Breaking News
light_mode

Wak Abah – Puisi Gus Haidar Hafeez

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Kam, 25 Mar 2021
  • visibility 737
  • comment 0 komentar

WAK ABAH

Karya Haidar Hafeez

Masih seperti tadi siang, cerita itu aku simak.
Dia bercerita saat aku kelas satu tsanawiyah
Bila dia sebenarnya Hizbullah.
Milisi separatis versi Belanda

Tidak akon-akon, tetapi dia katakan dengan bukti punggung terkilir.
Dengan sisa luka memar yang terlihat menjelang wafat.
Dia patah tulang paha
Bekas aniaya Belanda saat dia pasukan Hizbullah

Tidak
Dia tidak ngibul.
Dia Ma’shum sang waliyullah.

Wak Abah, aku rindu hadirmu saat NU ditertawakan anak-anak kami.
Saat semua dengan GR-nya merasa lebih suci dari para kiyai

Lebih jernih dari panjenengan Wak Abah.
Lebih rahmatan lil alamin ketimbang Mbah Hasyim Asyari

Aku rindu hadirmu Wak Abah
Yaqdotan
Ataukah dalam mimpi buruk mereka.
Seburuk sangka mereka menafikan ilmu dan kasaf kiyai.

Menghina NU
Merasa otaknya lebih benar dari istikharah penggagas NU

Dengan katai NU sekenanya

Wak Abah
Aku yakin kau geram sebab ahlak anak-anak kami
Mengatasnamakan cerdas akal seenaknya menghina NU. panjimu
Nyawamu yang kau pertaruhkan adalah bangga kami
Pantang siapa pun meludahinya

Dengan apapun alasan lisan
Toh tulisan bukti lisanul khal ahlak sayyiah

Aku tak kuasa
Simalakama berada di balik bara ini
Entahlah mereka,
Iblis mana yang merasuki akal cerdas mereka
Hingga kebablasan mendewakan akal
Dengan dalih kebebasan, fikir jernih dan sederet pembenaran takabburiyah

Tak kuasa saat anak-anak kami merambah alam maya
Alam suku maya yang bangsa jin
Di kiamat sughra kan tahun 2012 tahun usai penciptaan.

Dunia maya dunia sombong jin dan kini di itba’ manusia

Coba tengok
Sombong mewabah alam pikir manusia
Dipenuhi kemalasan dan kepura-puraan jagat maya

Yang ada sepreti tak ada
Saat segenggam alat suara maya membisik jiwa manusia
Silaturahmi ke rumah sahabat hanya memandangi LCD

Duduk berdampingan tapi sebenarnya tak nyambung
Sebab jiwanya dikendalikan jagat maya

Akal muda suka nakal
Akal yang ingkari nakal
Akal dengan kecepatan berpikir

Bila muda tidak ada ilmu kebablasan berpikir melampaui zikir

Ya rasul salam alaika
Soddaqta ya Habibana

Kau katakan “utlubul ilma dari perut ibu hingga perut ibu pertiwi

Kau wajibkan hingga makar yang tak cari ilmu

Ilmu adalah hidayah
Hidayah tak lain caha ilahiyah
Tidak sombong atau congkak
Sebab ilmu bukan akal
Tetapi ilmu akal yang tunduk pada nakal

Ya Tuhan al Mutakabbir
Pantaskah sombong bagi selain-Mu
Bukankah merendahkan reputasi NU termasuk sombong

Bukankah NU lahir dikarena desakan orang-orang berilmu
Memandang perlu kendara agama bernama NU
Demi kenyamanan beragama di Nusantara

Mbah Jazuli Ploso
Begitu kau bangga NU hingga tidak sedikitpun lahirkan pencaci NU

Kau genggam perintah Mbah Hasyim Asyari
Meneruskan semangat juang
Berdirilah al Falah di tepian sungai Brantas

Aku masih ingat
Kisah Mak Aji saat masih mondok Ploso
Atas perintah Mbah Jazuli

Memanggul bilah pedang
Demi hadang penghalang rintang NU

Nyawa pertaruhan harum NU

Aku masih ingat dawuh kiyai Munif Jazuli,
NU adalah pesantren besar
Di dalamnya berisikan kiyai dan santri

Titah guru adalah segalanya

Mbah Manaf Lirboyo,
Demi NKRI kau besarkan NU dalam kobaran api jihad

Menghantam
Menghancurkan
Dan mengusir penjajah

Maka berkibarlah sang saka merah putih
Di angkasa raya negeri Indonesia yang merdeka

Simbah kiyai Yahya Gadingsantren Malang,
Bergerilya menghadapi keji Belanda dan Jepang
Hingga pada suatu ketika
Mbah Wahid Hasyim menginap di Gadingsantren
Saat mengatur strategi pertempuran Surabaya

Dibawah panji ANOE kiyai Yahya dan santri
Panggul senjata dari rampasan Belanda dan Jepang

Darah bersimbah mereka syuhadaillah santri Gadingsantren.

Wak Abah,
Ingin kugali kubur masa lalumu
Agar semua terperangah bila di hatimu masih terpatri
Panji suci bendera NU

Kau yang angkat senjata
Dan kau yang pernah merintih di popor Belanda
Dibawah garang Hizbullah
Kau ikhlas, tidak demi rupiah

Kau ceritakan padaku
Bila kau tolak tanda jasa dan bayaran

Wak abah
Kau uswah hasanah kami-kami

NU adalah rumah kami
NU adalah jalan sorga kami
Saat kau katakan demi NU kau rela pertaruhkan nyawa

Mbah yai Ahmad Pacarkeling Pasuruan,

Seperti yang kau ceritakan
Duduk di kursi besi lalu di strum
Hingga terkencing dan berak

Itu semua demi panji NU dalam NKRI

NU tidak bersekutu dengan penjajah,
sejak itu hingga kini

NU pengawal NKRI
Pesantren adalah benteng pertahan NKRI
Sejak itu hingga kini

NU nama pesantren besar itu seperti dawuh mbah yai Munif Ploso

Mbah Sa’dulloh Sidogiri,
Desing bedilmu masih terdengar jelas
Saat kau muntahkan peluru
Hingga terkapar perobek dwi warna

Kau sejenak tinggalkan lembar-lembar kitab kuning
Demi selamatkan padi menguning anak cucu

Agar tak di rampok penjajah kulit putih atau kulit kuning
Nyawa kau pertaruhkan demi kami-kami jauh dalam hening

Terimakasihku menghirup alam kebebasan
Tertukar nyawa dan derita mudamu
Kau teraniaya di negeri sendiri
.
Romo yai Abdul Jalil Sidogiri
Kau tertembak saat qunut subuh.

Bukti licik Belanda melampaui lakum dinukum waliyadin

Seluruh penghuni jagat dari sudut manapun
Menyaksikan biadab penjajah Belanda

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Di Rakorcab, ISNU Pasuruan Fokus Konferancab Hingga Pemenuhan PPH di Setiap Kecamatan

    Di Rakorcab, ISNU Pasuruan Fokus Konferancab Hingga Pemenuhan PPH di Setiap Kecamatan

    • calendar_month Jum, 2 Jun 2023
    • visibility 956
    • 0Komentar

    Purwosari, NU PasuruanPimpinan Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Rapat Koordinasi Cabang (Rakorcab) untuk membahas persiapan Konferensi Anak Cabang (Konferancab) setempat. Rakorcab dipusatkan di Ruang Meeting Pascasarjana, Gedung Negara Kesatuan Republik Indonesia, Kompleks Universitas Yudharta Pasuruan, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (27/5/2023). Ketua PC ISNU, Ahmad Adip Muhdi menyampaikan, Rakorcab mentargetkan […]

  • Sayyidina Umar RA dan Warisan Perdamaian di Jerusalem

    Sayyidina Umar RA dan Warisan Perdamaian di Jerusalem

    • calendar_month Rab, 3 Mar 2021
    • visibility 931
    • 0Komentar

    Sebelum kedatangan Khalifah Umar bin Khaṭṭāb ra., Jerusalem adalah tempat dimana syak wasangka adalah kewajaran. Barangkali itu memang nasib Jerusalem, yang pernah diserbu oleh seorang Firaun dari Mesir, ditindas oleh Babilonia, kemudian Roma, dan bahkan di tahun 614 M ditaklukkan oleh pasukan Persia. Bila dalam perang sebelumnya orang Yahudi yang dihabisi, dalam penyerbuan oleh pasukan […]

  • Latih OSIS Growth Mindset, Ma’arif NU Pasuruan Gelar LDKS The Next Level

    Latih OSIS Growth Mindset, Ma’arif NU Pasuruan Gelar LDKS The Next Level

    • calendar_month Sel, 17 Sep 2024
    • visibility 1.088
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU PasuruanPembina dan Pengurus Harian (PH) Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di Kabupaten Pasuruan mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan Sekolah (LDKS) The Next Level. Kegiatan digelar oleh Pengurus Cabang (PC) Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Nahdlatul Ulama (NU) setempat. LDKS The Next Level dipusatkan di Aula KH Achmad Djufri, Graha Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten […]

  • Bersihkan Sampah Sisa Banjir Bersama Warga, Begini Kesan Mahasiswa ITSNU Pasuruan

    Bersihkan Sampah Sisa Banjir Bersama Warga, Begini Kesan Mahasiswa ITSNU Pasuruan

    • calendar_month Sab, 29 Jan 2022
    • visibility 1.047
    • 0Komentar

    Lekok, NU PasuruanMahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pasuruan bersama warga melakukan Kerja Bakti membersihkan sampah sisa banjir di Dusun Bong Tengah Desa Tambak Lekok Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan Sabtu (22/01/2022). Mahasiswa ITSNU Pasuruan Saifuddin Ahmad menyampaikan, sangat bersemangat untuk meringankan beban warga terdampak banjir dengan membersihkan sisa sampah […]

  • Hukum Menetapkan dan Mengumumkan Hari Raya Sebelum Pengumuman Resmi Itsbat Pemerintah

    Hukum Menetapkan dan Mengumumkan Hari Raya Sebelum Pengumuman Resmi Itsbat Pemerintah

    • calendar_month Ming, 31 Mei 2026
    • visibility 250
    • 0Komentar

    Menetapkan dan mengumumkan awal Ramadan, Syawal, atau Dzulhijjah kepada masyarakat umum sebelum adanya penetapan resmi (itsbat) pemerintah tidak diperbolehkan apabila hal tersebut berpotensi menimbulkan perpecahan, perselisihan, dan kebingungan di tengah umat. Larangan ini didasarkan pada pertimbangan sadd adz-dzarî‘ah (menutup pintu kerusakan) dan menjaga persatuan kaum muslimin. Oleh karena itu, meskipun seseorang memiliki hasil hisab yang […]

  • Rakor NU Award, PCNU: Ajang Memperkuat Manajemen dan Program Organisasi

    Rakor NU Award, PCNU: Ajang Memperkuat Manajemen dan Program Organisasi

    • calendar_month Jum, 12 Agu 2022
    • visibility 860
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU PasuruanPengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) ‘Pelaksanaan NU Award Jawa Timur (Jatim) Tahun 2022’ di Aula KH Ahmad Djufri, Graha PCNU, Kecamatan Pohjentrek, Kamis (11/08/2022). Ketua PCNU KH Imron Mutamakkin menyampaikan, agar seluruh perangkat PCNU untuk mengikuti NU Award Jatim dengan sungguh-sungguh. “Kita harus bersinergi satu sama lain. […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca