Begini pesan KH. Imron Mutamakkin saat Istighosah Rutin PCNU Kabupaten Pasuruan

0

Follow Channel WhatsApp NU Pasuruan untuk mendapatkan update terbaru seputar NU di Kabupaten Pasuruan.

Klik Disini dan Follow.

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, Istiqomah menggelar Istighosah Rutin. Pada hari Jum’at, 18 Muharram 1440 H/28 September 2018, Istighosah bertempat di Masjid al-Ikhsan, wilayah kerja Pengurus ranting NU Karang Tengah MWC NU Winongan.

Dalam tausiyahnya, KH. M. Imron Mutamakkin berharap masyarakat untuk mensukseskan Program Matikan TV saat Maghrib hingga Isya’. Selain itu, Gus Ipong, sapaan akrabnya, mengajak masyarakat agar mendukung pemerintah kabupaten Pasuruan dan Berkampanye Damai.

“Pasca Pilkada, mohon semua warga kompak mendukung pemerintah, khususnya Bupati Wakil Bupati Pasuruan, dan meninggalkan kebiasaan menghujat saat kampanye”, ujar Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pasuruan tersebut.

Baca Juga :   PCNU Kab. Pasuruan Turunkan Bantuan Tahap I Gerakan 50.000 Masker Melalui 19 MWCNU

Lebih lanjut, Gus Ipong menegasakan akan bahaya Narkoba .

“Mari tetap waspada akan peredaran barang haram tersebut. karena hal itulah yang secara tidak langsung dapat menggerogoti generasi NU di masa depan”, pungkas Pengasuh Pondok Pesantren Besuk Pasuruan tersebut.

Dalam acara tersebut, pembacaan Istighosah dipimpin oleh KH. Nurul Huda. Selanjutnya, disampaikan sambutan-sambutan yang disampaikan oleh Ustadz Abdul karim selaku ketua MWCNU Winongan dan Camat winongan. Selain itu, dilakukan pembacaan Bahtsul Masa oleh PC LBM NU dan Laporan aksi Peduli Gempa Lombok oleh PC Lazisnu Kabupaten Pasuruan. (Subhani/Nicky/Makhfud).


Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Mulai berlangganan untuk menerima artikel terbaru di email Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2024 | CoverNews by AF themes.

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca