Breaking News
light_mode

Wak Abah – Puisi Gus Haidar Hafeez

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Kam, 25 Mar 2021
  • visibility 789
  • comment 0 komentar

WAK ABAH

Karya Haidar Hafeez

Masih seperti tadi siang, cerita itu aku simak.
Dia bercerita saat aku kelas satu tsanawiyah
Bila dia sebenarnya Hizbullah.
Milisi separatis versi Belanda

Tidak akon-akon, tetapi dia katakan dengan bukti punggung terkilir.
Dengan sisa luka memar yang terlihat menjelang wafat.
Dia patah tulang paha
Bekas aniaya Belanda saat dia pasukan Hizbullah

Tidak
Dia tidak ngibul.
Dia Ma’shum sang waliyullah.

Wak Abah, aku rindu hadirmu saat NU ditertawakan anak-anak kami.
Saat semua dengan GR-nya merasa lebih suci dari para kiyai

Lebih jernih dari panjenengan Wak Abah.
Lebih rahmatan lil alamin ketimbang Mbah Hasyim Asyari

Aku rindu hadirmu Wak Abah
Yaqdotan
Ataukah dalam mimpi buruk mereka.
Seburuk sangka mereka menafikan ilmu dan kasaf kiyai.

Menghina NU
Merasa otaknya lebih benar dari istikharah penggagas NU

Dengan katai NU sekenanya

Wak Abah
Aku yakin kau geram sebab ahlak anak-anak kami
Mengatasnamakan cerdas akal seenaknya menghina NU. panjimu
Nyawamu yang kau pertaruhkan adalah bangga kami
Pantang siapa pun meludahinya

Dengan apapun alasan lisan
Toh tulisan bukti lisanul khal ahlak sayyiah

Aku tak kuasa
Simalakama berada di balik bara ini
Entahlah mereka,
Iblis mana yang merasuki akal cerdas mereka
Hingga kebablasan mendewakan akal
Dengan dalih kebebasan, fikir jernih dan sederet pembenaran takabburiyah

Tak kuasa saat anak-anak kami merambah alam maya
Alam suku maya yang bangsa jin
Di kiamat sughra kan tahun 2012 tahun usai penciptaan.

Dunia maya dunia sombong jin dan kini di itba’ manusia

Coba tengok
Sombong mewabah alam pikir manusia
Dipenuhi kemalasan dan kepura-puraan jagat maya

Yang ada sepreti tak ada
Saat segenggam alat suara maya membisik jiwa manusia
Silaturahmi ke rumah sahabat hanya memandangi LCD

Duduk berdampingan tapi sebenarnya tak nyambung
Sebab jiwanya dikendalikan jagat maya

Akal muda suka nakal
Akal yang ingkari nakal
Akal dengan kecepatan berpikir

Bila muda tidak ada ilmu kebablasan berpikir melampaui zikir

Ya rasul salam alaika
Soddaqta ya Habibana

Kau katakan “utlubul ilma dari perut ibu hingga perut ibu pertiwi

Kau wajibkan hingga makar yang tak cari ilmu

Ilmu adalah hidayah
Hidayah tak lain caha ilahiyah
Tidak sombong atau congkak
Sebab ilmu bukan akal
Tetapi ilmu akal yang tunduk pada nakal

Ya Tuhan al Mutakabbir
Pantaskah sombong bagi selain-Mu
Bukankah merendahkan reputasi NU termasuk sombong

Bukankah NU lahir dikarena desakan orang-orang berilmu
Memandang perlu kendara agama bernama NU
Demi kenyamanan beragama di Nusantara

Mbah Jazuli Ploso
Begitu kau bangga NU hingga tidak sedikitpun lahirkan pencaci NU

Kau genggam perintah Mbah Hasyim Asyari
Meneruskan semangat juang
Berdirilah al Falah di tepian sungai Brantas

Aku masih ingat
Kisah Mak Aji saat masih mondok Ploso
Atas perintah Mbah Jazuli

Memanggul bilah pedang
Demi hadang penghalang rintang NU

Nyawa pertaruhan harum NU

Aku masih ingat dawuh kiyai Munif Jazuli,
NU adalah pesantren besar
Di dalamnya berisikan kiyai dan santri

Titah guru adalah segalanya

Mbah Manaf Lirboyo,
Demi NKRI kau besarkan NU dalam kobaran api jihad

Menghantam
Menghancurkan
Dan mengusir penjajah

Maka berkibarlah sang saka merah putih
Di angkasa raya negeri Indonesia yang merdeka

Simbah kiyai Yahya Gadingsantren Malang,
Bergerilya menghadapi keji Belanda dan Jepang
Hingga pada suatu ketika
Mbah Wahid Hasyim menginap di Gadingsantren
Saat mengatur strategi pertempuran Surabaya

Dibawah panji ANOE kiyai Yahya dan santri
Panggul senjata dari rampasan Belanda dan Jepang

Darah bersimbah mereka syuhadaillah santri Gadingsantren.

Wak Abah,
Ingin kugali kubur masa lalumu
Agar semua terperangah bila di hatimu masih terpatri
Panji suci bendera NU

Kau yang angkat senjata
Dan kau yang pernah merintih di popor Belanda
Dibawah garang Hizbullah
Kau ikhlas, tidak demi rupiah

Kau ceritakan padaku
Bila kau tolak tanda jasa dan bayaran

Wak abah
Kau uswah hasanah kami-kami

NU adalah rumah kami
NU adalah jalan sorga kami
Saat kau katakan demi NU kau rela pertaruhkan nyawa

Mbah yai Ahmad Pacarkeling Pasuruan,

Seperti yang kau ceritakan
Duduk di kursi besi lalu di strum
Hingga terkencing dan berak

Itu semua demi panji NU dalam NKRI

NU tidak bersekutu dengan penjajah,
sejak itu hingga kini

NU pengawal NKRI
Pesantren adalah benteng pertahan NKRI
Sejak itu hingga kini

NU nama pesantren besar itu seperti dawuh mbah yai Munif Ploso

Mbah Sa’dulloh Sidogiri,
Desing bedilmu masih terdengar jelas
Saat kau muntahkan peluru
Hingga terkapar perobek dwi warna

Kau sejenak tinggalkan lembar-lembar kitab kuning
Demi selamatkan padi menguning anak cucu

Agar tak di rampok penjajah kulit putih atau kulit kuning
Nyawa kau pertaruhkan demi kami-kami jauh dalam hening

Terimakasihku menghirup alam kebebasan
Tertukar nyawa dan derita mudamu
Kau teraniaya di negeri sendiri
.
Romo yai Abdul Jalil Sidogiri
Kau tertembak saat qunut subuh.

Bukti licik Belanda melampaui lakum dinukum waliyadin

Seluruh penghuni jagat dari sudut manapun
Menyaksikan biadab penjajah Belanda

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • YAPERTINUS Menatap Babak Baru: Ketika Amanah Sejarah Bertemu Ekosistem PTNU

    YAPERTINUS Menatap Babak Baru: Ketika Amanah Sejarah Bertemu Ekosistem PTNU

    • calendar_month Sen, 10 Agu 2026
    • visibility 343
    • 0Komentar

    Tidak semua perubahan kelembagaan dimulai dari keputusan untuk berubah. Sebagian justru bermula dari keberanian untuk bertanya: Apa yang akan terjadi setelah kita berubah? Pertanyaan itulah yang terasa dalam pertemuan Tim Penyelenggara Tata Kelola Yayasan Perguruan Tinggi Islam Nahdlatul Ulama Surakarta (YAPERTINUS) bersama Lembaga Pendidikan Tinggi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LPT-PBNU), Sabtu (8/8/2026). Pertemuan tersebut memang […]

  • Wasiat Kiai Kholil Sukorejo, Mari Menjadi Teladan dalam Menegakkan Akhlakul Karimah

    Wasiat Kiai Kholil Sukorejo, Mari Menjadi Teladan dalam Menegakkan Akhlakul Karimah

    • calendar_month Kam, 23 Jun 2022
    • visibility 1.372
    • 0Komentar

    Sukorejo, NU Pasuruan Pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Darul Muttaqin KH Abdullah Kholil Imam berwasiat, untuk selalu meneruskan perjuangan Rasulullah. Dengan menjadi teladan dalam menegakkan perilaku akhlakul karimah. “Abah berpesan, agar ‘Berjuang dengan berakhlakul karimah. Tidak harus dengan kekuasaan dan harta. Sebab, khidmah pada manusia dengan harta saja, kamu tidak akan membuat mereka puas’ (Menirukan […]

  • Bahas Tri Dharma Perguruan Tinggi,ISNU Pasuruan Audiensi dengan Pemkab Pasuruan

    Bahas Tri Dharma Perguruan Tinggi,ISNU Pasuruan Audiensi dengan Pemkab Pasuruan

    • calendar_month Jum, 17 Mei 2024
    • visibility 852
    • 0Komentar

    Bangil, NU Pasuruan Pengurus Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Pasuruan bersama perguruan tinggi se Pasuruan menggelar audiensi bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan di Gedung Maslahat Kabupaten Pasuruan,Kamis (16/05/2024). Ketua PC ISNU Kabupaten Pasuruan Ahmad Adib Muhdi mengatakan bahwasanya audiensi dengan Pemkab Pasuruan merupakan ajang komunikasi dengan perguruan tinggi yang harus ditindak lanjuti […]

  • Ahad Besok, LFNU Pasuruan Gelar Rukyatul Hilal Awal Ramadhan 1445 H/2024 M

    Ahad Besok, LFNU Pasuruan Gelar Rukyatul Hilal Awal Ramadhan 1445 H/2024 M

    • calendar_month Sab, 9 Mar 2024
    • visibility 796
    • 0Komentar

    Bangil, NU PasuruanLokasi Rukyatul Hilal di Kabupaten Pasuruan untuk penentuan Awal Bulan Ramadhan 1445 H/2024 M akan digelar di Gedung Mabna Abuya Hasan Lantai 10 Pondok Pesantren (Ponpes) Darullughah Wadda’wah (Dalwa), Jalan Raya Raci, Kecamatan Bangil pada Hari Ahad (10/03/2024). Hal itu diputuskan pada Musyawarah Pelaksanaan Rukyatul Hilal Awal Ramadhan dan 1 Syawal 1445 Hijriah […]

  • Istiqomah, Fatayat & Muslimat Rejoso Pasuruan Gelar Santunan di Bulan Muharram

    Istiqomah, Fatayat & Muslimat Rejoso Pasuruan Gelar Santunan di Bulan Muharram

    • calendar_month Ming, 23 Sep 2018
    • visibility 1.126
    • 0Komentar

    Pimpinan Anak Cabang Fatayat dan Muslimat Nahdlatul Ulama (PAC Fatayat-Muslimat NU) Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan mengadakan Santunan Anak Yatim dan Duafa dalam rangka Peringatan Bulan Muharram. Kegiatan santunan ini diadakan di Pimpinan Ranting (PR) Fatayat dan Muslimat Desa Kawisrejo pada hari Sabtu (22/09). Dalam acara ini hadir Ketua Pimpinan Cabang (PC) Muslimat Nahdaltul Ulama Kabupaten […]

  • KH Imron Mutamakkin Ajak LP Ma’arif Terus Berinovasi Hadapi Perkembangan Zaman

    KH Imron Mutamakkin Ajak LP Ma’arif Terus Berinovasi Hadapi Perkembangan Zaman

    • calendar_month Sen, 29 Jul 2024
    • visibility 1.241
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin mengatakan bahwasnnya dalam mengelolah lembaga  pendidikan LP Ma’arif NU Kabupaten Pasuruan harus terus berinovasi karena seiring perkembangan zaman sekolah akan menjadi industri. Hal itu di ungkapkan pada saat Rapat Kerja (Raker) LP Ma’arif NU Kabupaten Pasuruan di MWCNU Prigen, Sabtu-Ahad (27-28/07/2024). […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca