KBIHU An Nahdliyah Berangkatkan Jamaah, Bimbingan Kiai Jadi Pegangan Utama
- account_circle Mokh Faisol
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 15
- comment 0 komentar

Pohjentrek, NU Pasuruan
Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) An Nahdliyah melepas 319 jamaah haji kloter 6 di Aula KH Ahmad Djufri PCNU Kabupaten Pasuruan, Rabu (22/04/2026).
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin, menyampaikan terima kasih kepada para jamaah yang telah mempercayakan bimbingan ibadahnya kepada KBIHU An Nahdliyah.
“Terima kasih, ini adalah amanah yang harus kami jalankan dengan sungguh-sungguh dalam membimbing jamaah,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa KBIHU An Nahdliyah didirikan oleh para kiai NU Pasuruan dengan tujuan membimbing calon jamaah haji agar dapat menjalankan ibadah sesuai dengan syariat Islam secara benar.Menurutnya, masa tunggu haji di Jawa Timur yang mencapai sekitar 40 tahun menjadi alasan penting bagi jamaah untuk memaksimalkan ibadahnya.
“Dengan masa tunggu yang panjang, ini bisa jadi haji pertama dan terakhir. Kalau pun ditakdirkan berangkat lagi, itu adalah anugerah. Maka ibadah harus benar-benar dimaksimalkan,” tegasnya.
Gus Ipong sapaan akrabnya juga mengingatkan jamaah untuk menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah, terutama agar mampu mengikuti puncak haji di Arafah.
“Jangan lupakan kesehatan, karena ada ibadah wuquf yang menjadi inti dari haji,” pesannya.
Khusus bagi jamaah perempuan, ia berpesan agar memperhatikan siklus haid agar tidak mengganggu pelaksanaan ibadah. Selain itu, jamaah juga diminta menyelesaikan rangkaian ibadah dengan baik untuk mengantisipasi kondisi kepadatan di Mina.
“Khusus perempuan jangan menghiraukan jama’ah haji yang lain karena banyak dari mereka juga tidak mengenal hukum, ikuti arahan dari pendamping,” terangnya.
Ia juga menekankan pentingnya mengikuti arahan para kiai pembimbing dan tidak meniru praktik ibadah yang keliru dari jamaah lain.
“Tidak semua yang dilakukan orang di sana itu benar. Ikuti bimbingan kiai agar ibadah kita sempurna,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipong turut mengajak jamaah untuk memperbanyak doa di tempat-tempat mustajab, khususnya untuk keselamatan bangsa dan keberlangsungan program-program Nahdlatul Ulama.
“Semoga kita semua mendapatkan kemudahan ibadah, perlindungan dari Allah, serta keberkahan bagi bangsa dan jam’iyah NU,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Muzakki, melaporkan bahwa total jamaah yang tergabung sebanyak 316 orang, terdiri dari 139 perempuan. Jamaah berasal dari Kabupaten Pasuruan, Probolinggo, Malang, dan Lumajang.Dari jumlah tersebut, terdapat 49 jamaah dengan kategori risiko tinggi, termasuk 20 jamaah dengan risiko tinggi berat dan 10 jamaah yang menggunakan kursi roda.
- Penulis: Mokh Faisol

Saat ini belum ada komentar