Breaking News
light_mode

KH Imron Mutamakkin Ingatkan Warga NU Jangan Mudah Diadu

  • account_circle Mokh Faisol
  • calendar_month Sab, 12 Sep 2026
  • visibility 115
  • comment 0 komentar

Purwodadi, NU Pasuruan

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin mengingatkan warga NU agar tidak mudah terprovokasi oleh isu yang dapat memecah belah persatuan, termasuk isu yang mempertentangkan antarkelompok dan tokoh agama.

Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri istighosah Jumat Legi yang digelar PCNU Kabupaten Pasuruan di Masjid Nurul Islam Capang, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Jumat (11/9/2026).

Ia mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir masyarakat kerap dihadapkan pada berbagai isu yang berpotensi mengadu kelompok satu dengan lainnya. Karena itu, warga NU diminta tetap menjaga hubungan baik dan tidak mudah memberikan penilaian secara generalisasi.

“Kalau salah satu Gus NU melakukan sesuatu, kemudian NU dianggap rusak semua, kan tidak. Begitu juga kalau salah satu Gus melakukan sesuatu, kemudian seluruh keturunannya dianggap rusak, kan tidak,” ujarnya.

Menurut Gus Ipong sapaan akrabnya mengatakan persoalan yang dilakukan seseorang merupakan tanggung jawab personal dan tidak semestinya dibebankan kepada kelompok atau komunitas secara keseluruhan.

” Para pengurus NU harus3 lebih bijak dalam menyikapi perkembangan media sosial,” tambahnya.

Menurutnya, popularitas seorang tokoh di media sosial tidak seharusnya menjadi satu-satunya pertimbangan ketika mengundang penceramah.“Kalau mengundang orang jangan hanya melihat viralnya saja. Dampaknya juga harus dilihat seluruhnya,” tegasnya.Dirinya menekankan, pengajian seharusnya menjadi ruang untuk memberikan pemahaman keagamaan dan membentuk masyarakat agar menjadi lebih baik. Bukan sekadar menghadirkan hiburan atau membuat masyarakat tertawa.

“Perlunya kita mengadakan pengajian itu untuk menerangkan hukum-hukum Allah dan menjadikan orang lebih baik,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, pengasuh Pondok pesantren besuk tersebut juga mengingatkan pentingnya menempatkan budaya dan kesenian secara proporsional dalam kehidupan masyarakat.Menurutnya, budaya dan kesenian dapat dikembangkan selama tidak bertentangan dengan syariat Islam.

“Kalau tidak bertentangan dengan syariat, tidak apa-apa. Tetapi kalau bertentangan dengan syariat, tidak bisa,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa NU memiliki tanggung jawab untuk mendampingi masyarakat agar tidak hanya memperoleh kemaslahatan kehidupan dunia, tetapi juga keselamatan di akhirat.Karena itu, setiap program dan gerakan NU harus tetap diarahkan pada visi dan misi organisasi, yakni menyebarluaskan syariat Islam berdasarkan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah.

“Kalau syariat menjadi masalah, seharusnya pengurus yang pertama bereaksi,” tuturnya.

Namun demikian, ia mengingatkan agar tujuan yang baik tetap ditempuh melalui cara-cara yang baik. Jangan sampai upaya memperjuangkan kebaikan justru dilakukan dengan tindakan yang tidak baik.

“Kalau kita ingin menargetkan sesuatu yang baik, maka digunakan dengan cara-cara yang baik,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dirinya mendorong MWCNU agar semakin aktif mengembangkan dakwah di wilayah masing-masing.Menurutnya, MWCNU memiliki peran penting dalam mengoordinasikan potensi tokoh agama, kader, dan lulusan pesantren yang berada di lingkungan setempat.

“Tidak usah terlalu banyak (mendatangkan dari luar), kita manfaatkan orang-orang di sekitar. Untuk pengajian-pengajian rutin yang ada di ranting, mari kita manfaatkan potensi yang ada di sini,” pungkasnya.

  • Penulis: Mokh Faisol

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cek Lokasi Safari Ramadhan NU Pasuruan, Catat dan Hadir Ya!

    Cek Lokasi Safari Ramadhan NU Pasuruan, Catat dan Hadir Ya!

    • calendar_month Kam, 14 Mar 2024
    • visibility 979
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU PasuruanPengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan secara rutin menggelar Safari Ramadhan. Kegiatan dilaksanakan di masjid dalam wilayah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) masing-masing secara bergantian. Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin menjelaskan, tujuan Safari Ramadhan. Yakni untuk menyemarakkan Bulan Suci Ramadhan sekaligus konsolidasi organisasi MWCNU, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU), […]

  • PCNU Pasuruan Gelorakan Kepedulian Alam di Istighosah Jum’at Legi

    PCNU Pasuruan Gelorakan Kepedulian Alam di Istighosah Jum’at Legi

    • calendar_month Sab, 6 Des 2025
    • visibility 383
    • 0Komentar

    Lumbang, NU Pasuruan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Istighosah Jum’at Legi di Masjid Baiturrahmah, Desa Cukur Guling, Kecamatan Lumbang, pada Jum’at (5/12/2025). Dalam tausiyahnya, Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin menegaskan bahwa berbagai kerusakan alam, baik di darat maupun di laut, pada hakikatnya merupakan akibat dari ulah manusia sendiri. “Allah menimpakan […]

  • Gelar PKD, Ikhtiar PMII Al-Yasini Cetak Kader Teladan & Pejuang

    Gelar PKD, Ikhtiar PMII Al-Yasini Cetak Kader Teladan & Pejuang

    • calendar_month Rab, 9 Mar 2022
    • visibility 501
    • 0Komentar

    Wonorejo, NU PasuruanPengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Al-Yasini menggelar Pelatihan Kader Dasar (PKD) di Gedung Serbaguna Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Yasini (STAIA), Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Senin-Kamis (28/02-03/03/2022). Majelis Keluarga Pengasuh Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini (PPTA) KH Nur Solikin menegaskan, menjadi kader PMII harus menjadi teladan bagi mahasiswa, santri dan pemuda. “Menjadi […]

  • Lahir dari Musyawarah Kiai Lokal, NU Pasuruan Jadi Cabang Unik dalam Sejarah

    Lahir dari Musyawarah Kiai Lokal, NU Pasuruan Jadi Cabang Unik dalam Sejarah

    • calendar_month Jum, 26 Sep 2025
    • visibility 998
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar tasyakuran satu abad NU Pasuruan di Aula PCNU Kabupaten Pasuruan, Selasa (23/09/2025). Faunder Komunitas Pegon Ayung Notonegoro mengatakan keunikan pendirian NU Pasuruan adalah berdasarkan keputusan atau musyawarah kiai kiai Pasuruan sendiri bukan dari PBNU. “Dari 8 cabang yang berada di naungan PBNU hanya Pasuruan […]

  • Eksplor Wisata, Cara Mahasiswa UNU STAI Salahuddin Pasuruaan Wujudkan Desa Ekonomi Kreatif

    Eksplor Wisata, Cara Mahasiswa UNU STAI Salahuddin Pasuruaan Wujudkan Desa Ekonomi Kreatif

    • calendar_month Sel, 9 Jul 2024
    • visibility 1.400
    • 0Komentar

    Gempol, NU Pasuruan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin  menggelar eksplor wisata desa, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Desa yang di ekspor adalah Desa Randupitu yang memiliki tiga dusun diantaranya Dusun Gesing, babat dan Randupitu. Eka Widya Dosen UNU Pasuruan mengatakan, kegiatan ini bertujuan […]

  • Berikut Makna Kader NU Menurut KH Anwar Iskandar 

    Berikut Makna Kader NU Menurut KH Anwar Iskandar 

    • calendar_month Jum, 31 Jan 2025
    • visibility 1.171
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar apel kader di area Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan, Rabu (29/01/2024). Wakil Rais Aam PBNU, KH. Anwar Iskandar mengatakan bahwasanya kader adalah orang-orang yang luar biasa dan warga NU yang tidak biasa-biasa saja. “Kader adalah warga NU yang digembleng melalui proses-proses yang panjang dengan […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca