Breaking News
light_mode

Jadikan Cahaya Al-Quran Sebagai Sinar Kehidupan

  • account_circle Muhajirin Yusuf
  • calendar_month Kam, 22 Apr 2021
  • visibility 1.415
  • comment 0 komentar

Al-Quran diturunkan untuk pertama kalinya di tengah-tengah peradaban manusia yang penuh dengan kekacauan dan kegelapan. Al-Qur’an menjadi sumber inspirasi yang laa roiba fiih tidak ada keraguan di dalamnya. Turunnya Al-Quran bagaikan cahaya penerang dalam kegelapan. Hal itu disampaikan Ustadz Nairurrohman saat menyampaikan ceramah safari ramadhan di Masjid An-Nur Pandansari Kebonrejo Grati, Kab Pasuruan, Rabu (21/4/2021).

Safari ini juga dihadiri oleh ulama sepuh NU KH. Idris Hamid dan KH. Hadi Ahmad Khusaeri beserta rombongan ratusan santri dari Pondok Pesantren Salafiyah Pasuruan. Ayat-ayat Al-Qur’an sejatinya merupakan tuntunan yang ditunjukan untuk memberikan cahaya kebaikan bagi manusia, baik di dunia maupun di akhirat, terang Gus Rohman.

Gus Rohman menjelaskan tentang bahayanya orang yang di hatinya tidak ada Alquran. Hal ini seperti rumah yang gelap tidak ada lampu penerang. Sebuah rumah akan terang benderang penuh cahaya apabila disinari oleh Al-Qur’an. Perumpamaan rumah gelap itu mengandung maksud yang halus, sebagaimana kita akan kesulitan melakukan aktifitas diruangan gelap yang minim cahaya.

Demikian juga hati yang gelap dan kosong dari kalamullah akan mudah dipengaruhi oleh setan. Perumpamaan diatas menyatakan betapa penting membaca Alquran, sehingga hati yang tidak ada kalamullah telah diumpamakan seperti rumah yang gelap.

Rumah yang di dalamnya terdapat bacaan Alquran, maka keluarga serta kerabatnya akan bertambah berkah serta kebaikan akan memenuhi ahli rumah tersebut. Malaikat akan turun memenuhi rumah itu, dan setan akan keluar darinya.

Sebaliknya rumah yang tidak dibacakan Alquran, maka akan diliputi oleh kesempitan dan ketidakberkahan, malaikat akan keluar dari rumah itu, dan setan akan memenuhi rumah itu. Maka dari itu, Gus Rohman mengajak jamaah yang hadir di masjid peninggalan KH. Abdul Hamid ini untuk selalu tingkatkan membaca Al-Quran.

“Sinarilah rumah anda dengan membaca Al-Qur’an. Manfaatkan waktu di rumah untuk memperbanyak tadarus Al-Qur’an. lebih-lebih pada bulan yang mulia ini,” kata pria yang juga sebagai pengajar di Bayt Al-Hikmah.

Seperti dalam bulan Ramadhan ini Nabi Muhammad SAW telah mencontohkan kepada umatnya amalan sunah yang dapat dilakukan pada bulan suci Ramadhan, salah satunya adalah tadarus Al-qur’an.

Di dalam hadits, Nabi mengatakan bahwa siapa saja yang membaca satu huruf Al-Qur’an maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan, sungguh kebaikan itu akan datang dengan sendirinya.

Jika datangnya bulan Ramadan, kemudian membaca dengan tajwid yang baik dan tadabburi, pahami, dan amalkan isinya. Insya Allah dengan melakukan hal ini maka kita akan menjadi insan yang berkah.

Marilah kita selalu membaca dan mengamalkan al-qur’an dan tentunya berlomba-lomba melakukan kebikan di bulan Ramadan ini.

Kontributor : Muhajirin Yusuf, pemimpin redaksi khazanahquraniyah.com.

  • Penulis: Muhajirin Yusuf

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jaga Tradisi & Identitas Masjid NU, LTM PCNU Kab. Pasuruan dan Bangil Siapkan 1700 Piagam

    Jaga Tradisi & Identitas Masjid NU, LTM PCNU Kab. Pasuruan dan Bangil Siapkan 1700 Piagam

    • calendar_month Kam, 13 Agu 2020
    • visibility 940
    • 0Komentar

    Dalam upaya memberikan apresiasi dan memperkuat identitas Masjid Nahdliyin, Pengurus Cabang Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Kabupaten Pasuruan melaunching Piagam Masjid Nahdliyin. Sebanyak 1200 Piagam untuk wilayah LTM PCNU Kabupaten Pasuruan dan 500 Piagam untuk wilayah LTM PCNU Bangil telah disiapkan. “Sebagai penguat identitas lembaga yang selama ini dengan istiqoma dan konsisten mengamalkan, melestarikan […]

  • Mahasiswa  UNU Pasuruan Ajak Siswa SD Al Maksum Balunganyar Kuasai Penjumlahan Bersusun

    Mahasiswa UNU Pasuruan Ajak Siswa SD Al Maksum Balunganyar Kuasai Penjumlahan Bersusun

    • calendar_month Jum, 31 Jul 2026
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Lekok, NU Pasuruan Mahasiswa Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan mengajak siswa kelas III SD Al Maksum Balunganyar belajar Matematika melalui metode interaktif di lembaga pendidikan setempat. Kegiatan tersebut bertujuan membantu siswa memahami materi penjumlahan bersusun dengan cara yang lebih menyenangkan sekaligus meningkatkan keaktifan mereka selama proses pembelajaran. Pembelajaran dipimpin oleh […]

  • Perluas Dakwah Hingga Pengajian di Koramil, LDNU Pasuruan Gandeng LIM Ponpes Lirboyo

    Perluas Dakwah Hingga Pengajian di Koramil, LDNU Pasuruan Gandeng LIM Ponpes Lirboyo

    • calendar_month Jum, 28 Jan 2022
    • visibility 936
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU PasuruanLembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Silaturahmi dengan alumni Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo Kediri di Kabupaten Pasuruan yang tergabung dalam Lembaga Ittihadul Muballighin (LIM) di Ruang Rapat PCNU, Kecamatan Pohjentrek, Kamis (27/01/2022). “Ini upaya sinergi dan simbiosis mutualisme antara LDNU dan LIM demi kemaslahatan umat,” ujar […]

  • Kiai Imron : Rayakan Maulid Cara Untuk Mendapatkan Syafa’at Nabi

    Kiai Imron : Rayakan Maulid Cara Untuk Mendapatkan Syafa’at Nabi

    • calendar_month Rab, 11 Sep 2024
    • visibility 509
    • 0Komentar

    Tutur, NU Pasuruan  Kiai Imron, Ketua Pengurus PCNU Kabupaten Pasuruan menyatakan bahwa merayakan Maulid Nabi Muhammad adalah cara yang sangat penting untuk mendapatkan syafa’at dari Nabi. Dalam pernyataannya, Kiai Imron menekankan bahwa perayaan Maulid tidak hanya sebagai bentuk penghormatan, tetapi juga sebagai sarana untuk mendapatkan berkah dan syafa’at dari Nabi Muhammad Hal itu diungkapkan pada […]

  • Makna Tradisi Mitoni Bagi Warga Purwosari Pasuruan

    • calendar_month Jum, 20 Sep 2019
    • visibility 1.392
    • 0Komentar

    Tepatnya di desa tejowangi kecamatan Purwosari-Pasuruan, adat jawa mitoni atau juga disebut tingkeban yaitu tujuh bulanan usia kehamilan masih dilestarikan. Acara mitoni merupakan prosesi adat Jawa yang ditujukan pada ibu yang kandungannya mencapai usia tujuh bulan kehamilan. Mitoni sendiri berasal dari kata “pitu” yang artinya adalah angka tujuh. Meskipun begitu, pitu juga dapat diartikan sebagai […]

  • Harlah Ansor ke-88, Ansor Pasuruan Diminta Belajar Pengembangan SDM dari Kisah Raja Zulkarnain

    Harlah Ansor ke-88, Ansor Pasuruan Diminta Belajar Pengembangan SDM dari Kisah Raja Zulkarnain

    • calendar_month Sen, 25 Apr 2022
    • visibility 345
    • 0Komentar

    Kota Pasuruan, NU Pasuruan Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pasuruan menggelar Refleksi Harlah ke-88 Ansor di Gedung Segoropuro, Pendopo Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Sabtu (23/04/2022). Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin menegaskan, setiap sejarah perubahan yang terjadi di dunia terlibat para pemuda. Seperti kisah Raja Zulkarnain. “Zulkarnain […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca