Breaking News
light_mode

Siap Mengabdi di 100 Desa, Peserta KKN TAHAN COVID-19 STAIS Pasuruan Resmi Dilepaskan Kemendes

  • account_circle Nuryanto
  • calendar_month Sel, 28 Jul 2020
  • visibility 675
  • comment 0 komentar

Dalam situasi pandemi, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam Salahuddin (STAIS) Pasuruan telah mendesain konsep Kuliah Kerja Nyata Kuat dan Handal Hadapi Pandemi COVID-19, disingkat menjadi KKN TAHAN COVID-19. Senin (27/7/2020), sebanyak 124 peserta KKN yang tersebar di 100 Desa, resmi dilepaskan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia.

Menurut Ketua STAIS Pasuruan, Abu Amar Bustomi, bahwa meskipun konsep KKN TAHAN COVID-19 disusun sebelum adanya edaran Kemenag terkait KKN dalam situasi pandemi, substansi dan ide-ide tidak berseberangan, bahkan memperkuat model pengabdian kepada masyarakat dalam masa covid-19.

“KKN TAHAN COVID-19, mencakup tema penguatan pendidikan keluarga, pesantren, madin, dan TPQ dalam masa pandemi serta pemberdayaan desa dalam masa dan pasca-pandemi covid-19,” imbuhnya saat memberikan sambutan dalam kegiatan Pelepasan Peserta KKN melalui zoom meeting, Senin (27/7/2020).

Lebih lanjut, H. Muzammil Syafi’i, selaku Pembina Yayasan 1926, menegaskan kepada peserta KKN untuk menjaga kesehatan diri sendiri sehingga sekaligus menjaga kesehatan orang lain.

“Yang terpenting adalah  bagaimana para mahasiswa bisa mamberikan pengertian kepada masyarakat tentang covid ini, seperti kaitannya dengan pemulasaan jenazah positif COVID-19 dan bagaimana belajar di rumah dengan baik,” ujarnya.

Pelepasan yang dilaksanakan secara virtual tersebut, dihadiri oleh perwakilan Kementerian Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi, yakni Atmari, staf khusus kemendes, menegaskan bahwa topik-topik dalam KKN TAHAN COVID-19 sesuai dengan gagasan-gagasan Gus Menteri, yakni peningkatan kualitas maayarakat desa, seperti ketahanan keluarga dan penguatan pesantren, dan reborn ekonomi.

“Itu (topik KKN) sudah sangat cocok dengan apa yang sering kali diungkapkan Gus Menteri,” imbuhnya saat memberikan pengarahan dalam kegiatan tersebut.

“Itu dua hal yang sering kita sebut sebagai jalan menuju desa surga. Saya ucapkan selamat berkarya di desa, selamat menjadi bagian terdalam masyarakat di saat pandemi,” pungkasnya saat melepepaskan KKN TAHAN ,COVID-19.

Kontributor: Ning Mukarromah

Editor: Nuryanto

  • Penulis: Nuryanto

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ToT Komisariat, Strategi IPNU-IPPNU Kejayan Hidupkan Kaderisasi di Sekolah

    ToT Komisariat, Strategi IPNU-IPPNU Kejayan Hidupkan Kaderisasi di Sekolah

    • calendar_month Sel, 19 Agu 2025
    • visibility 608
    • 0Komentar

    Kejayaan, NU Pasuruan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Kejayaan menggelar Training of Trainer (ToT) Komisariat di gedung Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kejayan, Kabupaten Pasuruan, Ahad (17/8/2025). Ketua PAC IPPNU Kecamatan Kejayaan, Niatul Hasanah, menjelaskan bahwa ToT Komisariat dikemas dengan model Focus […]

  • LPTNU Pasuruan Gelar Seminar Dauroh Ilmiah 

    LPTNU Pasuruan Gelar Seminar Dauroh Ilmiah 

    • calendar_month Jum, 7 Jun 2024
    • visibility 990
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Pengurus Cabang (PC) Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) menggelar  dauroh ilmiah ‘pentingnya akademisi berthoriqoh bu’tabaroh di era islamic education online’di gedung rektorat UNU Pasuruan, Rabu (5/06/2024). Ketua PC LPTNNU Kabupaten Pasuruan Abu Amar Bustomi menggunakan bahwasanya   thoriqoh adalah jalan mendekatkan diri kepada Alloh dengan menjalankan syari’ah dan akhlaq yang mulia. ” […]

  • Peringati Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke 1091, Bupati dan Kiai Gowes di Pantai Karang Hitam Lekok

    Peringati Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke 1091, Bupati dan Kiai Gowes di Pantai Karang Hitam Lekok

    • calendar_month Ming, 20 Sep 2020
    • visibility 1.083
    • 0Komentar

    Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke 1091 tahun 2020. H. M. Irsyad Yusuf, S.E, M.M.A. Bupati Pasuruan, mengajak Para Kyai dan Gus se-Kabupaten Pasuruan untuk mengikuti kegiatan Jamaah Gowes Sarungan (JAGONGAN) yang diadakan di Kecamatan Lekok, Jum’at (18/9/2020). Lokasi yang dipilih oleh para Pegowes yang bersarung ini adalah tempat wisata yang sempat viral […]

  • Antisipasi Penyakit Menular, LTM NU Kab. Pasuruan Gelar Diklat Pemulasaraan Jenazah

    • calendar_month Sen, 13 Jan 2020
    • visibility 842
    • 0Komentar

    Antisipasi Penyakit Menular, LTM NU Gelar Diklat Pemulasaraan Jenazah Lembaga Takmir Masjid (LTM) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan menggelar Diklat Pemulasaraan Jenazah bertempat di Rumah Makan Ishoma, utara Kebun Raya Purwodadi, Minggu (12/01/2019). Menurut Ust. Mundir, kegiatan ini memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait penanganan jenazah yang […]

  • ISNU Pasuruan Dorong Konsolidasi dan Evaluasi Kinerja Pendamping PPH

    ISNU Pasuruan Dorong Konsolidasi dan Evaluasi Kinerja Pendamping PPH

    • calendar_month Sab, 17 Mei 2025
    • visibility 642
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur menggelar konsolidasi organisai dengan pengurus PC ISNU se Malang Raya di Kantor PCNU Kota Malang, Sabtu (17/05/2025). Dalam acara tersebut PC ISNU Kabupaten Pasuruan ingin meningkatkan koordinasi dan konsolidasi organisasi untuk terus menjalankan kerja sama dengan seluruh pengurus yang ada di wilayah […]

  • KH. Nukman Abd. Majid: Berkhidmad di NU, Jalan Menjadi Santri Muassis NU

    • calendar_month Sen, 20 Mei 2019
    • visibility 1.420
    • 0Komentar

    KH. Nukman Abd. Majid, Rais Syuriyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Gondangwetan, menjelaskan bahwa untuk menjadi santri para muassis atau pendiri NU adalah dengan berkhidmad kepada Nahdlatul Ulama. “Kita berharap dengan kita khidmah kepada NU menjadikan sebab kita dikenal oleh para muassis NU, kita diakui santri kyai- kyai NU dan di akhirat dikumpulkan […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca