Breaking News
light_mode

Isra’ Mi’raj & Ekspresi Iman Imam al-Bushiriy

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Kam, 11 Mar 2021
  • visibility 830
  • comment 0 komentar

14 Abad yang lalu, Rasulullah pernah melakukan perjalanan yang dahsyat, yang secara logika berpikir tidak masuk akal, yakni perjalanan dari Masjid al-Haram di Mekah menuju Masjid al-Aqsha di Palestina, tidak lebih dari satu kedipan mata. Padahal, dengan transportasi yang ada saat itu, menunggang Unta misalnya, diperlukan waktu selama 40 hari. Bahkan hingga saat ini, pun belum ada teknologi yang mempu menciptakan alat transportasi secepat itu. Kalau bukan karena Iman, rasanya kita pun akan sulit untuk mempercayainya. Apalagi terkait mikraj Rasulullah ke langit ketujuh, melangkah melampaui Sidaratul Muntaha hingga berjumpa dengan Tuhan, Allah SWT. Bersyukurlah, kita telah diberikan Iman untuk mempercayai itu semuanya.

Ekspresi Iman terhadap Israโ€™ Miโ€™raj dalam praktisnya berbentuk beragam. Satu contoh misalnya, bukti Iman Imam al-Bushiriy terhadap Israโ€™ Miโ€™raj dapat ditemukan dalam Qasidah al-Burdahnya. Madah-madah yang digubah al-Bushiriy ini memang mengesankan sekali. Indah, sastrawi, dan membuat kita melambung secara spiritual, apalagi dipadu dengan adanya garapan musikal yang penuh estetika.

Berikut bait-bait yang Beliau tulis khusus mengenai peristiwa Isra Mikraj dan sudah penulis terjemahkan:

ุณูŽุฑูŽูŠู’ุชูŽ ู…ูู†ู’ ุญูŽุฑูŽู…ู ู„ูŽูŠู„ู‹ุง ุฅูู„ูŽู‰ ุญูŽุฑูŽู…ู *
ูƒูŽู…ูŽุง ุณูŽุฑูŽู‰ ุงู„ู’ุจูŽุฏู’ุฑู ูููŠู’ ุฏูŽุงุฌู ู…ูู‘ู†ูŽ ุงู„ุธูู‘ู„ูŽู…ู

Di kala malam engkau berjalan
dari Masjid al-Haram ke Masjid al-Aqsha
bagai purnama yang beredar
menembus gelapnya malam

ูˆูŽุจูุชูŽู‘ ุชูŽุฑู’ู‚ู€ู‰ ุฅูู„ู‰ ุฃูŽู†ู’ ู†ูู„ู’ุชูŽ ู…ูŽู†ู’ุฒูู„ูŽุฉู‹ *
ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุงุจู ู‚ูŽูˆู’ุณูŽูŠู’ู†ู ู„ูŽู…ู’ ุชูุฏู’ุฑูŽูƒู’ ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ุชูŽุฑูู…ู

Dan engkau terus meninggi
hingga capai sebuah tempat
tak pernah dicapai dan diasa

ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุชูŽุฎู’ุชูŽุฑูู‚ู ุงู„ุณูŽู‘ุจู’ุนูŽ ุงู„ุทูู‘ุจูŽุงู‚ูŽ ุจูู‡ูู…ู’ *
ููŠู ู…ูŽูˆู’ูƒูุจู ูƒูู†ู’ุชูŽ ูููŠู‡ู ุงู„ุตูŽู‘ุงุญูุจูŽ ุงู„ุนูŽู„ูŽู…ู

Engkau tembus langit tujuh petala, bertemu para nabi
Bersama kumpulan malaikat, engkau menjadi pembawa panji

ุญูŽุชู‰ูŽู‘ ุฅูุฐูŽุง ู„ูŽู…ู’ ุชูŽุฏูŽุนู’ ุดูŽุฃู’ูˆู‹ุง ู„ูู…ูุณู’ุชูŽุจูู‚ู *
ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฏูู‘ู†ููˆูู‘ ูˆูŽู„ุงูŽ ู…ูŽุฑู’ู‚ูŽู‰ ู„ูู…ูุณู’ุชูŽู†ูู…ู

Hingga tak ada batas terdekat yang engkau sisakan untuk orang yang ingin mendahului (mendekat)
dan tak ada tempat naik (yang engkau sisakan untuk pencari derajat tinggi)

ุฎูŽููŽุถู’ุชูŽ ูƒูู„ูŽู‘ ู…ูŽู‚ูŽุงู…ู ุจูุงู„ุฅูุถูŽุงููŽุฉู ุฅูุฐู’ *
ู†ููˆุฏููŠุชูŽ ุจูุงู„ุฑูŽู‘ูู’ุนู ู…ูุซู’ู„ูŽ ุงู„ู…ููู’ุฑูŽุฏู ุงู„ุนูŽู„ูŽู…ู

Dibandingkan dengan derajatmu derajat apapun menjadi rendah
kerena namamu dipanggil dengan rafaสป (keluhuran) sebagaimana สปalam mufrad

ุจูุดู’ุฑู‰ ู„ูŽู†ูŽุง ู…ูŽุนู’ุดูŽุฑูŽ ุงู„ู’ุฅูุณู’ู„ูŽุงู…ู ุฅูู†ู‘ ู„ูŽู†ูŽุง *
ู…ูู†ูŽ ุงู„ุนูู†ูŽุงูŠูุฉู ุฑููƒู’ู†ู‹ุง ุบูŽูŠู’ุฑูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุฏูู…ู

Kabar gembira, hai umat Islam!
Dengan inayah Allah
kita memiliki tiang kokoh
yang tak akan roboh

ู„ูŽู…ูŽู‘ุง ุฏูŽุนูŽุง ุงู„ู„ู‡ู ุฏูŽุงุนููŠู†ูŽุง ู„ูุทูŽุงุนูŽุชูู‡ู *
ุจูุฃูŽูƒู’ุฑูŽู…ู ุงู„ุฑูู‘ุณู’ู„ู ูƒูู†ูŽู‘ุง ุฃูŽูƒู’ุฑูŽู…ู ุงู„ูุฃูู…ูŽู…ู

Tatkala Allah panggil Nabi pengajak kita
kerena ketaatannya kepada-Nya
dengan panggilan Rasul termulia
Maka jadilah kita umat paling mulia

Kita yang hidup saat ini, melanjutkan ekspresi Iman tersebut dengan gaya dan langgam yang berbeda-beda. Di kampung penulis dan banyak dilakukan juga di lingkungan tradisional-religius lainnya, hampir setiap malam Jumat masjid dan surau-suraunya melantunkan salawat al-Burdah ini.

Maka, sangat tidak benar ketika Islam dikatakan mengharamkan musik secara keseluruhan. Sebagaimana Imam al-Bushiriy, para Wali Songo pun dalam berdakwahnya cukup kuat dengan kegiatan sastra tersebut. Melalui syair dan musik, agama menjadi indah dan umat Islam tidak mengalami kekeringan rohaniah, karena adanya tradisi estetik seperti ini. Menariknya, tradisi-tradisi bersyair dan bermusik tersebut memiliki potensi untuk mengasah naluri moderat umat Islam di manapun. Berdasar itu, boleh jadi musik merupakan salah satu fondasi โ€œtawwassuthiyyat al-Islamโ€, moderasi Islam.

Yang pasti, orang-orang dengan jiwa yang kering kerontang atau komunitas manusia tanpa pengetahuan sastrawi, tanpa kebudayaan, tanpa keindahan alam, tanpa tradisi estetika, tak akan mampu mengekpresikan keindahan agama melalui tradisi musik seperti ini. Alih-alih bersalawat dengan ekspresi estetik, orang-orang dan komunitas seperti itu malah menuding salawat dan berbagai ekspresi keindahan agama sendiri sebagai barang bidโ€™ah, munkar, dan syirik. Aneh tapi nyata bukan?

Sumber Bacaan: Syarh Burdah al-Madh. Muhammad al Bushiriy. Dar al-Quran. t.t. Hal 17-18.

Penulis: Vaurak Tsabat, Santri Penikmat Kopi di Pondok Besuk, Pasuruan

Editor: Makhfud Syawaludin

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 58 Pemudik Pilih Mudik Balik Gratis Bareng NU Kabupaten Pasuruan

    • calendar_month Ming, 16 Jun 2019
    • visibility 1.028
    • 0Komentar

    Sebanyak 58 pemudik memilih ikut Program Mudik Balik Gratis Bareng NU yang dikoordinir oleh Lembaga Ta’mir Masjid (LTM) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan. Mudik balik dari Pasuruan ke Jakarta tersebut diberangkatkan pada hari Sabtu, 15 Juni 2019 bertempat di kantor PCNU Kabupaten Pasuruan. “Disamping Gratis biaya Transportasi, disiapkan konsumsi juga. Bahkan, disiapkan asuransi […]

  • NU Peduli Pasuruan Saluran Bantuan Nasi Bungkus Kepada Korban Banjirย 

    NU Peduli Pasuruan Saluran Bantuan Nasi Bungkus Kepada Korban Banjirย 

    • calendar_month Sen, 9 Des 2024
    • visibility 636
    • 0Komentar

    Rejoso, NU Pasuruan Hujan lebat di Kabupaten Pasuruan menyebabkan bencana banjir di beberapa kecamatan diantaranya adalah winongan, grati dan rejoso.ย  Merespon hal tersebut NU Peduli Kabupaten Pasuruan memberikan lima ribu nasi bungkus untuk diedarkan di beberapa kecamatan yang terdampak banjir. Adapaun banjir yang terjadi di Kabupaten Pasuruan sudah sejak Sabtu-Senin (7-9/12/2024). Kordinator NU Peduli Kabupaten […]

  • PCNU Kab. Pasuruan Beri Pendidikan & Bagi Masker di 9 Pasar Tradisional

    PCNU Kab. Pasuruan Beri Pendidikan & Bagi Masker di 9 Pasar Tradisional

    • calendar_month Jum, 24 Apr 2020
    • visibility 1.097
    • 0Komentar

    Satgas Pencegahan Covid-19 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan memberikan pendidikan & pembagian masker secara serentak di 9 Pasar Tradisonal. Meliputi Pasar Wonorejo, Pasar Warungdowo, Pasar Gondangwetan, Pasar Pasrepan, Pasar Winongan, Pasar Trewung, Pasar Ngopak, Pasar Lekok, dan Pasar Nguling, Kamis Pagi (23/04/2020). “Pasar tradisional sebagai tempat berputarnya ekonomi rakyat perlu terus mendapatkan edukasi […]

  • Melalui Istigasah Rutin MWC NU Lumbang, KH. Imron Mutamakkin Ajak Warga Meneladani Akhlak Rasulullah

    Melalui Istigasah Rutin MWC NU Lumbang, KH. Imron Mutamakkin Ajak Warga Meneladani Akhlak Rasulullah

    • calendar_month Ming, 18 Okt 2020
    • visibility 570
    • 0Komentar

    Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Lumbang melaksanakan kegiatan Istigasah Rutin. Kali ini (18/10/2020), bertempat di Masjid Dusun Ketonggo Desa Karangjati Kecamatan Lumbang Kabupaten Pasuruan. Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, ratusan warga dari berbagai desa di kecamatan Lumbang hadir dalam acara tersebut. Turut pula hadir, jajaran Forkompimka Kecamatan Lumbang. Menurut Ustaz Munir, selaku ketua […]

  • Komunitas Jagongan 1926 Gowes Bareng ke Stadion Delta Sidoarjo

    Komunitas Jagongan 1926 Gowes Bareng ke Stadion Delta Sidoarjo

    • calendar_month Sen, 6 Feb 2023
    • visibility 1.231
    • 0Komentar

    Rejoso, NU PasuruanJamaah Gowes Sarungan (Jagongan) 1926 bersepeda menuju lokasi Puncak Resepsi Satu Abad Nahdlatul Ulama (1 Abad NU) di Stadion Gelora Delta Sidorajo. “Nahdliyyin tentu tidak ingin kehilangan momen 1 Abad NU,” imbuh KH Abdulloh Nasih Nashor selaku ketua Jagongan 1926 kepada NU Pasuruan, Senin (6/2/2023). Dirinya menyampaikan, rute gowes mengikuti rute Napak Tilas […]

  • Kenalkan Kantor NU, LP Ma’arif Pasuruan Gelar Lomba Mewarnai

    Kenalkan Kantor NU, LP Ma’arif Pasuruan Gelar Lomba Mewarnai

    • calendar_month Sen, 2 Okt 2023
    • visibility 1.087
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Pengurus Cabang (PC) Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Kabupaten Pasuruan mengelar lomba mewarnai dengan tema ‘Pelajar Siswa Cinta NKRI’. Acara tersebut ikuti oleh siswa dan siswi TK dan RA se Kabupaten Pasuruan di gedung Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan, Ahad (1/10/2023). Sejumlah siswa dan siswi yang mengikuti kegiatan tersebut terlihat sangat antusias […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca