LTMNU Pasuruan Bekali Takmir Kelola Perpustakaan Masjid
- account_circle Mokh Fasiol
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar

Pohjentrek, NU Pasuruan
Pengurus Cabang Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (PC LTMNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Diklat Perpustakaan Masjid di Aula PCNU Kabupaten Pasuruan, Ahad (28/06/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan mendorong masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat literasi dan pengembangan ilmu pengetahuan bagi masyarakat.
Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten PasuruanGus Abdul Ghofur mengatakan bahwa tradisi keilmuan di masjid telah dicontohkan sejak lama oleh masjid-masjid besar di dunia Islam.
“Mari kita niatkan menghidupkan masjid untuk berdakwah sekaligus menghidupkan kembali literatur-literatur di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keberadaan perpustakaan di lingkungan masjid merupakan bagian dari tradisi keilmuan Islam. Menurutnya, perpustakaan di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi hingga kini tetap menjadi pusat kajian dan penyimpanan berbagai literatur keislaman.
“Di kawasan Masjidil Haram, perpustakaan dan majelis ilmu tetap berjalan hingga saat ini. Itulah salah satu warisan Rasulullah SAW yang masih bisa kita saksikan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua PC LTMNU Kabupaten Pasuruan, M. Munzir, menegaskan bahwa masjid harus mampu menjadi ruang belajar yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat, baik untuk literatur keislaman maupun ilmu pengetahuan umum.
“Masjid harus menjadi tempat membaca. Bentuknya bisa bermacam-macam, seperti perpustakaan masjid, taman baca masjid, pojok baca masjid, hingga teras baca masjid,” terangnya.
Menurutnya, pembentukan perpustakaan masjid memerlukan pengelolaan yang baik. Karena itu, melalui diklat ini para peserta dibekali pengetahuan mengenai tata kelola perpustakaan, mulai dari pembentukan organisasi, pengadaan koleksi, pengelolaan, hingga pelayanan kepada masyarakat.
Munzir menyebutkan, di Kabupaten Pasuruan terdapat sekitar 500 masjid yang mengikuti program pelatihan tersebut.
“Target kami, sepulang dari kegiatan ini semakin banyak masjid di Kabupaten Pasuruan yang memiliki perpustakaan sebagai pusat literasi umat,” katanya.
Ia menambahkan, setiap perpustakaan masjid nantinya diharapkan memiliki struktur kepengurusan tersendiri, seperti kepala perpustakaan, bidang pengadaan koleksi, bidang pengelolaan, dan bidang pelayanan.
Adapun kebutuhan sarana pendukung, seperti buku dan rak perpustakaan, dapat dipenuhi melalui berbagai sumber pembiayaan yang sah, di antaranya dana hibah, dana sosial, dana muti’ah, maupun dana maslahah.
“Yang terpenting adalah komitmen bersama untuk menghadirkan budaya membaca di lingkungan masjid sehingga masjid benar-benar menjadi pusat ibadah, dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat,” pungkasnya.
- Penulis: Mokh Fasiol

Saat ini belum ada komentar