Breaking News
light_mode

Kisah Ummu al-Idzam dan Syair Yang Mendatangkan Hujan

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Sel, 2 Mar 2021
  • visibility 493
  • comment 0 komentar

Pada tahun 973 H, di sebuah wilayah yang disebut Mikhlâf as-Sulaymâni, saat ini merupakan daerah di Provinsi Jazan, Arab Saudi, telah mengalami kekeringan dan kegersangan yang begitu dahsyat. Masyarakatnya semakin kesulitan untuk mendapatkan air dan makanan. Saking sulitnya, akhirnya masyarakat mikhlaf as-Sulaymani membakar tulang-tulang binatang yang tersisa untuk dimakan sehingga bisa mempertahankan hidup. Berdasarkan itu, pada tahun tersebut disebut dengan tahun Ummu al-‘Idzâm, yang artinya ibu tulang.

Melihat kondisi tersebut dan belum ada tanda-tanda turun hujan, seorang ulama yang menjabat sebagai Al-Qadli, yang bernama Muhammad bin Ali bin Umar adl-Dlamadi, keluar bersama kaumnya untuk kembali menunaikan Salat Istisqa’. Kali ini, setelah salat, ulama tersebut bersyair secara irtijâl, improvisasi, di hadapan jamaahnya. Berikut lafadz syair tersebut:

إنْ مَسَّنا الضُّرُّ أَو ضاقَتْ بِنا الحِيَلُ # فَلَنْ يَـخـيـبَ لَـنـا في رَبِّـنـا أَمَــلُ
وإنْ أَنـاخَـتْ بِنـا البَـلْـوَى فـإنَّ لَـنـا # رَبًّــا يُـحَــوِّلُـهـا عَــنَّـا فَـتَـنْـتَـقِــلُ
اَللهُ في كُلِّ خَـطْـبٍ حَـسْـبُـنــا وكَفَى # إلَـيـهِ نَـرفَـعُ شَـكْــوانـا ونَـبْـتَـهِــلُ
مَـنْ ذا نَـلُـوذُ بِـهِ في كَـشْفِ كُـرْبَـتِـنا # ومَـنْ عَلَـيـهِ سِـوَى الـرَّحْـمَنِ نَتَّـكِلُ
وكَيفَ يُرجَى سِوَى الرَّحْـمَنِ مِنْ أَحَدٍ # وفي حِياضِ نَداهُ النَّـهْلُ والعَـلَلُ ؟!
لا يُرْتَـجَى الـخَيرُ إلَّا مِـنْ لَدُنْهُ ولا # بِـغَـيرِهِ يُـتَوقَّى الـحـادِثُ الـجَـلَلُ
خَــزائِــنُ الله تُـغْـنِي كُلَّ مُـفْــتَــقِـرٍ # وفي يَـــدِ الله لِلـسُّــؤَّالِ مـا سَــأَلُـوا
وســائِــلُ الله مـا زالَــتْ مَـسـائِـلُـهُ # مَـقْبــولَــةً مـــا لَـهـا رَدٌّ ولا مَـــلَلُ
فَـافْـزَعْ إلى الله وَاقْـرَعْ بـابَ رَحْـمَـتِهِ # فَهْوَ الرَّجـاءُ لِـمَـن أَعْـيَتْ بِـهِ السُّبُلُ
وأَحْسِنِ الظَّنَّ في مَـولاكَ وَارْضَ بِمـا # أَوْلاكَ يَنْحَـلُّ عَنْكَ البُؤسُ والوَجَلُ
وإنْ أَصابَـكَ عُسْرٌ فَـانْـتَـظِـرْ فَـرَجًـا # فَـالعُـسْرُ بِـاليُـسْرِ مَـقْـرُونٌ ومُتَّـصِلُ
وانْظُرْ إلى قَولِهِ :﴿ادْعُونِي اسْتَجِبْ لَكُمُ} # فَــذاكَ قَــولٌ صَحـيـحٌ مـا لَـهُ بَــدَلُ
كَـمْ أَنْـقَـذَ اللهُ مُـضْطَــرًّا بِرَحْـمَـتِــهِ # وكَـمْ أَنـالَ ذَوِي الآمالِ مـا أَمَـلُوا !
يـا مالِكَ الـمُـلْكِ فَـارْفَعْ ما أَلَـمَّ بِـنا # فَـمـا لَـنــا بِتَــوَلِّـي دَفْــعِـــهِ قِـبَـلُ
ضاقَ الخِناقُ فَنَفْسي ضَيْقَةٌ عَجْلَى بِنـا # فأَنْفَعُ شَيءٍ عِـنْـدَنـا الـعَـجَـلُ

Kala kesengsaraan menimpa kita // atau kehidupan serasa sesak // kita tak akan putus asa pada Tuhan kita

Kala cobaan menghuni ruang kita // kita masih punya Tuhan // yang akan mengusirnya

Pada segala kesusahan // Allah-lah yang mencukupi kita // Hanya kepada-Nya, kita mencurahkan keluh kesah; // berdoa dengan sepenuh hati

Kepada siapa lagi kita minta pertolongan // untuk menghilangkan kesusahan kita? // Kepada siapa lagi kita memasrahkan diri // selain kepada Dzat Yang Maha Pengasih?

Bagaimana mungkin harapan kita sandarkan // kepada selain Dzat Yang Maha Pengasih // sementara pada telaga kedermawanannya // hanya tersedia seteguk demi seteguk?

Kebaikan diharapkan tiada lain kecuali dari sisi-Nya // dan dengan selain-Nya, musibah besar tak bisa dihindari

Khazanah Allah selalu mencukupi setiap orang yang butuh // Di ‘tangan’ Allah selalu ada apa-apa yang mereka pinta

Yang meminta kepada Allah, tak henti-hentinya permintaanya dikabulkan // tak pernah mendapati penolakan dan kejemuan

Mintalah kepada Allah, ketuk pintu kasih sayang-Nya // maka Dialah harapan bagi yang sudah dilelahkan perjalanan

Berbaik sangkalah kepada Tuhanmu // Puaslah pada pemberian-Nya kepadamu // Maka terurailah kesengsaraan dan kecemasan

Jika kesulitan menimpamu // maka tunggulah datangnya kelapangan // Kesulitan selalu bebarengan dan bergandengan dengan kemudahan

Lihatlah firman-Nya, “Berdoalah kepadaku, maka Aku akan mengabulkannya” // Itu adalah firman yang sahih, tak ada gantinya

Betapa seringnya Allah menyelamatkan orang sengsara dengan kasih sayang-Nya // Betapa seringnya Allah mewujudkan harapan orang-orang yang berharap

Wahai Dzat Yang Merajai segala kerajaan // hilangkanlah apa-apa yang membuat kami nestapa // Kami tak punya daya untuk menolaknya

Kerongkonganku sudah menciut, napasku sesak // Lekaslah makbul // Yang paling bermanfaat bagi kita adalah: // Lekas makbul…

Usai bait-bait syair ini dilantunkan, langit pun langsung mengguyurkan hujan deras ke bumi Mikhlâf as-Sulaymâni. Masyarakat pun bergembira dan bersama-sama mengucapkan syukur kepada Allah SWT.

Sumber: Lâmiyah Ibn Umar adl-Dlamadi Fi al-Istisqa’, tahqiq Dr. Abdullah bin Muhammad Abu Dahisy.

Penulis: Vaurak Tsabat, Santri Penikmat Kopi di Pondok Besuk, Pasuruan

Editor: Makhfud Syawaludin

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tingkatkan Pembelajaran Madrasah Diniyah, Dinas Pendidikan & Kemenag Kabupaten Pasuruan Gelar Bimtek

    • calendar_month Kam, 30 Agu 2018
    • visibility 312
    • 1Komentar

    Seiring dengan pesatnya perkembangan MADIN (Madrasah Diniyah) sejak diberlakukannya Peraturan Bupati Nomor 21 tahun 2016 tentang wajib MADIN di Pasuruan, Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan adakan Bimbingan Teknis metode pembelajaran MADIN Pontren, Rabu (29/8) di Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan. Kegiatan ini dilakukan untuk melakukan pembenahan dalam semua aspek internal MADIN termasuk administrasi dan […]

  • Innalilahi, KH Muzakki Birul Alim Rais Syuriah PCNU Kabupaten Pasuruan Wafat

    Innalilahi, KH Muzakki Birul Alim Rais Syuriah PCNU Kabupaten Pasuruan Wafat

    • calendar_month Jum, 20 Okt 2023
    • visibility 422
    • 0Komentar

    Gondangwetan, NU Pasuruan Inalillahi wa inalillahi rojun telah pulang ke rahmatullah Rois Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Muzakki Birul Alim. Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatullah Tampung Mengembuskan napas di Rumah Sakit Daerah (RSUD) Bangil pada pukul 20. 45 WIB, Jum’at (20/10/2023). “Inalillahi wa inalillahi rojiun telah berpulang ke rahmatullah KH Muzakki Birul […]

  • LPBI NU dan Sahabat Banser Tanggap Bencana Rejoso Aktif Tingkatkan Kapasitas Mitigasi

    LPBI NU dan Sahabat Banser Tanggap Bencana Rejoso Aktif Tingkatkan Kapasitas Mitigasi

    • calendar_month Sen, 15 Mar 2021
    • visibility 257
    • 0Komentar

    Rejoso, NU Kabupaten PasuruanBanjir yang secara rutin menerjang Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan, membutuhkan banyak penanganan dan persiapan yang profesional dalam setiap penanganannya. Menyadari itu, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) dan Sahabat Banser Tanggap Bencana (SBTB) Rejoso aktif mengikuti berbagai peningkatan kapasitas dan koordinasi dengan stake […]

  • Bantu Peningkatan Mutu Pendidikan, PCNU Kabupaten Pasuruan Bangun Ruang Kelas di SMK Shalahuddin

    • calendar_month Kam, 13 Des 2018
    • visibility 374
    • 0Komentar

    Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan melalui Lembaga Pendidikan Ma’arif (LP Ma’arif), resmikan 2 (dua) Ruang Kelas Baru (RKB) Lantai II di SMK Shalahudin Pasuruan, Rabu kemarin (12/12). Dalam acara peresmian tersebut, Ketua LP Ma’arif PCNU kabupaten Pasuruan KH. A. Mujib Imron, SH., MH berharap agar bantuan ini mampu meningkatkan kinerja lembaga dalam mengawal […]

  • Konflik Masjid Hidayatulloh Usai, LPBHNU Kab. Pasuruan Gelar Tasyakuran & Buka Bersama

    • calendar_month Sab, 18 Mei 2019
    • visibility 306
    • 0Komentar

    Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBH NU) kabupaten Pasuruan gelar Tasyakuran di Masjid Hidayatulloh Kota Pasuruan, Jum’at (17/5). Diungkapkan oleh Ta’mir Masjid, bahwa tasyakuran ini merupakan ungkapan syukur atas selesainya permasalahan sengketa Masjid Hidayatulloh Pasuruan. Dan diketahui, beberapa hari yang lalu masjid tersebut sempat memicu konflik antara kelompok Salafi Wahabi dengan kelompok NU. […]

  • Kiai Imron Mutamakkin : Imam Shalat Memiliki Tanggung Jawab Besar

    Kiai Imron Mutamakkin : Imam Shalat Memiliki Tanggung Jawab Besar

    • calendar_month Rab, 20 Mar 2024
    • visibility 440
    • 0Komentar

    Tutur, NU Pasuruan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin mengatakan bahwasanya tanggung jawab imam shalat itu besar. Oleh karenanya, persyaratan Imam bukan hanya bagus dan benar bacaannya, tetapi juga harus paham benar tentang kesunnhan sholat. “Permasalahan shalat jama’ah bukan hanya terletak pada makmum karena makmum mengikuti imam maka dari itu, […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca