Breaking News
light_mode

Isra’ Mi’raj & Ekspresi Iman Imam al-Bushiriy

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Kam, 11 Mar 2021
  • visibility 808
  • comment 0 komentar

14 Abad yang lalu, Rasulullah pernah melakukan perjalanan yang dahsyat, yang secara logika berpikir tidak masuk akal, yakni perjalanan dari Masjid al-Haram di Mekah menuju Masjid al-Aqsha di Palestina, tidak lebih dari satu kedipan mata. Padahal, dengan transportasi yang ada saat itu, menunggang Unta misalnya, diperlukan waktu selama 40 hari. Bahkan hingga saat ini, pun belum ada teknologi yang mempu menciptakan alat transportasi secepat itu. Kalau bukan karena Iman, rasanya kita pun akan sulit untuk mempercayainya. Apalagi terkait mikraj Rasulullah ke langit ketujuh, melangkah melampaui Sidaratul Muntaha hingga berjumpa dengan Tuhan, Allah SWT. Bersyukurlah, kita telah diberikan Iman untuk mempercayai itu semuanya.

Ekspresi Iman terhadap Isra’ Mi’raj dalam praktisnya berbentuk beragam. Satu contoh misalnya, bukti Iman Imam al-Bushiriy terhadap Isra’ Mi’raj dapat ditemukan dalam Qasidah al-Burdahnya. Madah-madah yang digubah al-Bushiriy ini memang mengesankan sekali. Indah, sastrawi, dan membuat kita melambung secara spiritual, apalagi dipadu dengan adanya garapan musikal yang penuh estetika.

Berikut bait-bait yang Beliau tulis khusus mengenai peristiwa Isra Mikraj dan sudah penulis terjemahkan:

سَرَيْتَ مِنْ حَرَمٍ لَيلًا إِلَى حَرَمٍ *
كَمَا سَرَى الْبَدْرُ فِيْ دَاجٍ مِّنَ الظُّلَمِ

Di kala malam engkau berjalan
dari Masjid al-Haram ke Masjid al-Aqsha
bagai purnama yang beredar
menembus gelapnya malam

وَبِتَّ تَرْقـى إِلى أَنْ نِلْتَ مَنْزِلَةً *
مِنْ قَابِ قَوْسَيْنِ لَمْ تُدْرَكْ وَلَمْ تَرُمِ

Dan engkau terus meninggi
hingga capai sebuah tempat
tak pernah dicapai dan diasa

وَأَنْتَ تَخْتَرِقُ السَّبْعَ الطِّبَاقَ بِهِمْ *
فيِ مَوْكِبٍ كُنْتَ فِيهِ الصَّاحِبَ العَلَمِ

Engkau tembus langit tujuh petala, bertemu para nabi
Bersama kumpulan malaikat, engkau menjadi pembawa panji

حَتىَّ إِذَا لَمْ تَدَعْ شَأْوًا لِمُسْتَبِقٍ *
مِنَ الدُّنُوِّ وَلاَ مَرْقَى لِمُسْتَنِمِ

Hingga tak ada batas terdekat yang engkau sisakan untuk orang yang ingin mendahului (mendekat)
dan tak ada tempat naik (yang engkau sisakan untuk pencari derajat tinggi)

خَفَضْتَ كُلَّ مَقَامٍ بِالإِضَافَةٍ إِذْ *
نُودِيتَ بِالرَّفْعِ مِثْلَ المُفْرَدِ العَلَمِ

Dibandingkan dengan derajatmu derajat apapun menjadi rendah
kerena namamu dipanggil dengan rafaʻ (keluhuran) sebagaimana ʻalam mufrad

بُشْرى لَنَا مَعْشَرَ الْإِسْلَامٍ إِنّ لَنَا *
مِنَ العِنَايِةِ رُكْنًا غَيْرَ مُنْهَدِمِ

Kabar gembira, hai umat Islam!
Dengan inayah Allah
kita memiliki tiang kokoh
yang tak akan roboh

لَمَّا دَعَا اللهُ دَاعِينَا لِطَاعَتِهِ *
بِأَكْرَمِ الرُّسْلِ كُنَّا أَكْرَمُ الُأُمَمِ

Tatkala Allah panggil Nabi pengajak kita
kerena ketaatannya kepada-Nya
dengan panggilan Rasul termulia
Maka jadilah kita umat paling mulia

Kita yang hidup saat ini, melanjutkan ekspresi Iman tersebut dengan gaya dan langgam yang berbeda-beda. Di kampung penulis dan banyak dilakukan juga di lingkungan tradisional-religius lainnya, hampir setiap malam Jumat masjid dan surau-suraunya melantunkan salawat al-Burdah ini.

Maka, sangat tidak benar ketika Islam dikatakan mengharamkan musik secara keseluruhan. Sebagaimana Imam al-Bushiriy, para Wali Songo pun dalam berdakwahnya cukup kuat dengan kegiatan sastra tersebut. Melalui syair dan musik, agama menjadi indah dan umat Islam tidak mengalami kekeringan rohaniah, karena adanya tradisi estetik seperti ini. Menariknya, tradisi-tradisi bersyair dan bermusik tersebut memiliki potensi untuk mengasah naluri moderat umat Islam di manapun. Berdasar itu, boleh jadi musik merupakan salah satu fondasi “tawwassuthiyyat al-Islam”, moderasi Islam.

Yang pasti, orang-orang dengan jiwa yang kering kerontang atau komunitas manusia tanpa pengetahuan sastrawi, tanpa kebudayaan, tanpa keindahan alam, tanpa tradisi estetika, tak akan mampu mengekpresikan keindahan agama melalui tradisi musik seperti ini. Alih-alih bersalawat dengan ekspresi estetik, orang-orang dan komunitas seperti itu malah menuding salawat dan berbagai ekspresi keindahan agama sendiri sebagai barang bid’ah, munkar, dan syirik. Aneh tapi nyata bukan?

Sumber Bacaan: Syarh Burdah al-Madh. Muhammad al Bushiriy. Dar al-Quran. t.t. Hal 17-18.

Penulis: Vaurak Tsabat, Santri Penikmat Kopi di Pondok Besuk, Pasuruan

Editor: Makhfud Syawaludin

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ziarah Muassis NU Pasuruan 2022 dan Kisah KH Abdurrohman

    Ziarah Muassis NU Pasuruan 2022 dan Kisah KH Abdurrohman

    • calendar_month Sen, 14 Feb 2022
    • visibility 1.286
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU PasuruanPengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Ziarah Muassis NU Pasuruan, Kamis (10/02/2022). Kegiatan itu dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-99 NU. Ketua Panitia Harlah ke-99 NU KH Saiful Anam Chalim menyampaikan, terdapat empat tempat dalam ziarah kali ini. Dimulai dari Maqbaroh Masyayikh Sidogiri, Maqbaroh Masyayikh Pondok Pesantren Podokaton di Gondangwetan, […]

  • Kerendahan Hati KH Ma’shum Hasyim Saat Dipilih Menjadi Pj Rais Syuriyah PCNU Kab. Pasuruan

    Kerendahan Hati KH Ma’shum Hasyim Saat Dipilih Menjadi Pj Rais Syuriyah PCNU Kab. Pasuruan

    • calendar_month Sen, 13 Nov 2023
    • visibility 1.267
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Wakil Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Ma’shum Hasyim resmi ditetapkan menjadi Penjabat (Pj) Rais Syuriah. Kiai Ma’shum menggantikan Almaghfurllah KH Muzakki Birrul Alim yang wafat pada Jum’at (20/10/2023). “Ada maksudnya ketika saya membuka sambutan (Pertama sebagai Pj Rais Syuriyah) dengan membaca ‘Alladzîna idzâ ashâbat-hum mushîbah, qâlû innâ […]

  • Cegah Radikalisme, PCNU Kab. Pasuruan Gelar Pondok Ramadhan Khusus Pelajar

    • calendar_month Sab, 25 Mei 2019
    • visibility 1.042
    • 0Komentar

    Kali pertama, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan gelar Pondok Ramadhan khusus pelajar ditingkat SMAN dan SMKN dalam upaya pembentengan radikalisme di sekolah. Kegiatan dimulai pada tanggal 22 s.d 29 mei dengan melibatkan 33 kader PCNU Kabupaten Pasuruan. “Mengantisipasi berkembangnya paham radikal dan intoleran di kalangan pelajar sekolah umum, PCNU kabupaten Pasuruan bekerjasama dengan […]

  • pelantikan fatayat

    Resmi Dilantik, PC Fatayat Punya Sitta Priorita

    • calendar_month Ming, 4 Apr 2021
    • visibility 730
    • 0Komentar

    Pohjentrek, nupasuruan or.id.Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (Fatayat NU) Kabupaten Pasuruan sukses menyelenggarakan Pelantikan Pengurus periode 2019-2024. Kegiatan bertempat di Aula KH. Ahmad Jufri, Graha PCNU Kabupaten Pasuruan, Pohjentrek, Sabtu (3/4/2021). Kegiatan itu sekaligus memperingati Harlah Fatayat NU ke-71. Dalam sambutannya, Ketua PC Fatayat NU, Hj. Anik Asnawati mengucapkan rasa terima kasih kepada semua […]

  • Grati & Rejoso Banjir, NU Pasuruan Kembali Salurkan Bantuan Logistik

    Grati & Rejoso Banjir, NU Pasuruan Kembali Salurkan Bantuan Logistik

    • calendar_month Sen, 14 Feb 2022
    • visibility 395
    • 0Komentar

    Grati, NU PasuruanPengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) melalui Tim NU Peduli Kabupaten Pasuruan gerak cepat menyalurkan bantuan untuk korban banjir, Ahad (13/02/2022). Jumlah Kepala Keluarga (KK) yang terdampak mencapai 2196 di Kecamatan Rejoso dan 1236 KK di Kecamatan Grati. Sekretaris Lembaga Penangulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Kabupaten Pasuruan R Didik Subihandoko menjelaskan, […]

  • LPTNU Pasuruan Fasilitasi Implementasi MBKM dengan Pemerintah dan Dunia Usaha

    LPTNU Pasuruan Fasilitasi Implementasi MBKM dengan Pemerintah dan Dunia Usaha

    • calendar_month Kam, 17 Feb 2022
    • visibility 908
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU PasuruanLembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Kabupaten Pasuruan berkomitmen menfasilitasi sinergitas Perguruan Tinggi Swasta se Pasuruan Raya dengan Dunia Usaha dalam implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). “Ini kami sedang melakukan Rapat Koordinasi untuk sinergi antar pimpinan perguruan tinggi se Pasuruan dalam implementasi MBKM,” ujar Abu Amar Busthomi selaku Ketua LPTNU Kabupaten kepada […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca