Breaking News
light_mode

Syaikh Nawawi Banten, Gurunya Ulama Pesantren

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Rab, 23 Agu 2017
  • visibility 904
  • comment 0 komentar

Pada penghujung abad ke-18 lahir seorang yang bernama Nawawi di Banten, Jawa Barat. Setelah dia menuntut ilmu yang sangat banyak, mensyarah kitab-kitab klasik bahasa Arab dalam pelbagai disiplin ilmu. Sungguhpun Syeikh Nawawi al-Bantani diakui alim dalam semua bidang ilmu keislaman, namun dalam dunia at-thariqah ash-shufiyah, gurunya Syeikh Ahmad Khathib Sambas tidak melantik beliau sebagai seorang mursyid Thariqat Qadiriyah-Naqsyabandiyah, tetapi yang dilantik ialah Syeikh Abdul Karim al-Bantani, yaitu saudara ayahnya yang sama-sama menerima thariqat dari Syeikh Ahmad Khathib Sambas. Syeikh Nawawi al-Bantani sangat mematuhi peraturan yang diberikan itu, sehingga beliau tidak pernah mentawajuh/membai’ah seseorang muridnya walaupun memang ramai murid beliau yang menjadi ulama besar yang berminat dalam bidang Tasawwuf.

Riwayat Kelahiran dan Pendidikan

Nama lengkapnya adalah Syeikh Muhammad Nawawi bin Umar ibnu Arabi bin Ali al-Jawi al-Bantani. Beliau adalah anak sulung seorang ulama Banten, Jawa Barat, lahir pada tahun 1230 Hijrah/1814 Masehi di Banten dan wafat di Mekah tahun 1314 Hijrah/1897 Masehi. Ketika kecil, beliau sempat belajar kepada ayahnya sendiri, dan di Mekah belajar kepada beberapa ulama terkenal pada zaman itu, di antara mereka yang dapat dicatat adalah sebagai berikut: Syeikh Ahmad an-Nahrawi, Syeikh Ahmad ad-Dumyati, Syeikh Muhammad Khathib Duma al-Hanbali, Syeikh Muhammad bin Sulaiman Hasbullah al-Maliki, Syeikh Zainuddin Aceh, Syeikh Ahmad Khathib Sambas, Syeikh Syihabuddin, Syeikh Abdul Ghani Bima, Syeikh Abdul Hamid Daghastani, Syeikh Yusuf Sunbulawani, Syeikhah Fatimah binti Syeikh Abdus Shamad al-Falimbani, Syeikh Yusuf bin Arsyad al-Banjari, Syeikh Abdus Shamad bin Abdur Rahman al-Falimbani, Syeikh Mahmud Kinan al-Falimbani, Syeikh Aqib bin Hasanuddin al-Falimbani. Demikian para gurunya yang dapat dicatat dari berbagai sumber, dan dimungkinkan pula banyak yang belum dapat dicatat di sini.

Banyak sumber menyebut beliau datang ke Mekah dalam usia 15 tahun dan selanjutnya setelah menerima pelbagai ilmu di Mekah, beliau meneruskan pelajarannya ke Syam (Syiria) dan Mesir. Setelah keluar dari Mekah karena menuntut ilmu yang tidak diketahui berapa lamanya, lalu beliau kembali lagi ke Mekah. Keseluruhan masa beliau tinggal di Mekah dari mulai belajar, mengajar dan mengarang hingga sampai puncak kemasyhurannya lebih dari setengah abad lamanya. Diriwayatkan bahwa setiap kali beliau mengajar di Masjidil Haram sentiasa dikelilingi oleh pelajar yang tidak kurang dari dua ratus orang. Karena sangat terkenalnya beliau pernah diundang ke Universitas al-Azhar, Mesir untuk memberi ceramah atau fatwa-fatwa pada beberapa perkara yang tertentu.

Tidak diketahui tahun berapa beliau diundang oleh ahli akademik di Universitas al-Azhar itu, namun beliau sempat bertemu dengan seorang ulama terkenal di al-Azhar (ketika itu sebagai Syeikhul Azhar), yaitu Syeikh Ibrahim al-Baijuri (wafat 1860 Masehi) yang sangat tua dan lumpuh karana tuanya. Kemungkinan Syeikh Ibrahim al-Baijuri, Syeikhul Azhar yang terkenal dan dimungkinkan termasuk salah seorang di antara guru Syeikh Nawawi al-Bantani.

Marah labid Tafsir al-Quran
Marah labid Tafsir al-Quran

Komentar Ulama dan Akademisi tentang Syeikh Nawawi

Syeikh Nawawi merupakan contoh Ulama Indonesia yang mempunyai reputasi besar di dunia internasional. Hal ini karena karya-karya Syeikh Nawawi menyebar luas di tengah masyarakat muslim yang ada di berbagai negara. Tidak heran, nama Syeikh Nawawi sampai tercatat di kamus al-munjid, sebuah ensiklopedi bahasa arab yang amat terkenal karena kelengkapan isinya. Posisi penting Syeikh Nawawi di tengah jajaran tokoh Ulama terkemuka indonesia tampak dengan banyaknya komentar dari berbabagai kalangan tentang kebesaran pengaruh dan kiprahnya dalam dakwah. Berikut ini beberapa pendapat para tokoh Ulama dan akademisi tentang Syeikh Nawawi :

  1. KH Syaifuddin Zuhri, mantan Menteri Agama dan tokoh NU mengatakan Kyai Nawawi dikenal sebagai seorang Ulama dan pengarang yang sangat produktif. Hasil karya beliau kurang lebih ada 100 kitab dalam bidang tauhid, fiqh, tafsir dan tasawwuf. Semua kitab karangan beliau di tulis dalam bahasa arab. Sampai sekarang banyak dari kitab-kitab itu dijadikan sumber pokok pengajaran agama Islam di Indonesia, Mesir, dan Saudi Arabia.
  2. Syeikh Abdus Sattar Ad-Dahlawi, salah seorang murid dari India mengatakan Syeikh Nawawi adalah seorang muslim yang betul-betul bertaqwa kepada Allah, benar-benar zuhud dan rendah hati serta pecinta damai.
  3. DR Hamka, manta ketua majlis Ulama indonesia (MUI) dan salah seorang penulis penting dari sumatra menjelaskan Syeikh Nawawi adalah salah seorang guru besar dalam Madzhab Syafi’i. Muridnya berjumlah ratusan yang datang setiap tahunnya. Murid Syeikh Nawawi terutama dari tanah Banten, Cirebon dan Sunda. Ada pula berasal dari tanah Melayu, Minangkabau, Ternate dan lain sebagainya. Syeikh Nawawi banyak menulis buku pelajaran Islam, terutama dalam bahasa arab sehingga terkenallah nama Syeikh Nawawi sampai Mesir, Syam (Syiria), Turki, dan Hindustan. Pernah Syeikh Nawawi di undang ke Negeri Mesir dan disambut oleh para Ulama mesir dengan sambutan yang mulia.
  4. Zamakhsyari Dhofier, seorang penulis buku tentang pesantren dan kiai mengatakan Syeikh Nawawi adalah seorang yang produktif menulis dan berbakat. Buku tafsirnya Marah Labid (Tafsir al-Munir) yang terbit di Kairo diakui mutunya. Kitab itu memuat persoalan-persoalan penting sebagai hasil diskusi dan perdebatan Syeikh Nawawi dengan Ulama al-Azhar. Demikian terkenalanya nama Syeikh Nawawi sehingga dalam cetakan kitab tafsirnya tersebut dia diberi julukan Sayyidu Ulama al-Hijaz.

(Udy Hakim/ diolah dari berbagai sumber dan mengutip dari Buku “Sayyid Ulama Hijaz : Syeikh Nawawi al-Bantani, LkiS, 2009 karya Samsul Munir Amin)

  • Penulis: NU Pasuruan
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tingkatkan Kapasitas Sekolah, LP Ma’arif NU Pasuruan Gelar Bimtek Implementasi Akreditasi

    Tingkatkan Kapasitas Sekolah, LP Ma’arif NU Pasuruan Gelar Bimtek Implementasi Akreditasi

    • calendar_month Sel, 17 Des 2024
    • visibility 676
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Pengurus Cabang (PC) Lembaga Pendidikan LP Ma’arif NU Kabupaten Pasuruan menggelar acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Akreditasi Internal PC LP Ma’arif NU Kabupaten Pasuruan, di rumah Inovasi Ma’arif NU Kabupaten Pasuruan, Ahad (15/12/2024). Ketua PC LP Ma’arif NU Kabupaen Pasuruan Ahmad Farid mengatakan bahwasanya saat ini pendidikan  berada di era volatility, uncertainty, […]

  • Terpilih sebagai Ketua, Nur Ali Farchan Usung IPNU Wajah Baru

    Terpilih sebagai Ketua, Nur Ali Farchan Usung IPNU Wajah Baru

    • calendar_month Sel, 29 Nov 2022
    • visibility 595
    • 0Komentar

    Pasuruan, NU PasuruanNur Ali Farchan, Ketua terpilih Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Pasuruan periode 2022-2024 memfokuskan perubahan dan inovasi dalam visi misi kepemimpinannya. “Dua fokus tersebut kami rangkum dalam satu grand desain ‘IPNU Wajah Baru’. Jadi, pembaharuan tersebut tidak terbatas hanya pada kepengurusannya, tetapi juga dalam beberapa bidang, khususnya digital,” jelasnya […]

  • Ketua ISNU Pasuruan : E Book Karya Sarjana NU Pasuruan Dapat Diakses Digital Library

    Ketua ISNU Pasuruan : E Book Karya Sarjana NU Pasuruan Dapat Diakses Digital Library

    • calendar_month Jum, 5 Jul 2024
    • visibility 610
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Pengurus Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Pasuruan menghadiri acara peluncuran Digital Library ISNU Jatim di Surabaya, Rabu (03/7/2024). Ketua PC ISNU Kabupaten Pasuruan Ahmad Adib Muhdi mengatakan, diluncurkannya Digital Libery ISNU Kabupaten Pasuruan berkomitmen untuk mengisi perpustakaan tersebut dengan karya tulis karya sarjana NU Pasuruan. “Tidak kurang dari lima […]

  • KH Imron Mutamakkin: Pondasi Aswaja Kunci Istiqamah NU Hingga Abad Kedua

    KH Imron Mutamakkin: Pondasi Aswaja Kunci Istiqamah NU Hingga Abad Kedua

    • calendar_month Sel, 6 Jan 2026
    • visibility 503
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU)Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin, mengatakan bahwa peringatan Harlah NU bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk mensyukuri nikmat Allah SWT atas istiqamahnya jam’iyyah Nahdlatul Ulama dalam menjaga ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah. Hal itu diungkapkan pada saat Tasyakuran Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama ke-103 Bersama ISHARI NU […]

  • Lindungi BANSER, GP ANSOR NU Kab. Pasuruan Kerja Sama Dengan BPJS Ketenagakerjaan

    Lindungi BANSER, GP ANSOR NU Kab. Pasuruan Kerja Sama Dengan BPJS Ketenagakerjaan

    • calendar_month Kam, 24 Sep 2020
    • visibility 733
    • 0Komentar

    Gerakan Pemuda ANSOR (GP ANSOR) merupakan organisasi pemuda di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) yang tidak hanya bergerak dalam bidang keagamaan saja. Namun, juga bergerak dalam bidang sosial kemasyarakatan. Misalnya, Barisan Ansor Serbaguna (BANSER), Badan Semi Otonom (BSO) dari Gerakan Pemuda ANSOR (GP ANSOR) ini kiprahnya tiada henti, hampir setiap hari selalu bergerak membantu dan […]

  • KBIH NU An Nahdliyah Berangkatkan 272 Jama’ah Haji

    KBIH NU An Nahdliyah Berangkatkan 272 Jama’ah Haji

    • calendar_month Ming, 19 Mei 2024
    • visibility 1.056
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU) An-Nahdliyah Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan sukses melepas 272 jama’ah haji di Aula Ahmad Djufri PCNU Kabupaten Pasuruan (18/05/2024). Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin mengucapkan terima kasih kepada jama’ah yang telah mempercayakan kepada KBIH NU An Nahdliyah. NU semaksimal mungkin akan […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca