Breaking News
light_mode

Yang Lebih Menakutkan dari Kuburan di Jumat Kliwon

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Rab, 2 Des 2020
  • visibility 549
  • comment 1 komentar

Semakin dalam menyusuri dunia maya, Firman Mutado bergidik ngeri. Ternyata dunia maya jauh lebih mengerikan dari kuburan di alam nyata pada Jumat Kliwon. Di alam nyata, Firman Murtado pernah  jumpa fans dengan mulai pocong hingga genderuwo, namun energi negatifnya tak seberapa mengerikan dibandingkan memedi di dunia maya.

            Coba bayangkan, di dunia ghaib alias dunia maya itu, kebohongan sudah ibarat sego jangan bagi setiap orang. Jin ifrit pun, andai bisa berpartisipasi secara langsung dan memiliki akun media sosial, akan memposting pledoi mereka. Kebenaran dan ketidakbenaran kabur, sulit terdeteksi di alam itu.

            Firman Murtado ribuan kali membaca perdebatan, saling hujat, adu “mulut” hingga memutar balikkan fakta di dunia lelembut ini. Setiap orang, memposting statemen yang mewakili ideologi, pemikiran serta kecenderungannya. Bebas, tanpa pantauan siapa pun. Dan akhir-akhir ini, ia hampir gila oleh ceramah-ceramah, tutorial, meme, artikel atau apa saja bernuansa agama. “Oh, alangkah religiusnya bangsa ini,” entah kata siapa.

            Setidaknya ada beberapa “kubu” aliran teologi yang sering berkelahi di dunia dedemit sana. Tapi yang paling agresif, adalah mereka dari kubu –kata orang—radikal. Coba bayangkan, kata-kata kurang pantas tak segan mereka lontarkan kepada saudara sendiri. Mirisnya, ayat-ayat atau hadits dicantumkan juga seakan berkata kotor terhadap sesama saudara diperintahkan oleh Allah dan Rasulullah. Tak sekali dua kali, namun hampir setiap postingan begitu.

            Kubu radikal, entah bagaimana menganggap dirinya sebagai hakim agung di dunia maya. Kaum hedonis, pemelihara kearifan nenek moyang, kaum nasionalis, orang awam, kaum santri yang tidak neko-neko dalam beragama, mereka ganyang layaknya pesakitan ideologi dan teologi. Seakan kelak surga sepi karena hanya kaum radikal itu penghuninya.

            Firman Murtado sempat goyang dan berpikir, demikiankah dulu Nabi memperlakukan orang lain? Setahu Firman Murtado dari guru ngajinya di surau dulu, Rasulullah sangat santun bahkan memperlakukan orang yang  “tak sepaham” dengan beliau. Rasulullah hanya akan bereaksi jika wahyu yang memerintahkan beliau bertindak. Bukan berdasarkan ego apalagi sekedar dugaan. Setahu Firman Murtado, tutur kata Rasulullah sangat lembut bahkan terhadap orang yang mengancam keselamatan jiwa beliau. Kata-kata kurang pantas, apalagi laknat dan kutukan, tak pernah sehuruf pun keluar dari lisan beliau yang suci. Setidaknya demikian kata guru ngajinya di surau, kala itu.

            Benar kata Gus Dur, bahwa “Agama mengajarkan pesan-pesan damai dan ekstrimis memutarbalikkannya.”

            Maka, kaum radikal yang konon mendapat dana dari sponsor untuk membeli gadget, paket data internet bahkan mendapat pelatihan khusus menjadi buzzer, hacker dan crakcker, mendominasi dunia maya layaknya wabah. Kapan pun Firman Murtado bertualang di dunia maya, ia akan mendengar, membaca dan melihat mereka menyerang siapa pun dengan membabi buta. Tak terkecuali Firman Murtado yang hanya ingin bermain-main, melupakan himpitan hidup di sana.

Penulis: Abdul Rozaq, Santri dan Alumnus PMII

Editor: Makhfud Syawaludin

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (1)

    Silahkan tulis komentar Anda

    Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

    Rekomendasi Untuk Anda

    • Ngaos Ramadhan : Kajian Puasa dan Zakat untuk Tingkatkan Ketakwaan

      Ngaos Ramadhan : Kajian Puasa dan Zakat untuk Tingkatkan Ketakwaan

      • calendar_month Sen, 10 Mar 2025
      • visibility 1.364
      • 0Komentar

      Pohjentrek, NU Pasuruan Badan Otonom (Banom) Perempuan Nahdlatul Ulama Kabupaten Pasuruan, yang terdiri dari PC Muslimat NU,Fatayat NU, dan IPPNU Kabupaten Pasuruan, menggelar kegiatan Ngaos Ramadhan Jilid 1 dengan tema ‘Kajian Puasa dan Zakat’. Sebanyak 255 peserta mengikuti acara ini dengan penuh antusiasme di Aula Banom Perempuan Kabupaten Pasuruan pada Ahad (9/04/2025). Dalam kajian tersebut, […]

    • Istighosah Rutin PCNU Pasuruan, Masyarakat Diajak Perbaiki Pemahaman Ibadah

      Istighosah Rutin PCNU Pasuruan, Masyarakat Diajak Perbaiki Pemahaman Ibadah

      • calendar_month Sab, 14 Feb 2026
      • visibility 269
      • 0Komentar

      Nguling, NU Pasuruan Pengurus Cabang Nahlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Istighosah rutin Jum’at Legi di Masjid Ad Taqwa, Kecamatan Nguling, Jumat (13/2/2025). Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin, mengajak masyarakat untuk memperkuat pemahaman ilmu ibadah menjelang datangnya bulan suci Ramadhan. “Masih banyak masyarakat yang membutuhkan pendalaman ilmu dasar keagamaan, […]

    • Harga Pakan Ikan Naik, Mahasiswa UNU STAIS Pasuruan Gelar Pelatihan

      Harga Pakan Ikan Naik, Mahasiswa UNU STAIS Pasuruan Gelar Pelatihan

      • calendar_month Sel, 19 Sep 2023
      • visibility 1.351
      • 0Komentar

      Gondangwetan, NU Pasuruan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Kolaboratif (KKN-K) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan dengan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin Pasuruan menggelar pelatihan pembuatan pakan ikan alternatif magot di Balai Desa Tebas, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan Ahad (27/08/2023). Lallatul Nuzulah salah satu mahasiswa KKN-K UNU STAI Salahuddin Pasuruan mengatakan, tujuan dari kegiatan ini adalah […]

    • Di MaPABa, PMII Jaka Tingkir Perkuat Potensi & Posisi Agent of Change Mahasiswa

      Di MaPABa, PMII Jaka Tingkir Perkuat Potensi & Posisi Agent of Change Mahasiswa

      • calendar_month Sen, 7 Nov 2022
      • visibility 429
      • 0Komentar

      Purwodadi, NU PasuruanPengurus Rayon (PR) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jaka Tingkir, Universitas Yudharta Pasuruan, menggelar Masa Penerimaan Anggota Baru (MaPABa), Jumat-Ahad (4-6/11/2022). Kegiatan dipusatkan di Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Purwodadi, Jalan Bumi Lapangan Idah, Dusun Sembung Kidul, Desa Parerejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Ketua PR PMII Jaka Tingkir, Kiky Sakhi Amalia […]

    • Mahasiswa UNU Pasuruan, Siap Bersinergi Percepat Pembangunan Desa Toyaning

      Mahasiswa UNU Pasuruan, Siap Bersinergi Percepat Pembangunan Desa Toyaning

      • calendar_month Sab, 18 Jul 2026
      • visibility 192
      • 0Komentar

      Rejoso, NU Pasuruan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan secara resmi membuka pelaksanaan Program Mahasiswa Mengabdi (PMM) 2026 di Desa Toyaning, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, Jumat (17/07/2026). Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Toyaning tersebut menjadi penanda dimulainya pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan desa. Dosen Pembimbing Lapangan PMM, Nailatul Khoiriyah Cholil menyampaikan apresiasi […]

    • Hukum Berkurban Sekaligus Niat Aqiqah

      Hukum Berkurban Sekaligus Niat Aqiqah

      • calendar_month Rab, 28 Jun 2023
      • visibility 1.202
      • 0Komentar

      Praktik berkurban sekaligus aqiqah begitu banyak ditemui di masyarakat. Yang sebenarnya dalam permasalahan ini, terdapat perbedaan pendapat di antara ulama Madzhab Syafi’i. Menurut Imam Ibnu Hajar dan mayoritas ulama berpendapat tidak cukup. Bahkan apabila tetap dilakukan, maka kurban sekaligus aqiqahnya tidak sah. Dalam salah satu karyanya, Imam Ibnu Hajar menjelaskan: لَوْ نَوَى بِشَاةِ الْأَضْحِيَّةَ وَالْعَقِيقَةَ […]

    expand_less

    Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

    Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

    Lanjutkan membaca