KH Imron Mutamakkin: Pondasi Aswaja Kunci Istiqamah NU Hingga Abad Kedua
- calendar_month Sel, 6 Jan 2026
- visibility 17
- comment 0 komentar

Pohjentrek, NU Pasuruan
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU)Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin, mengatakan bahwa peringatan Harlah NU bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk mensyukuri nikmat Allah SWT atas istiqamahnya jam’iyyah Nahdlatul Ulama dalam menjaga ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah.
Hal itu diungkapkan pada saat Tasyakuran Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama ke-103 Bersama ISHARI NU di Aula KH Ahmad Djufri PCNU Kabupaten Pasuruan, Senin (5/1/2026).
“Kita bersyukur kepada Allah SWT karena telah diberi taufik sehingga NU tetap eksis hingga lebih dari satu abad,” ujarnya.
Lebih lanjut dirinya mengatakan, saat ini NU perlahan sudah menyelesaikan konflik baik internal maupun eksternal, tanpa taufik dari Allah, manusia tidak akan mampu menjadi pribadi yang baik dan istiqamah dalam menjalankan ajaran agama.
“Sejak dulu perbedaan pendapat antara tokoh tokoh NU sudah biasa cuma bedanya tidak ada media sosial,” terangnya.
Patut disyukuri oleh kita semua karena tidak sembarang organisasi bisa bertahan sampai usia 1 abad, lengkap dengan berbagai pengabdian dan kontribusinya. Sesungguhnya Allah mengutus untuk umat ini pada setiap penghujung seratus tahun seseorang yang memperbaharui agamanya” (HR. Abu Daud).
“Hadis ini masyhur dengan riwayat para hafiz penghafal hadis yang mu’tabar. Adapun mujaddid pada abad pertama adalah Khalifah ‘Umar bin Abdul Aziz, pada abad ke-2 adalah Imam Muhammad bin Idris Al-Syafi’i, dan lainnya,” terangnya.
Gus Ipong sapaan akrabnya menjelaskan, NU didirikan pada 31 Januari 1926 sebagai jam’iyyah diniyyah ijtima’iyyah yang memiliki pondasi kuat berupa akidah Ahlussunnah wal Jama’ah.
“Para sesepuh NU telah meletakkan pondasi yang sangat kokoh. Dengan pondasi itulah NU mampu bertahan hingga satu abad lebih,” jelasnya.
Oleh karena itu mari kita bersama samaen menjaga pondasi NU agar ajaran ulama terdahulu bisa di rasakan oleh anah cucu kita nanti.
“Mari kita pahami visi misi NU yakni menyebarkan Islam ahlussunah wal jama’ah ala NU,” tutupnya.
- Penulis: Mokh Faisol

Saat ini belum ada komentar