Breaking News
light_mode

Isra’ Mi’raj & Ekspresi Iman Imam al-Bushiriy

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Kam, 11 Mar 2021
  • visibility 802
  • comment 0 komentar

14 Abad yang lalu, Rasulullah pernah melakukan perjalanan yang dahsyat, yang secara logika berpikir tidak masuk akal, yakni perjalanan dari Masjid al-Haram di Mekah menuju Masjid al-Aqsha di Palestina, tidak lebih dari satu kedipan mata. Padahal, dengan transportasi yang ada saat itu, menunggang Unta misalnya, diperlukan waktu selama 40 hari. Bahkan hingga saat ini, pun belum ada teknologi yang mempu menciptakan alat transportasi secepat itu. Kalau bukan karena Iman, rasanya kita pun akan sulit untuk mempercayainya. Apalagi terkait mikraj Rasulullah ke langit ketujuh, melangkah melampaui Sidaratul Muntaha hingga berjumpa dengan Tuhan, Allah SWT. Bersyukurlah, kita telah diberikan Iman untuk mempercayai itu semuanya.

Ekspresi Iman terhadap Israโ€™ Miโ€™raj dalam praktisnya berbentuk beragam. Satu contoh misalnya, bukti Iman Imam al-Bushiriy terhadap Israโ€™ Miโ€™raj dapat ditemukan dalam Qasidah al-Burdahnya. Madah-madah yang digubah al-Bushiriy ini memang mengesankan sekali. Indah, sastrawi, dan membuat kita melambung secara spiritual, apalagi dipadu dengan adanya garapan musikal yang penuh estetika.

Berikut bait-bait yang Beliau tulis khusus mengenai peristiwa Isra Mikraj dan sudah penulis terjemahkan:

ุณูŽุฑูŽูŠู’ุชูŽ ู…ูู†ู’ ุญูŽุฑูŽู…ู ู„ูŽูŠู„ู‹ุง ุฅูู„ูŽู‰ ุญูŽุฑูŽู…ู *
ูƒูŽู…ูŽุง ุณูŽุฑูŽู‰ ุงู„ู’ุจูŽุฏู’ุฑู ูููŠู’ ุฏูŽุงุฌู ู…ูู‘ู†ูŽ ุงู„ุธูู‘ู„ูŽู…ู

Di kala malam engkau berjalan
dari Masjid al-Haram ke Masjid al-Aqsha
bagai purnama yang beredar
menembus gelapnya malam

ูˆูŽุจูุชูŽู‘ ุชูŽุฑู’ู‚ู€ู‰ ุฅูู„ู‰ ุฃูŽู†ู’ ู†ูู„ู’ุชูŽ ู…ูŽู†ู’ุฒูู„ูŽุฉู‹ *
ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุงุจู ู‚ูŽูˆู’ุณูŽูŠู’ู†ู ู„ูŽู…ู’ ุชูุฏู’ุฑูŽูƒู’ ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ุชูŽุฑูู…ู

Dan engkau terus meninggi
hingga capai sebuah tempat
tak pernah dicapai dan diasa

ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุชูŽุฎู’ุชูŽุฑูู‚ู ุงู„ุณูŽู‘ุจู’ุนูŽ ุงู„ุทูู‘ุจูŽุงู‚ูŽ ุจูู‡ูู…ู’ *
ููŠู ู…ูŽูˆู’ูƒูุจู ูƒูู†ู’ุชูŽ ูููŠู‡ู ุงู„ุตูŽู‘ุงุญูุจูŽ ุงู„ุนูŽู„ูŽู…ู

Engkau tembus langit tujuh petala, bertemu para nabi
Bersama kumpulan malaikat, engkau menjadi pembawa panji

ุญูŽุชู‰ูŽู‘ ุฅูุฐูŽุง ู„ูŽู…ู’ ุชูŽุฏูŽุนู’ ุดูŽุฃู’ูˆู‹ุง ู„ูู…ูุณู’ุชูŽุจูู‚ู *
ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฏูู‘ู†ููˆูู‘ ูˆูŽู„ุงูŽ ู…ูŽุฑู’ู‚ูŽู‰ ู„ูู…ูุณู’ุชูŽู†ูู…ู

Hingga tak ada batas terdekat yang engkau sisakan untuk orang yang ingin mendahului (mendekat)
dan tak ada tempat naik (yang engkau sisakan untuk pencari derajat tinggi)

ุฎูŽููŽุถู’ุชูŽ ูƒูู„ูŽู‘ ู…ูŽู‚ูŽุงู…ู ุจูุงู„ุฅูุถูŽุงููŽุฉู ุฅูุฐู’ *
ู†ููˆุฏููŠุชูŽ ุจูุงู„ุฑูŽู‘ูู’ุนู ู…ูุซู’ู„ูŽ ุงู„ู…ููู’ุฑูŽุฏู ุงู„ุนูŽู„ูŽู…ู

Dibandingkan dengan derajatmu derajat apapun menjadi rendah
kerena namamu dipanggil dengan rafaสป (keluhuran) sebagaimana สปalam mufrad

ุจูุดู’ุฑู‰ ู„ูŽู†ูŽุง ู…ูŽุนู’ุดูŽุฑูŽ ุงู„ู’ุฅูุณู’ู„ูŽุงู…ู ุฅูู†ู‘ ู„ูŽู†ูŽุง *
ู…ูู†ูŽ ุงู„ุนูู†ูŽุงูŠูุฉู ุฑููƒู’ู†ู‹ุง ุบูŽูŠู’ุฑูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุฏูู…ู

Kabar gembira, hai umat Islam!
Dengan inayah Allah
kita memiliki tiang kokoh
yang tak akan roboh

ู„ูŽู…ูŽู‘ุง ุฏูŽุนูŽุง ุงู„ู„ู‡ู ุฏูŽุงุนููŠู†ูŽุง ู„ูุทูŽุงุนูŽุชูู‡ู *
ุจูุฃูŽูƒู’ุฑูŽู…ู ุงู„ุฑูู‘ุณู’ู„ู ูƒูู†ูŽู‘ุง ุฃูŽูƒู’ุฑูŽู…ู ุงู„ูุฃูู…ูŽู…ู

Tatkala Allah panggil Nabi pengajak kita
kerena ketaatannya kepada-Nya
dengan panggilan Rasul termulia
Maka jadilah kita umat paling mulia

Kita yang hidup saat ini, melanjutkan ekspresi Iman tersebut dengan gaya dan langgam yang berbeda-beda. Di kampung penulis dan banyak dilakukan juga di lingkungan tradisional-religius lainnya, hampir setiap malam Jumat masjid dan surau-suraunya melantunkan salawat al-Burdah ini.

Maka, sangat tidak benar ketika Islam dikatakan mengharamkan musik secara keseluruhan. Sebagaimana Imam al-Bushiriy, para Wali Songo pun dalam berdakwahnya cukup kuat dengan kegiatan sastra tersebut. Melalui syair dan musik, agama menjadi indah dan umat Islam tidak mengalami kekeringan rohaniah, karena adanya tradisi estetik seperti ini. Menariknya, tradisi-tradisi bersyair dan bermusik tersebut memiliki potensi untuk mengasah naluri moderat umat Islam di manapun. Berdasar itu, boleh jadi musik merupakan salah satu fondasi โ€œtawwassuthiyyat al-Islamโ€, moderasi Islam.

Yang pasti, orang-orang dengan jiwa yang kering kerontang atau komunitas manusia tanpa pengetahuan sastrawi, tanpa kebudayaan, tanpa keindahan alam, tanpa tradisi estetika, tak akan mampu mengekpresikan keindahan agama melalui tradisi musik seperti ini. Alih-alih bersalawat dengan ekspresi estetik, orang-orang dan komunitas seperti itu malah menuding salawat dan berbagai ekspresi keindahan agama sendiri sebagai barang bidโ€™ah, munkar, dan syirik. Aneh tapi nyata bukan?

Sumber Bacaan: Syarh Burdah al-Madh. Muhammad al Bushiriy. Dar al-Quran. t.t. Hal 17-18.

Penulis: Vaurak Tsabat, Santri Penikmat Kopi di Pondok Besuk, Pasuruan

Editor: Makhfud Syawaludin

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekretaris LPBI NU: Santri Ngalah Pasuruan Berhasil Menerapkan Sistem Aquaponik

    • calendar_month Ming, 11 Nov 2018
    • visibility 659
    • 1Komentar

    Oktober 2018 lalu, para santri pondok pesantren Ngalah Purwosari mendapat bimbingan berupa pelatihan dari Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama untuk melakukan pembiakan tanaman dengan ikan menggunakan cara hidroponik. “Kami mendapat pelatihan selama dua hari. Pelatihan ini merupakan bagian dari pengetahuan alam, ” salah seorang santri pondok Ngalah Purwosari, sebagaimana dikutip olehย Aris Felani, […]

  • Kiai Imron : Rayakan Maulid Cara Untuk Mendapatkan Syafa’at Nabi

    Kiai Imron : Rayakan Maulid Cara Untuk Mendapatkan Syafa’at Nabi

    • calendar_month Rab, 11 Sep 2024
    • visibility 522
    • 0Komentar

    Tutur, NU Pasuruan  Kiai Imron, Ketua Pengurus PCNU Kabupaten Pasuruan menyatakan bahwa merayakan Maulid Nabi Muhammad adalah cara yang sangat penting untuk mendapatkan syafa’at dari Nabi. Dalam pernyataannya, Kiai Imron menekankan bahwa perayaan Maulid tidak hanya sebagai bentuk penghormatan, tetapi juga sebagai sarana untuk mendapatkan berkah dan syafa’at dari Nabi Muhammad Hal itu diungkapkan pada […]

  • Bisa PO dan COD, Yuk Beli Takjil dan Berbuka di Bazar Fatayat Ranuklindungan

    Bisa PO dan COD, Yuk Beli Takjil dan Berbuka di Bazar Fatayat Ranuklindungan

    • calendar_month Rab, 5 Mar 2025
    • visibility 1.418
    • 0Komentar

    Grati, NU PasuruanPimpinan Ranting (PR) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Desa Ranuklindungan, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan menggelar Bazar Ceria Ramadhan. Bazar buku pukul 14.00 s.d 17.00 WIB dan berlangsung hingga Jumat (21/03/2025) mendatang. Sekretaris PR Fatayat NU Ranuklindungan Nurul Muttaqinah menyebutkan, bazar yang bertempat di Jalan Wisata Danau Ranu, tepat di depan Taman Kanak-Kanak (TK) Darma […]

  • Ansor Banser Pasuruan Berduka, Kader Terbaik M Soleh Wafat

    Ansor Banser Pasuruan Berduka, Kader Terbaik M Soleh Wafat

    • calendar_month Sen, 18 Mar 2024
    • visibility 1.039
    • 0Komentar

    Rejoso, NU PasuruanGerakan Pemuda (GP) Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Pasuruan berduka. Kader terbaiknya, Muhammad Soleh selaku Sekertaris Pimpinan Anak Cabang (PAC) Kecamatan Rejoso, wafat, Sabtu (16/03/2024). Ketua PAC Ansor Ilmy Sholeh mengungkapkan, merasa kehilangan sosok almarhum yang memiliki militansi dan istikamah dalam mengurus, merawat dan menjalankan program kegiatan Ansor. “Dalam berorganisasi semangatnya […]

  • Innalillahi, Said Hudaini Dosen ITSNU Pasuruan Wafat

    Innalillahi, Said Hudaini Dosen ITSNU Pasuruan Wafat

    • calendar_month Jum, 8 Apr 2022
    • visibility 1.197
    • 0Komentar

    Grati, NU Pasuruan Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Sivitas Akademika Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pasuruan berduka. Pasalnya, Muhammad Said Hudaini selaku Dosen Program Studi (Prodi) Desain Komunikasi Visual (DKV) wafat pada Jumat (08/04/2022) sekitar pukul 13.30 WIB. Adik ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Grati, Kabupaten Pasuruan itu, wafat dalam usia […]

  • Melacak Perjuangan Ulama & Pesantren Pasuruan, Lakpesdam NU Gelar Kolokium

    • calendar_month Kam, 23 Agu 2018
    • visibility 897
    • 0Komentar

    Pengurus Cabang Lakpesdam (Lembaga Kajian & Pengembangan Sumber Daya Manusia) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Pasuruan menggelar Kolokium bertajuk “Jejak Ulama & Pesantren Pasuruan dalam Perjuangan Bangsa”, bekerja sama dengan Pengurus Pusat HMASS (Harakah Mahasiswa Alumni Santri Sidogiri), Kamis (23/08) di Aula Gedung IASS (Ikatan Alumni Santri Sidogiri), Jl Tambakrejo-Sidogiri KM 1 Pasuruan. Kegiatan yang sekaligus […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca