Breaking News
light_mode

Wak Abah – Puisi Gus Haidar Hafeez

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Kam, 25 Mar 2021
  • visibility 756
  • comment 0 komentar

WAK ABAH

Karya Haidar Hafeez

Masih seperti tadi siang, cerita itu aku simak.
Dia bercerita saat aku kelas satu tsanawiyah
Bila dia sebenarnya Hizbullah.
Milisi separatis versi Belanda

Tidak akon-akon, tetapi dia katakan dengan bukti punggung terkilir.
Dengan sisa luka memar yang terlihat menjelang wafat.
Dia patah tulang paha
Bekas aniaya Belanda saat dia pasukan Hizbullah

Tidak
Dia tidak ngibul.
Dia Ma’shum sang waliyullah.

Wak Abah, aku rindu hadirmu saat NU ditertawakan anak-anak kami.
Saat semua dengan GR-nya merasa lebih suci dari para kiyai

Lebih jernih dari panjenengan Wak Abah.
Lebih rahmatan lil alamin ketimbang Mbah Hasyim Asyari

Aku rindu hadirmu Wak Abah
Yaqdotan
Ataukah dalam mimpi buruk mereka.
Seburuk sangka mereka menafikan ilmu dan kasaf kiyai.

Menghina NU
Merasa otaknya lebih benar dari istikharah penggagas NU

Dengan katai NU sekenanya

Wak Abah
Aku yakin kau geram sebab ahlak anak-anak kami
Mengatasnamakan cerdas akal seenaknya menghina NU. panjimu
Nyawamu yang kau pertaruhkan adalah bangga kami
Pantang siapa pun meludahinya

Dengan apapun alasan lisan
Toh tulisan bukti lisanul khal ahlak sayyiah

Aku tak kuasa
Simalakama berada di balik bara ini
Entahlah mereka,
Iblis mana yang merasuki akal cerdas mereka
Hingga kebablasan mendewakan akal
Dengan dalih kebebasan, fikir jernih dan sederet pembenaran takabburiyah

Tak kuasa saat anak-anak kami merambah alam maya
Alam suku maya yang bangsa jin
Di kiamat sughra kan tahun 2012 tahun usai penciptaan.

Dunia maya dunia sombong jin dan kini di itba’ manusia

Coba tengok
Sombong mewabah alam pikir manusia
Dipenuhi kemalasan dan kepura-puraan jagat maya

Yang ada sepreti tak ada
Saat segenggam alat suara maya membisik jiwa manusia
Silaturahmi ke rumah sahabat hanya memandangi LCD

Duduk berdampingan tapi sebenarnya tak nyambung
Sebab jiwanya dikendalikan jagat maya

Akal muda suka nakal
Akal yang ingkari nakal
Akal dengan kecepatan berpikir

Bila muda tidak ada ilmu kebablasan berpikir melampaui zikir

Ya rasul salam alaika
Soddaqta ya Habibana

Kau katakan “utlubul ilma dari perut ibu hingga perut ibu pertiwi

Kau wajibkan hingga makar yang tak cari ilmu

Ilmu adalah hidayah
Hidayah tak lain caha ilahiyah
Tidak sombong atau congkak
Sebab ilmu bukan akal
Tetapi ilmu akal yang tunduk pada nakal

Ya Tuhan al Mutakabbir
Pantaskah sombong bagi selain-Mu
Bukankah merendahkan reputasi NU termasuk sombong

Bukankah NU lahir dikarena desakan orang-orang berilmu
Memandang perlu kendara agama bernama NU
Demi kenyamanan beragama di Nusantara

Mbah Jazuli Ploso
Begitu kau bangga NU hingga tidak sedikitpun lahirkan pencaci NU

Kau genggam perintah Mbah Hasyim Asyari
Meneruskan semangat juang
Berdirilah al Falah di tepian sungai Brantas

Aku masih ingat
Kisah Mak Aji saat masih mondok Ploso
Atas perintah Mbah Jazuli

Memanggul bilah pedang
Demi hadang penghalang rintang NU

Nyawa pertaruhan harum NU

Aku masih ingat dawuh kiyai Munif Jazuli,
NU adalah pesantren besar
Di dalamnya berisikan kiyai dan santri

Titah guru adalah segalanya

Mbah Manaf Lirboyo,
Demi NKRI kau besarkan NU dalam kobaran api jihad

Menghantam
Menghancurkan
Dan mengusir penjajah

Maka berkibarlah sang saka merah putih
Di angkasa raya negeri Indonesia yang merdeka

Simbah kiyai Yahya Gadingsantren Malang,
Bergerilya menghadapi keji Belanda dan Jepang
Hingga pada suatu ketika
Mbah Wahid Hasyim menginap di Gadingsantren
Saat mengatur strategi pertempuran Surabaya

Dibawah panji ANOE kiyai Yahya dan santri
Panggul senjata dari rampasan Belanda dan Jepang

Darah bersimbah mereka syuhadaillah santri Gadingsantren.

Wak Abah,
Ingin kugali kubur masa lalumu
Agar semua terperangah bila di hatimu masih terpatri
Panji suci bendera NU

Kau yang angkat senjata
Dan kau yang pernah merintih di popor Belanda
Dibawah garang Hizbullah
Kau ikhlas, tidak demi rupiah

Kau ceritakan padaku
Bila kau tolak tanda jasa dan bayaran

Wak abah
Kau uswah hasanah kami-kami

NU adalah rumah kami
NU adalah jalan sorga kami
Saat kau katakan demi NU kau rela pertaruhkan nyawa

Mbah yai Ahmad Pacarkeling Pasuruan,

Seperti yang kau ceritakan
Duduk di kursi besi lalu di strum
Hingga terkencing dan berak

Itu semua demi panji NU dalam NKRI

NU tidak bersekutu dengan penjajah,
sejak itu hingga kini

NU pengawal NKRI
Pesantren adalah benteng pertahan NKRI
Sejak itu hingga kini

NU nama pesantren besar itu seperti dawuh mbah yai Munif Ploso

Mbah Sa’dulloh Sidogiri,
Desing bedilmu masih terdengar jelas
Saat kau muntahkan peluru
Hingga terkapar perobek dwi warna

Kau sejenak tinggalkan lembar-lembar kitab kuning
Demi selamatkan padi menguning anak cucu

Agar tak di rampok penjajah kulit putih atau kulit kuning
Nyawa kau pertaruhkan demi kami-kami jauh dalam hening

Terimakasihku menghirup alam kebebasan
Tertukar nyawa dan derita mudamu
Kau teraniaya di negeri sendiri
.
Romo yai Abdul Jalil Sidogiri
Kau tertembak saat qunut subuh.

Bukti licik Belanda melampaui lakum dinukum waliyadin

Seluruh penghuni jagat dari sudut manapun
Menyaksikan biadab penjajah Belanda

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cegah Banjir, Banser Satkoryon Sidogiri & Wonorejo Bersihkan Sungai Selowongko

    • calendar_month Sen, 11 Feb 2019
    • visibility 877
    • 0Komentar

    Satuan Koordinasi Rayon (Satkoryon) Barisan Ansor Serbaguna (BANSER) Sidogiri dan Wonorejo gelar Bakti Sosial Normalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Selowongko, Minggu (10/2) di kompleks Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini Pasuruan. Berdasarkan data yang terhimpun, kegiatan tersebut diikuti oleh 60 Banser yang terbagi di beberapa titik tempat saluran air sungai. Pada pembukaan apel, Kepala Satuan Markas (Kasatma) […]

  • Tanamkan Kepedulian Sejak Dini, Siswa RA Muslimat NU Gondangwetan Berbagi Takjil

    Tanamkan Kepedulian Sejak Dini, Siswa RA Muslimat NU Gondangwetan Berbagi Takjil

    • calendar_month Ming, 23 Mar 2025
    • visibility 795
    • 0Komentar

    Langit sore tampak cerah di Kecamatan Gondangwetan, Pasuruan di depan halaman kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Gondangwetan, sebanyak 100 siswa KB/RA Muslimat NU 130 An Naba’ berkumpul dengan penuh semangat. Mereka bersiap membagikan 200 paket takjil kepada masyarakat pengguna jalan. Kepala KB/RA Muslimat NU 130 An Naba Susi Andriani, mengatakan bahwa kegiatan berbagi […]

  • Safari Ramadhan, LAZISNU dan Baznas Pasuruan Distribusikan 3.500 Paket Sembako

    Safari Ramadhan, LAZISNU dan Baznas Pasuruan Distribusikan 3.500 Paket Sembako

    • calendar_month Sen, 2 Mar 2026
    • visibility 270
    • 0Komentar

    Paserpan, NU Pasuruan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PCNU Kabupaten Pasuruan menggelar safari Ramadhan di Pondok Pesantren Queen Zam Zam, Ahad (1/03/2026). Dalam acara tersebut Badan Amil Zakat Nasional (Basznas) dan Lembaga Amil Zakat Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Pasuruan membagikan 3500 paket sembako yang di masing masing MWCNU untuk di bagikan ke masyarakat. Ketua Baznas Kabupaten […]

  • Harlah 97, Ma’arif NU Pasuruan Gelar Lomba Nadzom Aqidatul Awwam

    Harlah 97, Ma’arif NU Pasuruan Gelar Lomba Nadzom Aqidatul Awwam

    • calendar_month Ming, 13 Sep 2026
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Pengurus Cabang (PC) Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Kabupaten Pasuruan menggelar Musabqoh Nadzom Aqidatul Awwam Kontemporer di Gedung Lantai 3 ITC UNU Pasuruan, Sabtu (12/9/2026). Ketua PC LP Ma’arif NU Kabupaten Pasuruan Ahmad Ma’arif mengatakan, lomba tersebut menjadi salah satu upaya mengenalkan Aqidatul Awwam sebagai dasar dalam mempelajari ilmu tauhid kepada masyarakat, […]

  • Eksplor Wisata, Cara Mahasiswa UNU STAI Salahuddin Pasuruaan Wujudkan Desa Ekonomi Kreatif

    Eksplor Wisata, Cara Mahasiswa UNU STAI Salahuddin Pasuruaan Wujudkan Desa Ekonomi Kreatif

    • calendar_month Sel, 9 Jul 2024
    • visibility 1.354
    • 0Komentar

    Gempol, NU Pasuruan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin  menggelar eksplor wisata desa, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Desa yang di ekspor adalah Desa Randupitu yang memiliki tiga dusun diantaranya Dusun Gesing, babat dan Randupitu. Eka Widya Dosen UNU Pasuruan mengatakan, kegiatan ini bertujuan […]

  • Dimulai Malam ke-6, NU Pasuruan Gelar Safari Ramadhan untuk Penguatan Organisasi & Pelayanan Umat

    Dimulai Malam ke-6, NU Pasuruan Gelar Safari Ramadhan untuk Penguatan Organisasi & Pelayanan Umat

    • calendar_month Sab, 21 Feb 2026
    • visibility 354
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU PasuruanPengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan resmi memulai Safari Ramadhan 1447 H pada Malam ke-6 Ramadhan, Senin Malam (23/02/2026). Kegiatan ini menjadi agenda strategis PCNU dalam memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meningkatkan pelayanan keagamaan dan sosial kepada masyarakat. Pelaksanaan Safari Ramadhan tersebut tertuang dalam Surat Nomor 316/PC.01/A.I.01.01/1635/02/2026 tertanggal 29 Sya’ban 1447 H atau […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca