LFNU Pasuruan, Hilal di Pasuruan di Pastikan Tidak Terlihat
- account_circle Mokh Faisol
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 57
- comment 0 komentar

Grati, NU Pasuruan
Pengurus Cabang (PC) Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Kabupaten Pasuruan menggelar kegiatan rukyatul hilal di MAN Insan Cendekia Pasuruan, Selasa (16/02/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian observasi hilal secara nasional yang hasilnya akan dilaporkan dan dibahas dalam sidang isbat penetapan awal Ramadhan oleh pemerintah.
Sekretaris PC LFNU Kabupaten Pasuruan, Ustadz M. Rusdi, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil perhitungan falakiyah menggunakan berbagai metode, posisi hilal masih berada di bawah ufuk atau bernilai negatif.
Ia menjelaskan, perhitungan dilakukan menggunakan sejumlah metode, di antaranya Irsyadul Murid, Ephemeris, Nurul Anwar, hingga Badi’atul Mitsal.
Seluruh metode menunjukkan hasil yang sama, yakni hilal belum memenuhi kriteria imkanur rukyat.
“Secara nalar falakiyah, hilal belum wujud dan belum memenuhi kriteria imkanur rukyat, baik menurut standar mabim lama maupun mabim baru,” ujarnya.
Berdasarkan hasil perhitungan, metode Adduru Al-Aniq menunjukkan ketinggian hilal sebesar -01° 50’ 49,15” sebagai posisi terendah, sedangkan metode Badi’atul Mitsal menunjukkan -0° 23’ 11” sebagai posisi tertinggi.
Seluruh hasil tersebut masih berada di bawah ufuk.Dengan kondisi tersebut, pihaknya memperkirakan bulan Syaban akan disempurnakan (istikmal) menjadi 30 hari.“Hari ini dapat dipastikan hilal tidak terlihat,” pungkasnya.
- Penulis: Mokh Faisol

Saat ini belum ada komentar