Atasi Residu Sampah, UNU Pasuruan Mengabdi dengan Program Insinerator Minim Asap
- account_circle Sukron
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 29
- comment 0 komentar

Bangil, NU Pasuruan
Program Mahasiswa Mengabdi (PMM) Kelompok 14 Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan resmi membuka kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Manaruwi, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Selasa (21/7/2026).
Ketua PMM Kelompok 14, Misbahul Malik, menyampaikan program utama kelompok difokuskan pada pengadaan insinerator minim asap sebagai alternatif pengelolaan residu sampah yang lebih efektif dan ramah lingkungan.
“Program ini kami hadirkan sebagai ikhtiar membantu desa mengatasi persoalan residu sampah,” ujarnya.
Selain program lingkungan, mahasiswa juga akan melaksanakan pendampingan belajar di lembaga pendidikan, mendukung kegiatan keagamaan masyarakat, mengembangkan aktivitas seni budaya.
“Berbagai perlombaan olahraga dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia akan kami selenggarakan,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Desa Manaruwi, H. Abdul Muthollib, menyambut baik kehadiran mahasiswa PMM UNU Pasuruan. Menurutnya, pengabdian masyarakat bukan hanya memberikan manfaat bagi desa, tetapi juga menjadi proses pembelajaran kepemimpinan bagi para mahasiswa.
“Mahasiswa merupakan generasi muda yang akan meneruskan perjuangan. Kami di jajaran pemerintah desa tidak akan selamanya menjabat, pasti akan ada generasi baru yang menggantikan,” terangnya.
Kehadiran insinerator minim asap diharapkan menjadi langkah awal dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan, sekaligus memperkuat pembangunan di bidang pendidikan, keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat di Desa Manaruwi.
“Melalui program pengabdian masyarakat ini menjadi jalan penting untuk menempa dan mempersiapkan diri Anda semua menjadi pemimpin-pemimpin di masa depan,” tutupnya.
- Penulis: Sukron
- Editor: Mokh Faisol

Saat ini belum ada komentar