Ketua PCNU Pasuruan Tegaskan Masalah Umat Harus Ditangani Sesuai Ahlinya dan Berprinsip Syariat
- account_circle Makhfud Syawaludin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 13
- comment 0 komentar

Tutur, NU Pasuruan
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menekankan pentingnya pembagian peran secara profesional dalam menangani pelbagai persoalan sosial di masyarakat. Setiap masalah hendaknya diserahkan kepada lembaga atau pihak yang memiliki kompetensi di bidangnya.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin (Gus Ipong), dalam kegiatan istighosah rutin yang berlangsung di Masjid Besar An-Nur Nongkojajar, Kabupaten Pasuruan, Jumat (16/10/2026).
Gus Ipong menjelaskan bahwa penyelesaian problem kemasyarakatan tidak dapat dilakukan secara parsial atau berdiri sendiri, melainkan harus berbasis sinergi sesuai tusi (tugas dan fungsi) masing-masing.
“Tidak bisa kita bekerja sendiri-sendiri. Harus bersama-sama berdasarkan tugasnya,” ujar Kiai Imron.
Ia memaparkan, persoalan keagamaan dan hukum Islam secara eksplisit menjadi ranah Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU). Sementara itu, urusan pemberdayaan ekonomi warga dikawal oleh Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU), dan sektor ketahanan pangan serta pertanian ditangani Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU). Adapun pemerintah bergerak sesuai dengan kewenangan regulasi yang dimiliki.
Mengedepankan Prinsip Halal-Haram dalam Ekonomi
Selain spesialisasi penanganan masalah, Kiai Imron juga mengingatkan warga Nahdliyin agar tetap memegang teguh batasan syariat dalam mencari nafkah. Ia menyoroti fenomena sebagian masyarakat yang kerap mencampuradukkan alasan kebutuhan ekonomi dengan norma agama, seperti memaksakan hukum memelihara atau beternak babi demi motif keuntungan semata.
“Urusan duwek (uang) juga harus memperhatikan halal dan haram,” tegasnya.
Gus Ipong menceritakan pengalamannya saat mendampingi LBMNU PWNU Jawa Timur yang pernah diminta menggali rujukan fikih terkait persoalan ekonomi. Pada momen itu, ia teringat pesan mendalam dari Kiai Adnan agar umat tidak menyempitkan peluang rezeki dengan melirik hal-hal yang dilarang agama.
“Yang halal itu masih banyak, kenapa cari yang haram,” ucapnya menirukan pesan Kiai Adnan.
Menurutnya, peluang usaha berbasis produk halal sangat melimpah dan berpotensi bernilai ekonomi tinggi jika dikelola secara kreatif, seperti pengolahan komoditas pangan lokal tahu dan tempe.
Konfercab Tertunda, Kegiatan Ranting Harus Tetap Berjalan
Pada kesempatan yang sama, Kiai Imron menyampaikan informasi terkait dinamika keorganisasian di tingkat cabang. Pelaksanaan Konferensi PCNU Kabupaten Pasuruan saat ini mengalami penundaan karena masih menunggu keputusan dan instruksi teknis dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Pihaknya menyerahkan sepenuhnya mekanisme organisasi kepada PBNU, baik terkait perpanjangan masa khidmah kepengurusan maupun penunjukan pengurus karteker.
Meski demikian, Kiai Imron menginstruksikan seluruh jajaran kepengurusan di tingkat bawah agar tidak menjadikan proses transisi ini sebagai kendala dalam berkhidmat.
“Yang terpenting adalah kegiatan di ranting atau di bawahnya harus terus berjalan meskipun kita sedang mempersiapkan konferensi,” pungkasnya.
Penulis: Mokh Faisol
Editor: Makhfud Syawaludin
- Penulis: Makhfud Syawaludin

Saat ini belum ada komentar