaksanakan di Bukit Zaitun dengan penguasa Jerusalem saat itu, yakni Patriark Sophronius, Khalifah Umar ra., lantas meminta Sophronius untuk menunjukkan lokasi Haikal Sulaiman, sebutan untuk sebuah tempat dimana Rasulullah dulu di-miʻrāj-kan. Sang Patriark pun bersedia dan memandu Sahabat Umar beserta rombongan 4.000 sahabat yang mengikutinya saat itu.

Namun, Sang Patriaark membawa rombongan orang-orang Muslim tersebut ke Gereja Makam Kristus dan mengabarkan kepada mereka bahwa tempat itulah yang disebut Haikal Sulaiman. Untungnya, Sahabat Umar sebelumnya pernah diberitahu Rasulullah tentang ciri-ciri Haikal Sulaiman tersebut, sehingga ketika melihat-lihat tempat itu Ia pun berkata kepada Sophronius, “Engkau bohong! Sungguh, Rasulullah menyebutkan sifat-sifat masjid Daud tidak seperti bangunan ini.”

Akhirnya, Sahabat Umar bersama para rombongan memutuskan untuk mencarinya lagi dengan terus menerus mengelilingi Jerusalem. Pada suatu tempat, ketika Sahabat Umar secara kebetulan melihat sebuah pintu bangunan tua dan sesak dengan tahi, ia justru berhenti. Ia dan para rombongan pun memutuskan untuk masuk kedalam meskipun harus bersusah payah merangkak. Ketika sudah berada di dalam, mereka dapat berdiri tegak dan mendapati kenyataan yang miris, bahwa tempat suci itu telah menjadi tempat pembuangan sampah dan tahi. Tanpa pikir panjang, Sang Khalifah menyingkirkan kotoran yang telah mengering itu dengan selendangnya dan diikuti oleh para rombongan.

Setelah membersihkan tempat tersebut, Umar meminta pendapat kepada Kaʻab al-Aḥbār, “Menurutmu, di mana kita harus mendirikan sebuah Masjid?” 

Kaʻab memberi saran, “Dirikanlah di belakang (utara) ṣakhrah sehingga bisa menghadap ke dua kiblat sekaligus, yaitu kiblat Musa dan kiblat Muhammad.”

Karena saran tersebut dianggapnya menyerupai ibadah orang-orang Yahudi, Sahabat Umar pun tidak membangun sebuah masjid di belakang ṣakhrah, melainkan membangunnya di depan (selatan) ṣakhrah, sehingga kiblatnya hanya mengarah kepada Kaʻbah. Ia pun membangunnya dengan arsitektur bangunan yang amat bersahaja. Selanjutnya, Sahabat Umar pun menjamin keamanan dan memberikan akses bagi para peziarah, siapa pun dan dari agama apapun, yang hendak pergi ke Tanah Suci tersebut, tak terkecuali orang-orang Yahudi yang bertahun-tahun sebelumnya terusir dari sana.

Sumber bacaan: Mujīr ad-Dīn , al-Uns al–Jalīl, Maktabah Dandis. Oman.vol. 1, h. 255-257.

Penulis: Vaurak Tsabat, Santri Penikmat Kopi di Pondok Besuk, Pasuruan

Editor: Makhfud Syawaludin

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkuat Konsolidasi Organisasi, Ansor Kab. Pasuruan Ikuti Gowes Sorban Sehat di Winongan

    Perkuat Konsolidasi Organisasi, Ansor Kab. Pasuruan Ikuti Gowes Sorban Sehat di Winongan

    • calendar_month Sen, 7 Sep 2020
    • visibility 753
    • 0Komentar

    Rijalul Ansor adalah lembaga semi otonom dari Gerakan Pemuda ANSOR (GP ANSOR) pada setiap tingkatan yang memiliki tugas utama yaitu menghidupkan kembali tradisi-tradisi ke-NU-an, seperti yasinan, tahlilal, istigasah dan berbagai Peringatan Hari Besar Islam (PHBI). Di Pasuruan, salah satu kegiatan rijalul ansor adalah Gowes Sorban Sehat. Melalui Gowes Sorban Sehat, kali ini dilaksanakan oleh Pimpinan […]

  • Tingkatkan Kualitas Bahasa Asing Santri, LPBA Al-Yasini Datangkan Tutor BEC Pare

    Tingkatkan Kualitas Bahasa Asing Santri, LPBA Al-Yasini Datangkan Tutor BEC Pare

    • calendar_month Kam, 14 Mar 2024
    • visibility 902
    • 0Komentar

    Wonorejo, NU PasuruanLembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini (PPTA), Kabupaten Pasuruan menggelar penguatan berbahasa asing bersama Basic English Course (BEC) Pare, Kabupaten Kediri, Jumat (08/03/2024). Ketua LPBA Pesantren Al-Yasini Ustadzah Zahrotun Nafisah berharap, datangya tutor bahasa asing dalam mengoptimalkan upgrading dan peningkatan kapasitas berbahasa inggris para santri. “Meningkatkan kesadaran santri akan pentingnya […]

  • Lebaran, Ranting NU Jarangan Jaga Penyeberangan di Lintasan Kereta Api Tanpa Palang Pintu

    Lebaran, Ranting NU Jarangan Jaga Penyeberangan di Lintasan Kereta Api Tanpa Palang Pintu

    • calendar_month Sen, 24 Apr 2023
    • visibility 1.107
    • 0Komentar

    Rejoso, NU PasuruanBersilaturahmi kepada keluarga, tetangga, saudara, guru, kiai ibu nyai, dan teman menjadi salah satu tradisi dan agenda utama di hari raya Idul Fitri. Salah satu agenda utama lainnya mudik, yakni pulang kampung. Sehingga wajar, lalu lintas jalan raya menjadi padat. Merespon itu, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Jarangan, Mejelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama […]

  • ISNU Pasuruan Sukses Gelar Konfercab, Adip Muhdi Dipercaya Kembali Sebagai Nakhoda

    ISNU Pasuruan Sukses Gelar Konfercab, Adip Muhdi Dipercaya Kembali Sebagai Nakhoda

    • calendar_month Sen, 22 Agu 2022
    • visibility 558
    • 0Komentar

    Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Pasuruan mengadakan kegiatan Konferensi Cabang (Konfercab) di Hotel Dalwa, Bangil, 21-08-2022. Salah satu dari hasil Konfercab tersebut yakni menetapkan Ahmad Adip Muhdi untuk melanjutkan khidmahnya sebagai ketua Pimpinan Cabang (PC) ISNU Pasuruan masa khidmat 2022-2026. Adip Muhdi dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan untuk berkhidmah […]

  • Ulas Sumber Daya Strategis di SMK Se Jatim, Wakil Rektor UNU Pasuruan Raih Gelar Doktor

    Ulas Sumber Daya Strategis di SMK Se Jatim, Wakil Rektor UNU Pasuruan Raih Gelar Doktor

    • calendar_month Sel, 14 Mei 2024
    • visibility 1.010
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Wakil Rektor 3 Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan Amidatus Sholihat Jamil berhasil menyelesaikan gelar doktor di Universitas Negeri Malang (UM). Dirinya mengikuti Prosesi Wisuda UM ke-124 di Graha Cakrawala, kompleks kampus setempat, Sabtu (11/05/2024). “Alhamdulillah. 4 tahun kuliah S3 sambil hamil, melahirkan dan menyusui anak,” ujarnya kepada NU Pasuruan, Selasa (14/05/2024). Mantan […]

  • Safari Malam Kedua, Ketua PCNU: Saling Menolong Melalui NU

    Safari Malam Kedua, Ketua PCNU: Saling Menolong Melalui NU

    • calendar_month Ming, 18 Apr 2021
    • visibility 286
    • 0Komentar

    Tutur, NU PasuruanSafari Ramadlan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan memasuki malam kedua, Sabtu (17/4/2021). Kegiatan dilaksanakan di tiga tempat di masing-masing Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU). MWCNU Tutur di Masjid Al-Muhajirin Desa Ngembal. Untuk MWCNUWonorejo di Masjid Nurul Huda Desa Pakijangan. Sedangkan MWCNUGondangwetan di Masjid Al-Ikhsan Desa Sekarputih. KH. Imron Mutamakkin, memulai […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca