KH Imron Mutamakkin: Pondasi Aswaja Kunci Istiqamah NU Hingga Abad Kedua
- account_circle Mokh Faisol
- calendar_month Sel, 6 Jan 2026
- visibility 510
- comment 0 komentar

Pohjentrek, NU Pasuruan
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU)Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin, mengatakan bahwa peringatan Harlah NU bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk mensyukuri nikmat Allah SWT atas istiqamahnya jamâiyyah Nahdlatul Ulama dalam menjaga ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaâah.
Hal itu diungkapkan pada saat Tasyakuran Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama ke-103 Bersama ISHARI NU di Aula KH Ahmad Djufri PCNU Kabupaten Pasuruan, Senin (5/1/2026).
âKita bersyukur kepada Allah SWT karena telah diberi taufik sehingga NU tetap eksis hingga lebih dari satu abad,” ujarnya.
Lebih lanjut dirinya mengatakan, saat ini NU perlahan sudah menyelesaikan konflik baik internal maupun eksternal, tanpa taufik dari Allah, manusia tidak akan mampu menjadi pribadi yang baik dan istiqamah dalam menjalankan ajaran agama.
“Sejak dulu perbedaan pendapat antara tokoh tokoh NU sudah biasa cuma bedanya tidak ada media sosial,” terangnya.
Patut disyukuri oleh kita semua karena tidak sembarang organisasi bisa bertahan sampai usia 1 abad, lengkap dengan berbagai pengabdian dan kontribusinya. Sesungguhnya Allah mengutus untuk umat ini pada setiap penghujung seratus tahun seseorang yang memperbaharui agamanyaâ (HR. Abu Daud).
âHadis ini masyhur dengan riwayat para hafiz penghafal hadis yang muâtabar. Adapun mujaddid pada abad pertama adalah Khalifah âUmar bin Abdul Aziz, pada abad ke-2 adalah Imam Muhammad bin Idris Al-Syafiâi, dan lainnya,” terangnya.
Gus Ipong sapaan akrabnya menjelaskan, NU didirikan pada 31 Januari 1926 sebagai jamâiyyah diniyyah ijtimaâiyyah yang memiliki pondasi kuat berupa akidah Ahlussunnah wal Jamaâah.
âPara sesepuh NU telah meletakkan pondasi yang sangat kokoh. Dengan pondasi itulah NU mampu bertahan hingga satu abad lebih,” jelasnya.
Oleh karena itu mari kita bersama samaen menjaga pondasi NU agar ajaran ulama terdahulu bisa di rasakan oleh anah cucu kita nanti.
“Mari kita pahami visi misi NU yakni menyebarkan Islam ahlussunah wal jama’ah ala NU,” tutupnya.
- Penulis: Mokh Faisol

Saat ini belum ada komentar