Breaking News
light_mode

Belum Dilepas, Mahasiswa ITSNU-STAI Salahuddin Pasuruan Diminta Publikasi Tradisi Ancak

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Sel, 18 Jul 2023
  • visibility 848
  • comment 0 komentar

Prigen, NU Pasuruan

Masyarakat di Lingkungan Jeruk, Kelurahan Ledug, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, memiliki kearifan tradisi yang mewujud dalam Sedekah Bumi. Dengan rangkaian acara Orkes Melayu, Jumat (14/7/2023), Al-Banjari, Sabtu (15/7/2023), Ancak dan Ludruk, Ahad (16/7/2023), dan ditutup Pengajian Umum oleh KH Abdul Adzim Alwi, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Mojokerto, Senin (17/7/2023). Ancak menjadi acara inti dari Sedekah Bumi.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pasuruan dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin Pasuruan Nurhadi mengungkapkan kekaguman. Sebab di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern sekarang. Ternyata, tradisi kuno, Ancak dalam Sedekah Bumi itu terus menyala seperti obor yang mempertahankan kearifan lokal di Lingkungan Jeruk, Kelurahan Ledug yang asri.

“Kelompok kami bersyukur, dipercaya untuk membantu dalam mendokumentasikan kegiatan Sedekah Bumi. Bahkan sebelum kami benar-benar dilepaskan sebagai peserta KKN,” imbuhnya kepada NU Pasuruan, Senin (17/7/2023).

Diketahui, Pelepasan Peserta KKN Kolaborasi ITSNU Pasuruan dengan STAI Salahuddin Pasuruan dilaksanakan di Aula KH Achmad Djufri, Graha NU Pasuruan, Jalan Raya Warungdowo (Barat Lapangan), Kecamatan Pohjentrek, Senin (17/7/2023).

Tentang Ancak Warga Jeruk

Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Bumi Lestari Mulyorejo Kasiman Bambang Wisang Geni menjelaskan, Ritual Ancak di Sedekah Bumi diadakan setiap 2 tahun sekali. Ancak merupakan simbolisasi dari penghargaan dan rasa syukur warga kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil bumi yang melimpahnya.

“Ancak Sedekah Bumi telah diwariskan oleh nenek moyang kami selama berabad-abad. Ritual ini merupakan bentuk ungkapan terima kasih dan rasa syukur kami kepada Tuhan atas hasil bumi yang melimpah,” imbuhnya.

Mbah Man, sapaan akrabnya, mengungkapkan filosofi dan pesan penting Ancak bagi kehidupan masyarakat Jeruk. Wadah Ancak yang berbentuk keranjang dari anyaman bambu, melambangkan kebersamaan dan persatuan. Terkumpulnya hasil bumi setiap warga di Ancak, mengajarkan pentingnya berbagi dan gotong royong.

“Ancak juga merupakan simbol kesediaan hati untuk menerima berkah. Kami menempatkan hasil panen kami di Ancak sebagai tanda keterbukaan hati dan rasa syukur yang mendalam,” katanya penuh semangat.

Dirinya juga menyatakan, betapa penting peran generasi muda dalam melestarikan tradisi Ancak di Sedekah Bumi. Ia dan warga yang lain pun mengajarkan nilai-nilai luhur dalam tradisi ini kepada anak cucunya masing-masing.

“Kami ingin mereka menghargai dan mempertahankan kearifan lokal ini. Agar tradisi ini terus hidup dalam keluarga dan masyarakat di lingkungan Jeruk. Dengan dukungan generasi muda, kami percaya bahwa Ancak Sedekah Bumi akan terus menjadi cahaya yang menyinari desa kami. Mengingatkan kami tentang pentingnya rasa syukur dan gotong royong dalam menjalani kehidupan,” tandasnya.

Diketahui, warga begitu bersemangat dan bersukacita saat hari perayaan tiba. Bahkan warga dari luar Lingkungan Jeruk ikut serta menyemarakkan tradisi Ancak. Sebelum diarak, ada prosesi memindahkan Ancak dari rumah warga ke rumah Kepala Rukun Tetangga (RT).

Saat warga memikul Ancak di atas bahu dan berjalan iring-iringan dengan penuh keanggunan menuju Balai Lingkungan Jeruk. Saat itulah dimulai Ancak di Sedekah Bumi. Tak terasa telah mewujud suasana haru dan rasa syukur yang begitu kental dalam setiap langkah prosesi Ancak. Lebih-lebih, Ancak ditutup dengan doa bersama dan persembahan hasil bumi.

Semangat Ancak Pasca Covid-19

Anggota Karang Taruna Renaldi Unggi Febriana bersyukur, pandemi Covid-19 telah meningkat semangat warga dalam menyelenggarakan Sedekah Bumi.

”Tahun ini kita dapat memeriahkan acara sedekah bumi karena tahun kemarin covid-19 belum usai. Jadi ini kesempatan bagi warga Lingkungan Jeruk untuk mengadakan dan betul-betul ingin mensukseskan acara ini,” imbuhnya.

Ia menambahkan, komitmen sebagai pemuda Lingkungan Jeruk. Untuk selalu berupaya dan berpartisipasi di semua kegiatan desa. Khususnya kegiatan yang kaitan dengan warisan tradisi dan budaya leluhur.

”Semoga 2 tahun yang akan datang acara ini bisa lebih meriah lagi dari tahun sekarang,” pungkasnya dengan tersenyum.

Penulis: M Rifan

Editor: Makhfud Syawaludin

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perbanyak Aktor Toleransi, GUSDURian Ajak Pelajar Diskusi Keislaman & Keindonesiaan

    • calendar_month Rab, 31 Jul 2019
    • visibility 328
    • 0Komentar

    Komunitas Gitu Saja Kok Repot (KGSKR) GUSDURian Pasuruan gelar Diskusi Kultural Anak Muda bertempat di Ruang Meeting Joglo Cottage, Saygon Cottages, Purwosari, Sabtu (30/7/2019). Kegiatan tersebut bekerja sama dengan PC IPNU-IPPNU Kabupaten Pasuruan & Bangil serta Cabang Dinas Pendidikan (Capdin) Prov. Jatim Wilayah Kab/Kota Pasuruan. Menurut Makhfud Syawaludin, Koordinator KGSKR, pelajar perlu lebih banyak diajak […]

  • PAC se Pasuruan Raya Ikuti Akreditasi PW Ansor Jatim, Ini Hasilnya

    PAC se Pasuruan Raya Ikuti Akreditasi PW Ansor Jatim, Ini Hasilnya

    • calendar_month Sen, 5 Sep 2022
    • visibility 553
    • 0Komentar

    Beji, NU PasuruanPimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Nahdlatul Ulama (NU) Bangil, Kota dan Kabupaten Pasuruan menggelar ‘Visitasi Assesor Akreditasi’ di Aula Anisah Foundation, Desa Sidowayah, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Ahad (04/09/2022). Kegiatan visitasi diikuti ketua dan sekretaris atau tim akrediasi yang berasal dari dua puluh delapan (28) Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor […]

  • Menuju Konfercab XVIII, IPPNU Kab. Pasuruan Gelar Pelatihan Persidangan

    Menuju Konfercab XVIII, IPPNU Kab. Pasuruan Gelar Pelatihan Persidangan

    • calendar_month Sel, 29 Des 2020
    • visibility 835
    • 0Komentar

    Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC IPPNU) Kabupaten Pasuruan dalam waktu dekat berencana untuk mengadakan musyawarah pergantian kepengurusan dalam ajang yang dikenal dengan istilah Konferensi Cabang. Oleh karena itu, dalam rangka mempersiapkan agenda Konferensi Cabang XVIII PC IPPNU Kabupaten Pasuruan, PC IPPNU Kabupaten Pasuruan mengadakan Pelatihan Teknik Persidangan dengan mengundang 2 (dua) orang […]

  • Harlah NU, JQHNU Rejoso Gelar Khotmil Qur’an

    Harlah NU, JQHNU Rejoso Gelar Khotmil Qur’an

    • calendar_month Kam, 16 Jan 2025
    • visibility 698
    • 0Komentar

    Rejoso, NU Pasuruan Peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama Pimpinan Anak Cabang (PAC) Jam’iyah Qurro’ Wal Huffadh NU (JQHNU) Kecamatan Rejoso menggelar Khotmil Quran, di MWCNU Kecamatan Rejoso, Rabu (15/01/2025). Ketua PAC JQHNU Rejoso, Ustad Zainuddin, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan swadaya guru guru TPQ yang ingin ikut memeriahkan harlah NU yang ke 102 dan […]

  • Agar Puasa Tidak Batal, Begini Cara dan Bersuci saat Buang Air

    Agar Puasa Tidak Batal, Begini Cara dan Bersuci saat Buang Air

    • calendar_month Sel, 5 Apr 2022
    • visibility 3.853
    • 1Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin menjelaskan, beberapa hal yang harus diperhatikan saat melakukan buang air besar atau berak dalam kondisi berpuasa. Musabbabnya, memasukkan jari ke dalam dubur dapat membatalkan puasa. “Kecuali terpaksa. Karena kotoran (tinja) sulit keluar. Tidak bisa keluar tanpa memasukkan jari ke dalam dubur,” […]

  • Inovatif, Fatayat NU Pohjentrek Bagikan Takjil Pagi Hari untuk Kemudahan Ibu-Ibu

    Inovatif, Fatayat NU Pohjentrek Bagikan Takjil Pagi Hari untuk Kemudahan Ibu-Ibu

    • calendar_month Sel, 18 Mar 2025
    • visibility 1.239
    • 1Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Pohjentrek menggelar program Berbagi Menu Takjil Gratis di Desa Tidu, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, pada Ahad (16/3/2025). Tahun ini, PAC Fatayat NU Pohjentrek menyiapkan 100 porsi untuk masyarakat. Ketua PAC Fatayat NU Pohjentrek, Neng Ida, menjelaskan bahwa konsep berbagi tahun ini berbeda dari sebelumnya. Jika […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca