Breaking News
light_mode

Isra’ Mi’raj & Ekspresi Iman Imam al-Bushiriy

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Kam, 11 Mar 2021
  • visibility 860
  • comment 0 komentar

14 Abad yang lalu, Rasulullah pernah melakukan perjalanan yang dahsyat, yang secara logika berpikir tidak masuk akal, yakni perjalanan dari Masjid al-Haram di Mekah menuju Masjid al-Aqsha di Palestina, tidak lebih dari satu kedipan mata. Padahal, dengan transportasi yang ada saat itu, menunggang Unta misalnya, diperlukan waktu selama 40 hari. Bahkan hingga saat ini, pun belum ada teknologi yang mempu menciptakan alat transportasi secepat itu. Kalau bukan karena Iman, rasanya kita pun akan sulit untuk mempercayainya. Apalagi terkait mikraj Rasulullah ke langit ketujuh, melangkah melampaui Sidaratul Muntaha hingga berjumpa dengan Tuhan, Allah SWT. Bersyukurlah, kita telah diberikan Iman untuk mempercayai itu semuanya.

Ekspresi Iman terhadap Israโ€™ Miโ€™raj dalam praktisnya berbentuk beragam. Satu contoh misalnya, bukti Iman Imam al-Bushiriy terhadap Israโ€™ Miโ€™raj dapat ditemukan dalam Qasidah al-Burdahnya. Madah-madah yang digubah al-Bushiriy ini memang mengesankan sekali. Indah, sastrawi, dan membuat kita melambung secara spiritual, apalagi dipadu dengan adanya garapan musikal yang penuh estetika.

Berikut bait-bait yang Beliau tulis khusus mengenai peristiwa Isra Mikraj dan sudah penulis terjemahkan:

ุณูŽุฑูŽูŠู’ุชูŽ ู…ูู†ู’ ุญูŽุฑูŽู…ู ู„ูŽูŠู„ู‹ุง ุฅูู„ูŽู‰ ุญูŽุฑูŽู…ู *
ูƒูŽู…ูŽุง ุณูŽุฑูŽู‰ ุงู„ู’ุจูŽุฏู’ุฑู ูููŠู’ ุฏูŽุงุฌู ู…ูู‘ู†ูŽ ุงู„ุธูู‘ู„ูŽู…ู

Di kala malam engkau berjalan
dari Masjid al-Haram ke Masjid al-Aqsha
bagai purnama yang beredar
menembus gelapnya malam

ูˆูŽุจูุชูŽู‘ ุชูŽุฑู’ู‚ู€ู‰ ุฅูู„ู‰ ุฃูŽู†ู’ ู†ูู„ู’ุชูŽ ู…ูŽู†ู’ุฒูู„ูŽุฉู‹ *
ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุงุจู ู‚ูŽูˆู’ุณูŽูŠู’ู†ู ู„ูŽู…ู’ ุชูุฏู’ุฑูŽูƒู’ ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ุชูŽุฑูู…ู

Dan engkau terus meninggi
hingga capai sebuah tempat
tak pernah dicapai dan diasa

ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุชูŽุฎู’ุชูŽุฑูู‚ู ุงู„ุณูŽู‘ุจู’ุนูŽ ุงู„ุทูู‘ุจูŽุงู‚ูŽ ุจูู‡ูู…ู’ *
ููŠู ู…ูŽูˆู’ูƒูุจู ูƒูู†ู’ุชูŽ ูููŠู‡ู ุงู„ุตูŽู‘ุงุญูุจูŽ ุงู„ุนูŽู„ูŽู…ู

Engkau tembus langit tujuh petala, bertemu para nabi
Bersama kumpulan malaikat, engkau menjadi pembawa panji

ุญูŽุชู‰ูŽู‘ ุฅูุฐูŽุง ู„ูŽู…ู’ ุชูŽุฏูŽุนู’ ุดูŽุฃู’ูˆู‹ุง ู„ูู…ูุณู’ุชูŽุจูู‚ู *
ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฏูู‘ู†ููˆูู‘ ูˆูŽู„ุงูŽ ู…ูŽุฑู’ู‚ูŽู‰ ู„ูู…ูุณู’ุชูŽู†ูู…ู

Hingga tak ada batas terdekat yang engkau sisakan untuk orang yang ingin mendahului (mendekat)
dan tak ada tempat naik (yang engkau sisakan untuk pencari derajat tinggi)

ุฎูŽููŽุถู’ุชูŽ ูƒูู„ูŽู‘ ู…ูŽู‚ูŽุงู…ู ุจูุงู„ุฅูุถูŽุงููŽุฉู ุฅูุฐู’ *
ู†ููˆุฏููŠุชูŽ ุจูุงู„ุฑูŽู‘ูู’ุนู ู…ูุซู’ู„ูŽ ุงู„ู…ููู’ุฑูŽุฏู ุงู„ุนูŽู„ูŽู…ู

Dibandingkan dengan derajatmu derajat apapun menjadi rendah
kerena namamu dipanggil dengan rafaสป (keluhuran) sebagaimana สปalam mufrad

ุจูุดู’ุฑู‰ ู„ูŽู†ูŽุง ู…ูŽุนู’ุดูŽุฑูŽ ุงู„ู’ุฅูุณู’ู„ูŽุงู…ู ุฅูู†ู‘ ู„ูŽู†ูŽุง *
ู…ูู†ูŽ ุงู„ุนูู†ูŽุงูŠูุฉู ุฑููƒู’ู†ู‹ุง ุบูŽูŠู’ุฑูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุฏูู…ู

Kabar gembira, hai umat Islam!
Dengan inayah Allah
kita memiliki tiang kokoh
yang tak akan roboh

ู„ูŽู…ูŽู‘ุง ุฏูŽุนูŽุง ุงู„ู„ู‡ู ุฏูŽุงุนููŠู†ูŽุง ู„ูุทูŽุงุนูŽุชูู‡ู *
ุจูุฃูŽูƒู’ุฑูŽู…ู ุงู„ุฑูู‘ุณู’ู„ู ูƒูู†ูŽู‘ุง ุฃูŽูƒู’ุฑูŽู…ู ุงู„ูุฃูู…ูŽู…ู

Tatkala Allah panggil Nabi pengajak kita
kerena ketaatannya kepada-Nya
dengan panggilan Rasul termulia
Maka jadilah kita umat paling mulia

Kita yang hidup saat ini, melanjutkan ekspresi Iman tersebut dengan gaya dan langgam yang berbeda-beda. Di kampung penulis dan banyak dilakukan juga di lingkungan tradisional-religius lainnya, hampir setiap malam Jumat masjid dan surau-suraunya melantunkan salawat al-Burdah ini.

Maka, sangat tidak benar ketika Islam dikatakan mengharamkan musik secara keseluruhan. Sebagaimana Imam al-Bushiriy, para Wali Songo pun dalam berdakwahnya cukup kuat dengan kegiatan sastra tersebut. Melalui syair dan musik, agama menjadi indah dan umat Islam tidak mengalami kekeringan rohaniah, karena adanya tradisi estetik seperti ini. Menariknya, tradisi-tradisi bersyair dan bermusik tersebut memiliki potensi untuk mengasah naluri moderat umat Islam di manapun. Berdasar itu, boleh jadi musik merupakan salah satu fondasi โ€œtawwassuthiyyat al-Islamโ€, moderasi Islam.

Yang pasti, orang-orang dengan jiwa yang kering kerontang atau komunitas manusia tanpa pengetahuan sastrawi, tanpa kebudayaan, tanpa keindahan alam, tanpa tradisi estetika, tak akan mampu mengekpresikan keindahan agama melalui tradisi musik seperti ini. Alih-alih bersalawat dengan ekspresi estetik, orang-orang dan komunitas seperti itu malah menuding salawat dan berbagai ekspresi keindahan agama sendiri sebagai barang bidโ€™ah, munkar, dan syirik. Aneh tapi nyata bukan?

Sumber Bacaan: Syarh Burdah al-Madh. Muhammad al Bushiriy. Dar al-Quran. t.t. Hal 17-18.

Penulis: Vaurak Tsabat, Santri Penikmat Kopi di Pondok Besuk, Pasuruan

Editor: Makhfud Syawaludin

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SMA Maarif NU Pandaan Sumbangkan APD dan Masker Karya Siswa

    SMA Maarif NU Pandaan Sumbangkan APD dan Masker Karya Siswa

    • calendar_month Sab, 16 Mei 2020
    • visibility 1.137
    • 0Komentar

    Penanganan virus Corona atau Covid-19 di Kabupaten Pasuruan terus mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari SMA Maarif NU Pandaan. Dukungan itu dalam bentuk bantuan Alat Pelindung Diri (APD) berupa Hazmat sejumlah 36 buah, face shield 40 buah dan masker kain sebanyak 200 helai. Istimewanya, APD tersebut merupakan buah karya dari siswa SMA […]

  • LKKNU Pasuruan Bantu Isbat Nikah 65 Pasangan di Kecamatan Lumbang

    LKKNU Pasuruan Bantu Isbat Nikah 65 Pasangan di Kecamatan Lumbang

    • calendar_month Jum, 28 Jan 2022
    • visibility 325
    • 0Komentar

    Lumbang, NU PasuruanLembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Sidang Keliling Isbat Nikah di Aula Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Lumbang, Kamis (27/01/2022). Ketua LKKNU Kabupaten Pasuruan Ustadz Nur Khotib menyampaikan, kegiatan itu bertujuan untuk membantu pasangan suami istri yang belum memiliki surat nikah. “Agar pengurusan […]

  • KH Imron Mutamakkin: ISHARI Warisan Para Sepuh yang Harus Dilestarikan

    KH Imron Mutamakkin: ISHARI Warisan Para Sepuh yang Harus Dilestarikan

    • calendar_month Kam, 17 Sep 2026
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Lailatul Hadrah Ikatan Seni Hadrah Indonesia (ISHARI) dalam rangka memperingati Hari Lahir 1001 NU Pasuruan. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula PCNU Kabupaten Pasuruan, Rabu (16/9/2026). Lailatul Hadrah ISHARI diikuti sekitar 1.000 peserta dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) ISHARI se-Kabupaten Pasuruan. Kegiatan berlangsung dengan lantunan […]

  • PMM UNU-STAIS Pasuruan Edukasi Anak-anak Soal Etika Hormat kepada Orang Tua dan Guru

    PMM UNU-STAIS Pasuruan Edukasi Anak-anak Soal Etika Hormat kepada Orang Tua dan Guru

    • calendar_month Rab, 23 Jul 2025
    • visibility 523
    • 0Komentar

    Kraton, NU Pasuruan Program Mahasiswa Mengabdi (PMM) Universitas Nahdlatul Ulama โ€“ STAI Salahuddin Pasuruan menggelar kegiatan edukasi bertajuk “Bijak Beretika: Dampak Positif Hormat kepada Orang Tua dan Guru” , di Dusun Kebonsawah dan Dusun Kisik, Sabtu (19/07/2025). Ketua Kelompok PMM UNU STAI Salahuddin Pasuruan Dinda Trisnani, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran sejak dini […]

  • Teliti Pembangunan Berbasis Keluarga, Wakil Ketua NU Pasuruan Raih Gelar Doktor

    Teliti Pembangunan Berbasis Keluarga, Wakil Ketua NU Pasuruan Raih Gelar Doktor

    • calendar_month Rab, 22 Mar 2023
    • visibility 1.118
    • 0Komentar

    Malang, NU Pasuruan Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, Gus Ahmad Taufiq berhasil meraih gelar Doktor. Hal itu usai mempertahankan disertasinya yang mengulas pembangunan berbasis keluarga. Sidang dipusatkan di Hall Lantai 3 Gedung A Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya Malang, Senin (20/3/2023). Pada sidang promosi doktor Program Studi Ilmu Lingkungan itu, ia mengangkat […]

  • Pesan Gus Mujib di 40 Hari Almaghfurlah KH Abdul Halim Djasim

    Pesan Gus Mujib di 40 Hari Almaghfurlah KH Abdul Halim Djasim

    • calendar_month Ming, 13 Nov 2022
    • visibility 512
    • 0Komentar

    Gondangwetan, NU Pasuruan Ratusan jamaah hadiri 40 hari Almaghfurlah KH Abdul Halim Djasim di Pondok Pesantren Raudlotun Nursalim, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (12/11/2022). Acara haul dihadiri oleh Habib Ali Alaydrus, KH Abdul Karim Djasim, KH Nu’man Abdul Majid, KH Abdullah Muhsin, serta beberapa masyayikh dan tokoh agama. Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Pasuruan, KH Abdul […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca