PCNU Pasuruan Gelorakan Kepedulian Alam di Istighosah Jum’at Legi
- account_circle NU Pasuruan
- calendar_month Sab, 6 Des 2025
- visibility 114
- comment 0 komentar

Lumbang, NU Pasuruan
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Istighosah Jum’at Legi di Masjid Baiturrahmah, Desa Cukur Guling, Kecamatan Lumbang, pada Jum’at (5/12/2025).
Dalam tausiyahnya, Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin menegaskan bahwa berbagai kerusakan alam, baik di darat maupun di laut, pada hakikatnya merupakan akibat dari ulah manusia sendiri.
“Allah menimpakan musibah sebagai akibat perbuatan kita. Kita sering diberi kenikmatan, tetapi justru menggunakannya untuk bermaksiat,” ujarnya.
Gus Ipong, sapaan akrabnya, menambahkan bahwa musibah seringkali menimpa tidak hanya pelaku kerusakan, tetapi juga orang-orang baik di sekitarnya. Oleh karena itu, ia mengajak jamaah untuk saling menasihati sebelum bencana datang.
“Jika Allah sudah mengingatkan, maka semua bisa terkena, baik yang baik maupun yang buruk,” tegasnya.
Dalam tausiyah tersebut, Gus Ipong menukil pandangan Imam al-Ghazali mengenai pentingnya pepohonan. Menurutnya, pohon memiliki peran besar dalam menjaga keseimbangan alam, seperti menyerap racun dan menahan air agar tidak terjadi longsor.
“Jika ada pepohonan dipotong, ada dua hal yang harus dipertimbangkan. Bila manfaatnya lebih besar, silakan. Namun jika tidak, itu justru bisa mengakibatkan musibah,” jelasnya.
Ia juga menyoroti maraknya eksploitasi alam di era modern. Pemanfaatan alam diperbolehkan, namun harus dilakukan secara bijak dan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan.
“Orang tua kita dulu sudah mengajarkan pentingnya reboisasi. Kalau mau menebang pohon, sudah disiapkan bibit untuk ditanam,” ujarnya.
Menurutnya, jika ada pohon puluhan tahun yang sudah tidak produktif, dua tahun sebelum ditebang seharusnya sudah disiapkan penggantinya. Hal itu merupakan bentuk tata kelola lingkungan yang benar.
“Lestarikan kebiasaan baik orang tua kita. Jangan asal menebang pohon, siapkan yang baru agar tetap membawa manfaat,” terangnya.
Kiai Imron juga menyinggung maraknya aktivitas pertambangan yang menjadi sorotan publik. Ia menegaskan pentingnya tata kelola lingkungan dalam proses pertambangan, mulai dari penanaman hingga menjaga ekosistem sekitar.
“Menambang boleh, tapi tata kelolanya harus benar. Jangan sampai dihabiskan lalu ditinggal begitu saja. Itu yang menyebabkan banjir,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator NU Peduli Kabupaten Pasuruan, Gus M Nawawi, menyampaikan bahwa PCNU Kabupaten Pasuruan melalui LAZISNU membuka donasi untuk membantu warga Sumatra yang sedang tertimpa musibah.
“Mari kita bersama-sama membantu masyarakat kita yang terkena musibah,” ajaknya.
Ia berharap para donatur dapat berpartisipasi untuk meringankan beban warga yang terdampak banjir. Donasi dapat diserahkan langsung ke Kantor PCNU Pasuruan atau melalui rekening:
Bank BRI: 006501001656565 LAZISNU Kabupaten Pasuruan
Bank Syariah Indonesia (BSI): 1061599815 LAZISNU Kabupaten Pasuruan
Penulis: Mokh Faisol
- Penulis: NU Pasuruan

Saat ini belum ada komentar