Breaking News
light_mode

Manfaat Istighosah Rutin Menurut Wakil Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Sen, 23 Des 2024
  • visibility 2.312
  • comment 0 komentar

Kraton, NU Pasuruan

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PCNU Kabupaten Pasuruan menggelar Istighosah Jum’at Legi di Masjid Al Mukaromah, Jum’at (20/12/2024).

Wakil Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan Gus M Nawawi mengatakan, Istighosah rutin setiap Jumat Legi ini merupakan program yang sudah dilaksanakan sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu.

“Istighosah Jum’at Legi merupakan program yang sudah dijalankan oleh PCNU Kabupaten Pasuruan sejak lama,” ujarnya.

Gus Nawawi mengatakan salah satu manfaat dari istighosah tentunya yang pertama adalah silaturahim antar PCNU, MWCNU dan ranting NU di Kabupaten Pasuruan.

“Kedua bacaan istighosah bisa dilakukan oleh MWCNU pada saat Lailatul ijtima yang tentunya itu sangat membantu sangat bermanfaat bagi kehidupan kita sehari-hari kita,” tambahnya.

Sebagai makhluk sosial tentu tidak bisa hidup dan menjalankan kehidupan ini dengan baik tanpa ada pertolongan Allah subhanahu wa ta’ala. Maka dari itu penting untuk melestarikan dan membudayakan istighosah ini seperti halnya yang telah diajarkan oleh para guru-guru kita semuanya.

“Bacaan istighosah Jum’at Legi merupakan amalan dari guru guru kita yang harus dilakukan dan dijaga rutinitasnya,” jelasnya.

Menurutnya salah satu manfaat yang dapat dirasakan pada acara istighosah rutin adalah tidak terjadi perpecahan antara pemerintah dan ulama.

“Kami sangat menghimbau untuk semua MWCNU ataupun ranting untuk menggalakkan dan menghidupkan kembali Lailatul ijtima yang mungkin ada sebagian belum melaksanakan,” terangnya.

Pada kesempatan yang baik ini mari bersama sama kembali hidupkan Lailatul Ijtima yang isinya tentu isinya istighosah, yasin dan tahlil dan semua itu menjadi bukti bagi kita bahwa kita adalah santrinya Mbah Hasyim Ashari

“Dengan melestarikan kegiatan amaliah yang ada di NU baik itu sholawat ataupun yang lain kita menjadi bukti bahwa itu adalah bukti kita berbakti kita berbakti kepada guru dan kepada orang,” tutupnya.

Penulis : Mokh Faisol

  • Penulis: NU Pasuruan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga dan Mahasiswa KKN UINSA Kenang Jasa Ustadz Ahmad Syafi’i, Guru Ngaji Pertama di Winong Barat

    Warga dan Mahasiswa KKN UINSA Kenang Jasa Ustadz Ahmad Syafi’i, Guru Ngaji Pertama di Winong Barat

    • calendar_month Jum, 17 Jul 2026
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Pasrepan, NU Pasuruan Masyarakat Dusun Winong Barat, Desa Pohgading, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, kembali memperingati Haul ke-24 Almarhum Ustadz Ahmad Syafi’i pada Kamis (25/06/2026). Peringatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang sosok guru ngaji pertama di Dusun Winong Barat yang telah meletakkan dasar pendidikan Islam dan membangun kehidupan keagamaan masyarakat hingga terus dirasakan manfaatnya sampai sekarang. […]

  • Mahasantri Mengabdi: Pelajar NU Yudharta Perkuat Toleransi di Bromo

    Mahasantri Mengabdi: Pelajar NU Yudharta Perkuat Toleransi di Bromo

    • calendar_month Kam, 27 Mar 2025
    • visibility 1.103
    • 0Komentar

    Tosari, NU Pasuruan Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Universitas Yudharta Pasuruan menggelar program Mahasantri Mengabdi dengan tema Pelajar NU Penggerak Sosial: Sarasehan Lintas Agama di Desa Ngadirejo, Kecamatan Tutur, kawasan Bromo Tengger. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, mulai Jumat hingga Selasa (21-25/3/2025). Ketua PK […]

  • Intensitas Hujan Meningkat, Waktunya Santri Tanggap Bencana Dioptimalkan

    Intensitas Hujan Meningkat, Waktunya Santri Tanggap Bencana Dioptimalkan

    • calendar_month Sab, 12 Des 2020
    • visibility 972
    • 0Komentar

    KH. A. Nawawi Abd. Syakur atau Gus Awik, berharap kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, agar mengoptimalkan adanya Santri Tanggap Bencana di Pondok Pesantren. “Sangatlah perlu santri tanggap bencana di pondok Pesantren yang daerahnya rawan bencana,” ujarnya saat memberikan tanggapan dalam Rapat Koordinasi dan Temu Relawan se-Kabupaten Pasuruan pada hari Kamis (10/12/2020), bertempat […]

  • Siap Mengabdi di 100 Desa, Peserta KKN TAHAN COVID-19 STAIS Pasuruan Resmi Dilepaskan Kemendes

    Siap Mengabdi di 100 Desa, Peserta KKN TAHAN COVID-19 STAIS Pasuruan Resmi Dilepaskan Kemendes

    • calendar_month Sel, 28 Jul 2020
    • visibility 649
    • 0Komentar

    Dalam situasi pandemi, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam Salahuddin (STAIS) Pasuruan telah mendesain konsep Kuliah Kerja Nyata Kuat dan Handal Hadapi Pandemi COVID-19, disingkat menjadi KKN TAHAN COVID-19. Senin (27/7/2020), sebanyak 124 peserta KKN yang tersebar di 100 Desa, resmi dilepaskan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi Republik […]

  • Mahasiswa UNU STAI Pasuruan Gerakkan Edukasi Lingkungan, Literasi Digital, dan Pemberdayaan Ekonomi Warga

    Mahasiswa UNU STAI Pasuruan Gerakkan Edukasi Lingkungan, Literasi Digital, dan Pemberdayaan Ekonomi Warga

    • calendar_month Rab, 13 Agu 2025
    • visibility 602
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuran Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) STAI Salahudin Pasuruan terus aktif melakukan pengabdian kepada masyarakat melalui Program Mahasiswa Mengabdi (PMM) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di berbagai wilayah Kabupaten Pasuruan. Beragam kegiatan edukasi, pelatihan, dan pendampingan digelar untuk meningkatkan kesadaran lingkungan, literasi digital, serta keterampilan ekonomi warga. E Ecobrick di SDN Jatirejo Sementara […]

  • Pestisida dalam Pandangan Syariat: Bolehkah Menggunakan, Menjual, dan Mengonsumsinya

    Pestisida dalam Pandangan Syariat: Bolehkah Menggunakan, Menjual, dan Mengonsumsinya

    • calendar_month Sen, 3 Nov 2025
    • visibility 935
    • 0Komentar

    Dalam dunia pertanian modern, penggunaan pestisida menjadi hal yang lazim dilakukan untuk menjaga tanaman dari serangan hama dan penyakit. Tujuannya jelas: agar hasil panen tetap melimpah, sehat, dan bernilai jual tinggi. Namun, di balik manfaatnya, ada pula tantangan moral dan kesehatan yang perlu disikapi dengan bijak, khususnya bagi petani Muslim yang ingin tetap sejalan dengan […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca