KH Mas’um Hasyim: Puasa Melatih Kesadaran Bahwa Manusia Selalu Diawasi Allah
- account_circle Mokh Faisol
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 10
- comment 0 komentar

Wonorejo, NU Pasuruan
PJ Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, KH Mas’um Hasyim, menyampaikan bahwa puasa Ramadhan merupakan ajang latihan spiritual bagi umat Islam untuk mengendalikan hawa nafsu sekaligus meningkatkan kesadaran diri kepada Allah SWT.
Hal tersebut disampaikan saat kegiatan Safari Ramadhan di Masjid Darussalam, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (28/02/2026).
Menurutnya, puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan proses training agar seseorang merasa selalu berada dalam pengawasan Allah SWT.
“Puasa itu ajang training dan merasakan selalu diawasi oleh Allah SWT,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa sejatinya bukan hanya ibadah puasa yang berada dalam pengawasan Allah, melainkan seluruh aktivitas manusia di dunia selalu dalam pengawasan-Nya. Ketika kesadaran tersebut telah tertanam dalam hati, seseorang akan tetap berbuat baik baik saat dilihat maupun tidak dilihat orang lain.
“Kita hanya perlu meyakini bahwa seluruh aktivitas kita diawasi oleh Allah, sehingga apa yang kita lakukan seolah-olah selalu dalam pengawasan-Nya,” paparnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberhasilan latihan spiritual selama Ramadhan dapat diukur setelah bulan suci tersebut berakhir. Kebiasaan baik yang dilakukan selama Ramadhan hendaknya tetap dijaga dan dilanjutkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Tolak ukur training kita adalah pasca bulan Ramadhan,” tegasnya.
Kiai Mas’um juga mengingatkan bahwa Ramadhan dikenal sebagai bulan Al-Qur’an. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an karena kelak akan menjadi penolong di akhirat.
“Orang yang sering khatam Al-Qur’an besok akan ditolong oleh Al-Qur’an,” jelasnya.
- Penulis: Mokh Faisol

Saat ini belum ada komentar