Breaking News
light_mode

Syaikh Nawawi Banten, Gurunya Ulama Pesantren

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Rab, 23 Agu 2017
  • visibility 911
  • comment 0 komentar

Pada penghujung abad ke-18 lahir seorang yang bernama Nawawi di Banten, Jawa Barat. Setelah dia menuntut ilmu yang sangat banyak, mensyarah kitab-kitab klasik bahasa Arab dalam pelbagai disiplin ilmu. Sungguhpun Syeikh Nawawi al-Bantani diakui alim dalam semua bidang ilmu keislaman, namun dalam dunia at-thariqah ash-shufiyah, gurunya Syeikh Ahmad Khathib Sambas tidak melantik beliau sebagai seorang mursyid Thariqat Qadiriyah-Naqsyabandiyah, tetapi yang dilantik ialah Syeikh Abdul Karim al-Bantani, yaitu saudara ayahnya yang sama-sama menerima thariqat dari Syeikh Ahmad Khathib Sambas. Syeikh Nawawi al-Bantani sangat mematuhi peraturan yang diberikan itu, sehingga beliau tidak pernah mentawajuh/membai’ah seseorang muridnya walaupun memang ramai murid beliau yang menjadi ulama besar yang berminat dalam bidang Tasawwuf.

Riwayat Kelahiran dan Pendidikan

Nama lengkapnya adalah Syeikh Muhammad Nawawi bin Umar ibnu Arabi bin Ali al-Jawi al-Bantani. Beliau adalah anak sulung seorang ulama Banten, Jawa Barat, lahir pada tahun 1230 Hijrah/1814 Masehi di Banten dan wafat di Mekah tahun 1314 Hijrah/1897 Masehi. Ketika kecil, beliau sempat belajar kepada ayahnya sendiri, dan di Mekah belajar kepada beberapa ulama terkenal pada zaman itu, di antara mereka yang dapat dicatat adalah sebagai berikut: Syeikh Ahmad an-Nahrawi, Syeikh Ahmad ad-Dumyati, Syeikh Muhammad Khathib Duma al-Hanbali, Syeikh Muhammad bin Sulaiman Hasbullah al-Maliki, Syeikh Zainuddin Aceh, Syeikh Ahmad Khathib Sambas, Syeikh Syihabuddin, Syeikh Abdul Ghani Bima, Syeikh Abdul Hamid Daghastani, Syeikh Yusuf Sunbulawani, Syeikhah Fatimah binti Syeikh Abdus Shamad al-Falimbani, Syeikh Yusuf bin Arsyad al-Banjari, Syeikh Abdus Shamad bin Abdur Rahman al-Falimbani, Syeikh Mahmud Kinan al-Falimbani, Syeikh Aqib bin Hasanuddin al-Falimbani. Demikian para gurunya yang dapat dicatat dari berbagai sumber, dan dimungkinkan pula banyak yang belum dapat dicatat di sini.

Banyak sumber menyebut beliau datang ke Mekah dalam usia 15 tahun dan selanjutnya setelah menerima pelbagai ilmu di Mekah, beliau meneruskan pelajarannya ke Syam (Syiria) dan Mesir. Setelah keluar dari Mekah karena menuntut ilmu yang tidak diketahui berapa lamanya, lalu beliau kembali lagi ke Mekah. Keseluruhan masa beliau tinggal di Mekah dari mulai belajar, mengajar dan mengarang hingga sampai puncak kemasyhurannya lebih dari setengah abad lamanya. Diriwayatkan bahwa setiap kali beliau mengajar di Masjidil Haram sentiasa dikelilingi oleh pelajar yang tidak kurang dari dua ratus orang. Karena sangat terkenalnya beliau pernah diundang ke Universitas al-Azhar, Mesir untuk memberi ceramah atau fatwa-fatwa pada beberapa perkara yang tertentu.

Tidak diketahui tahun berapa beliau diundang oleh ahli akademik di Universitas al-Azhar itu, namun beliau sempat bertemu dengan seorang ulama terkenal di al-Azhar (ketika itu sebagai Syeikhul Azhar), yaitu Syeikh Ibrahim al-Baijuri (wafat 1860 Masehi) yang sangat tua dan lumpuh karana tuanya. Kemungkinan Syeikh Ibrahim al-Baijuri, Syeikhul Azhar yang terkenal dan dimungkinkan termasuk salah seorang di antara guru Syeikh Nawawi al-Bantani.

Marah labid Tafsir al-Quran
Marah labid Tafsir al-Quran

Komentar Ulama dan Akademisi tentang Syeikh Nawawi

Syeikh Nawawi merupakan contoh Ulama Indonesia yang mempunyai reputasi besar di dunia internasional. Hal ini karena karya-karya Syeikh Nawawi menyebar luas di tengah masyarakat muslim yang ada di berbagai negara. Tidak heran, nama Syeikh Nawawi sampai tercatat di kamus al-munjid, sebuah ensiklopedi bahasa arab yang amat terkenal karena kelengkapan isinya. Posisi penting Syeikh Nawawi di tengah jajaran tokoh Ulama terkemuka indonesia tampak dengan banyaknya komentar dari berbabagai kalangan tentang kebesaran pengaruh dan kiprahnya dalam dakwah. Berikut ini beberapa pendapat para tokoh Ulama dan akademisi tentang Syeikh Nawawi :

  1. KH Syaifuddin Zuhri, mantan Menteri Agama dan tokoh NU mengatakan Kyai Nawawi dikenal sebagai seorang Ulama dan pengarang yang sangat produktif. Hasil karya beliau kurang lebih ada 100 kitab dalam bidang tauhid, fiqh, tafsir dan tasawwuf. Semua kitab karangan beliau di tulis dalam bahasa arab. Sampai sekarang banyak dari kitab-kitab itu dijadikan sumber pokok pengajaran agama Islam di Indonesia, Mesir, dan Saudi Arabia.
  2. Syeikh Abdus Sattar Ad-Dahlawi, salah seorang murid dari India mengatakan Syeikh Nawawi adalah seorang muslim yang betul-betul bertaqwa kepada Allah, benar-benar zuhud dan rendah hati serta pecinta damai.
  3. DR Hamka, manta ketua majlis Ulama indonesia (MUI) dan salah seorang penulis penting dari sumatra menjelaskan Syeikh Nawawi adalah salah seorang guru besar dalam Madzhab Syafi’i. Muridnya berjumlah ratusan yang datang setiap tahunnya. Murid Syeikh Nawawi terutama dari tanah Banten, Cirebon dan Sunda. Ada pula berasal dari tanah Melayu, Minangkabau, Ternate dan lain sebagainya. Syeikh Nawawi banyak menulis buku pelajaran Islam, terutama dalam bahasa arab sehingga terkenallah nama Syeikh Nawawi sampai Mesir, Syam (Syiria), Turki, dan Hindustan. Pernah Syeikh Nawawi di undang ke Negeri Mesir dan disambut oleh para Ulama mesir dengan sambutan yang mulia.
  4. Zamakhsyari Dhofier, seorang penulis buku tentang pesantren dan kiai mengatakan Syeikh Nawawi adalah seorang yang produktif menulis dan berbakat. Buku tafsirnya Marah Labid (Tafsir al-Munir) yang terbit di Kairo diakui mutunya. Kitab itu memuat persoalan-persoalan penting sebagai hasil diskusi dan perdebatan Syeikh Nawawi dengan Ulama al-Azhar. Demikian terkenalanya nama Syeikh Nawawi sehingga dalam cetakan kitab tafsirnya tersebut dia diberi julukan Sayyidu Ulama al-Hijaz.

(Udy Hakim/ diolah dari berbagai sumber dan mengutip dari Buku “Sayyid Ulama Hijaz : Syeikh Nawawi al-Bantani, LkiS, 2009 karya Samsul Munir Amin)

  • Penulis: NU Pasuruan
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bantu Pelajar, Mahasiswa UNU STAI Salahuddin Pasuruan Buka Bimbel Gratis

    Bantu Pelajar, Mahasiswa UNU STAI Salahuddin Pasuruan Buka Bimbel Gratis

    • calendar_month Sen, 15 Jul 2024
    • visibility 1.171
    • 0Komentar

    Gondangwetan, NU Pasuruan Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin Pasuruan menggelar Bimbingan Belajar (Bimbel) di Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan, Senin (15/07/2024). KKN Desa Tebas Bimbel  ini terbuka untuk anak-anak dari berbagai tingkatan pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP, SMA, hingga Madrasah Diniyah (Madin). Program ini bertujuan untuk memberikan dukungan tambahan […]

  • Melalui Harlah Ansor Kayu Kebek Tutur, KH. Marzuki Mustamar Tegaskan Dalil Amaliah NU

    Melalui Harlah Ansor Kayu Kebek Tutur, KH. Marzuki Mustamar Tegaskan Dalil Amaliah NU

    • calendar_month Rab, 21 Okt 2020
    • visibility 1.016
    • 0Komentar

    Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor (PR GP Ansor) dan satkorpok Banser Kayu Kebek Kecamatan Tutur yang ke-3, digelar kegiatan tasyakuran, Minggu Pagi (11/10/2020). Tasyakuran yang bertempat di Dusun Taman Desa Kayu kebek Kecamatan Tutur, bentuk acara sebagaimana kegiatan Rijalul Ansor. Tak hanya MWC NU TUTUR, Pengurus PAC GP Ansor […]

  • Majelis Dzikir & Sholawat Rijalul Ansor Rejoso Gelar Peringatan Isra’ Mi’raj 1440 H

    • calendar_month Rab, 27 Mar 2019
    • visibility 753
    • 0Komentar

    Dalam melestarikan tradisi ulama NU, Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor PAC GP ANSOR Rejoso menggelar Peringatan ISRO’ MI’ROJ 1440 H dan harlah NU ke 96 di Markas KOMPAS Desa Segoropuro, Selasa (26/2/2019). Kegiatan ini dihadiri sekitar 200 orang, terdiri dari sahabat-sahabat Ansor dari 16 ranting se PAC Rejoso serta dari pemuda kompas desa segoropuro. […]

  • IPNU IPPNU Pasrepan Bersama SMK Queen Zam-Zam Gelar Makesta Untuk Siswa Baru

    IPNU IPPNU Pasrepan Bersama SMK Queen Zam-Zam Gelar Makesta Untuk Siswa Baru

    • calendar_month Sel, 26 Jul 2022
    • visibility 1.025
    • 0Komentar

    Pasrepan, NU Pasuruan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Pasrepan, Kabupaten Pasuruan bersama Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Queen Zam-Zam menggelar Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) bersamaan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Jumat-Sabtu (22-23/07/2022). Kegiatan dengan tema “Mencetak Kader Militan untuk Menghadapi Masa Depan” itu dilaksanakan di […]

  • Safari Ramadhan 2019, KH. Maksum Hasyim: NU Mengurus Agama & Negara

    • calendar_month Sab, 18 Mei 2019
    • visibility 889
    • 0Komentar

    KH. Maksum Hasyim, wakil Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, menegaskan kembali bahwa NU tidak hanya mengurus agama tetapi juga mengurus Negara. “NU itu organisasi sing ngurusi Agomo Yo ngurusi Negoro,” tegasnya saat memberikan sambutan dalam kegiatan Safari Ramadhan 2019 hari ke-18 PCNU Kabupaten Pasuruan, Jum’at, 17 Mei 2019/13 Ramadhan 1440 di […]

  • Baru Dilantik, JULEHA Pasuruan Salurkan Hewan Kurban di 10 Kecamatan

    Baru Dilantik, JULEHA Pasuruan Salurkan Hewan Kurban di 10 Kecamatan

    • calendar_month Rab, 6 Jul 2022
    • visibility 1.157
    • 0Komentar

    Gondangwetan, NU Pasuruan Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Juru Sembelih Halal (JULEHA) Indonesia Kabupaten Pasuruan KH Yazid Tamim menyampaikan, akan menyalurkan 10 hewan kurban beserta juru sembelih di 10 kecamatan. “Insyaallah. Di Purwodadi, Purwosari, Wonorejo, Pasrepan, Gondangwetan, Sukorejo, Lekok, Rembang, Pandaan dan Rejoso,” imbuhnya kepada NU Pasuruan, Selasa (05/07/2022). Ia juga menjelaskan, peran strategis JULEHA. […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca