Breaking News
light_mode

Di Hadapan Maba UNU Pasuruan, Ning Sheila Minta Fokus Kuliah & Persiapkan Diri Menikah

  • account_circle Makhfud Syawaludin
  • calendar_month Kam, 17 Sep 2026
  • visibility 94
  • comment 0 komentar

Pohjentrek, NU Pasuruan

Ning Sheila Hasina Zamzami mengajak mahasiswa baru (Maba) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan untuk memanfaatkan masa kuliah sebagai ruang belajar sekaligus mempersiapkan kematangan diri sebelum memasuki jenjang pernikahan.

Pesan tersebut disampaikan Ning Sheila dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Talk Show Fikih Relasi Gen Z pada sesi penutupan Masa Orientasi dan Ta’aruf (Maorinta), Rabu malam (16/09/2026). Giat ini berkolaborasi dengan Pengurus Cabang (PC) Lembaga Dakwah Nahdatul Ulama (LDNU) Kabupaten Pasuruan.

Menurutnya, masa mahasiswa merupakan fase penting untuk membangun pengetahuan, pengalaman, dan kematangan pribadi. Karena itu, mahasiswa tidak perlu tergesa-gesa memikirkan pernikahan tanpa terlebih dahulu membekali diri dengan ilmu dan kesiapan yang memadai.

“Teman-teman masuk di usia belajar, fokus belajar, sebelum nanti masuk di usia pernikahan. Pernikahan itu butuh ilmu dan kematangan. Perlu mempersiapkan diri untuk memasuki masa pernikahan,” kata Alumni Pesantren Mubtadi’at Lirboyo Kediri itu.

Ning Sheila menjelaskan bahwa mempersiapkan diri menuju pernikahan tidak berhenti pada persoalan mencari pasangan. Lebih dari itu, seseorang perlu terlebih dahulu membangun kualitas dirinya agar mampu menjalani kehidupan rumah tangga dengan kematangan.

Menurutnya, proses memperbaiki diri selama masa belajar merupakan bagian dari persiapan tersebut. Mahasiswa dapat menggunakan fase ini untuk memperkuat ilmu, membangun karakter, serta belajar memahami dan mengelola relasi dengan orang lain.

“Perbaiki diri maka Allah akan memperbaiki jodoh kalian,” pungkas Alumni Pondok Pesantren Al-Ishom Jepara tersebut.

Cinta Membawa Kebaikan, Nafsu Sebaliknya

Dalam talk show tersebut, Ning Sheila juga mengajak mahasiswa memahami perbedaan antara cinta (mahabbah) dan nafsu. Menurutnya, cinta yang benar tidak seharusnya menjadi alasan seseorang melakukan tindakan yang bertentangan dengan nilai agama.

“Cinta tidak membuat seseorang berbuat dosa. Kalau berbuat dosa, itu namanya nafsu,” tegas influencer muda yang dikenal fasih di konten fikih perempuan kekinian itu.

Ia menjelaskan bahwa cinta memiliki pengaruh kuat terhadap tindakan seseorang. Apa yang dicintai akan cenderung mendapatkan perhatian, didekati, dan diikuti. Karena itu, mahasiswa perlu berhati-hati dalam menentukan apa yang mereka cintai, termasuk melalui apa yang dikonsumsi di media sosial.

“Cinta itu akan menentukan tindakan seseorang. Ketika kita mencintai seseorang, kita akan menjadi hambanya,” ungkap Pengasuh Ponpes Baytil Quran Lirboyo Kediri itu.

Menurut Ning Sheila, perkembangan media sosial membuat seseorang semakin mudah berinteraksi dengan berbagai macam konten. Intensitas melihat dan mengonsumsi konten tertentu, apabila tidak disertai kemampuan menyaring, dapat memengaruhi cara pandang dan sikap seseorang.

“Cinta itu muncul karena sering kita lihat dan sering mengkonsumsi kontennya. Kemudian akan menirunya. Atau minimal akan mengiyakan dan mengatakan tidak berdasar opini yang dibangun,” jelasnya.

Karena itu, ia mengingatkan mahasiswa agar memiliki kontrol terhadap apa yang mereka lihat dan konsumsi setiap hari. Menurutnya, persoalan bermedia sosial tidak hanya berkaitan dengan durasi penggunaan, tetapi juga dengan bagaimana seseorang mengelola hati dan menentukan hal-hal yang dekat dengan dirinya.

“Menjadi bahaya, kalau kita tidak bisa mengontrol apa saja yang sering kita lihat,” imbuh putri dari Pengasuh Pondok Pesantren Al Baqarah, KH. Hasan Syukri Zamzami Lirboyo dan Nyai Hj. Hannah Zamzami tersebut.

Ia pun mengajak Gen Z untuk memastikan bahwa hal-hal yang dicintai dan sering hadir dalam kehidupan mereka merupakan sesuatu yang membawa kebaikan. Dengan demikian, kedekatan dengan sesuatu yang baik diharapkan turut membentuk perilaku yang baik.

“Kita bermedsos, harus mengkondisikan perasaan kita itu seperti apa. Kalau kita mencintai sesuatu, pastikan itu hal baik. Sehingga ketika kita sering melihatnya, menjadi ikut baik,” tutur Khafidzah di usia 13 tahun tersebut.

Mahabbah Menjadi Bekal dalam Belajar

Ning Sheila selanjutnya mengaitkan cinta dengan proses belajar mahasiswa. Menurutnya, seseorang akan lebih mudah menjalani suatu aktivitas apabila telah memiliki kecintaan terhadap hal yang dikerjakannya.

Dalam konteks mahasiswa, kecintaan terhadap ilmu dan proses belajar dapat menjadi bekal agar aktivitas akademik tidak hanya dijalani sebagai kewajiban, tetapi juga dengan kesadaran dan kerelaan.

“Bekal melakukan sesuatu adalah mahabbah. Kalau kamu cinta, maka akan kamu lalui dengan suka rela,” ujar perempuan kelahiran 30 Januari 1997 tersebut.

Namun, ia menyadari bahwa tidak semua hal yang dipelajari seseorang langsung disukai. Karena itu, mahasiswa perlu belajar mengondisikan hati agar tetap terbuka terhadap ilmu yang sedang dipelajari.

“Belajar mengkondisikan hati saat kita mempelajari sesuatu yang belum kita cintai,” pesan istri dari Cak Mad alias Gus Ahmad Kafabihi Mahrus itu.

Pesan tersebut menjadi bagian dari bekal bagi mahasiswa baru dalam memasuki kehidupan perkuliahan. Selain membangun kemampuan akademik, mereka juga diajak untuk belajar mengelola hati, memilih lingkungan, menyaring konsumsi media sosial, serta memahami relasi secara lebih dewasa.

Penulis: Makhfud Syawaludin

  • Penulis: Makhfud Syawaludin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Innalillahi, H Shofwan Fauzi Ketua Panitia Pembangunan Kantor NU Pasuruan Wafat

    Innalillahi, H Shofwan Fauzi Ketua Panitia Pembangunan Kantor NU Pasuruan Wafat

    • calendar_month Sel, 5 Jul 2022
    • visibility 490
    • 0Komentar

    Wonorejo, NU PasuruanKabar duka menyelimuti pengurus dan Nahdliyin serta keluarga Pondok Pesantren Terpadu (PPT) Al-Yasini Pasuruan. Salah seorang A’wan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan periode 2016-2021 H Shofwan Fauzi wafat, Selasa (05/07/2022). H Shofwan juga suami almarhumah Ibu Nyai Hj Maslucha putri Ibu Nyai Hj Zakiyah, Pengasuh PPT Al-Yasini, Dusun Areng-Areng, Desa Sambisirah, […]

  • ONPASY Perbankan Syariah STAI Salahuddin Sukses, Peserta Minta Diadakan Setiap Tahun

    ONPASY Perbankan Syariah STAI Salahuddin Sukses, Peserta Minta Diadakan Setiap Tahun

    • calendar_month Sel, 21 Feb 2023
    • visibility 471
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU PasuruanHimpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Perbankan Syariah, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin Pasuruan sukses menggelar Olimpiade Perbankan Syariah (ONPASY), Sabtu dan Ahad (28, 30/01/2023). ONPASY menjadi satu dari beberapa kegiatan dalam memperingati dan bersyukur untuk Dies Maulidiyah ke-22 STAI Salahuddin Pasuruan dan Dies Maulidiyah Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pasuruan […]

  • Islam Tanpa Organisasi Tidak Akan Besar

    • calendar_month Sel, 18 Des 2018
    • visibility 1.085
    • 1Komentar

    Ustadz Abdus Salam, Pengasuh Yayasan Al Karomah Pandan Purwosari, mengatakan bahwa Organisasi memiliki peranan penting bagi eksistensi dan kemajuan agama Islam. “Islam tanpa organisasi tidak akan besar,” tegasnya dalam acara Upgrading dan Rapat Kerja Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PKPT IPNU-IPPNU) Universitas Yudharta Pasuruan bertempat di […]

  • Di Tengah Covid-19, Shof Sholat Jumat di Masjid Baiturrohman Tebas Gondangwetan Pasuruan Berjarak

    Di Tengah Covid-19, Shof Sholat Jumat di Masjid Baiturrohman Tebas Gondangwetan Pasuruan Berjarak

    • calendar_month Sab, 25 Apr 2020
    • visibility 1.115
    • 0Komentar

    Berdasarkan surat edaran dari PCNU Kabupaten Pasuruan terkait dengan pelaksanaan sholat jum’at, MWCNU Gondangwetan juga mengeluarkan instruksi terkait pelaksanaan sholat Jum’at, sholat maktubah dan sholat tarawih. Pengurus Ranting NU Tebas melalui takmir Masjid Baiturrohman, Desa Tebas Kec. Gondangwetan Kab. Pasuruan, menerapkan sholat jum’at berjarak, Jum’at 1 Ramadhan 1441 H/24 April 2020. Kegiatan Ini terselenggara dengan […]

  • NU Peduli Pasuruan Distribusikan Ribuan Nasi Bungkus Kepada Warga Terdampak Banjir

    NU Peduli Pasuruan Distribusikan Ribuan Nasi Bungkus Kepada Warga Terdampak Banjir

    • calendar_month Ming, 2 Feb 2025
    • visibility 872
    • 0Komentar

    Rejoso, NU Pasuruan NU Peduli Kabupaten Pasuruan relawan bagikan ribuan nasi bungkus kepada warga yang terdampak banjir, Jum’at (31/01/2024). Kordinator NU Peduli Kabupaten Pasuruan M Nawawi mengatakan bahawasannya dari hasil assesmen yang di dapatkan masih ada beberapa desa di Kecamatan Rejoso yang tergenang banjir hingga satu meter. “Dari data yang diperoleh sekitar 600 Kepala Keluarga […]

  • 10.000 Santri Madin Kecamatan Grati Ikut Pawai Ta’aruf Tahun Baru 1441 H

    • calendar_month Sel, 24 Sep 2019
    • visibility 750
    • 0Komentar

    10.000 Santri Madin Kecamatan Grati Ikut Pawai Ta’aruf Tahun Baru 1441 H Dalam rangka memperingati Hari Besar Islam, Tahun Baru Islam 1441 H, Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kecamatan Grati bekerja sama dengan LP Maarif NU Kabupaten Pasuruan menggelar Pawai Ta’aruf (22/09/2019). Adapun rute pawai, start di Pendopo Wisata Ranu Grati dan berakhir di lapangan […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca