Breaking News
light_mode

Wak Abah – Puisi Gus Haidar Hafeez

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Kam, 25 Mar 2021
  • visibility 780
  • comment 0 komentar

WAK ABAH

Karya Haidar Hafeez

Masih seperti tadi siang, cerita itu aku simak.
Dia bercerita saat aku kelas satu tsanawiyah
Bila dia sebenarnya Hizbullah.
Milisi separatis versi Belanda

Tidak akon-akon, tetapi dia katakan dengan bukti punggung terkilir.
Dengan sisa luka memar yang terlihat menjelang wafat.
Dia patah tulang paha
Bekas aniaya Belanda saat dia pasukan Hizbullah

Tidak
Dia tidak ngibul.
Dia Ma’shum sang waliyullah.

Wak Abah, aku rindu hadirmu saat NU ditertawakan anak-anak kami.
Saat semua dengan GR-nya merasa lebih suci dari para kiyai

Lebih jernih dari panjenengan Wak Abah.
Lebih rahmatan lil alamin ketimbang Mbah Hasyim Asyari

Aku rindu hadirmu Wak Abah
Yaqdotan
Ataukah dalam mimpi buruk mereka.
Seburuk sangka mereka menafikan ilmu dan kasaf kiyai.

Menghina NU
Merasa otaknya lebih benar dari istikharah penggagas NU

Dengan katai NU sekenanya

Wak Abah
Aku yakin kau geram sebab ahlak anak-anak kami
Mengatasnamakan cerdas akal seenaknya menghina NU. panjimu
Nyawamu yang kau pertaruhkan adalah bangga kami
Pantang siapa pun meludahinya

Dengan apapun alasan lisan
Toh tulisan bukti lisanul khal ahlak sayyiah

Aku tak kuasa
Simalakama berada di balik bara ini
Entahlah mereka,
Iblis mana yang merasuki akal cerdas mereka
Hingga kebablasan mendewakan akal
Dengan dalih kebebasan, fikir jernih dan sederet pembenaran takabburiyah

Tak kuasa saat anak-anak kami merambah alam maya
Alam suku maya yang bangsa jin
Di kiamat sughra kan tahun 2012 tahun usai penciptaan.

Dunia maya dunia sombong jin dan kini di itba’ manusia

Coba tengok
Sombong mewabah alam pikir manusia
Dipenuhi kemalasan dan kepura-puraan jagat maya

Yang ada sepreti tak ada
Saat segenggam alat suara maya membisik jiwa manusia
Silaturahmi ke rumah sahabat hanya memandangi LCD

Duduk berdampingan tapi sebenarnya tak nyambung
Sebab jiwanya dikendalikan jagat maya

Akal muda suka nakal
Akal yang ingkari nakal
Akal dengan kecepatan berpikir

Bila muda tidak ada ilmu kebablasan berpikir melampaui zikir

Ya rasul salam alaika
Soddaqta ya Habibana

Kau katakan “utlubul ilma dari perut ibu hingga perut ibu pertiwi

Kau wajibkan hingga makar yang tak cari ilmu

Ilmu adalah hidayah
Hidayah tak lain caha ilahiyah
Tidak sombong atau congkak
Sebab ilmu bukan akal
Tetapi ilmu akal yang tunduk pada nakal

Ya Tuhan al Mutakabbir
Pantaskah sombong bagi selain-Mu
Bukankah merendahkan reputasi NU termasuk sombong

Bukankah NU lahir dikarena desakan orang-orang berilmu
Memandang perlu kendara agama bernama NU
Demi kenyamanan beragama di Nusantara

Mbah Jazuli Ploso
Begitu kau bangga NU hingga tidak sedikitpun lahirkan pencaci NU

Kau genggam perintah Mbah Hasyim Asyari
Meneruskan semangat juang
Berdirilah al Falah di tepian sungai Brantas

Aku masih ingat
Kisah Mak Aji saat masih mondok Ploso
Atas perintah Mbah Jazuli

Memanggul bilah pedang
Demi hadang penghalang rintang NU

Nyawa pertaruhan harum NU

Aku masih ingat dawuh kiyai Munif Jazuli,
NU adalah pesantren besar
Di dalamnya berisikan kiyai dan santri

Titah guru adalah segalanya

Mbah Manaf Lirboyo,
Demi NKRI kau besarkan NU dalam kobaran api jihad

Menghantam
Menghancurkan
Dan mengusir penjajah

Maka berkibarlah sang saka merah putih
Di angkasa raya negeri Indonesia yang merdeka

Simbah kiyai Yahya Gadingsantren Malang,
Bergerilya menghadapi keji Belanda dan Jepang
Hingga pada suatu ketika
Mbah Wahid Hasyim menginap di Gadingsantren
Saat mengatur strategi pertempuran Surabaya

Dibawah panji ANOE kiyai Yahya dan santri
Panggul senjata dari rampasan Belanda dan Jepang

Darah bersimbah mereka syuhadaillah santri Gadingsantren.

Wak Abah,
Ingin kugali kubur masa lalumu
Agar semua terperangah bila di hatimu masih terpatri
Panji suci bendera NU

Kau yang angkat senjata
Dan kau yang pernah merintih di popor Belanda
Dibawah garang Hizbullah
Kau ikhlas, tidak demi rupiah

Kau ceritakan padaku
Bila kau tolak tanda jasa dan bayaran

Wak abah
Kau uswah hasanah kami-kami

NU adalah rumah kami
NU adalah jalan sorga kami
Saat kau katakan demi NU kau rela pertaruhkan nyawa

Mbah yai Ahmad Pacarkeling Pasuruan,

Seperti yang kau ceritakan
Duduk di kursi besi lalu di strum
Hingga terkencing dan berak

Itu semua demi panji NU dalam NKRI

NU tidak bersekutu dengan penjajah,
sejak itu hingga kini

NU pengawal NKRI
Pesantren adalah benteng pertahan NKRI
Sejak itu hingga kini

NU nama pesantren besar itu seperti dawuh mbah yai Munif Ploso

Mbah Sa’dulloh Sidogiri,
Desing bedilmu masih terdengar jelas
Saat kau muntahkan peluru
Hingga terkapar perobek dwi warna

Kau sejenak tinggalkan lembar-lembar kitab kuning
Demi selamatkan padi menguning anak cucu

Agar tak di rampok penjajah kulit putih atau kulit kuning
Nyawa kau pertaruhkan demi kami-kami jauh dalam hening

Terimakasihku menghirup alam kebebasan
Tertukar nyawa dan derita mudamu
Kau teraniaya di negeri sendiri
.
Romo yai Abdul Jalil Sidogiri
Kau tertembak saat qunut subuh.

Bukti licik Belanda melampaui lakum dinukum waliyadin

Seluruh penghuni jagat dari sudut manapun
Menyaksikan biadab penjajah Belanda

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gandeng IAINU Bangil, ISNU Pasuruan Akan Gelar Workshop Menulis Buku

    Gandeng IAINU Bangil, ISNU Pasuruan Akan Gelar Workshop Menulis Buku

    • calendar_month Sen, 9 Okt 2023
    • visibility 909
    • 0Komentar

    Bangil, NU Pasuruan Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Pasuruan akan mengelar pelatihan workshop menullis buku bagi dosen Perguruan Tinggi Swasta Nahdaltul Ulama (PTSNU) se Kabupaten Pasuruan. Ketua ISNU Kabupaten Pasuruan Ahmad Adib Muhdi mengatakan, kegiatan kepenulisan kali ini merupakan kerja sama antara ISNU dengan Intitut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Bangil. […]

  • Peringati Muharroman & Kemerdekaan, Banser Rejoso Gelar Gedruk Bumi Hubbul Wathan Minal Iman

    Peringati Muharroman & Kemerdekaan, Banser Rejoso Gelar Gedruk Bumi Hubbul Wathan Minal Iman

    • calendar_month Ming, 23 Agu 2020
    • visibility 1.098
    • 0Komentar

    Dalam rangka memperingati tahun baru Islam dan Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-75, Satkoryon Banser Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan gelar Gedruk Bumi, Tasyakuran dalam semangat Hubbulwaton Minal Iman, bertempat di Desa Kawisrejo Kecamatan Rejoso Kabuapten Pasuruan, Minggu Malam (22/08/20). Acara yang digelar dalam nuansa bersholawat bersama tersebut, juga dalam rangka bermunajat dan memohon agar pandemi segera […]

  • Di MaPABa, PMII Jaka Tingkir Perkuat Potensi & Posisi Agent of Change Mahasiswa

    Di MaPABa, PMII Jaka Tingkir Perkuat Potensi & Posisi Agent of Change Mahasiswa

    • calendar_month Sen, 7 Nov 2022
    • visibility 444
    • 0Komentar

    Purwodadi, NU PasuruanPengurus Rayon (PR) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jaka Tingkir, Universitas Yudharta Pasuruan, menggelar Masa Penerimaan Anggota Baru (MaPABa), Jumat-Ahad (4-6/11/2022). Kegiatan dipusatkan di Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Purwodadi, Jalan Bumi Lapangan Idah, Dusun Sembung Kidul, Desa Parerejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Ketua PR PMII Jaka Tingkir, Kiky Sakhi Amalia […]

  • Ini Alasan Gus Saiful Minta Pelajar NU Mendalami Manajemen Organisasi

    Ini Alasan Gus Saiful Minta Pelajar NU Mendalami Manajemen Organisasi

    • calendar_month Sel, 21 Feb 2023
    • visibility 874
    • 0Komentar

    Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Saiful Anam Chalim mengingatkan, pelajar Nahdlatul Ulama (NU) harus memiliki kemampuan manajemen organisasi yang baik. Sebab, mereka calon pemimpin dan pengurus NU di masa depan. Hal itu diungkapkan Gus Ipul sapaan akrabnya pada saat acara Konferensi Anak Cabang (Konferancab) Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul […]

  • Gelar Rakor, NU Peduli Siaga Bencana di Kabupaten Pasuruan

    Gelar Rakor, NU Peduli Siaga Bencana di Kabupaten Pasuruan

    • calendar_month Kam, 22 Agu 2024
    • visibility 495
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Rapat Kordinasi (Rakor) bersama NU Peduli di ruang rapat PCNU Kabupaten Pasuruan, (21/08/2024). Dalam rakor tersebut NU Peduli akan mengedukasi dan membantu warga yang terdampak bencana kekeringan lima kecamatan di Kabupaten Pasuruan. Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin mengatakan, peran NU bukan hanya […]

  • Tingkatkan Pembelajaran Madrasah Diniyah, Dinas Pendidikan & Kemenag Kabupaten Pasuruan Gelar Bimtek

    • calendar_month Kam, 30 Agu 2018
    • visibility 812
    • 1Komentar

    Seiring dengan pesatnya perkembangan MADIN (Madrasah Diniyah) sejak diberlakukannya Peraturan Bupati Nomor 21 tahun 2016 tentang wajib MADIN di Pasuruan, Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan adakan Bimbingan Teknis metode pembelajaran MADIN Pontren, Rabu (29/8) di Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan. Kegiatan ini dilakukan untuk melakukan pembenahan dalam semua aspek internal MADIN termasuk administrasi dan […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca