Breaking News
light_mode

KH Imron Mutamakkin Ingatkan Warga NU Jangan Mudah Diadu

  • account_circle Mokh Faisol
  • calendar_month Sab, 12 Sep 2026
  • visibility 88
  • comment 0 komentar

Purwodadi, NU Pasuruan

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin mengingatkan warga NU agar tidak mudah terprovokasi oleh isu yang dapat memecah belah persatuan, termasuk isu yang mempertentangkan antarkelompok dan tokoh agama.

Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri istighosah Jumat Legi yang digelar PCNU Kabupaten Pasuruan di Masjid Nurul Islam Capang, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Jumat (11/9/2026).

Ia mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir masyarakat kerap dihadapkan pada berbagai isu yang berpotensi mengadu kelompok satu dengan lainnya. Karena itu, warga NU diminta tetap menjaga hubungan baik dan tidak mudah memberikan penilaian secara generalisasi.

“Kalau salah satu Gus NU melakukan sesuatu, kemudian NU dianggap rusak semua, kan tidak. Begitu juga kalau salah satu Gus melakukan sesuatu, kemudian seluruh keturunannya dianggap rusak, kan tidak,” ujarnya.

Menurut Gus Ipong sapaan akrabnya mengatakan persoalan yang dilakukan seseorang merupakan tanggung jawab personal dan tidak semestinya dibebankan kepada kelompok atau komunitas secara keseluruhan.

” Para pengurus NU harus3 lebih bijak dalam menyikapi perkembangan media sosial,” tambahnya.

Menurutnya, popularitas seorang tokoh di media sosial tidak seharusnya menjadi satu-satunya pertimbangan ketika mengundang penceramah.“Kalau mengundang orang jangan hanya melihat viralnya saja. Dampaknya juga harus dilihat seluruhnya,” tegasnya.Dirinya menekankan, pengajian seharusnya menjadi ruang untuk memberikan pemahaman keagamaan dan membentuk masyarakat agar menjadi lebih baik. Bukan sekadar menghadirkan hiburan atau membuat masyarakat tertawa.

“Perlunya kita mengadakan pengajian itu untuk menerangkan hukum-hukum Allah dan menjadikan orang lebih baik,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, pengasuh Pondok pesantren besuk tersebut juga mengingatkan pentingnya menempatkan budaya dan kesenian secara proporsional dalam kehidupan masyarakat.Menurutnya, budaya dan kesenian dapat dikembangkan selama tidak bertentangan dengan syariat Islam.

“Kalau tidak bertentangan dengan syariat, tidak apa-apa. Tetapi kalau bertentangan dengan syariat, tidak bisa,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa NU memiliki tanggung jawab untuk mendampingi masyarakat agar tidak hanya memperoleh kemaslahatan kehidupan dunia, tetapi juga keselamatan di akhirat.Karena itu, setiap program dan gerakan NU harus tetap diarahkan pada visi dan misi organisasi, yakni menyebarluaskan syariat Islam berdasarkan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah.

“Kalau syariat menjadi masalah, seharusnya pengurus yang pertama bereaksi,” tuturnya.

Namun demikian, ia mengingatkan agar tujuan yang baik tetap ditempuh melalui cara-cara yang baik. Jangan sampai upaya memperjuangkan kebaikan justru dilakukan dengan tindakan yang tidak baik.

“Kalau kita ingin menargetkan sesuatu yang baik, maka digunakan dengan cara-cara yang baik,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dirinya mendorong MWCNU agar semakin aktif mengembangkan dakwah di wilayah masing-masing.Menurutnya, MWCNU memiliki peran penting dalam mengoordinasikan potensi tokoh agama, kader, dan lulusan pesantren yang berada di lingkungan setempat.

“Tidak usah terlalu banyak (mendatangkan dari luar), kita manfaatkan orang-orang di sekitar. Untuk pengajian-pengajian rutin yang ada di ranting, mari kita manfaatkan potensi yang ada di sini,” pungkasnya.

  • Penulis: Mokh Faisol

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkuat Koordinasi Mitigasi Bencana, LPBI NU Pasuruan Bentuk LPBI MWCNU

    • calendar_month Ming, 30 Jun 2019
    • visibility 791
    • 0Komentar

    Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan gelar sosialisasi dan pembentukan LPBI di tingkat MWCNU. Setelah sebelumnya dilakukan pembentukan di MWCNU Sidogiri, kali ini dilakukan pembentukan di MWCNU Puspo, Tosari, dan Tutur. “Peran NU itu tidak hanya tanggap darurat bencana, tapi lebih penting sebelum terjadinya bencana ini harus […]

  • Dukung Olahan Susu untuk Keluarga dan Dijual, Mahasiswa UNU STAIS Pasuruan Gelar Seminar

    Dukung Olahan Susu untuk Keluarga dan Dijual, Mahasiswa UNU STAIS Pasuruan Gelar Seminar

    • calendar_month Sab, 16 Sep 2023
    • visibility 1.004
    • 0Komentar

    Lumbang, NU PasuruanMahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan dengan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin Pasuruan yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi kelompok 4 mendukung warga mengolah susu untuk keluarga dan dijual. Dukungan itu diwujudkan dengan menggelar Seminar Pengolahan Susu di Balai Desa Panditan, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, Ahad (13/8/2023). Bimtek terlaksana bekerja […]

  • Gedung RSNU Pasuruan ‘On Progress’, Layanan Klinik Segera Dibuka

    Gedung RSNU Pasuruan ‘On Progress’, Layanan Klinik Segera Dibuka

    • calendar_month Rab, 14 Des 2022
    • visibility 2.020
    • 0Komentar

    Kejayan, NU PasuruanPembangunan Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Pasuruan saat ini sudah memasuki tahap penyelesaian pembangunan gedung dan infrastruktur. Ketua Panitia Pembangunan RSNU, H Farid Syauqi menyampaikan, sejak dilakukan peletakan batu pertama pada 28 Februari 2021 oleh Ketua PWNU Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar, saat ini sudah tegak berdiri tiga klaster gedung. “Gedung untuk Unit […]

  • Rejoso dan Grati Kembali Banjir, NU Pasuruan Bantu Korban Hingga Galang Dana

    Rejoso dan Grati Kembali Banjir, NU Pasuruan Bantu Korban Hingga Galang Dana

    • calendar_month Sab, 11 Feb 2023
    • visibility 394
    • 0Komentar

    Rejoso, NU PasuruanPengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan melakukan asesmen, galang dana, dan penyaluran bantuan korban banjir di Kecamatan Rejoso dan Kecamatan Grati. Setidaknya, ribuan warga terdampak banjir. Tim Asesmen, Zainul Arifin menyebutkan, empat desa di Kecamatan Rejoso dan satu desa di Kecamatan Grati tergenang banjir sejak Jumat (10/2/2023). “Mulai dari Desa Toyaning, Desa […]

  • KH Imron Mutamakkin: Pola Hidup Sehat Rasulullah SAW Harus Menjadi Budaya Santri

    KH Imron Mutamakkin: Pola Hidup Sehat Rasulullah SAW Harus Menjadi Budaya Santri

    • calendar_month Sel, 11 Agu 2026
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin, mengajak para santri membudayakan pola hidup sehat sebagaimana yang telah diajarkan Rasulullah SAW. Menurutnya, berbagai sunnah Nabi tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga mengandung manfaat bagi kesehatan. Hal itu disampaikan saat membuka kegiatan Santri Husada yang diselenggarakan Pengurus Cabang Lembaga Kesehatan […]

  • Membaca Penanganan Covid-19 di Wuhan & United Kingdom, ITSNU-STAIS Pasuruan Gelar Webinar Bertajuk Pandemi & Agama

    Membaca Penanganan Covid-19 di Wuhan & United Kingdom, ITSNU-STAIS Pasuruan Gelar Webinar Bertajuk Pandemi & Agama

    • calendar_month Jum, 15 Mei 2020
    • visibility 706
    • 0Komentar

    ITSNU-STAIS Pasuruan bersama TV9 menggelar seminar online internasional dengan tema “Pandemic, Religion, and Issues Around It”, Rabu (13/05/2020). Seminar ini dilakukan via Google Meet dengan peserta sebanyak 250 orang dari berbagai daerah di Indonesia dan 2 Narasumber. Ahmad Syaifuddin Zuhri sebagai narasumber pertama adalah Dewan Pembina PPI Tiongkok yang saat ini sedang menempuh pendidikan Ph.D […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca