Breaking News
light_mode

LPBINU dan BPBD Pasuruan Bekali Relawan Bimtek Penilaian Ketangguhan Desa

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Sel, 9 Jul 2024
  • visibility 1.093
  • comment 0 komentar

Pohjentrek, NU Pasuruan

Pengurus Cabang (PC) Lembaga Penanggulangan Bancana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) berkolaborasi dengan Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penilaian Ketangguhan Desa di K Galery Hotel Pandaan, Senin (8/07/2024).

Dalam acara tersebut para peserta dibekali upaya pencegahan serta mitigasi bencana kepada pendamping yang akan siap ditularkan ke Desa Tanggap Bencana (Destana).

“Pasca kegiatan ini peserta harus mensosialisasikan hasil bimtek kepada desanya masing-masing khususnya yang termasuk destana siap siaga,” ujarnya.

Ketua BPBD Kabupaten Pasuruan tersebut untuk mengorganisir penilaian ketangguhan desa LPBINU Kabupaten Pasuruan akan di bantu oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Pasuruan yang mengarah  pada Penilaian Ketangguhan Desa (PKD) diseluruh Kabupaten Pasuruan. 

“Dengan kolaborasi dan sinergi Destana Siap Siaga Kabupaten Pasuruan akan lebih dikenal masyarakat,” terangnya.

Terima kasih kepada pengurus LPBINU yang telah menyumbangkan pikiran, tenaga dan waktunya untuk berkolaborasi dengan BPBD Kabupaten Pasuruan.

“Progam bimtek penilaian ketangguhan desa merupakan gagasan dari LPBINU, kemudian pelaksanya adalah BPBD Kabupaten Pasuruan,” jelasnya.

Sementara Wakil Ketua LPBINU Kabupaten Pasuruan Aris Felani mengatakan, jika terjadi sesuatu bencana terdapat tiga fase yang harus dilakukan  yaitu pre-impact, impact, dan post-impac.

“Fase pre-impact adalah  tahap awal dari bencana. Informasi terkait bencana diperoleh dari meteorologi cuaca dan badan satelit, sehingga memerlukan persiapan baike pemerintah, lembaga, dan masyarakat,” paparnya.

Kedua Fase impact adalah fase terjadinya klimaks dari bencana yang mana manusia berjuang dengan sekuat tenaga untuk bertahan hidup.

“Dalam fase impact harus terus berlanjut hingga terjadi kerusakan dan datangnya bantuan-bantuan darurat,” imbuhnya.

Adapun yang ketiga adalah fase post impact yakno fase ketika dimulainya perbaikan dan penyembuhan, pada tahap ini  masyarakat mencoba kembali pada fungsi komunitas normal.

“Dalam fase post impact para korban akan mengalami tahap respons psikologis mulai dari penolakan, marah, tawar-menawar, depresi dan penerimaan,”  ujar Mantan Sekertaris IPNU Pasuruan tersebut.

Penulis : Mokh Faisol

  • Penulis: NU Pasuruan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rangkaian Acara Harlah NU Ke-97 PCNU Kabupaten Pasuruan

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2020
    • visibility 1.027
    • 0Komentar

    Rangkaian Acara Harlah NU ke-97 PCNU Kabupaten Pasuruan “Kemandirian NU untuk Kemaslahatan Umat” 1. Ziarah Muassis NU Kamis, 10 Rajab 1441/5 Maret 2020 Peserta: Harian PCNU, Lembaga, Banom, & MWCNU   2. Gerak Jalan NU Tempoe Doloe Ahad, 13 Rajab 1441/8 Maret 2020 Peserta: Badan Otonom NU Perempuan   3. Tahlil Akbar & Hadrah Ishari […]

  • LP Ma’arif NU  Pasuruan Gelar Raker 2026, Tekankan Program Berkelanjutan

    LP Ma’arif NU Pasuruan Gelar Raker 2026, Tekankan Program Berkelanjutan

    • calendar_month Sel, 14 Apr 2026
    • visibility 366
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Pengurus Cabang (PC) Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Kabupaten Pasuruan menggelar Rapat Kerja (Raker) 2026 di Pondok Pesantren Singa Putih, Kabupaten Pasuruan, Sabtu–Ahad (10–11/05/2026). Wakil Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan, Gus Taufiq Abdurahman, menegaskan bahwa program kerja LP Ma’arif harus dirancang secara berkesinambungan agar mampu menghasilkan capaian yang nyata. “Jangan sampai program LP […]

  • Santri Fest IPNU Pasuruan Dibuka Berikut Rangkain Acaranya

    Santri Fest IPNU Pasuruan Dibuka Berikut Rangkain Acaranya

    • calendar_month Sen, 30 Okt 2023
    • visibility 1.691
    • 0Komentar

    Wonorejo, NU Pasuruan Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Pasuruan resmi membuka agenda Santri Fest lewat tabuhan rebana Ishari oleh Mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Mujib Imron. Kegiatan tersebut dipusatkan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) I Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (28/10/2023). Sekertaris IPNU Pasuruan Murthado menjelaskan, bahwa […]

  • Ansor Ponjentrek Santuni 200 Duafa dan Janda

    Ansor Ponjentrek Santuni 200 Duafa dan Janda

    • calendar_month Sen, 10 Mei 2021
    • visibility 1.019
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU PasuruanPimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pohjentrek menyalurkan sedekah kepada 200 Duafa dan Janda di Masjid Nduyo Desa Sukorejo Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuruan, Sabtu (8/5/2021). Kegiatan yang bertepatan dengan malam 27 Ramadlan itu menjadi puncak kegiatan rutin Khotmil Qur’an setiap malam minggu yang dilaksanakan secara bergilir di beberapa Masjid wilayah Pohjentrek. […]

  • Peringati Hari Mangrove, Mahasiswa UNU Pasuruan Tanam 300 Bibit Mangrove di Pesisir Desa Kalirejo

    Peringati Hari Mangrove, Mahasiswa UNU Pasuruan Tanam 300 Bibit Mangrove di Pesisir Desa Kalirejo

    • calendar_month Sen, 28 Jul 2025
    • visibility 561
    • 0Komentar

    Kraton, NU Pasuruan Dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia, Mahasiswa Program Mahasiswa Mengabdi (PMM) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan melakukan aksi penanaman 300 bibit mangrove di pesisir Dusun Kebonsawah, Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (25/07). Ketua RT Dusun Kebonsawah, Bapak Arifin, menyampaikan bahwa keberadaan tanaman mangrove sangat penting bagi wilayah pesisir. Selain mencegah […]

  • Tidurnya Orang Berpuasa adalah Ibadah, Ah Masak?

    Tidurnya Orang Berpuasa adalah Ibadah, Ah Masak?

    • calendar_month Rab, 21 Apr 2021
    • visibility 657
    • 1Komentar

    Kadang kita keliru dalam memaknai kebiasaan yang sering melanda umat ini ketika menjalankan ibadah puasa. Misalnya begadang hingga larut malam. Lalu tidur panjang di siang hari. Mereka lebih senang menghabiskan jam-jam produktifnya untuk tidur siang yang panjang. Seolah hal ini menjadi legalitas ketika menjalankan ibadah puasa. Memang benar Nabi sering qailulah, yaitu tidur siang sejenak. […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca