Breaking News
light_mode

Syaikh Nawawi Banten, Gurunya Ulama Pesantren

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Rab, 23 Agu 2017
  • visibility 966
  • comment 0 komentar

Pada penghujung abad ke-18 lahir seorang yang bernama Nawawi di Banten, Jawa Barat. Setelah dia menuntut ilmu yang sangat banyak, mensyarah kitab-kitab klasik bahasa Arab dalam pelbagai disiplin ilmu. Sungguhpun Syeikh Nawawi al-Bantani diakui alim dalam semua bidang ilmu keislaman, namun dalam dunia at-thariqah ash-shufiyah, gurunya Syeikh Ahmad Khathib Sambas tidak melantik beliau sebagai seorang mursyid Thariqat Qadiriyah-Naqsyabandiyah, tetapi yang dilantik ialah Syeikh Abdul Karim al-Bantani, yaitu saudara ayahnya yang sama-sama menerima thariqat dari Syeikh Ahmad Khathib Sambas. Syeikh Nawawi al-Bantani sangat mematuhi peraturan yang diberikan itu, sehingga beliau tidak pernah mentawajuh/membai’ah seseorang muridnya walaupun memang ramai murid beliau yang menjadi ulama besar yang berminat dalam bidang Tasawwuf.

Riwayat Kelahiran dan Pendidikan

Nama lengkapnya adalah Syeikh Muhammad Nawawi bin Umar ibnu Arabi bin Ali al-Jawi al-Bantani. Beliau adalah anak sulung seorang ulama Banten, Jawa Barat, lahir pada tahun 1230 Hijrah/1814 Masehi di Banten dan wafat di Mekah tahun 1314 Hijrah/1897 Masehi. Ketika kecil, beliau sempat belajar kepada ayahnya sendiri, dan di Mekah belajar kepada beberapa ulama terkenal pada zaman itu, di antara mereka yang dapat dicatat adalah sebagai berikut: Syeikh Ahmad an-Nahrawi, Syeikh Ahmad ad-Dumyati, Syeikh Muhammad Khathib Duma al-Hanbali, Syeikh Muhammad bin Sulaiman Hasbullah al-Maliki, Syeikh Zainuddin Aceh, Syeikh Ahmad Khathib Sambas, Syeikh Syihabuddin, Syeikh Abdul Ghani Bima, Syeikh Abdul Hamid Daghastani, Syeikh Yusuf Sunbulawani, Syeikhah Fatimah binti Syeikh Abdus Shamad al-Falimbani, Syeikh Yusuf bin Arsyad al-Banjari, Syeikh Abdus Shamad bin Abdur Rahman al-Falimbani, Syeikh Mahmud Kinan al-Falimbani, Syeikh Aqib bin Hasanuddin al-Falimbani. Demikian para gurunya yang dapat dicatat dari berbagai sumber, dan dimungkinkan pula banyak yang belum dapat dicatat di sini.

Banyak sumber menyebut beliau datang ke Mekah dalam usia 15 tahun dan selanjutnya setelah menerima pelbagai ilmu di Mekah, beliau meneruskan pelajarannya ke Syam (Syiria) dan Mesir. Setelah keluar dari Mekah karena menuntut ilmu yang tidak diketahui berapa lamanya, lalu beliau kembali lagi ke Mekah. Keseluruhan masa beliau tinggal di Mekah dari mulai belajar, mengajar dan mengarang hingga sampai puncak kemasyhurannya lebih dari setengah abad lamanya. Diriwayatkan bahwa setiap kali beliau mengajar di Masjidil Haram sentiasa dikelilingi oleh pelajar yang tidak kurang dari dua ratus orang. Karena sangat terkenalnya beliau pernah diundang ke Universitas al-Azhar, Mesir untuk memberi ceramah atau fatwa-fatwa pada beberapa perkara yang tertentu.

Tidak diketahui tahun berapa beliau diundang oleh ahli akademik di Universitas al-Azhar itu, namun beliau sempat bertemu dengan seorang ulama terkenal di al-Azhar (ketika itu sebagai Syeikhul Azhar), yaitu Syeikh Ibrahim al-Baijuri (wafat 1860 Masehi) yang sangat tua dan lumpuh karana tuanya. Kemungkinan Syeikh Ibrahim al-Baijuri, Syeikhul Azhar yang terkenal dan dimungkinkan termasuk salah seorang di antara guru Syeikh Nawawi al-Bantani.

Marah labid Tafsir al-Quran
Marah labid Tafsir al-Quran

Komentar Ulama dan Akademisi tentang Syeikh Nawawi

Syeikh Nawawi merupakan contoh Ulama Indonesia yang mempunyai reputasi besar di dunia internasional. Hal ini karena karya-karya Syeikh Nawawi menyebar luas di tengah masyarakat muslim yang ada di berbagai negara. Tidak heran, nama Syeikh Nawawi sampai tercatat di kamus al-munjid, sebuah ensiklopedi bahasa arab yang amat terkenal karena kelengkapan isinya. Posisi penting Syeikh Nawawi di tengah jajaran tokoh Ulama terkemuka indonesia tampak dengan banyaknya komentar dari berbabagai kalangan tentang kebesaran pengaruh dan kiprahnya dalam dakwah. Berikut ini beberapa pendapat para tokoh Ulama dan akademisi tentang Syeikh Nawawi :

  1. KH Syaifuddin Zuhri, mantan Menteri Agama dan tokoh NU mengatakan Kyai Nawawi dikenal sebagai seorang Ulama dan pengarang yang sangat produktif. Hasil karya beliau kurang lebih ada 100 kitab dalam bidang tauhid, fiqh, tafsir dan tasawwuf. Semua kitab karangan beliau di tulis dalam bahasa arab. Sampai sekarang banyak dari kitab-kitab itu dijadikan sumber pokok pengajaran agama Islam di Indonesia, Mesir, dan Saudi Arabia.
  2. Syeikh Abdus Sattar Ad-Dahlawi, salah seorang murid dari India mengatakan Syeikh Nawawi adalah seorang muslim yang betul-betul bertaqwa kepada Allah, benar-benar zuhud dan rendah hati serta pecinta damai.
  3. DR Hamka, manta ketua majlis Ulama indonesia (MUI) dan salah seorang penulis penting dari sumatra menjelaskan Syeikh Nawawi adalah salah seorang guru besar dalam Madzhab Syafi’i. Muridnya berjumlah ratusan yang datang setiap tahunnya. Murid Syeikh Nawawi terutama dari tanah Banten, Cirebon dan Sunda. Ada pula berasal dari tanah Melayu, Minangkabau, Ternate dan lain sebagainya. Syeikh Nawawi banyak menulis buku pelajaran Islam, terutama dalam bahasa arab sehingga terkenallah nama Syeikh Nawawi sampai Mesir, Syam (Syiria), Turki, dan Hindustan. Pernah Syeikh Nawawi di undang ke Negeri Mesir dan disambut oleh para Ulama mesir dengan sambutan yang mulia.
  4. Zamakhsyari Dhofier, seorang penulis buku tentang pesantren dan kiai mengatakan Syeikh Nawawi adalah seorang yang produktif menulis dan berbakat. Buku tafsirnya Marah Labid (Tafsir al-Munir) yang terbit di Kairo diakui mutunya. Kitab itu memuat persoalan-persoalan penting sebagai hasil diskusi dan perdebatan Syeikh Nawawi dengan Ulama al-Azhar. Demikian terkenalanya nama Syeikh Nawawi sehingga dalam cetakan kitab tafsirnya tersebut dia diberi julukan Sayyidu Ulama al-Hijaz.

(Udy Hakim/ diolah dari berbagai sumber dan mengutip dari Buku “Sayyid Ulama Hijaz : Syeikh Nawawi al-Bantani, LkiS, 2009 karya Samsul Munir Amin)

  • Penulis: NU Pasuruan
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menuju Konfercab XVIII, IPPNU Kab. Pasuruan Gelar Pelatihan Persidangan

    Menuju Konfercab XVIII, IPPNU Kab. Pasuruan Gelar Pelatihan Persidangan

    • calendar_month Sel, 29 Des 2020
    • visibility 849
    • 0Komentar

    Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC IPPNU) Kabupaten Pasuruan dalam waktu dekat berencana untuk mengadakan musyawarah pergantian kepengurusan dalam ajang yang dikenal dengan istilah Konferensi Cabang. Oleh karena itu, dalam rangka mempersiapkan agenda Konferensi Cabang XVIII PC IPPNU Kabupaten Pasuruan, PC IPPNU Kabupaten Pasuruan mengadakan Pelatihan Teknik Persidangan dengan mengundang 2 (dua) orang […]

  • KBIHU NU Haromain Sukorejo Sambut Kepulangan Jamaah Haji 2026, Perkuat Khidmah NU untuk Umat

    KBIHU NU Haromain Sukorejo Sambut Kepulangan Jamaah Haji 2026, Perkuat Khidmah NU untuk Umat

    • calendar_month Kam, 4 Jun 2026
    • visibility 353
    • 0Komentar

    Sukorejo, NU Pasuruan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) NU Haromain Sukorejo menggelar acara penyambutan kepulangan jamaah haji tahun 2026 di Kompleks Masjid Besar Al Mukhlasin, Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Rabu (3/6/2026). Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Sukorejo, KH Anjumil Azhari, menegaskan bahwa keberadaan KBIHU NU Haromain merupakan bagian dari khidmah Nahdlatul Ulama dalam […]

  • Puncak Satu Abad NU Pasuruan, KH Imron Mutamakkin Ajak Warga NU Jaga Kekompakan dan Warisan Perjuangan

    Puncak Satu Abad NU Pasuruan, KH Imron Mutamakkin Ajak Warga NU Jaga Kekompakan dan Warisan Perjuangan

    • calendar_month Sen, 3 Nov 2025
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Puncak peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) Pasuruan berlangsung khidmat di area Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan, Kamis (30/10/2025). Kegiatan ini digelar oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan bersama Majelis Syubanul Muslimin, dan dihadiri ribuan warga nahdliyin dari berbagai wilayah. Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin, dalam sambutannya menegaskan […]

  • Tingkatkan Kapasitas, PCNU Pasuruan Gelar Diklat Protokol

    Tingkatkan Kapasitas, PCNU Pasuruan Gelar Diklat Protokol

    • calendar_month Sab, 5 Okt 2024
    • visibility 568
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Diklat Protokol di Aula PCNU Kabupaten Pasuruan, Sabtu- Ahad (5-6/10/2024). Wakil Sekretaris PCNU Kabupaten Pasuruan M Subadar mengatakan tujuan diselenggarakan kegiatan ini untuk membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) Nahdlatul Ulama (NU) agar lebih paham dalam menyusun acara, menjadi Master of Ceremony (MC), ajudan dan […]

  • Menuju Revolusi Industri 4.0, ITSNU PASURUAN Kembangkan Pembelajaran Online Bekerjasama dengan UT Jakarta

    • calendar_month Jum, 19 Okt 2018
    • visibility 381
    • 0Komentar

    Dalam rangka menjawab tantangan era revolusi industri 4.0, perguruan tinggi di Indonesia termasuk ITSNU – STAI Salahuddin Pasuruan, dituntut kesanggupannya untuk melakukan upaya transformasi digital. Segala aspek kehidupan kampus harus berubah dengan menerapkan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi (TIK), baik penerapan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) berbasis daring ataupun ‘blended learning’ hingga transformasi proses administrasi atau […]

  • Cetak Konten Kreator, Mahasiswa UNU STAI Salahuddin Pasuruan Gelar Workshop Media

    Cetak Konten Kreator, Mahasiswa UNU STAI Salahuddin Pasuruan Gelar Workshop Media

    • calendar_month Jum, 16 Agu 2024
    • visibility 838
    • 0Komentar

    Pohjentrek , NU Pasuruan Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin Pasuruan workshop media di tiga tempat yakni Kecamatan Gondangwetan, Kraton dan Lumbang. Workshop ini dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan yang diperlukan untuk menghasilkan konten yang informatif dan berkualitas tinggi, serta untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam melaporkan berita dan dokumentasi […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca