Mahasiswa UNU Pasuruan Ajak Siswa SD Al Maksum Balunganyar Kuasai Penjumlahan Bersusun
- account_circle Suaibatul Islamiyah
- calendar_month 56 menit yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar

Lekok, NU Pasuruan
Mahasiswa Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan mengajak siswa kelas III SD Al Maksum Balunganyar belajar Matematika melalui metode interaktif di lembaga pendidikan setempat.
Kegiatan tersebut bertujuan membantu siswa memahami materi penjumlahan bersusun dengan cara yang lebih menyenangkan sekaligus meningkatkan keaktifan mereka selama proses pembelajaran.
Pembelajaran dipimpin oleh Nur Faizah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika UNU Pasuruan, didampingi lima mahasiswa PPM lainnya. Materi yang disampaikan pada pertemuan tersebut adalah penjumlahan bersusun.
“Pembelajaran diawali dengan penjelasan konsep dasar penjumlahan bersusun disertai contoh soal agar siswa lebih mudah memahami materi,” ujarnya Kamis (30/07/2026).
Setelah itu, mahasiswa mengajak siswa mengikuti kuis interaktif. Sebanyak sepuluh soal dituliskan di papan tulis, kemudian siswa diminta memilih salah satu soal untuk dikerjakan di depan kelas.Setiap jawaban yang telah dikerjakan kemudian dibahas bersama.
Mahasiswa menjelaskan langkah-langkah penyelesaian yang benar sekaligus mengoreksi kesalahan yang masih ditemukan. Siswa yang berhasil menjawab dengan tepat memperoleh poin sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan ketepatan jawabannya.
Sementara itu, lima mahasiswa lainnya memberikan pendampingan kepada siswa yang masih mengalami kesulitan memahami materi. Pendekatan tersebut membuat proses belajar berlangsung lebih efektif karena setiap siswa memperoleh bimbingan sesuai kebutuhannya.
“Di akhir pembelajaran, dua siswa dengan perolehan poin tertinggi mendapatkan hadiah sebagai bentuk penghargaan atas semangat dan keaktifan mereka selama mengikuti kegiatan,” terangnya.
Guru Matematika SD Al Maksum Balunganyar, Muhammad Faiz, mengapresiasi metode pembelajaran yang diterapkan mahasiswa PPM. Menurutnya, pendekatan yang interaktif mampu meningkatkan partisipasi siswa selama proses belajar.
“Pembelajaran yang dikemas dengan cara yang menyenangkan seperti ini membuat siswa lebih berani bertanya, menjawab soal, dan berpartisipasi di dalam kelas. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus memotivasi siswa untuk lebih menyukai Matematika,” ujarnya.
Nur Faizah mengatakan bahwa pembelajaran Matematika akan lebih mudah dipahami apabila disampaikan melalui metode yang melibatkan siswa secara aktif.
” Melalui penjelasan yang sederhana, latihan soal, serta kuis interaktif, kami berharap siswa tidak hanya memahami materi penjumlahan bersusun, tetapi juga merasa senang dan lebih percaya diri saat belajar Matematika,” ungkapnya.
- Penulis: Suaibatul Islamiyah
- Editor: Mokh Faisol

Saat ini belum ada komentar