PCNU Pasuruan Assesment MWCNU, Petakan Perkembangan Ranting Jelang Konferensi
- account_circle Mokh Faisol
- calendar_month 47 menit yang lalu
- visibility 13
- comment 0 komentar

Pohjentrek, NU Pasuruan
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan melakukan assesment terhadap sejumlah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) di Kabupaten Pasuruan. Kegiatan tersebut berlangsung pada 19–27 September 2026 sebagai bagian dari pembinaan sekaligus persiapan menjelang konferensi MWCNU.
Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin mengatakan, assesment tersebut dilakukan untuk memastikan keberadaan dan perkembangan kepengurusan MWCNU hingga tingkat ranting. Menurutnya, dalam pelaksanaan konferensi, kepengurusan MWCNU dan ranting harus memiliki Surat Keputusan (SK) yang jelas.
“Dalam perkum ada aturan bahwa dalam menjalankan konferensi, pengurus MWCNU dan ranting harus terus SK. Maka ini bentuk PCNU untuk melakukan visitasi ke MWCNU,” ujarnya.
Ia menyebut, dari asesmen tersebut terdapat sejumlah pengurus MWCNU yang merasa bangga karena aktivitas jamiyah NU di tingkat ranting masih berjalan.
“Alhamdulillah ada beberapa pengurus MWCNU yang bangga bahwa jamiyah di ranting NU itu jalan,” ungkapnya.
Menurut Gus Ipong sapaan akrabnya, asesmen juga menjadi salah satu tolok ukur untuk melihat sejauh mana MWCNU menjalankan fungsi pendampingan terhadap ranting.
“Ini salah satu bentuk apakah MWCNU mendampingi ranting betul-betul atau tidak. Tolok ukurnya asesmen ini. Mendampingi betul apa tidak,” tegasnya.
Di sisi lain, dirinya mengingatkan agar data kepengurusan ranting disampaikan sesuai kondisi di lapangan. Ia tidak ingin ranting maupun anak ranting yang belum terbentuk justru dicantumkan seolah-olah sudah ada.
“Jangan sampai ranting yang belum ada atau anak ranting yang belum ada diada-adakan dalam kegiatan ini. Kasihan pengurus yang akan datang karena tidak memegang data,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris PCNU Kabupaten Pasuruan Gus Saiful Anam Chalim menjelaskan bahwa asesmen tersebut merupakan agenda rutin yang dilakukan menjelang konferensi.
“Ini asesmen rutin menjelang konferensi. Kita ingin tahu sejauh mana perkembangannya dari tahun ke tahun, apakah semakin berkembang atau justru merosot,” katanya.
Ia menegaskan bahwa asesmen bukan dilakukan untuk mencari kekurangan dari masing-masing MWCNU maupun ranting. Sebaliknya, PCNU ingin mengetahui potensi yang dimiliki setiap ranting agar dapat dikembangkan ke depan.
“Kita tidak sedang mencari kekurangan, tetapi mencari potensi apa yang dimiliki oleh ranting,” ujarnya.
Menurut Gus Saiful, hasil asesmen tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi agar pembinaan organisasi dapat dilakukan secara lebih serius dan terarah.
“Hikmahnya kita bisa serius dan fokus ke depannya, sebagaimana NU Awads sama-sama mengembangkan,” tuturnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan PCNU Kabupaten Pasuruan kepada MWCNU dan ranting, sekaligus untuk melihat kondisi riil organisasi di tingkat bawah.
“Dalam kegiatan asesmen tim PCNU Kabupaten Pasuruan melakukan kunjungan ke sejumlah wilayah MWCNU se Kabupaten Pasuruan,” tutupnya.
- Penulis: Mokh Faisol

Saat ini belum ada komentar