Breaking News
light_mode

Jelang Konfercab, PCNU Kabupaten Pasuruan Gelar Assessment MWCNU dan Ranting

  • account_circle Mokh Faisol
  • calendar_month Ming, 20 Sep 2026
  • visibility 289
  • comment 0 komentar

Pohjentrek, NU Pasuruan

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan melakukan assessment terhadap sejumlah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) di Kabupaten Pasuruan. Kegiatan tersebut berlangsung pada 19–27 September 2026 sebagai bagian dari pembinaan sekaligus persiapan menjelang konferensi MWCNU.

Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin mengatakan, assessment tersebut dilakukan untuk memastikan keberadaan dan perkembangan kepengurusan MWCNU hingga tingkat ranting. Menurutnya, dalam pelaksanaan konferensi, kepengurusan MWCNU dan ranting harus memiliki Surat Keputusan (SK) yang jelas.

“Dalam perkum ada aturan bahwa dalam menjalankan konferensi, pengurus MWCNU dan ranting harus terus SK. Maka ini bentuk PCNU untuk melakukan visitasi ke MWCNU,” ujarnya.

Ia menyebut, dari assessment tersebut terdapat sejumlah pengurus MWCNU yang merasa bangga karena aktivitas jamiyah NU di tingkat ranting masih berjalan.

“Alhamdulillah ada beberapa pengurus MWCNU yang bangga bahwa jamiyah di ranting NU itu jalan,” ungkapnya.

Menurut Gus Ipong sapaan akrabnya, asesmen juga menjadi salah satu tolok ukur untuk melihat sejauh mana MWCNU menjalankan fungsi pendampingan terhadap ranting.

“Ini salah satu bentuk apakah MWCNU mendampingi ranting betul-betul atau tidak. Tolok ukurnya assessment ini. Mendampingi betul apa tidak,” tegasnya.

Di sisi lain, dirinya mengingatkan agar data kepengurusan ranting disampaikan sesuai kondisi di lapangan. Ia tidak ingin ranting maupun anak ranting yang belum terbentuk justru dicantumkan seolah-olah sudah ada.

“Jangan sampai ranting yang belum ada atau anak ranting yang belum ada diada-adakan dalam kegiatan ini. Kasihan pengurus yang akan datang karena tidak memegang data,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris PCNU Kabupaten Pasuruan Gus Saiful Anam Chalim menjelaskan bahwa assessment tersebut merupakan agenda rutin yang dilakukan menjelang konferensi.

“Ini asesmen rutin menjelang konferensi. Kita ingin tahu sejauh mana perkembangannya dari tahun ke tahun, apakah semakin berkembang atau justru merosot,” katanya.

Ia menegaskan bahwa assessment bukan dilakukan untuk mencari kekurangan dari masing-masing MWCNU maupun ranting. Sebaliknya, PCNU ingin mengetahui potensi yang dimiliki setiap ranting agar dapat dikembangkan ke depan.

“Kita tidak sedang mencari kekurangan, tetapi mencari potensi apa yang dimiliki oleh ranting,” ujarnya.

Menurut Gus Saiful, hasil assessment tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi agar pembinaan organisasi dapat dilakukan secara lebih serius dan terarah.

“Hikmahnya kita bisa serius dan fokus ke depannya, sebagaimana NU Awads sama-sama mengembangkan,” tuturnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan PCNU Kabupaten Pasuruan kepada MWCNU dan ranting, sekaligus untuk melihat kondisi riil organisasi di tingkat bawah.

“Dalam kegiatan assessment tim PCNU Kabupaten Pasuruan melakukan kunjungan ke sejumlah wilayah MWCNU se Kabupaten Pasuruan,” tutupnya.

  • Penulis: Mokh Faisol

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harlah Ke 40 Pagar Nusa, KH Imron Mutamakkin Tegaskan Kesenian Bela Diri Untuk Syiar

    Harlah Ke 40 Pagar Nusa, KH Imron Mutamakkin Tegaskan Kesenian Bela Diri Untuk Syiar

    • calendar_month Ming, 4 Jan 2026
    • visibility 523
    • 0Komentar

    Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin, menegaskan bahwa kesenian bela diri memiliki peran strategis dalam membentengi Nahdlatul Ulama. Menurutnya, bela diri tidak sekadar tontonan, melainkan bagian dari ikhtiar menjaga dan memperkuat agama. Hal itu diungkapkan pada saat Kenduri Kesenian Pengurus Cabang (PC) Pagar Nusa Kabupaten Pasuruan  di Halaman Universitas Nahdlatul […]

  • ISNU Pasuruan Siapkan 110 Pendamping Proses Produk Halal UMK

    ISNU Pasuruan Siapkan 110 Pendamping Proses Produk Halal UMK

    • calendar_month Ming, 6 Mar 2022
    • visibility 811
    • 0Komentar

    Gondangwetan, NU PasuruanPimpinan Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Pasuruan menggelar sosialisasi, verifikasi dan validasi berkas calon pendamping Proses Produk Halal (PPH) di Aula KH. Zainuddin Pondok Pesantren Assholach Kejeron Gondangwetan, Ahad (6/03/2022). Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama dan merupakan sinergi dengan Lembaga Solusi […]

  • Kompleks RSNU Pasuruan Jadi Lokasi Halalbihalal PCNU

    Kompleks RSNU Pasuruan Jadi Lokasi Halalbihalal PCNU

    • calendar_month Rab, 1 Mei 2024
    • visibility 1.519
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan akan menggelar Halalbihalal di Kompleks Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Pasuruan, Jalan Raya Kejayan, Sabtu (11/05/2024). Ketua Steering Committee (SC) Halalbihalal Gus Doktor HM Irsyad Yusuf menyebutkan, alasan pemilihan lokasi kegiatan dilaksanakan di Kompleks RSNU Pasuruan. “Itu menjadi momentum untuk memperkuat dan memulai Gerakan Urunan […]

  • Santri Bucin Menurut Gus Sirajjuddin Sidogiri

    Santri Bucin Menurut Gus Sirajjuddin Sidogiri

    • calendar_month Sab, 4 Nov 2023
    • visibility 939
    • 0Komentar

    Perwosari, NU Pasuruan Pengurus Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Pasuruan menggelar kajian milenial dengan tema ‘Santri Bucin Gak Bahaya Ta’ di caffe K-Naya Kamis (2/10/2023). Pendakwah Milenial Pasuruan Gus M Sirajjuddin mengatakan, mengatakan santri merupakan orang yang berpegang teguh kepada syariat, menjalankan sunah Rasulullah dan bisa bergaul dengan baik kepada sesama. “Santri […]

  • Isra’ Mi’raj & Ekspresi Iman Imam al-Bushiriy

    Isra’ Mi’raj & Ekspresi Iman Imam al-Bushiriy

    • calendar_month Kam, 11 Mar 2021
    • visibility 870
    • 0Komentar

    14 Abad yang lalu, Rasulullah pernah melakukan perjalanan yang dahsyat, yang secara logika berpikir tidak masuk akal, yakni perjalanan dari Masjid al-Haram di Mekah menuju Masjid al-Aqsha di Palestina, tidak lebih dari satu kedipan mata. Padahal, dengan transportasi yang ada saat itu, menunggang Unta misalnya, diperlukan waktu selama 40 hari. Bahkan hingga saat ini, pun […]

  • KH. M. Sholeh Bahruddin: NU Tidak Punya Sejarah Benturan dengan Pemerintah

    • calendar_month Ming, 3 Feb 2019
    • visibility 917
    • 0Komentar

    KH. M. Sholeh Bahruddin, pengasuh Pondok Pesantren Ngalah Purwosari Pasuruan Jawa Timur, menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) tidak punya sejarah berbenturan dengan Pemerintah NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). “NU tidak pernah benturan dengan pemerintah NKRI, mulai berdiri sampai sakniki (sekarang). Siapapun presidennya,” jelasnya saat memberikan Mauidhotul Hasanah dalam acara rutin minggu pagi Manaqib dan Dzikrul […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca