Breaking News
light_mode

Di Hadapan Maba UNU Pasuruan, Ning Sheila Minta Fokus Kuliah & Persiapkan Diri Menikah

  • account_circle Makhfud Syawaludin
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 22
  • comment 0 komentar

Pohjentrek, NU Pasuruan

Ning Sheila Hasina Zamzami mengajak mahasiswa baru (Maba) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan untuk memanfaatkan masa kuliah sebagai ruang belajar sekaligus mempersiapkan kematangan diri sebelum memasuki jenjang pernikahan.

Pesan tersebut disampaikan Ning Sheila dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Talk Show Fikih Relasi Gen Z pada sesi penutupan Masa Orientasi dan Ta’aruf (Maorinta), Rabu malam (16/09/2026). Giat ini berkolaborasi dengan Pengurus Cabang (PC) Lembaga Dakwah Nahdatul Ulama (LDNU) Kabupaten Pasuruan.

Menurutnya, masa mahasiswa merupakan fase penting untuk membangun pengetahuan, pengalaman, dan kematangan pribadi. Karena itu, mahasiswa tidak perlu tergesa-gesa memikirkan pernikahan tanpa terlebih dahulu membekali diri dengan ilmu dan kesiapan yang memadai.

“Teman-teman masuk di usia belajar, fokus belajar, sebelum nanti masuk di usia pernikahan. Pernikahan itu butuh ilmu dan kematangan. Perlu mempersiapkan diri untuk memasuki masa pernikahan,” kata Alumni Pesantren Mubtadi’at Lirboyo Kediri itu.

Ning Sheila menjelaskan bahwa mempersiapkan diri menuju pernikahan tidak berhenti pada persoalan mencari pasangan. Lebih dari itu, seseorang perlu terlebih dahulu membangun kualitas dirinya agar mampu menjalani kehidupan rumah tangga dengan kematangan.

Menurutnya, proses memperbaiki diri selama masa belajar merupakan bagian dari persiapan tersebut. Mahasiswa dapat menggunakan fase ini untuk memperkuat ilmu, membangun karakter, serta belajar memahami dan mengelola relasi dengan orang lain.

“Perbaiki diri maka Allah akan memperbaiki jodoh kalian,” pungkas Alumni Pondok Pesantren Al-Ishom Jepara tersebut.

Cinta Membawa Kebaikan, Nafsu Sebaliknya

Dalam talk show tersebut, Ning Sheila juga mengajak mahasiswa memahami perbedaan antara cinta (mahabbah) dan nafsu. Menurutnya, cinta yang benar tidak seharusnya menjadi alasan seseorang melakukan tindakan yang bertentangan dengan nilai agama.

“Cinta tidak membuat seseorang berbuat dosa. Kalau berbuat dosa, itu namanya nafsu,” tegas influencer muda yang dikenal fasih di konten fikih perempuan kekinian itu.

Ia menjelaskan bahwa cinta memiliki pengaruh kuat terhadap tindakan seseorang. Apa yang dicintai akan cenderung mendapatkan perhatian, didekati, dan diikuti. Karena itu, mahasiswa perlu berhati-hati dalam menentukan apa yang mereka cintai, termasuk melalui apa yang dikonsumsi di media sosial.

“Cinta itu akan menentukan tindakan seseorang. Ketika kita mencintai seseorang, kita akan menjadi hambanya,” ungkap Pengasuh Ponpes Baytil Quran Lirboyo Kediri itu.

Menurut Ning Sheila, perkembangan media sosial membuat seseorang semakin mudah berinteraksi dengan berbagai macam konten. Intensitas melihat dan mengonsumsi konten tertentu, apabila tidak disertai kemampuan menyaring, dapat memengaruhi cara pandang dan sikap seseorang.

“Cinta itu muncul karena sering kita lihat dan sering mengkonsumsi kontennya. Kemudian akan menirunya. Atau minimal akan mengiyakan dan mengatakan tidak berdasar opini yang dibangun,” jelasnya.

Karena itu, ia mengingatkan mahasiswa agar memiliki kontrol terhadap apa yang mereka lihat dan konsumsi setiap hari. Menurutnya, persoalan bermedia sosial tidak hanya berkaitan dengan durasi penggunaan, tetapi juga dengan bagaimana seseorang mengelola hati dan menentukan hal-hal yang dekat dengan dirinya.

“Menjadi bahaya, kalau kita tidak bisa mengontrol apa saja yang sering kita lihat,” imbuh putri dari Pengasuh Pondok Pesantren Al Baqarah, KH. Hasan Syukri Zamzami Lirboyo dan Nyai Hj. Hannah Zamzami tersebut.

Ia pun mengajak Gen Z untuk memastikan bahwa hal-hal yang dicintai dan sering hadir dalam kehidupan mereka merupakan sesuatu yang membawa kebaikan. Dengan demikian, kedekatan dengan sesuatu yang baik diharapkan turut membentuk perilaku yang baik.

“Kita bermedsos, harus mengkondisikan perasaan kita itu seperti apa. Kalau kita mencintai sesuatu, pastikan itu hal baik. Sehingga ketika kita sering melihatnya, menjadi ikut baik,” tutur Khafidzah di usia 13 tahun tersebut.

Mahabbah Menjadi Bekal dalam Belajar

Ning Sheila selanjutnya mengaitkan cinta dengan proses belajar mahasiswa. Menurutnya, seseorang akan lebih mudah menjalani suatu aktivitas apabila telah memiliki kecintaan terhadap hal yang dikerjakannya.

Dalam konteks mahasiswa, kecintaan terhadap ilmu dan proses belajar dapat menjadi bekal agar aktivitas akademik tidak hanya dijalani sebagai kewajiban, tetapi juga dengan kesadaran dan kerelaan.

“Bekal melakukan sesuatu adalah mahabbah. Kalau kamu cinta, maka akan kamu lalui dengan suka rela,” ujar perempuan kelahiran 30 Januari 1997 tersebut.

Namun, ia menyadari bahwa tidak semua hal yang dipelajari seseorang langsung disukai. Karena itu, mahasiswa perlu belajar mengondisikan hati agar tetap terbuka terhadap ilmu yang sedang dipelajari.

“Belajar mengkondisikan hati saat kita mempelajari sesuatu yang belum kita cintai,” pesan istri dari Cak Mad alias Gus Ahmad Kafabihi Mahrus itu.

Pesan tersebut menjadi bagian dari bekal bagi mahasiswa baru dalam memasuki kehidupan perkuliahan. Selain membangun kemampuan akademik, mereka juga diajak untuk belajar mengelola hati, memilih lingkungan, menyaring konsumsi media sosial, serta memahami relasi secara lebih dewasa.

Penulis: Makhfud Syawaludin

  • Penulis: Makhfud Syawaludin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rakor ISNU Pasuruan Bahas Konsolidasi Organisai di Tingkat Kecamatan

    Rakor ISNU Pasuruan Bahas Konsolidasi Organisai di Tingkat Kecamatan

    • calendar_month Sel, 9 Jul 2024
    • visibility 805
    • 0Komentar

    Gondangwetan, NU Pasuruan Pengurus Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Rapat Kordinasi (Rakor) di Desa Wonojati, Kecamatan Gondangwetan Pasuruan, Senin (8/07/2024). Ketua PC ISNU Kabupaten Pasuruan Ahmad Adib Muhdi mengatakan, tujuan rakor kali ini adalah untuk koordinasi dan konsolidasi organisasi agar kinerja pengurus di tingkat kecamatan tetap kondusif. “Pasca ISNU Pasuruan […]

  • KH Ma’shum Hasyim Jelaskan Makna Tiga Huruf  Lambang NU

    KH Ma’shum Hasyim Jelaskan Makna Tiga Huruf Lambang NU

    • calendar_month Sel, 5 Des 2023
    • visibility 1.096
    • 0Komentar

    Kraton, NU Pasuruan Lambang Nahdlatul Ulama terdiri dari susunan gambar bola dunia yang dilingkari tali tersimpul, dikitari oleh sembilan bintang, dengan tulisan Nahdlatul Ulama dalam huruf Arab yang melintang dari sebelah kanan bola dunia ke sebelah kiri. Dalam acara Haul KH Abdurahman Syakur di Halaman pondok setempat, Ahad (3/12/2023). Pejabat (PJ) Rais Syuriyah Pengurus Cabang […]

  • Hingga ke Pulau Buru Maluku, Pesantren Al-Yasini Pasuruan Kirim Guru Tugas

    Hingga ke Pulau Buru Maluku, Pesantren Al-Yasini Pasuruan Kirim Guru Tugas

    • calendar_month Sab, 8 Jul 2023
    • visibility 1.036
    • 0Komentar

    Wonorejo, NU Pasuruan Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini (PPTA), Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan memberangkatkan Guru Tugas (GT) Madrasah Diniyah (Madin) Salafiyah Tingkat Ulya di Bulan Zulhijah. Lebih awal dari kebiasaan pesantren pada umumnya yang serentak di Bulan Syawal. Hal itu ditegaskan dalam Pemberangkatan Guru Tugas Madin Salafiyah Tingkat Ulya PPTA di Aula Kantor Yayasan Lantai 2, […]

  • Ansor NU Pasuruan Kampanye Protokol Kesehatan dengan Gowes Sorban Sehat

    Ansor NU Pasuruan Kampanye Protokol Kesehatan dengan Gowes Sorban Sehat

    • calendar_month Sen, 10 Agu 2020
    • visibility 769
    • 0Komentar

    Salah satu kebiasaan baru yang diminati masyarakat Pasuruan saat pandemi adalah bersepeda. Menyadari itu, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama (PC GP ANSOR NU) Kabupaten Pasuruan, melaunching program kampanye penerapan protokol kesehatan dengan bersepeda, yakni GOWES SORBAN SEHAT, Minggu (9/8/2020). Untuk lokasi start Gowes Sorban Sehat bertempat di area Makam Mbah Sayyid Arif Segoropuro, […]

  • Terpilih Secara Aklamasi, Ini Visi Misi Saiful Akbar Sebagai Ketua PC IPNU Pasuruan

    Terpilih Secara Aklamasi, Ini Visi Misi Saiful Akbar Sebagai Ketua PC IPNU Pasuruan

    • calendar_month Jum, 25 Okt 2024
    • visibility 1.553
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Saiful Akbar terpilih sebagai Ketua Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Pasuruan masa khidmat 2024-2026. ia terpilih secara aklamasi pada saat Konferensi Cabang (Konfercab) ke XX di Aula KH Ahmad Djufri, PCNU Kabupaten Pasuruan (23-24/10/2024). Alumni Institut Teknologi Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pasuruan tersebut memiliki visi mendigdayakan IPNU Kabupaten […]

  • Di Program YESS Kementan RI, RMINU Pasuruan Dukung Santri Mahir Bisnis

    Di Program YESS Kementan RI, RMINU Pasuruan Dukung Santri Mahir Bisnis

    • calendar_month Kam, 25 Agu 2022
    • visibility 630
    • 0Komentar

    Kejayan, NU Pasuruan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menfasilitasi Pondok Pesantren untuk mengikuti kegiatan dalam Program Youth Enterpreneurship And Employment Support Services (YESS) Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI). Ketua RMINU Kabupaten Pasuruan, KH Badrussalam Amiry menyampaikan, bahwa Program YESS […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca