Berjibaku Padamkan Karhutla Arjuno, Ada Relawan Bagana Pasuruan Tertimpa Batu
- account_circle Makhfud Syawaludin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar

Prigen, NU Pasuruan
Barisan Ansor Serbaguna Tanggap Bencana (Bagana) Kabupaten Pasuruan berjibaku membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng Gunung Arjuno pada 16–18 Oktober 2026. Medan yang terjal, vegetasi yang rapat, hingga ancaman material batu yang jatuh menjadi tantangan bagi para relawan selama menjalankan misi kemanusiaan tersebut.
Wakil Ketua Bidang Kebencanaan PC GP Ansor Kabupaten Pasuruan, Sahabat Misbahuddin, menceritakan bahwa kebakaran di kawasan Gunung Arjuno membutuhkan penanganan khusus. Pasalnya, lokasi kebakaran berdekatan dengan kawasan permukiman warga, terutama di wilayah Prigen dan Sukorejo.
“Karhutla di kawasan Gunung Arjuno membutuhkan penanganan khusus karena lokasinya cukup dekat dengan permukiman warga,” ujarnya kepada NU Pasuruan, Ahad (25/10/2026).
Untuk membantu mengendalikan kebakaran, Satkorcab Bagana Kabupaten Pasuruan menerjunkan sejumlah personel ke lokasi. Dalam operasi tersebut, mereka juga berkoordinasi dengan Satkorcab Bagana Bangil guna mendukung upaya pemadaman di kawasan terdampak.
“Kami akan terus berupaya untuk berkomunikasi menangani karhutla di gunung Arjuno,” paparnya.
Misbahuddin berharap kerja sama antartim dapat membantu mengendalikan kobaran api sehingga tidak semakin meluas dan mengancam kawasan hutan maupun permukiman penduduk.
“Harapannya, wilayah yang terbakar tidak semakin meluas,” tambahnya.
Di balik upaya pemadaman, para relawan harus menghadapi medan yang berat dan berisiko. Lereng yang curam serta vegetasi yang rapat menyulitkan pergerakan personel untuk menjangkau titik kebakaran. Selain itu, potensi bahaya di sekitar lokasi juga menuntut relawan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan selama bertugas.
Salah seorang relawan, Sahabat Hendra, menyampaikan bahwa kondisi medan di lokasi kebakaran cukup menyulitkan pergerakan tim. Selain menghadapi kobaran api, relawan juga harus mewaspadai potensi bahaya lain selama bertugas.
“Sebagian relawan dilaporkan mengalami kejatuhan batu saat melakukan pemadaman sehingga harus mendapatkan penanganan medis,” terangnya.
Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa operasi pemadaman karhutla tidak hanya membutuhkan ketahanan fisik dan kerja sama tim, tetapi juga kesiapan menghadapi berbagai risiko di lapangan. Karena itu, keselamatan personel harus menjadi perhatian utama dalam setiap tahapan penanganan bencana.
Kepala Satuan Banser Tanggap Bencana (Bagana), Amru Sony, menekankan pentingnya keselamatan relawan dalam setiap operasi penanganan bencana. Menurutnya, kondisi medan yang terjal dan berbagai potensi bahaya di lokasi kebakaran harus menjadi pertimbangan dalam menentukan langkah penanganan.
“Upaya pemadaman karhutla membutuhkan kerja sama antartim, strategi yang sesuai dengan kondisi medan, serta dukungan peralatan keselamatan, logistik, komunikasi, dan layanan medis,” terangnya
Ia juga mengingatkan seluruh relawan agar tetap mengutamakan keselamatan saat menjalankan tugas kemanusiaan di kawasan Gunung Arjuno.
“Bagi para relawan tetap perhatikan keselamatan dalam menjalankan tugas,” tegasnya.
Keterlibatan Bagana Kabupaten Pasuruan dalam penanganan karhutla tersebut menjadi bagian dari khidmah kemanusiaan GP Ansor sekaligus wujud kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Bagi para relawan, upaya membantu memadamkan kebakaran merupakan tanggung jawab bersama untuk melindungi kawasan hutan dan masyarakat di sekitarnya.
“Sebagai pengurus Ansor kepedulian lingkungan merupakan bagian dari khidmat,” jelasnya.
Di tengah beratnya medan dan risiko yang dihadapi, para relawan berharap proses pemadaman berjalan lancar dan seluruh personel dapat menjalankan tugas dengan selamat.
“Bismillah semoga kita diberikan keselamatan dalam memadamkan karhutla di Lereng gunung Arjuno,” tutupnya.
Penulis: Mokh Faisol
Editor: Makhfud Syawaludin
- Penulis: Makhfud Syawaludin

Saat ini belum ada komentar