Breaking News
light_mode

Manfaat Belajar Jurnalistik di Tengah Derasnya Informasi Hoax

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Sel, 16 Agu 2022
  • visibility 939
  • comment 0 komentar

Pohjentrek, NU Pasuruan

Sekretaris Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Probolinggo, Lutfi Hidayat menyampaikan, manfaat belajar jurnalistik di tengah derasnya penyebaran informasi hoax atau berita bohong.

“Karena pemahaman tentang jurnalistik sejatinya juga perlu untuk setiap individu agar tidak mudah terjebak dan terprovokasi berita hoax dan dapat memilah berita yang berpotensi framing,” imbuhnya saat menjadi pemateri ‘Broadcasting Academy’ di Aula KH Ahmad Djufi, Graha PCNU Kabupaten Pasuruan, Kecamatan Pohjentrek, Ahad (14/08/2022).

Ia menambahkan, bahwa tanggungjawab jurnalis di dunia memiliki semacam kesamaan dengan tugas seorang nabi. Sebab sifat yang harus dimiliki jurnalis itu senada dengan empat sifat wajib nabi. Yakni Tabligh, Amanah, Shiddiq, dan Fathonah.

“Jurnalis itu bukan orang yang sok tahu, dan selalu tahu. Tetapi dituntut untuk tahu banyak hal,” tutur Kontributor TV9 Nusantara itu.

Kang Lutfi, juga memberikan tips bagi jurnalis pemula Nahdlatul Ulama (NU) untuk dapat menulis news secara cepat. Dimulai dengan rutin membaca tulisan news di NU Online dan NU Pasuruan.

“Tulis saja semua kegiatan NU selama 3 bulan. Tulis dahulu apa (kegiatan atau peristiwa), di mana, kapan, dan siapa (penyelenggara). Untuk how dan why menyusul. Nanti akan bisa cepat,” pungkas Wakil Ketua Bidang Pendidikan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Probolinggo itu.

Dirinya juga berharap, agar menjadikan menulis sebagai cara menuangkan gagasan, menyampaikan informasi positif yang berdampak pada kemaslahatan, dan menangkal serta membentung masifnya berita-berita bohong.

Untuk diketahui, terdapat empat kelas dalam kegiatan Broadcasting Academy itu. Meliputi kelas videografi, desain grafis, reporter, dan streaming. Kegiatan ‘Broadcasting Academy’ diselenggarakan oleh Media Center PCNU Kabupaten Pasuruan dengan tujuan untuk mempersiapkan pendirian dan optimalisasi media center di tingkatan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU).

Penulis: Makhfud Syawaludin

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Produktif di Tengah Pandemi, IPNU-IPPNU Kraton Sukses Bentuk Ranting Baru

    Produktif di Tengah Pandemi, IPNU-IPPNU Kraton Sukses Bentuk Ranting Baru

    • calendar_month Sel, 22 Des 2020
    • visibility 800
    • 0Komentar

    Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PAC IPNU-IPPNU) Kecamatan Kraton berhasil menginisiasi terbentuknya ranting di Desa Bendungan Kecamatan Kraton untuk kali pertama. Peresmian ranting baru tersebut ditandai dengan pelantikan 22 pengurus IPNU serta 16 pengurus IPPNU masa bakti 2020-2022 oleh Pengurus Cabang yang bertempat di Mushollah Darus Suadah […]

  • LPBINU dan BPBD Pasuruan Bekali Relawan Bimtek Penilaian Ketangguhan Desa

    LPBINU dan BPBD Pasuruan Bekali Relawan Bimtek Penilaian Ketangguhan Desa

    • calendar_month Sel, 9 Jul 2024
    • visibility 953
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Pengurus Cabang (PC) Lembaga Penanggulangan Bancana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) berkolaborasi dengan Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penilaian Ketangguhan Desa di K Galery Hotel Pandaan, Senin (8/07/2024). Dalam acara tersebut para peserta dibekali upaya pencegahan serta mitigasi bencana kepada pendamping yang akan siap ditularkan […]

  • LPBH NU Kab. Pasuruan Beri Bantuan Hukum Konflik Masjid Hidayatullah

    • calendar_month Sab, 11 Mei 2019
    • visibility 990
    • 0Komentar

    Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama’ (LPBHNU) Kabupaten Pasuruan diminta bantuan oleh PCNU Kota Pasuruan terkait konflik di Masjid Hidayatullah Kota Pasuruan. “Konflik bermula dari kejadian meninggalnya dr. Hendra Romadlon yang disholatkan jenazahnya di masjid hidayatullah, pun pihak keluarga meminta di bacakan yasin dan tahlil. Tetapi di tolak oleh kelompok wahabi salafi yang sudah […]

  • IPNU IPPNU Pasuruan Luncurkan Beasiswa Kader NU dan MoU Literasi Keagamaan Bersama Kemenag

    IPNU IPPNU Pasuruan Luncurkan Beasiswa Kader NU dan MoU Literasi Keagamaan Bersama Kemenag

    • calendar_month Ming, 1 Mar 2026
    • visibility 398
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Pasuruan menggelar memorandum of understanding dengan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) dan Kementrian Agama Kabupaten Pasuruan di Ascent Premiere Hotel Pasuruan, Jum’at (28/02/2026) Ketua PC IPPNU Kabupaten Pasuruan, Siti Julaiha, mengatakan bahwa program beasiswa tersebut merupakan program kontinyu […]

  • Hikam LDNU: Iman Lebih Berharga dari Berlian

    Hikam LDNU: Iman Lebih Berharga dari Berlian

    • calendar_month Kam, 6 Mar 2025
    • visibility 1.385
    • 0Komentar

    Pohjentek, NU Pasuruan Pengurus Cabang (PC) Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Hikayat Ramadhan (Hikam). Kegiatan tersebut dilaksanakan secara online di Media Sosial NU Pasuruan. Gus Ufair Miqdad selaku narasumber mengatakan bahwasnya pada bulan suci ramadhan mari bersama sama memahmi tentang pentingnya sebuah iman sebagai mana sabda nabi yang artinya tidak ada satu […]

  • KH Imron Mutamakkin Tekankan Makna Santri dalam Haul KH Abdurrahman Syakur

    KH Imron Mutamakkin Tekankan Makna Santri dalam Haul KH Abdurrahman Syakur

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • visibility 476
    • 0Komentar

    Kraton, NU Pasuruan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin, menegaskan bahwa makna santri tidak hanya terbatas pada mereka yang pernah mondok di pesantren. Menurutnya, siapa pun yang memegang teguh agamanya Allah dan berakhlak baik, layak disebut santri. Hal itu disampaikan KH Imron Mutamakkin dalam acara Haul ke-6 KH Abdurrahman Syakur […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca