Breaking News
light_mode

Tidurnya Orang Berpuasa adalah Ibadah, Ah Masak?

  • account_circle Muhajirin Yusuf
  • calendar_month Rab, 21 Apr 2021
  • visibility 528
  • comment 1 komentar

Kadang kita keliru dalam memaknai kebiasaan yang sering melanda umat ini ketika menjalankan ibadah puasa. Misalnya begadang hingga larut malam. Lalu tidur panjang di siang hari. Mereka lebih senang menghabiskan jam-jam produktifnya untuk tidur siang yang panjang. Seolah hal ini menjadi legalitas ketika menjalankan ibadah puasa.

Memang benar Nabi sering qailulah, yaitu tidur siang sejenak. Tetapi tidur siangnya Nabi tidak lah terlalu panjang. Bahkan kata qailulah itu berasal dari qalil, yang artinya sedikit, sebentar, atau sejenak.

Sementara kita, tidur siang di jam kerja. Hingga sekian jam. Apalagi memanfaatkan masjid kantor. Alasannya ibadah sebab tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah. Atau balas dendam karena malam telah digunakan untuk beribadah. Tentu itu bukan pilihan bijak. Sebaliknya menandakan masih banyak orang yang kurang memahami maqashid syariah dari ibadah bulan Ramadhan.

Padahal kalo kita lirik kebelakang, Rasululllah SAW dahulu justru mencapai puncak prestasi di bulan-bulan Ramadhan. Setiap tahun Malaikat Jibril turun untuk melakukan evaluasi hafalan Al-Quran bagi Rasulullah SAW. Dan peristiwanya justru di bulan Ramadhan.

Perang Badar terjadi di tahun kedua hijriyah pada 17 Ramadhan. Perang ini kejadiannya di gurun pasir yang melibatkan 314 muslimin melawan 1.000 orang kafir dari Mekkah. Peperangan ini adalah merupakan peristiwa penting dalam sejarah Islam, karena sejak perang itu umat Islam memulai era peperangan secara fisik, yang tentunya membutuhkan kemampuan yang lebih berat. Kalau mentalitas mereka seperti umat Islam zaman sekarang yang hobi bucin (bubuk ciang) di bulan Ramadhan, tentunya sulit memenangkan peperangan.

Dan peristiwa fatkhu makkah juga terjadi pada bulan Ramadhan pada tahun kedelapan hijriyah. Rasulullah SAW menyiapkan 10.000 pasukan lengkap dengan senjata. Berjalan dari Madinah dan mengepung kota Mekkah. Mekkah menyerah tanpa syarat. Semua diampuni dan dibebaskan.

Setahun berikutnya, ada perang Tabuk yang terjadi di bulan Ramadhan. Perang Tabuk terjadi saat musim paceklik. Rasulullah memobilisasi sendiri perang. Kaum muslimin berlomba lomba menafkahkan hartanya. Kedatangan pasukan Islam di Tabuk ternyata membuat pasukan musuh lari berpencar dan tidak berani melakukan serangan terhadap kaum muslimin.

Demikiran juga ketika Islam berhasil menaklukkan Spanyol di bawah pimpinan Thariq bin Ziad dan Musa bin Nushair, juga terjadi di bulan Ramadhan tahun 92 hijriyah. dan masih banyak kerja keras yang lain, terjadi di bulan Ramadhan.

Perang ‘Ain Jaluth terjadi pada 25 Ramadhan tahun 657 hijriyah. ‘Ain Jaluth merupakan lokasi yang terletak antara Bisan dan Nablus. Perang ini berakhir pada kemenangan gemilang kaum muslimin. Salah satu pahlawan yang terkenal dalam perang ini adalah Muzaffar Saifuddin Quthz dan Syaikh Izzuddin bin Abdus Salam.

Kita tidak bisa membayangkan kalau mentalitas para pendahulu kita dahulu seperti kita hari ini, yaitu doyan tidur siang di bulan Ramadhan, belum tentu semua prestasi itu dapat mereka raih.

Salah satu alasan kenapa orang tidur siang di hari-hari produktif di bulan Ramadhan adalah hadits palsu

ู†ูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุตูŽู‘ุงุฆูู…ู ุนูุจูŽุงุฏูŽุฉูŒ ูˆูŽุณููƒููˆุชูู‡ู ุชูŽุณู’ุจููŠุญูŒ ูˆูŽุฏูุนูŽุงุคูู‡ู ู…ูุณู’ุชูŽุฌูŽุงุจูŒ

Tidurnya orang puasa merupakan ibadah, diamnya merupakan tasbih, amalnya dilipat-gandakan (pahalanya), doanya dikabulkan dan dosanya diampuni.

Meski di dalam kandungan hadits ini ada beberapa hal yang sesuai dengan hadits-hadits yang shahih, seperti masalah dosa yang diampuni serta pahala yang dilipat-gandakan, namun khusus lafadz ini, para ulama sepakat mengatakan status kepalsuannya.

Al-Imam Al-Baihaqi yang menuliskan lafadz itu di dalam kitabnya, Syu’ab Al-Iman. Lalu dinukil oleh As-Suyuti di dalam kitabnya, Al-Jamiush- Shaghir, seraya menyebutkan bahwa status hadits ini dhaif (lemah).

Namun, status dhaif yang diberikan oleh As-Suyuti justru dikritik oleh para muhaddits yang lain. Menurut kebanyakan mereka, status hadits ini bukan hanya dhaif teteapi sudah sampai derajat hadits maudhu’ (palsu).

Al-Imam Al-Baihaqi telah menyebutkan bahwa ungkapan ini bukan merupakan hadits nabawi. Karena di dalam jalur periwayatan hadits itu terdapat perawi yang bernama Sulaiman bin Amr An-Nakhahi, yang kedudukannya adalah pemalsu hadits.

Al-Iraqi juga senada dengan itu. Bahwa Sulaiman bin Amr ini termasuk ke dalam daftar para pendusta, di mana pekerjaannya adalah pemalsu hadits.

Komentar Al-Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah juga semakin menguatkan kepalsuan hadits ini. Beliau mengatakan bahwa si Sulaiman bin Amr ini memang benar-benar seorang pemalsu hadits.

Bahkan lebih keras lagi adalah ungkapan Yahya bin Ma’in, beliau bukan hanya mengatakan bahwa Sulaiman bin Amr ini pemasu hadits, tetapi beliau menambahkan bahwa Sulaiman ini adalah “manusia paling pendusta di muka bumi ini!”

Selanjutnya, kita juga mendengar komentar Al-Imam Al-Bukhari tentang tokoh yang satu ini. Beliau mengatakan bahwa Sulaiman bin Amr adalah matruk, yaitu haditsnya semi palsu lantaran dia seorang pendusta.

Saking tercelanya perawi hadits ini, sampai-sampai Yazid bin Harun mengatakan bahwa siapapun tidak halal meriwayatkan hadtis dari Sualiman bin Amr.

Imam Ibnu Hibban juga ikut mengomentari, “Sulaiman bin Amr An-Nakhaโ€™i adalah orang Baghdad yang secara lahiriyah merupakan orang shalih, sayangnya dia memalsu hadits. Keterangan ini bisa kita dapati di dalam kitab Al-Majruhin minal muhadditsin wadhdhuโ€™ afa wal-matrukin. Juga bisa kita dapati di dalam kitab Mizanul Iโ€™tidal.

Rasanya keterangan tegas dari para ahli hadits senior tentang kepalsuan hadits ini sudah cukup lengkap. Maka kita tidak perlu lagi ragu-ragu untuk segera membuang ungkapan ini dari dalil-dalil kita. Dan tidak benar bahwa tidurnya orang puasa itu merupakan ibadah.

Oleh karena itu, tindakan sebagian saudara kita untuk banyak-banyak tidur di tengah hari bulan Ramadhan dengan alasan bahwa tidur itu ibadah, jelas-jelas tidak ada dasarnya. Apalagi mengingat Rasulullah SAW pun tidak pernah mencontohkan untuk menghabiskan waktu siang hari untuk tidur dengan waktu yang lama.

Kalau pun ada istilah qailulah, itu artinya hanya sejenak memejamkan mata. Dan yang namanya sejenak, paling-paling hanya sekitar 5 sampai 10 menit saja. Tidak berjam-jam sampai meninggalkan tugas dan pekerjaan.

Penulis: Muhajirin Yusuf, pemimpin redaksi khazanahquraniyah.com.

Editor: Makhfud Syawaludin

  • Penulis: Muhajirin Yusuf

Komentar (1)

    Silahkan tulis komentar Anda

    Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

    Rekomendasi Untuk Anda

    • Mahasiswa STAI Salahuddin Pasuruan Bangun TPS dan Latih Santri Daur Ulang Sampah

      Mahasiswa STAI Salahuddin Pasuruan Bangun TPS dan Latih Santri Daur Ulang Sampah

      • calendar_month Ming, 11 Sep 2022
      • visibility 733
      • 0Komentar

      Purwosari, NU PasuruanBelum banyak masyarakat yang memiliki kesadaran untuk bertanggungjawab terhadap sampahnya masing-masing. Hal itu disebabkan oleh banyak faktor. Diantaranya belum masifnya pendidikan peduli sampah hingga dukungan sarana prasana tempat pembuangan sampah. Menyadari itu, Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin Pasuruan yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata Temarik (KKNT) kelompok 4 menginisiasi pembuatan Tempat […]

    • ISNU Pasuruan Dorong Konsolidasi dan Evaluasi Kinerja Pendamping PPH

      ISNU Pasuruan Dorong Konsolidasi dan Evaluasi Kinerja Pendamping PPH

      • calendar_month Sab, 17 Mei 2025
      • visibility 587
      • 0Komentar

      Pohjentrek, NU Pasuruan Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur menggelar konsolidasi organisai dengan pengurus PC ISNU se Malang Raya di Kantor PCNU Kota Malang, Sabtu (17/05/2025). Dalam acara tersebut PC ISNU Kabupaten Pasuruan ingin meningkatkan koordinasi dan konsolidasi organisasi untuk terus menjalankan kerja sama dengan seluruh pengurus yang ada di wilayah […]

    • Harlah ke-94, Ketua NU Pasuruan Minta Maarif Cetak Generasi Yang Membanggakan Rasulullah

      Harlah ke-94, Ketua NU Pasuruan Minta Maarif Cetak Generasi Yang Membanggakan Rasulullah

      • calendar_month Kam, 21 Sep 2023
      • visibility 473
      • 0Komentar

      Pohjentrek , NU Pasuruan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin mengatakan, pengembangan pola pendidikan oleh Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU harus sesuai dengan perkembangan zaman dan berakhlak. Sehingga mampu bermanfaat kepada masyarakat. “Ma’arif NU harus bisa mencetak generasi yang dibutuhkan masyarakat dan dibanggakan oleh Rasulullah Saw,” ujarnya saat memberikan sambutan […]

    • Dampingi Media Madrasah dan Sekolah, LP Maarif NU Pasuruan Gelar Diklat Jurnalistik

      Dampingi Media Madrasah dan Sekolah, LP Maarif NU Pasuruan Gelar Diklat Jurnalistik

      • calendar_month Ming, 4 Sep 2022
      • visibility 912
      • 0Komentar

      Pohjentrek, NU PasuruanPengurus Cabang (PC) Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama (LP Maarif NU) Kabupaten Pasuruan menggelar ‘Diklat Jurnalistik dan Pengelolaan Media Sosial Madrasah dan Sekolah’, Sabtu (03/09/2022). Kegiatan itu laksanakan di dua Ruang Perkuliahan, Gedung B, Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pasuruan, Kompleks Perkantoran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, Desa Warungdowo, […]

    • ISNU Pasuruan Kembali Berikan Penghargaan Kepada Mahasiswi Terbaik

      ISNU Pasuruan Kembali Berikan Penghargaan Kepada Mahasiswi Terbaik

      • calendar_month Sen, 20 Nov 2023
      • visibility 727
      • 0Komentar

      Pandaan, NU Pasuruan Pengurus Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Pasuruan kembali memberikan penghargaan kepada mahasiswi Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) di Hotel Fina Golf Pandaan, Sabtu (18/11/2023). Ketua ISNU Kabupaten Pasuruan Ahmad Adip Muhdi mengatakan, dimomentum hari jadi ISNU kami memberikan apresiasi berupa piagam penghargaan dan uang apresiasi sebesar Rp 1, […]

    • Sore Ini, LFNU Pasuruan Lakukan Rukyatul Hilal Awal Syawal di Pondok Dalwa dan Bayt Al Hikmah

      Sore Ini, LFNU Pasuruan Lakukan Rukyatul Hilal Awal Syawal di Pondok Dalwa dan Bayt Al Hikmah

      • calendar_month Sel, 9 Apr 2024
      • visibility 924
      • 0Komentar

      Pohjentrek, NU Pasuruan Lokasi Rukyatul Hilal di Kabupaten Pasuruan untuk penentuan Awal Bulan Syawal 1445 H/2024 M akan digelar di dua tempat pertama Pondok Pesantren Dalwa, Bangil Pasuruan kedua Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah Kota Pasuruan, Selasa (9/04/2024). Sekertaris Pengurus Cabang (PC) Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Kabupaten Pasuruan Ustad M Rusdi mengatakan bahwasanya penentuan bulan […]

    expand_less

    Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

    Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

    Lanjutkan membaca