Breaking News
light_mode

Isra’ Mi’raj & Ekspresi Iman Imam al-Bushiriy

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Kam, 11 Mar 2021
  • visibility 825
  • comment 0 komentar

14 Abad yang lalu, Rasulullah pernah melakukan perjalanan yang dahsyat, yang secara logika berpikir tidak masuk akal, yakni perjalanan dari Masjid al-Haram di Mekah menuju Masjid al-Aqsha di Palestina, tidak lebih dari satu kedipan mata. Padahal, dengan transportasi yang ada saat itu, menunggang Unta misalnya, diperlukan waktu selama 40 hari. Bahkan hingga saat ini, pun belum ada teknologi yang mempu menciptakan alat transportasi secepat itu. Kalau bukan karena Iman, rasanya kita pun akan sulit untuk mempercayainya. Apalagi terkait mikraj Rasulullah ke langit ketujuh, melangkah melampaui Sidaratul Muntaha hingga berjumpa dengan Tuhan, Allah SWT. Bersyukurlah, kita telah diberikan Iman untuk mempercayai itu semuanya.

Ekspresi Iman terhadap Israโ€™ Miโ€™raj dalam praktisnya berbentuk beragam. Satu contoh misalnya, bukti Iman Imam al-Bushiriy terhadap Israโ€™ Miโ€™raj dapat ditemukan dalam Qasidah al-Burdahnya. Madah-madah yang digubah al-Bushiriy ini memang mengesankan sekali. Indah, sastrawi, dan membuat kita melambung secara spiritual, apalagi dipadu dengan adanya garapan musikal yang penuh estetika.

Berikut bait-bait yang Beliau tulis khusus mengenai peristiwa Isra Mikraj dan sudah penulis terjemahkan:

ุณูŽุฑูŽูŠู’ุชูŽ ู…ูู†ู’ ุญูŽุฑูŽู…ู ู„ูŽูŠู„ู‹ุง ุฅูู„ูŽู‰ ุญูŽุฑูŽู…ู *
ูƒูŽู…ูŽุง ุณูŽุฑูŽู‰ ุงู„ู’ุจูŽุฏู’ุฑู ูููŠู’ ุฏูŽุงุฌู ู…ูู‘ู†ูŽ ุงู„ุธูู‘ู„ูŽู…ู

Di kala malam engkau berjalan
dari Masjid al-Haram ke Masjid al-Aqsha
bagai purnama yang beredar
menembus gelapnya malam

ูˆูŽุจูุชูŽู‘ ุชูŽุฑู’ู‚ู€ู‰ ุฅูู„ู‰ ุฃูŽู†ู’ ู†ูู„ู’ุชูŽ ู…ูŽู†ู’ุฒูู„ูŽุฉู‹ *
ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุงุจู ู‚ูŽูˆู’ุณูŽูŠู’ู†ู ู„ูŽู…ู’ ุชูุฏู’ุฑูŽูƒู’ ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ุชูŽุฑูู…ู

Dan engkau terus meninggi
hingga capai sebuah tempat
tak pernah dicapai dan diasa

ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุชูŽุฎู’ุชูŽุฑูู‚ู ุงู„ุณูŽู‘ุจู’ุนูŽ ุงู„ุทูู‘ุจูŽุงู‚ูŽ ุจูู‡ูู…ู’ *
ููŠู ู…ูŽูˆู’ูƒูุจู ูƒูู†ู’ุชูŽ ูููŠู‡ู ุงู„ุตูŽู‘ุงุญูุจูŽ ุงู„ุนูŽู„ูŽู…ู

Engkau tembus langit tujuh petala, bertemu para nabi
Bersama kumpulan malaikat, engkau menjadi pembawa panji

ุญูŽุชู‰ูŽู‘ ุฅูุฐูŽุง ู„ูŽู…ู’ ุชูŽุฏูŽุนู’ ุดูŽุฃู’ูˆู‹ุง ู„ูู…ูุณู’ุชูŽุจูู‚ู *
ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฏูู‘ู†ููˆูู‘ ูˆูŽู„ุงูŽ ู…ูŽุฑู’ู‚ูŽู‰ ู„ูู…ูุณู’ุชูŽู†ูู…ู

Hingga tak ada batas terdekat yang engkau sisakan untuk orang yang ingin mendahului (mendekat)
dan tak ada tempat naik (yang engkau sisakan untuk pencari derajat tinggi)

ุฎูŽููŽุถู’ุชูŽ ูƒูู„ูŽู‘ ู…ูŽู‚ูŽุงู…ู ุจูุงู„ุฅูุถูŽุงููŽุฉู ุฅูุฐู’ *
ู†ููˆุฏููŠุชูŽ ุจูุงู„ุฑูŽู‘ูู’ุนู ู…ูุซู’ู„ูŽ ุงู„ู…ููู’ุฑูŽุฏู ุงู„ุนูŽู„ูŽู…ู

Dibandingkan dengan derajatmu derajat apapun menjadi rendah
kerena namamu dipanggil dengan rafaสป (keluhuran) sebagaimana สปalam mufrad

ุจูุดู’ุฑู‰ ู„ูŽู†ูŽุง ู…ูŽุนู’ุดูŽุฑูŽ ุงู„ู’ุฅูุณู’ู„ูŽุงู…ู ุฅูู†ู‘ ู„ูŽู†ูŽุง *
ู…ูู†ูŽ ุงู„ุนูู†ูŽุงูŠูุฉู ุฑููƒู’ู†ู‹ุง ุบูŽูŠู’ุฑูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุฏูู…ู

Kabar gembira, hai umat Islam!
Dengan inayah Allah
kita memiliki tiang kokoh
yang tak akan roboh

ู„ูŽู…ูŽู‘ุง ุฏูŽุนูŽุง ุงู„ู„ู‡ู ุฏูŽุงุนููŠู†ูŽุง ู„ูุทูŽุงุนูŽุชูู‡ู *
ุจูุฃูŽูƒู’ุฑูŽู…ู ุงู„ุฑูู‘ุณู’ู„ู ูƒูู†ูŽู‘ุง ุฃูŽูƒู’ุฑูŽู…ู ุงู„ูุฃูู…ูŽู…ู

Tatkala Allah panggil Nabi pengajak kita
kerena ketaatannya kepada-Nya
dengan panggilan Rasul termulia
Maka jadilah kita umat paling mulia

Kita yang hidup saat ini, melanjutkan ekspresi Iman tersebut dengan gaya dan langgam yang berbeda-beda. Di kampung penulis dan banyak dilakukan juga di lingkungan tradisional-religius lainnya, hampir setiap malam Jumat masjid dan surau-suraunya melantunkan salawat al-Burdah ini.

Maka, sangat tidak benar ketika Islam dikatakan mengharamkan musik secara keseluruhan. Sebagaimana Imam al-Bushiriy, para Wali Songo pun dalam berdakwahnya cukup kuat dengan kegiatan sastra tersebut. Melalui syair dan musik, agama menjadi indah dan umat Islam tidak mengalami kekeringan rohaniah, karena adanya tradisi estetik seperti ini. Menariknya, tradisi-tradisi bersyair dan bermusik tersebut memiliki potensi untuk mengasah naluri moderat umat Islam di manapun. Berdasar itu, boleh jadi musik merupakan salah satu fondasi โ€œtawwassuthiyyat al-Islamโ€, moderasi Islam.

Yang pasti, orang-orang dengan jiwa yang kering kerontang atau komunitas manusia tanpa pengetahuan sastrawi, tanpa kebudayaan, tanpa keindahan alam, tanpa tradisi estetika, tak akan mampu mengekpresikan keindahan agama melalui tradisi musik seperti ini. Alih-alih bersalawat dengan ekspresi estetik, orang-orang dan komunitas seperti itu malah menuding salawat dan berbagai ekspresi keindahan agama sendiri sebagai barang bidโ€™ah, munkar, dan syirik. Aneh tapi nyata bukan?

Sumber Bacaan: Syarh Burdah al-Madh. Muhammad al Bushiriy. Dar al-Quran. t.t. Hal 17-18.

Penulis: Vaurak Tsabat, Santri Penikmat Kopi di Pondok Besuk, Pasuruan

Editor: Makhfud Syawaludin

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa ITSNU Pasuruan Edukasi Warga Ubah Jelantah Jadi Sabun dan Lilin

    Mahasiswa ITSNU Pasuruan Edukasi Warga Ubah Jelantah Jadi Sabun dan Lilin

    • calendar_month Rab, 23 Feb 2022
    • visibility 1.002
    • 0Komentar

    Sukorejo, NU PasuruanMahasiswa Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pasuruan yang tergabung dalam kelompok 4 Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) memberikan edukasi kepada masyarakat dalam mengolah jelantah di Desa Lemahbang, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan. Ketua Kelompok 4 Muhammad Mujiono menjelaskan, tentang kegiatan ‘Workshop Pembuatan Sabun dan Lilin dari Minyak Jelantah’ di Balai Desa Lemahbang, […]

  • Download E-Buletin An-Nahdliyah Edisi 4 Tahun 2022

    Download E-Buletin An-Nahdliyah Edisi 4 Tahun 2022

    • calendar_month Kam, 4 Agu 2022
    • visibility 931
    • 0Komentar

    E-Buletin An-Nahdliyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan edisi 3 tahun 2022 mengambil tema โ€œNasihat dan Kisah Santri Putri KH Ahmad Yusuf Cholil, Ayahanda Sekjen PBNU dan Gus Bupati Pasuruanโ€. Daftar isi e-buletin edisi 4 tahun 2022: Rubrik Judul Penulis/Sumber Dawuh Kiai Pasuruan Mbah Hamid Pasuruan Twitter: Generasi_MudaNU Keislaman Menyambut Muharam, Bulan Syahrullah Fajar […]

  • Begini pesan KH. Imron Mutamakkin saat Istighosah Rutin PCNU Kabupaten Pasuruan

    • calendar_month Sen, 1 Okt 2018
    • visibility 1.016
    • 0Komentar

    Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, Istiqomah menggelar Istighosah Rutin. Pada hari Jumโ€™at, 18 Muharram 1440 H/28 September 2018, Istighosah bertempat di Masjid al-Ikhsan, wilayah kerja Pengurus ranting NU Karang Tengah MWC NU Winongan. Dalam tausiyahnya, KH. M. Imron Mutamakkin berharap masyarakat untuk mensukseskan Program Matikan TV saat Maghrib hingga Isya’. Selain itu, Gus […]

  • KH Imron Mutamakkin: Muktamar NU Jangan Terjebak pada Perebutan Kursi Ketua Umum

    KH Imron Mutamakkin: Muktamar NU Jangan Terjebak pada Perebutan Kursi Ketua Umum

    • calendar_month Sen, 3 Agu 2026
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin mengingatkan agar Muktamar Nahdlatul Ulama tidak direduksi menjadi arena memilih ketua umum.  Pandangan tersebut disampaikan saat membuka Majelis Muhasabah di Aula PCNU Kabupaten Pasuruan, Sabtu (1/8/2026). “Forum permusyawaratan tertinggi NU justru harus menjadi ruang untuk merumuskan arah organisasi,” ujarnya. Gus Ipong […]

  • Meriah, Gebyar Sholawat Peringatan Harlah IPNU-IPPNU Purwosari

    • calendar_month Jum, 8 Mar 2019
    • visibility 1.103
    • 0Komentar

    Gebyar sholawat yang digelar Pimpinan Ranting Sekarmojo 1 Kec. Purwosari Pasuruan sangat meriah, pasalnya kegiatan dalam rangka peringatan harlah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) ke 65, dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU)ke 64 bisa dihadiri tokoh masyarakat dan disaksikan ratusan pasang mata yang memenuhi halaman masjid Al Karomah Pandan (7/3/2019) tadi malam Saat ditemui […]

  • Kantor Lama Sering Kebanjiran, MWCNU Rejoso Bangun Kantor Baru

    Kantor Lama Sering Kebanjiran, MWCNU Rejoso Bangun Kantor Baru

    • calendar_month Sel, 27 Des 2022
    • visibility 1.191
    • 0Komentar

    Rejoso, NU PasuruanMajelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Rejoso, Kabupaten Pasuruan, melaksanakan peletakan batu pertama pemmbangunan kantor MWCNU setempat, Ahad (25/12/2022). Kantor MWCNU Rejoso dibangun di Dusun Lirboyo, Desa Rejosolor, Kecamatan Rejoso. Ketua MWCNU Rejoso KH Lutfi Adnan menyebutkan, lokasi kantor cukup terjangkau bagi jamaah dan jamiyyah Nahdlatul Ulama (NU) di Kecamatan Rejoso. “Alhamdulillah. Mohon […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca