Breaking News
light_mode

Begini Cara Melawan Bahaya Konsumerisme Ala Gus Syarif

  • account_circle Makhfud Syawaludin
  • calendar_month Kam, 6 Mar 2025
  • visibility 1.486
  • comment 1 komentar

Pohjentrek, NU Pasuruan

Wakil Sekretaris Pengurus Cabang (PC) Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Pasuruan Gus Syarif Hidayatullah menerangkan metode agar tidak terjerumus kepada perilaku konsumerisme. Yakni kebiasaan seseorang dalam membeli sesuatu yang bertujuan untuk mencapai kepuasan dan status sosial. Bukan untuk tujuan memenuhi kebutuhan.

“Kita sekarang berada di era yang mana gaya hidup menjadi tujuan utama bagi setiap orang. Kita telah mengesampingkan kebutuhan kita sehari-hari dan kita lebih mendahulukan gaya hidup,” ujarnya di Program Hidayat Ramadhan (Hikam) di kanal YouTube NU Pasuruan.

Keluarga Pondok Pesantren Salafiyah Al-Choliliyah Lekok itu juga menerangkan, cukup banyak orang yang membeli barang mewah dan barang branded. Tujuannya hanya sekedar melampiaskan hasrat untuk memenuhi gaya hidupnya.

“Sampai-sampai banyak orang yang rela melakukan segala cara. Menghalalkan segala cara untuk memenuhi gaya hidupnya. Orang berani mencuri, orang berani merampas hak orang lain, orang berani mencopet, membegal, hingga korupsi,” imbuh Alumnus Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pasuruan (Saat ini menjadi Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan) itu.

Menyadari akan bahaya konsumerisme itu, Ia mengingatkan tentang syariat yang dibawa oleh Rasulullah Saw. Bahwa dalam menjalani kehidupan yang dapat memperoleh rasa bahagia dan ketenteraman, dapat dilalui dengan mempraktikkan konsep syukur.

“Ketika orang bersyukur atas apa yang diberikan oleh Allah Swt. Maka kita tidak akan berpaling untuk memenuhi gaya hidup hingga menghalalkan segala cara untuk mencapainya. Ketika kita bersyukur, maka apa yang diberikan oleh Allah SWT itu sudah cukup. Karena Allah lebih tau apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita mau,” ujar Alumni Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah (DALWA) Bangil itu.

“Ketika kita bersyukur. Ketika kita menerima apa yang diberi Allah. Maka Allah akan menambah apa yang kita miliki. Allah akan menambah apa yang ada pada kita, (baik yang bersifat) materi, kesehatan, atau apapun itu,” pungkasnya.

Sumber: Hikam di Youtube NU Pasuruan, Ahad (02/03/2025).

Penulis: Fatmatul Jannah

Editor: Makhfud Syawaludin

  • Penulis: Makhfud Syawaludin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apakah Menangis Membatalkan Puasa ? Simak Penjelasannya

    Apakah Menangis Membatalkan Puasa ? Simak Penjelasannya

    • calendar_month Kam, 6 Mar 2025
    • visibility 5.635
    • 1Komentar

    Menangis adalah respons alami manusia terhadap berbagai perasaan, seperti kesedihan, kebahagiaan, atau ketakutan. Namun, ketika seseorang menjalankan ibadah puasa, muncul pertanyaan: apakah menangis dapat membatalkan puasa? 10 Hal yang Membatalkan Puasa Menurut Syekh Ibnu Qasim Dalam kitabnya, Syekh Ibnu Qasim menjelaskan bahwa ada 10 hal yang dapat membatalkan puasa, yaitu: Apakah Menangis Membatalkan Puasa? Menurut […]

  • Safari Ramadhan PCNU Pasuruan, Perkuat Kaderisasi hingga Kemandirian Ekonomi NU Play Button

    Safari Ramadhan PCNU Pasuruan, Perkuat Kaderisasi hingga Kemandirian Ekonomi NU

    • calendar_month Rab, 25 Feb 2026
    • visibility 319
    • 0Komentar

    Sukorejo, NU Pasuruan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PCNU Kabupaten Pasuruan menggelar safari Ramadhan di masjid besar Al Mukhlashin, Selasa (24/02/2026). Wakil Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan Ilham Wahyudi mengatakan progam PCNU Kabupaten Pasuruan pertama adalah kaderisasi di masing masing banom dan MWCNU. “Alhamdulillah MWCNU Sukorejo sudah melaksanakan kaderisasi di semua tingkatan,” ujarnya. Kedua adalah bidang pendidikan […]

  • KH Imron Mutamakkin: Melalui Dakwah, Satu Jiwa Terselamatkan Lebih Berharga dari Dunia

    KH Imron Mutamakkin: Melalui Dakwah, Satu Jiwa Terselamatkan Lebih Berharga dari Dunia

    • calendar_month Sen, 20 Okt 2025
    • visibility 533
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Pengurus Cabang (PC) Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Lomba Dai Nusantara di Aula PCNU Kabupaten Pasuruan, Ahad (19/10/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri dan bertujuan menggali potensi dakwah di kalangan pelajar dan santri. Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin atau […]

  • Di Ngarak Catin LKKNU Pasuruan, Peserta Dibekali 10 S

    Di Ngarak Catin LKKNU Pasuruan, Peserta Dibekali 10 S

    • calendar_month Rab, 6 Jul 2022
    • visibility 355
    • 0Komentar

    Rejoso, NU PasuruanPengurus Cabang (PC) Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Kabupaten Pasuruan gelar Ngaji Pranikah Bagi Calon Pengantin (Ngarak Catin), Rabu (06/07/2022). Kegiatan dipusatkan di Balai Nikah dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rejoso, Jl. Raya Pantura No.23, Desa Rejoso Lor. Ketua LKKNU Ustadz Nur Khotib menuturkan, tujuan Ngarak Catin untuk membekali […]

  • Menjadi Calon Ketua Umum, Nur Rizky Amania Usung Visi PMII Pasuruan Berkarakter

    Menjadi Calon Ketua Umum, Nur Rizky Amania Usung Visi PMII Pasuruan Berkarakter

    • calendar_month Ming, 5 Feb 2023
    • visibility 588
    • 0Komentar

    Gondangwetan, NU PasuruanBadan Pekerja Konferensi Cabang (BPK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pasuruan ke XXI, menetapkan 3 (tiga) Calon Ketua Umum Pengurus Cabang (PC) PMII Pasuruan masa khidmat 2023-2024. Akhmad Ghozi dari Pengurus Komisariat (PK) PMII Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT). Kemudian Hafid Zaini dari PK PMII Ki Hajar Dewantara. Terakhir, Nur Rizky Amania dari […]

  • Lulusan Pesantren Punya Soft Skill dan Ketahanan Hidup yang Kuat

    Lulusan Pesantren Punya Soft Skill dan Ketahanan Hidup yang Kuat

    • calendar_month Jum, 10 Okt 2025
    • visibility 543
    • 0Komentar

    Kejayan, NU Pasuruan Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU), KH Abdullah Syamsul Arifin (Gus Aab) menyebut bahwa sistem pendidikan pesantren telah lama menanamkan apa yang kini disebut soft skill education, jauh sebelum istilah itu populer di dunia akademik modern. Hal tersebut ia sampaikan dalam Silaturahmi Pengasuh Pondok Pesantren se-Kabupaten Pasuruan di RSNU […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca