Breaking News
light_mode

Inovatif, Mahasiswa STAI Salahuddin Pasuruan Bikin Keripik dari Limbah Bonggol Pisang

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Jum, 16 Sep 2022
  • visibility 906
  • comment 0 komentar

Pohjentrek, NU Pasuruan

Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin Pasuruan yang tergabung dalam kelompok 3 Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) berhasil memberikan inovasi dalam mengolah limbah pelepah dan bonggol pisang di Desa Logowok, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan menjadi keripik.

Penanggung jawab kegiatan, Hamdan Robbani menyampaikan, sebagian besar kebun dan pekarangan di Desa Logowok banyak ditanami pohon pisang. Setelah panen, pelepah dan bonggolnya dibuang begitu saja sehingga mencemari lingkungan terutama sungai.

“Warga setempat belum mengetahui manfaat dan bagaimana cara mengolah limbah pelepah dan bonggol pisang kepok tersebut,” imbuhnya kepada NU Pasuruan, Jumat (19/09/2022).

Untuk itu, pihaknya menggelar ‘Pelatihan Pengolahan Limbah Bonggol Pisang Menjadi Keripik’ pada Sabtu (30/07/2022). Harapannya, masyarakat dapat mengetahui bahwa limbah pelepah dan bonggol pisang itu dapat diolah menjadi keripik. Lebih-lebih, cara pembuatannya cukup mudah.

“Pelepah dan bonggol pisang direndam dengan air kapur dan garam selama 24 jam. Kemudian dicuci bersih dan direndam dengan bumbu. Selanjutnya dibaluri dengan racikan tepung dan digoreng,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan, beberapa manfaat pelepah dan bonggol pisang. Diantaranya dapat menjadi penawar diabetes, menyembuhkan anemia, mengatur tekanan darah, membakar lemak di perut, menurunkan berat badan dan membersihkan saluran kemih.

Kepala Desa Legowok, Misbahul Munir mengucapkan terima kasih atas inovasi mahasiswa STAI Salahuddin Pasuruan. Pasalnya, kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) desa setempat sangat termotivasi dan semangat untuk belajar mengolah limbah pelepah dan bonggol pisang menjadi keripik.

“Dapat mengurangi limbah pelepah dan bonggol pisang yang selama ini mengotori lingkungan. Dan yang semula tak bernilai menjadi bernilai ekonomis,” pungkasnya.

Penulis: M Haril

Editor: Makhfud Syawaludin

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • RUU Pesantren Dapat Dimanfaatkan Kelompok Islam Radikal! Harus Direvisi!

    • calendar_month Ming, 2 Des 2018
    • visibility 329
    • 0Komentar

    PCNU Kabupaten Pasuruan, melalui Lakpesdam (Lembaga Kajian & Pengembangan Sumber Daya Manusia) dan RMI (Rabithah Ma’ahid Islamiyah), gelar FGD RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan di Gedung Segoropuro Kompleks Pendopo Kabupaten Pasuruan, Rabu (28/11/2018). Kegiatan FGD tersebut didukung pula oleh Pemerintah Daerah melalui Dewan Riset Daerah Kabupaten Pasuruan. Dalam kegiatan tersebut, KH. Imron Mutamakkin berharap, RUU […]

  • Mengenal KH Achmad Djufri Rais Syuriah NU Pasuruan

    Mengenal KH Achmad Djufri Rais Syuriah NU Pasuruan

    • calendar_month Sel, 28 Apr 2026
    • visibility 448
    • 0Komentar

    KH Ahmad Djufri merupakan ulama yang lahir dilahirkan di Kota Pasuruan tahun 1317H/1900M dari pasangan suami istri Syekh Djufri dan Nyai Hj Sulhah. Sejak kecil pendidikannya di awasi langsung oleh kedua orang tuanya. Pendidikan Pada masa remaja beliau belajar ilmu agama dari banyak guru dan ulama ternama diantara adalah KH Abdullah bin Yasin Kebonsari, Kiai […]

  • Pesan KH Ma’sum Hasyim di Haul KH Muzakki Birul Alim

    Pesan KH Ma’sum Hasyim di Haul KH Muzakki Birul Alim

    • calendar_month Rab, 9 Okt 2024
    • visibility 1.466
    • 0Komentar

    Gondangwetan, NU Pasuruan Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Ma’sum Hasyim mengatakan bahwasannya hadir ke majelis haul yang bagus bagus maka akan mendapatkan barokah dan jangan sampai putus. “Bukan mereka yang butuh kita tetapi kita yang butuh ulama kepada,” ujarnya pada saat Haul Pertama KH Muzakki Birul Alim di Pondok Pesantren Hidayatullah, […]

  • Mengurus Masjid, Pengurus Harus Kaljasadil Wahid, Kalbunyanil Wahid

    • calendar_month Ming, 6 Jan 2019
    • visibility 406
    • 0Komentar

    Ustadz. Mundir Muslih, ketua Lembaga Ta’mir Masjid (LTM) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, berharap kepada kepengurusan Masjid dalam menjalankan tugasnya untuk memakmurkan Masjid memiliki sifat kaljasadil Wakhid & Kalbunyanil Wahid, sehingga antara satu pengurus dan yang lainnya saling membantu dan menguatkan serta menjaga kekompakan. “Kepengurusan Masjid yakni Nadzir dan Qoyyim/Ta’mir kaljasadil Wahid, Kalbunyanil […]

  • ISNU Purwosari, Gelar  Lomba Cipta Puisi Berikut Juaranya

    ISNU Purwosari, Gelar Lomba Cipta Puisi Berikut Juaranya

    • calendar_month Rab, 15 Jan 2025
    • visibility 1.514
    • 0Komentar

    Purwosari, NU Pasuruan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Purwosari mengadakan lomba cipta puisi dengan tema ‘Kiai NU’ di Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Purwosari, Jum’at (10/01/2025). Ketua PAC ISNU Purwosari M.Bahrudin mengatakan dalam rangka hari lahir NU 102 tahun tema kiai NU diambil untuk menumbuhkan rasa cinta pelajar kepada para […]

  • LKNU dan RMINU Pasuruan Targetkan 47 Poskestren melalui Pelatihan Santri Husada

    LKNU dan RMINU Pasuruan Targetkan 47 Poskestren melalui Pelatihan Santri Husada

    • calendar_month Kam, 13 Agu 2026
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Pengurus Cabang (PC) Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) bersama Robithoh Ma’had Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Kabupaten Pasuruan menggelar Pelatihan Santri Husada selama tiga hari, Senin-Rabu (10-12/8/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di tiga lokasi, yakni Aula LP Ma’arif NU Pasuruan, Balai Desa Karangpandan, dan Gedung Pancasila Universitas Yudharta Pasuruan. Pelatihan ini diikuti oleh perwakilan […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca