Breaking News
light_mode

Kisah Ummu al-Idzam dan Syair Yang Mendatangkan Hujan

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Sel, 2 Mar 2021
  • visibility 617
  • comment 0 komentar

Pada tahun 973 H, di sebuah wilayah yang disebut Mikhlâf as-Sulaymâni, saat ini merupakan daerah di Provinsi Jazan, Arab Saudi, telah mengalami kekeringan dan kegersangan yang begitu dahsyat. Masyarakatnya semakin kesulitan untuk mendapatkan air dan makanan. Saking sulitnya, akhirnya masyarakat mikhlaf as-Sulaymani membakar tulang-tulang binatang yang tersisa untuk dimakan sehingga bisa mempertahankan hidup. Berdasarkan itu, pada tahun tersebut disebut dengan tahun Ummu al-‘Idzâm, yang artinya ibu tulang.

Melihat kondisi tersebut dan belum ada tanda-tanda turun hujan, seorang ulama yang menjabat sebagai Al-Qadli, yang bernama Muhammad bin Ali bin Umar adl-Dlamadi, keluar bersama kaumnya untuk kembali menunaikan Salat Istisqa’. Kali ini, setelah salat, ulama tersebut bersyair secara irtijâl, improvisasi, di hadapan jamaahnya. Berikut lafadz syair tersebut:

إنْ مَسَّنا الضُّرُّ أَو ضاقَتْ بِنا الحِيَلُ # فَلَنْ يَـخـيـبَ لَـنـا في رَبِّـنـا أَمَــلُ
وإنْ أَنـاخَـتْ بِنـا البَـلْـوَى فـإنَّ لَـنـا # رَبًّــا يُـحَــوِّلُـهـا عَــنَّـا فَـتَـنْـتَـقِــلُ
اَللهُ في كُلِّ خَـطْـبٍ حَـسْـبُـنــا وكَفَى # إلَـيـهِ نَـرفَـعُ شَـكْــوانـا ونَـبْـتَـهِــلُ
مَـنْ ذا نَـلُـوذُ بِـهِ في كَـشْفِ كُـرْبَـتِـنا # ومَـنْ عَلَـيـهِ سِـوَى الـرَّحْـمَنِ نَتَّـكِلُ
وكَيفَ يُرجَى سِوَى الرَّحْـمَنِ مِنْ أَحَدٍ # وفي حِياضِ نَداهُ النَّـهْلُ والعَـلَلُ ؟!
لا يُرْتَـجَى الـخَيرُ إلَّا مِـنْ لَدُنْهُ ولا # بِـغَـيرِهِ يُـتَوقَّى الـحـادِثُ الـجَـلَلُ
خَــزائِــنُ الله تُـغْـنِي كُلَّ مُـفْــتَــقِـرٍ # وفي يَـــدِ الله لِلـسُّــؤَّالِ مـا سَــأَلُـوا
وســائِــلُ الله مـا زالَــتْ مَـسـائِـلُـهُ # مَـقْبــولَــةً مـــا لَـهـا رَدٌّ ولا مَـــلَلُ
فَـافْـزَعْ إلى الله وَاقْـرَعْ بـابَ رَحْـمَـتِهِ # فَهْوَ الرَّجـاءُ لِـمَـن أَعْـيَتْ بِـهِ السُّبُلُ
وأَحْسِنِ الظَّنَّ في مَـولاكَ وَارْضَ بِمـا # أَوْلاكَ يَنْحَـلُّ عَنْكَ البُؤسُ والوَجَلُ
وإنْ أَصابَـكَ عُسْرٌ فَـانْـتَـظِـرْ فَـرَجًـا # فَـالعُـسْرُ بِـاليُـسْرِ مَـقْـرُونٌ ومُتَّـصِلُ
وانْظُرْ إلى قَولِهِ :﴿ادْعُونِي اسْتَجِبْ لَكُمُ} # فَــذاكَ قَــولٌ صَحـيـحٌ مـا لَـهُ بَــدَلُ
كَـمْ أَنْـقَـذَ اللهُ مُـضْطَــرًّا بِرَحْـمَـتِــهِ # وكَـمْ أَنـالَ ذَوِي الآمالِ مـا أَمَـلُوا !
يـا مالِكَ الـمُـلْكِ فَـارْفَعْ ما أَلَـمَّ بِـنا # فَـمـا لَـنــا بِتَــوَلِّـي دَفْــعِـــهِ قِـبَـلُ
ضاقَ الخِناقُ فَنَفْسي ضَيْقَةٌ عَجْلَى بِنـا # فأَنْفَعُ شَيءٍ عِـنْـدَنـا الـعَـجَـلُ

Kala kesengsaraan menimpa kita // atau kehidupan serasa sesak // kita tak akan putus asa pada Tuhan kita

Kala cobaan menghuni ruang kita // kita masih punya Tuhan // yang akan mengusirnya

Pada segala kesusahan // Allah-lah yang mencukupi kita // Hanya kepada-Nya, kita mencurahkan keluh kesah; // berdoa dengan sepenuh hati

Kepada siapa lagi kita minta pertolongan // untuk menghilangkan kesusahan kita? // Kepada siapa lagi kita memasrahkan diri // selain kepada Dzat Yang Maha Pengasih?

Bagaimana mungkin harapan kita sandarkan // kepada selain Dzat Yang Maha Pengasih // sementara pada telaga kedermawanannya // hanya tersedia seteguk demi seteguk?

Kebaikan diharapkan tiada lain kecuali dari sisi-Nya // dan dengan selain-Nya, musibah besar tak bisa dihindari

Khazanah Allah selalu mencukupi setiap orang yang butuh // Di ‘tangan’ Allah selalu ada apa-apa yang mereka pinta

Yang meminta kepada Allah, tak henti-hentinya permintaanya dikabulkan // tak pernah mendapati penolakan dan kejemuan

Mintalah kepada Allah, ketuk pintu kasih sayang-Nya // maka Dialah harapan bagi yang sudah dilelahkan perjalanan

Berbaik sangkalah kepada Tuhanmu // Puaslah pada pemberian-Nya kepadamu // Maka terurailah kesengsaraan dan kecemasan

Jika kesulitan menimpamu // maka tunggulah datangnya kelapangan // Kesulitan selalu bebarengan dan bergandengan dengan kemudahan

Lihatlah firman-Nya, “Berdoalah kepadaku, maka Aku akan mengabulkannya” // Itu adalah firman yang sahih, tak ada gantinya

Betapa seringnya Allah menyelamatkan orang sengsara dengan kasih sayang-Nya // Betapa seringnya Allah mewujudkan harapan orang-orang yang berharap

Wahai Dzat Yang Merajai segala kerajaan // hilangkanlah apa-apa yang membuat kami nestapa // Kami tak punya daya untuk menolaknya

Kerongkonganku sudah menciut, napasku sesak // Lekaslah makbul // Yang paling bermanfaat bagi kita adalah: // Lekas makbul…

Usai bait-bait syair ini dilantunkan, langit pun langsung mengguyurkan hujan deras ke bumi Mikhlâf as-Sulaymâni. Masyarakat pun bergembira dan bersama-sama mengucapkan syukur kepada Allah SWT.

Sumber: Lâmiyah Ibn Umar adl-Dlamadi Fi al-Istisqa’, tahqiq Dr. Abdullah bin Muhammad Abu Dahisy.

Penulis: Vaurak Tsabat, Santri Penikmat Kopi di Pondok Besuk, Pasuruan

Editor: Makhfud Syawaludin

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ansor Banser NU Pasuruan Gelar Bhakti Sosial Relokasi Rumah Pasca Terbakar

    • calendar_month Sel, 4 Sep 2018
    • visibility 610
    • 0Komentar

    Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP ANSOR) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Pasuruan bersama PAC GP Ansor Kecamatan Tutur, gelar Kegiatan Bhakti Sosial Relokasi Rumah Korban Bencana Kebakaran, di Dusun Andong Timur RT 07 RW 01 Desa Ngembal Kecamatan Tutur, Minggu (2/9/2018). Menurut Muhamad Farid Sauqi, kebakaran rumah Bapak Saidi terjadi pada tanggal 12 Agustus […]

  • Kurangi Sampah, Mahasiswa UNU-STAI Salahuddin Pasuruan Buat Ecobrick “TEBAS”

    Kurangi Sampah, Mahasiswa UNU-STAI Salahuddin Pasuruan Buat Ecobrick “TEBAS”

    • calendar_month Ming, 17 Sep 2023
    • visibility 855
    • 0Komentar

    Gondang Wetan, NU PasuruanMahasiswa Kuliah Kerja Nyata Kolaborasi (KKN-K) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin Pasuruan mengelolah sampah plastik menjadi ecobrick di Balai Desa Tebas, Kecamatan Gondang Wetan, Rabu (30/8/2023). Salah ssatu peserta kelompok KKN UNU STAI Salahuddin Lailatul Nuzulah mengatakan, sampah plastik adalah salah satu jenis sampah yang sulit untuk […]

  • PCNU Pasuruan Akan Bentuk Sadgas Penangan Pemuda Bersama Polres

    PCNU Pasuruan Akan Bentuk Sadgas Penangan Pemuda Bersama Polres

    • calendar_month Ming, 2 Feb 2025
    • visibility 756
    • 0Komentar

    Pohjenterk, NU Pasuruan Pengurus Cabang Nahlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar audensi dengan Kapolres Pasuruan di Bale Pasehan Polres Pasuruan, (30/01/2025). Dalam audensi tersebut PCNU Kabupaten Pasuruan akan membentuk sadgas penanganan pemuda. Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutammikin mengatakan bahwanya saat ini banyak sekali kasus kasus kekerasan di Kabupaten Pasuruan diantaranya adalah begal,pengedaran narkoba […]

  • Perkuat Konsolidasi Kepemudaan, Rijalul Ansor Rejoso Gandeng Pagar Nusa

    • calendar_month Rab, 10 Jul 2019
    • visibility 333
    • 0Komentar

    Perkuat Konsolidasi Kepemudaan, Rijalul Ansor Rejoso Gandeng Pagar Nusa Pasca bulan suci Ramadhan, Rutinan Rijalul Ansor Kecamatan Rejoso kembali digelar. Dalam giat kali ini, terdapat sesi acara Halalbihalal. Kegiatan kali juga istimewa karena dihadiri oleh Pengurus Perguruan Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa. “Ini bagian dari konsolidasi kepemudaan di Rejoso. Acaranya juga dikemas sangat santai sembari […]

  • IASS Nguling Sukses Gelar Halal Bihalal & Haul Masyayikh Sidogiri

    • calendar_month Kam, 28 Jun 2018
    • visibility 294
    • 0Komentar

    Pengurus Komisariat Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS) Nguling, sukses menggelar Halal Bihalal dan Haul Masyayikh Pondok Pesantren Sidogiri yang bertempat di Masjid Nurul Qodiri Desa Sebalong Kecamatan Nguling, Ahad, 10 Syawal 1439 (24/6/2018). Kegiatan tersebut dihadiri oleh KH. Fuad Nur Hasan mewakili Keluarga Pondok Pesantren Sidogiri, Ustadz. Nahdhor Sanai sebagai penceramah, Para Sesepuh Desa, Tokoh […]

  • Ilustrasi. Sumber: wellytania22blogspot.com

    Wak Abah – Puisi Gus Haidar Hafeez

    • calendar_month Kam, 25 Mar 2021
    • visibility 609
    • 0Komentar

    WAK ABAH Karya Haidar Hafeez Masih seperti tadi siang, cerita itu aku simak.Dia bercerita saat aku kelas satu tsanawiyahBila dia sebenarnya Hizbullah.Milisi separatis versi Belanda Tidak akon-akon, tetapi dia katakan dengan bukti punggung terkilir.Dengan sisa luka memar yang terlihat menjelang wafat.Dia patah tulang pahaBekas aniaya Belanda saat dia pasukan Hizbullah TidakDia tidak ngibul.Dia Ma’shum sang […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca