Breaking News
light_mode

Inovatif, Mahasiswa STAI Salahuddin Pasuruan Bikin Keripik dari Limbah Bonggol Pisang

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Jum, 16 Sep 2022
  • visibility 887
  • comment 0 komentar

Pohjentrek, NU Pasuruan

Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin Pasuruan yang tergabung dalam kelompok 3 Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) berhasil memberikan inovasi dalam mengolah limbah pelepah dan bonggol pisang di Desa Logowok, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan menjadi keripik.

Penanggung jawab kegiatan, Hamdan Robbani menyampaikan, sebagian besar kebun dan pekarangan di Desa Logowok banyak ditanami pohon pisang. Setelah panen, pelepah dan bonggolnya dibuang begitu saja sehingga mencemari lingkungan terutama sungai.

“Warga setempat belum mengetahui manfaat dan bagaimana cara mengolah limbah pelepah dan bonggol pisang kepok tersebut,” imbuhnya kepada NU Pasuruan, Jumat (19/09/2022).

Untuk itu, pihaknya menggelar ‘Pelatihan Pengolahan Limbah Bonggol Pisang Menjadi Keripik’ pada Sabtu (30/07/2022). Harapannya, masyarakat dapat mengetahui bahwa limbah pelepah dan bonggol pisang itu dapat diolah menjadi keripik. Lebih-lebih, cara pembuatannya cukup mudah.

“Pelepah dan bonggol pisang direndam dengan air kapur dan garam selama 24 jam. Kemudian dicuci bersih dan direndam dengan bumbu. Selanjutnya dibaluri dengan racikan tepung dan digoreng,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan, beberapa manfaat pelepah dan bonggol pisang. Diantaranya dapat menjadi penawar diabetes, menyembuhkan anemia, mengatur tekanan darah, membakar lemak di perut, menurunkan berat badan dan membersihkan saluran kemih.

Kepala Desa Legowok, Misbahul Munir mengucapkan terima kasih atas inovasi mahasiswa STAI Salahuddin Pasuruan. Pasalnya, kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) desa setempat sangat termotivasi dan semangat untuk belajar mengolah limbah pelepah dan bonggol pisang menjadi keripik.

“Dapat mengurangi limbah pelepah dan bonggol pisang yang selama ini mengotori lingkungan. Dan yang semula tak bernilai menjadi bernilai ekonomis,” pungkasnya.

Penulis: M Haril

Editor: Makhfud Syawaludin

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cegah Covid-19, PCNU Kab. Pasuruan Kembali Lakukan Edukasi & Pembagian Masker

    Cegah Covid-19, PCNU Kab. Pasuruan Kembali Lakukan Edukasi & Pembagian Masker

    • calendar_month Rab, 6 Mei 2020
    • visibility 1.035
    • 0Komentar

    Melihat perkembangan kasus covid-19 di kabupaten Pasuruan, upaya pencegahan dan penanggulanggan covid-19 terus dilakukan oleh Satgas Pencegahan Covid-19 PCNU kabupaten Pasuruan. Mulai dari penyemprotan disinfektan tempat ibadah dan fasilitas umum, hingga berkali-kali melakukan pembagian masker. Rabu, 6 Mei 2020 bertepat di Aula KH. A Jufri Graha PCNU kabupaten Pasuruan diadakan kegiatan sosialisasi pencegahan covid-19 di […]

  • Lahan Pertanian Kritis, Mahasiswa UNU Pasuruan Ajari Petani Bikin Pestisida dan Pupuk Organik

    Lahan Pertanian Kritis, Mahasiswa UNU Pasuruan Ajari Petani Bikin Pestisida dan Pupuk Organik

    • calendar_month Kam, 5 Okt 2023
    • visibility 896
    • 0Komentar

    Tosari, NU Pasuruan Menghadapi lahan kritis di Desa Kandangan, Mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Biologi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan memberi peningkatan kapasitas petani dalam pembenahan kualitas tanah melalui pembuatan pupuk organik. Kegiatan itu sebagai bagian dari pelaksanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Tahun 2023 di […]

  • 33 Pesantren Se-Pasuruan Raya Ikuti Lomba Panahan Santri 2020

    33 Pesantren Se-Pasuruan Raya Ikuti Lomba Panahan Santri 2020

    • calendar_month Kam, 22 Okt 2020
    • visibility 1.024
    • 0Komentar

    Dalam rangka memperingati Hari Santri 2020, yang dalam masa pandemi Covid-19, Robithoh Ma’had Islamiyah (RMI) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Lomba Panahan Santri 2020. Rabu (21/10/2020). Lomba ini sukses di gelar di Lapangan Pondok pesantren Alyasini Kab. Pasuruan. Lomba ini bekerja sama dengan Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) dan Dinas Pemuda dan Olahraga […]

  • Ketua PW Ishari Jatim : Ceritakan Berdirinya Ishari NU di Indonesia

    Ketua PW Ishari Jatim : Ceritakan Berdirinya Ishari NU di Indonesia

    • calendar_month Rab, 22 Nov 2023
    • visibility 1.390
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Pengurus Cabang (PC) Ikatan Seni Hadrah Republik Indonesia (Ishari) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Pasuruan menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) di Aula PCNU Kabupaten Pasuruan, Ahad (19/11/2023). Ketua Wilayah (PW) Ikatan Seni Hadrah Republik Indonesia (Ishari) KH. Muhammad Nuruddin mengatakan, berbicara Ishari maka harus bicara Pasuruan karena Ishari lahir, dibesarkan dan disebarkan oleh ulama […]

  • Di PKD Wonorejo, Cak Karim Ingatkan Tugas Ansor

    Di PKD Wonorejo, Cak Karim Ingatkan Tugas Ansor

    • calendar_month Ming, 6 Nov 2022
    • visibility 1.094
    • 0Komentar

    Wonorejo, NU PasuruanPimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, menggelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD), Jumat-Ahad (4-6/11/2022). Kali ini, seluruh peserta menggunakan sarung. Kegiatan yang dipusatkan di Aula Madrasah Ibtidaiyah Al-Hidayah, Pondok Pesantren Al-Hidayah, Desa Jatigunting, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, diikuti 79 peserta utusan Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor setempat. […]

  • Belajar dari Para Wisudawan Berprestasi STAI Salahuddin dan UNU Pasuruan

    Belajar dari Para Wisudawan Berprestasi STAI Salahuddin dan UNU Pasuruan

    • calendar_month Kam, 4 Des 2025
    • visibility 550
    • 0Komentar

    Sukorejo, NU Pasuruan Momentum wisuda menjadi tanda berakhirnya sebuah perjuangan dalam jenjang pendidikan tertentu. Di prosesnya, ada bentuk-bentuk perjuangan yang beragam. Namun terdapat garis merah atas perjuangan itu; kerja keras dan pantang menyerah. Bagi seorang pejuang, tentu berharap setiap akhirnya adalah happy ending. Bagi Akhmad Saifulloh Azzamzuri yang tumbuh dari keluarga petani di Dusun Sumbersari, […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca