Breaking News
light_mode

Sayyidina Umar RA dan Warisan Perdamaian di Jerusalem

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Rab, 3 Mar 2021
  • visibility 1.019
  • comment 0 komentar

Sebelum kedatangan Khalifah Umar bin Khaṭṭāb ra., Jerusalem adalah tempat dimana syak wasangka adalah kewajaran. Barangkali itu memang nasib Jerusalem, yang pernah diserbu oleh seorang Firaun dari Mesir, ditindas oleh Babilonia, kemudian Roma, dan bahkan di tahun 614 M ditaklukkan oleh pasukan Persia.

Bila dalam perang sebelumnya orang Yahudi yang dihabisi, dalam penyerbuan oleh pasukan Persia kali ini, justru sebaliknya yang terjadi, yakni orang Yahudi Jerusalem yang membantu pasukan Persia untuk membunuh orang-orang Kristen dan menghancurkan Gereja-Gerejanya. Kabar terakhir, dalam kesempatan untuk membalas, orang-orang Kristen yang sedang dilanda kemarahan melempari altar yang terkenal di Jerusalem sebagai batu karang tersebut dengan kotoran hewan. Altar tersebut kini adalah Masjid Qubbat ash-Shakhrah atau Dome of The Rock.

Nuansa kebencian di Jerusalem tersebut pun sirna ketika Khalifah Umar bin Khaṭṭāb ra. berhasil menaklukkannya dengan cara damai pada tahun 637 M. Tak ada pembantaian manusia dan tak ada penghancuran rumah ibadah agama apapun. Yang ada hanyalah seorang Khalifah dari Mekah yang berpakaian lusuh dan memandang dengan takzim pada Jerusalem. Sebuah cara penaklukan wilayah dan penampilan seorang pemimpin yang sangat berbeda dari kebiasaan umumnya.

Setelah dicapai kata damai dalam sebuah perundingan yang dilaksanakan di Bukit Zaitun dengan penguasa Jerusalem saat itu, yakni Patriark Sophronius, Khalifah Umar ra., lantas meminta Sophronius untuk menunjukkan lokasi Haikal Sulaiman, sebutan untuk sebuah tempat dimana Rasulullah dulu di-miʻrāj-kan. Sang Patriark pun bersedia dan memandu Sahabat Umar beserta rombongan 4.000 sahabat yang mengikutinya saat itu.

Namun, Sang Patriaark membawa rombongan orang-orang Muslim tersebut ke Gereja Makam Kristus dan mengabarkan kepada mereka bahwa tempat itulah yang disebut Haikal Sulaiman. Untungnya, Sahabat Umar sebelumnya pernah diberitahu Rasulullah tentang ciri-ciri Haikal Sulaiman tersebut, sehingga ketika melihat-lihat tempat itu Ia pun berkata kepada Sophronius, “Engkau bohong! Sungguh, Rasulullah menyebutkan sifat-sifat masjid Daud tidak seperti bangunan ini.”

Akhirnya, Sahabat Umar bersama para rombongan memutuskan untuk mencarinya lagi dengan terus menerus mengelilingi Jerusalem. Pada suatu tempat, ketika Sahabat Umar secara kebetulan melihat sebuah pintu bangunan tua dan sesak dengan tahi, ia justru berhenti. Ia dan para rombongan pun memutuskan untuk masuk kedalam meskipun harus bersusah payah merangkak. Ketika sudah berada di dalam, mereka dapat berdiri tegak dan mendapati kenyataan yang miris, bahwa tempat suci itu telah menjadi tempat pembuangan sampah dan tahi. Tanpa pikir panjang, Sang Khalifah menyingkirkan kotoran yang telah mengering itu dengan selendangnya dan diikuti oleh para rombongan.

Setelah membersihkan tempat tersebut, Umar meminta pendapat kepada Kaʻab al-Aḥbār, “Menurutmu, di mana kita harus mendirikan sebuah Masjid?” 

Kaʻab memberi saran, “Dirikanlah di belakang (utara) ṣakhrah sehingga bisa menghadap ke dua kiblat sekaligus, yaitu kiblat Musa dan kiblat Muhammad.”

Karena saran tersebut dianggapnya menyerupai ibadah orang-orang Yahudi, Sahabat Umar pun tidak membangun sebuah masjid di belakang ṣakhrah, melainkan membangunnya di depan (selatan) ṣakhrah, sehingga kiblatnya hanya mengarah kepada Kaʻbah. Ia pun membangunnya dengan arsitektur bangunan yang amat bersahaja. Selanjutnya, Sahabat Umar pun menjamin keamanan dan memberikan akses bagi para peziarah, siapa pun dan dari agama apapun, yang hendak pergi ke Tanah Suci tersebut, tak terkecuali orang-orang Yahudi yang bertahun-tahun sebelumnya terusir dari sana.

Sumber bacaan: Mujīr ad-Dīn , al-Uns al–Jalīl, Maktabah Dandis. Oman.vol. 1, h. 255-257.

Penulis: Vaurak Tsabat, Santri Penikmat Kopi di Pondok Besuk, Pasuruan

Editor: Makhfud Syawaludin

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • E-Buletin An-Nahdliyah Edisi 8: Air Mata untuk Sang Murobbi dan Jejak Spiritual Satu Abad NU

    E-Buletin An-Nahdliyah Edisi 8: Air Mata untuk Sang Murobbi dan Jejak Spiritual Satu Abad NU

    • calendar_month Ming, 1 Feb 2026
    • visibility 560
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Ada yang berbeda, sekaligus terasa mendalam pada lembaran digital E-Buletin An-Nahdliyah edisi ke-8 yang terbit Januari 2026 ini. PCNU Kabupaten Pasuruan tidak hanya menyuguhkan literasi keislaman rutin, namun juga mempersembahkan sebuah monumen ingatan yang emosional. Edisi ini menjadi saksi duka sekaligus cinta para santri dan umat kepada sosok panutan mereka, Al-Maghfurlah KH. […]

  • Grati & Rejoso Banjir, NU Pasuruan Kembali Salurkan Bantuan Logistik

    Grati & Rejoso Banjir, NU Pasuruan Kembali Salurkan Bantuan Logistik

    • calendar_month Sen, 14 Feb 2022
    • visibility 405
    • 0Komentar

    Grati, NU PasuruanPengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) melalui Tim NU Peduli Kabupaten Pasuruan gerak cepat menyalurkan bantuan untuk korban banjir, Ahad (13/02/2022). Jumlah Kepala Keluarga (KK) yang terdampak mencapai 2196 di Kecamatan Rejoso dan 1236 KK di Kecamatan Grati. Sekretaris Lembaga Penangulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Kabupaten Pasuruan R Didik Subihandoko menjelaskan, […]

  • Harlah ke 90 Ansor Pasuruan launching Prakonfercab XI, Berikut Agendanya

    Harlah ke 90 Ansor Pasuruan launching Prakonfercab XI, Berikut Agendanya

    • calendar_month Ming, 28 Apr 2024
    • visibility 1.062
    • 0Komentar

    Gondangwetan, NU Pasuruan Hari Lahir (Harlah) ke 90 Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pasuruan menggelar Majelis Sholawat Al Maslahah di Area Badan Usaha Milik Desa (Bumbdes) Dewarama, Desa Ranggeh Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, Rabu (24/04/2024). Dalam acara tersebut Ansor Kabupaten Pasuruan melaunching rangkaian acara Prakonfreancab ke XI. Ketua PC GP Ansor Kabupaten […]

  • Satgas Covid-19 PCNU Pasuruan Lakukan Edukasi & Pembagian Masker kepada Pedagang Pasar

    Satgas Covid-19 PCNU Pasuruan Lakukan Edukasi & Pembagian Masker kepada Pedagang Pasar

    • calendar_month Sel, 21 Apr 2020
    • visibility 886
    • 0Komentar

    Satgas Pencegahan Covid-19 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan membagikan 1000 masker khusus untuk pedagang pasar di 4 pasar, yakni pasar Kraton, pasar Bendungan, pasar Sidogiri, dan pasar Ngempit, Senin (20/4/2020). Menurut Sugeng Hariyono, selaku Komandan Satgas, selain karena pembacaan tim satgas terkait kerentanan bagi para pedagang pasar, juga berdasarkan permohona para pedagang pasar […]

  • Ngaos Ramadhan : Kajian Puasa dan Zakat untuk Tingkatkan Ketakwaan

    Ngaos Ramadhan : Kajian Puasa dan Zakat untuk Tingkatkan Ketakwaan

    • calendar_month Sen, 10 Mar 2025
    • visibility 1.463
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Badan Otonom (Banom) Perempuan Nahdlatul Ulama Kabupaten Pasuruan, yang terdiri dari PC Muslimat NU,Fatayat NU, dan IPPNU Kabupaten Pasuruan, menggelar kegiatan Ngaos Ramadhan Jilid 1 dengan tema ‘Kajian Puasa dan Zakat’. Sebanyak 255 peserta mengikuti acara ini dengan penuh antusiasme di Aula Banom Perempuan Kabupaten Pasuruan pada Ahad (9/04/2025). Dalam kajian tersebut, […]

  • LTMNU Pasuruan Fasilitasi Warga Membangun Masjid

    LTMNU Pasuruan Fasilitasi Warga Membangun Masjid

    • calendar_month Ming, 5 Des 2021
    • visibility 1.251
    • 0Komentar

    Purwodadi, NU PasuruanLembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan melaksanakan pembinaan kemasjidan di Langgar Dusun Kandangsari, Desa Capang, Kecamatan Purwodadi, Sabtu (4/12/2021). Ketua LTMNU Kabupaten Pasuruan Mundir Muslih, menjelaskan tentang persiapan-persiapan teknis dalam pembangunan masjid. Misalnya dokumen tanah wakaf. “Terdiri dari surat pernyataan wakif bermaterai Rp. 10.000, Akta Ikrar […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca