Breaking News
light_mode

Yang Lebih Menakutkan dari Kuburan di Jumat Kliwon

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Rab, 2 Des 2020
  • visibility 503
  • comment 1 komentar

Semakin dalam menyusuri dunia maya, Firman Mutado bergidik ngeri. Ternyata dunia maya jauh lebih mengerikan dari kuburan di alam nyata pada Jumat Kliwon. Di alam nyata, Firman Murtado pernah  jumpa fans dengan mulai pocong hingga genderuwo, namun energi negatifnya tak seberapa mengerikan dibandingkan memedi di dunia maya.

            Coba bayangkan, di dunia ghaib alias dunia maya itu, kebohongan sudah ibarat sego jangan bagi setiap orang. Jin ifrit pun, andai bisa berpartisipasi secara langsung dan memiliki akun media sosial, akan memposting pledoi mereka. Kebenaran dan ketidakbenaran kabur, sulit terdeteksi di alam itu.

            Firman Murtado ribuan kali membaca perdebatan, saling hujat, adu “mulut” hingga memutar balikkan fakta di dunia lelembut ini. Setiap orang, memposting statemen yang mewakili ideologi, pemikiran serta kecenderungannya. Bebas, tanpa pantauan siapa pun. Dan akhir-akhir ini, ia hampir gila oleh ceramah-ceramah, tutorial, meme, artikel atau apa saja bernuansa agama. “Oh, alangkah religiusnya bangsa ini,” entah kata siapa.

            Setidaknya ada beberapa “kubu” aliran teologi yang sering berkelahi di dunia dedemit sana. Tapi yang paling agresif, adalah mereka dari kubu –kata orang—radikal. Coba bayangkan, kata-kata kurang pantas tak segan mereka lontarkan kepada saudara sendiri. Mirisnya, ayat-ayat atau hadits dicantumkan juga seakan berkata kotor terhadap sesama saudara diperintahkan oleh Allah dan Rasulullah. Tak sekali dua kali, namun hampir setiap postingan begitu.

            Kubu radikal, entah bagaimana menganggap dirinya sebagai hakim agung di dunia maya. Kaum hedonis, pemelihara kearifan nenek moyang, kaum nasionalis, orang awam, kaum santri yang tidak neko-neko dalam beragama, mereka ganyang layaknya pesakitan ideologi dan teologi. Seakan kelak surga sepi karena hanya kaum radikal itu penghuninya.

            Firman Murtado sempat goyang dan berpikir, demikiankah dulu Nabi memperlakukan orang lain? Setahu Firman Murtado dari guru ngajinya di surau dulu, Rasulullah sangat santun bahkan memperlakukan orang yang  “tak sepaham” dengan beliau. Rasulullah hanya akan bereaksi jika wahyu yang memerintahkan beliau bertindak. Bukan berdasarkan ego apalagi sekedar dugaan. Setahu Firman Murtado, tutur kata Rasulullah sangat lembut bahkan terhadap orang yang mengancam keselamatan jiwa beliau. Kata-kata kurang pantas, apalagi laknat dan kutukan, tak pernah sehuruf pun keluar dari lisan beliau yang suci. Setidaknya demikian kata guru ngajinya di surau, kala itu.

            Benar kata Gus Dur, bahwa “Agama mengajarkan pesan-pesan damai dan ekstrimis memutarbalikkannya.”

            Maka, kaum radikal yang konon mendapat dana dari sponsor untuk membeli gadget, paket data internet bahkan mendapat pelatihan khusus menjadi buzzer, hacker dan crakcker, mendominasi dunia maya layaknya wabah. Kapan pun Firman Murtado bertualang di dunia maya, ia akan mendengar, membaca dan melihat mereka menyerang siapa pun dengan membabi buta. Tak terkecuali Firman Murtado yang hanya ingin bermain-main, melupakan himpitan hidup di sana.

Penulis: Abdul Rozaq, Santri dan Alumnus PMII

Editor: Makhfud Syawaludin

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (1)

    Silahkan tulis komentar Anda

    Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

    Rekomendasi Untuk Anda

    • Harga Pakan Ikan Naik, Mahasiswa UNU STAIS Pasuruan Gelar Pelatihan

      Harga Pakan Ikan Naik, Mahasiswa UNU STAIS Pasuruan Gelar Pelatihan

      • calendar_month Sel, 19 Sep 2023
      • visibility 1.135
      • 0Komentar

      Gondangwetan, NU Pasuruan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Kolaboratif (KKN-K) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan dengan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin Pasuruan menggelar pelatihan pembuatan pakan ikan alternatif magot di Balai Desa Tebas, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan Ahad (27/08/2023). Lallatul Nuzulah salah satu mahasiswa KKN-K UNU STAI Salahuddin Pasuruan mengatakan, tujuan dari kegiatan ini adalah […]

    • Target Legalitas Amil Zakat di 110 Masjid, LTM NU Kab. Pasuruan Gelar Rakor Penataan Amil Zakat

      Target Legalitas Amil Zakat di 110 Masjid, LTM NU Kab. Pasuruan Gelar Rakor Penataan Amil Zakat

      • calendar_month Rab, 23 Mei 2018
      • visibility 690
      • 0Komentar

      Targetkan legalitas dalam pembentukan Amil Zakat di 110 Masjid wilayah Kabupaten Pasuruan, Pengurus Cabang Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (PC LTM NU) gelar Rakor Penataan Amil Zakat bersama BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) dan LAZISNU (Lembaga Amil Zakat Nahdlatul Ulama) Kabupaten Pasuruan di Gedung Graha PCNU Kabupaten Pasuruan.

    • GP Ansor Pasuruan Targetkan Satu PAC Satu Ladang Padi Sehat Organik

      GP Ansor Pasuruan Targetkan Satu PAC Satu Ladang Padi Sehat Organik

      • calendar_month Sen, 26 Mei 2025
      • visibility 959
      • 0Komentar

      Kejayan, NU Pasuruan Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pasuruan menggelar kegiatan panen padi sehat ketahanan pangan di area persawahan Dusun Seketi, Kelurahan Kejayan, Kecamatan Kejayan, pada Sabtu (24/05/2025). Kegiatan ini merupakan binaan  Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Kabupaten Pasuruan. Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pasuruan, Abdul Karim, menyampaikan bahwa panen kali ini merupakan hasil […]

    • Haralah ke 90 Ansor, Kiai Imron : Kader Ansor Harus Memberikan Contoh Kepada Anak

      Haralah ke 90 Ansor, Kiai Imron : Kader Ansor Harus Memberikan Contoh Kepada Anak

      • calendar_month Ming, 28 Apr 2024
      • visibility 745
      • 0Komentar

      Gondangwetan, NU Pasuruan Pada momentum Hari Lahir (Harlah) ke 90 Gerakan Pemuda (GP) Ansor Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin mengatakan bahwasanya kader kader Ansor harus bisa memberikan dan menjadi contoh karakter yang baik kepada anak anaknya. “Pendidikan dasar karekter anak anak kita adalah melihat keseharian orang tuanya,” ujarnya pada […]

    • Membanggakan, IPPNU Kabupaten Pasuruan  Raih Juara Umum IPPNU Awards 2026

      Membanggakan, IPPNU Kabupaten Pasuruan Raih Juara Umum IPPNU Awards 2026

      • calendar_month Sen, 9 Feb 2026
      • visibility 531
      • 0Komentar

      Pohjentrek, NU Pasuruan Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Pasuruan menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Juara Umum PW IPPNU Jawa Timur Awards 2026 pada Konferwil PW IPPNU di Kampung Coklat, Sabtu -Ahad (7-8/02/2026) Ketua PC IPPNU Kabupaten Pasuruan Siti Julaikha, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh jajaran pengurus atas kerja […]

    • Jangan Salah, Islam dan Nasionalisme Tak Bertentangan

      Jangan Salah, Islam dan Nasionalisme Tak Bertentangan

      • calendar_month Sel, 20 Apr 2021
      • visibility 874
      • 0Komentar

      Pohjentrek, NU PasuruanH. Ahmad Taufiq, wakil ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, mengungkapkan bahwa banyak dari masyarakat yang salah dalam memahami ajaran agamanya. Sehingga marak terjadi kekerasan atas nama agama. “Mereka yang keluar rel aswaja, memiliki kerentanan terpapar ekstrimisme,” ujarnya saat memberikan materi dalam kegiatan pembekalan Pemateri Pesantren Ramadlan, Senin (19/4/2021). Ia juga […]

    expand_less

    Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

    Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

    Lanjutkan membaca