Breaking News
light_mode

Hikam LDNU: Iman Lebih Berharga dari Berlian

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Kam, 6 Mar 2025
  • visibility 1.349
  • comment 0 komentar

Pohjentek, NU Pasuruan

Pengurus Cabang (PC) Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Hikayat Ramadhan (Hikam). Kegiatan tersebut dilaksanakan secara online di Media Sosial NU Pasuruan.

Gus Ufair Miqdad selaku narasumber mengatakan bahwasnya pada bulan suci ramadhan mari bersama sama memahmi tentang pentingnya sebuah iman sebagai mana sabda nabi yang artinya tidak ada satu hal apapun di dunia ini yang lebih utama dari pada iman kepada Allah dan bermanfaat kepada kaum muslim.

“Pada momentum bulan puasa mari kita bersama sama memahami pentingnya sebuah iman,” ujarnya beberapa hari lalu di Media NU Pasuruan.

Dai muda asal Pondok Pesantren Besuk menjelaskan iman memiliki nilai yang jauh lebih berharga dibandingkan dengan segala hal yang berharga di dunia, termasuk berlian. Artinya jika seseorang diberikan pilihan antara berlian dan sesuatu yang bernilai tinggi, tentu mereka akan memilih berlian karena mereka mengetahui nilai dan manfaatnya. Begitu pula dengan iman dan bulan Ramadhan keduanya adalah sesuatu yang sangat berharga bagi seorang Muslim.

“Kita harus menggunakan akal dan keimanan kita untuk memilih hal yang lebih berharga di sisi Allah, yaitu iman dan manfaat Ramadhan, bukan sekadar kesenangan duniawi,” tambahnya.

Dirinya merumpamaan tentang kambing yang memilih rumput dari pada berlian digunakan untuk menggambarkan bagaimana pilihan seseorang bergantung pada pemahamannya. Seekor kambing memilih rumput karena itulah yang dianggap berguna baginya, meskipun manusia tahu bahwa berlian jauh lebih berharga.

“Namun Jika dikasih pilihan antara berlian dan rumput, kita lebih memilih berlian karena kita tahu bahwa berlian itu lebih penting daripada rumput, lalu kenapa pilihan kita berbeda daripada seekor kambing, jelas tentu karena kita lebih memiliki akal dari pada kambing,” tutupnya.

Penulis : M.Ramadhan Mubarok

Editor : Mokh Faisol

Selengkapnya di Youtube NU Pasuruan

  • Penulis: NU Pasuruan

Rekomendasi Untuk Anda

  • PMM UNU Pasuruan  Usung Budidaya Selada Hidroponik Perkuat Ketahanan Pangan Desa Kedungboto

    PMM UNU Pasuruan Usung Budidaya Selada Hidroponik Perkuat Ketahanan Pangan Desa Kedungboto

    • calendar_month Jum, 31 Jul 2026
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Beji, NU Pasuruan Program Mahasiswa Mengabdi (PMM) Kelompok 15 Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan memulai pengabdian di Desa Kedungboto, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan Mengusung tema Ketahanan Pangan mahasiswa menghadirkan program unggulan budidaya selada dengan sistem hidroponik sebagai upaya mendukung ketersediaan pangan sekaligus memperkenalkan metode pertanian yang efisien bagi masyarakat pesisir. Kepala Desa Kedungboto, Subandi, menyampaikan […]

  • Bootcamp Proposal, Upaya UNU Pasuruan Genjot Riset PKM Lolos Hibah & Berdampak

    Bootcamp Proposal, Upaya UNU Pasuruan Genjot Riset PKM Lolos Hibah & Berdampak

    • calendar_month Sel, 23 Des 2025
    • visibility 377
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menggelar Bootcamp Penulisan Proposal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), Senin (22/12/2025). Kegiatan ini berlangsung di Rektorat Lantai 3 UNU Pasuruan, kompleks Perkantoran PCNU Kabupaten Pasuruan. Kepala LPPM UNU Pasuruan, Amang Fathurrohman menjelaskan, bootcamp ini bertujuan meningkatkan kapasitas dosen […]

  • Kisah Hebat Imam Bukhari Lepas dari Fitnah ā€˜Seribu Dinar’

    Kisah Hebat Imam Bukhari Lepas dari Fitnah ā€˜Seribu Dinar’

    • calendar_month Rab, 23 Agu 2017
    • visibility 1.661
    • 4Komentar

    ā€œSebelum menyimak kisah ini, ada baiknya kita hitung dulu berapa banyak 1000 dinar itu. Kalau 1 dinar setara dengan 4,25 gram emas murni, maka, 1000 dinar berarti 4.250 gram atau 4.25 kg. Jika 1 gram emas murni seharga Rp500.000, maka, seribu dinar senilai Rp2,125 miliar. Angka yang tidak kecil.ā€ Oleh: Aboe Khidir SEKARANG, mari kita […]

  • LPBINU Pasuruan Komitmen Tingkatkan Kinerja Penanggulangan Bencana

    LPBINU Pasuruan Komitmen Tingkatkan Kinerja Penanggulangan Bencana

    • calendar_month Sen, 29 Agu 2022
    • visibility 914
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan berkomitmen untuk memaksimalkan kinerja dalam pencegahan dan penanganan bencana daerah. Jumat (26/08/2022) kemarin, LPBINU menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dengan topik ā€˜Revitalisasi Pengurus dan Relawan LPBINU dalam Membangun Ketangguhan Terhadap Bencana Melalui adaptasi Perubahan Iklim di Kabupaten […]

  • Mencari Ilmu

    • calendar_month Rab, 23 Agu 2017
    • visibility 842
    • 0Komentar

    Oleh : KH Fahrurozi (Wakil Sekretaris PWNU Jatim ) Mencari ilmu wajib bagi setiap muslim dan muslimat sejak lahir hingga keliang lahat. Ilmu yang wajib diketahui pertama adalah tentang ilmu Keesaan Allah yaitu tauhid. ā€œOrang beribadah tapi tidak punya ilmu maka lebih baik dari pada orang tidur tapi berilmu,ā€ kata KH Fahrurozi, Wakil Sekretaris PWNU […]

  • Ratusan Warga Nahdiyin Hadiri Tahlil Kenang 40 Hari Wafatnya KH Muzakki Birul Alim

    Ratusan Warga Nahdiyin Hadiri Tahlil Kenang 40 Hari Wafatnya KH Muzakki Birul Alim

    • calendar_month Rab, 29 Nov 2023
    • visibility 1.112
    • 0Komentar

    Gondangwetan, NU Pasuruan Ratusan warga nahdiyin menghadiri 40 hari wafatnya almarhum Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) KH Muzakki Birul Alim di Pondok Pesantren Hidayatullah Tampung, Selasa (28/11/2023). Wafatnya Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatullaj Kiai Muzakki tentu menjadi pukulan keras bagi semua keluarga, kerabat, jamaahnya khususnya di kalangan PCNU Kabupaten Pasuruan dan kini sejarah hidup […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca