Breaking News
light_mode

PCNU Kab. Pasuruan Bantu Pembangunan Masjid di Tosari

  • account_circle BAM Yusuf
  • calendar_month Sab, 6 Jun 2020
  • visibility 369
  • comment 0 komentar

Nahdlatul Ulama merupakan organisasi yang memiliki faham keagamaan tawasuth (moderat), tasamuh (toleransi), tawazun (seimbang), dan amar ma’ruf nahi mungkar. Dengan pemahaman tersebut, dalam menyebarkan agama Islam lebih mendahulukan nilai-nilai sosial dan toleransi. Hal ini merupakan cara yang sama dilakukan oleh para Wali Songo dalam menyebarkan agama Islam di Nusantara. Menyebarkan agama Islam terus dilakukan dengan cara yang lebih toleran dan bijaksana. Terutama di daerah yang Islam menjadi minoritas.

Jumat (5/6) Pengurus Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) bersama ketua PC NU Kabupaten Pasuruan memberikan Bantuan pembangunan masjid di daerah Tosari. Pembangunan tempat ibadah ini diperuntukkan bagi 9 KK warga muslim dari 58 KK di dusun Ngawu desa Podokoyo kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan.

Dalam sambutannya, Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin menjelaskan bahwa tingkat toleransi serta hubungan baik antar tokoh agama didusun ini perlu diapresiasi dan dibantu karena jika tidak ada hubungan baik maka hal ini akan sulit dilakukan.


“kita akan mensuport kegiatan kegiatan keagamaan sehingga kami harapkan Islam di dusun sini semakin berkembang dan berdampingan dengan warga lain sehingga dapat membangun desa ini semakin maju,” ujar Pria yang lebih akrab di panggil Gus Ipong tersebut.

Senada dengan apa yang sampaikan Gus Ipong, H.M Yusuf Danial, salah satu anggota DPRD kabupaten Pasuruan yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan bahwa selain bantuan berupa dana nantinya akan disalurkan pula beberapa fasilitas pendukung pembangunan Masjid atau tempat ibadah ini. “Kami akan selalu mensupport apa saja kegiatan keagamaan bersama PCNU kabupaten Pasuruan,” ujarnya.

Dengan bantuan tersebut, Asmadi (37), warga dusun Ngawu yang menjadi Nadzir pembangunan Masjid tersebut mengucapkan terima kasih terutama kepada PCNU kabupaten Pasuruan, H. M Yusuf Danial, H. Abdulloh Fahmi dan MWC NU tosari yang telah membantu pembangunan masjid tersebut.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan ini karena sangat membantu kebutuhan warga kami, terutama dalam fasilitas ibadah,” imbuhnya.

Beliau juga menambahkan bahwa, kerukunan masyarakat dusun ngawu ini pernah dapat penghargaan dari kabupaten pasuruan sebagai desa terrukun karena saling menghargai dan membantu satu sama lain. Sehingga penyebaran dan pengamalan ibadah warga muslim mendapatkan dukungan dari warga agama lain di dusun Ngawu ini.

Kontributor: BAM Yusuf

Editor: Kartika Y S

  • Penulis: BAM Yusuf

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa UNU STAIS Pasuruan, Gelar Pelatihan Budidaya Magot

    Mahasiswa UNU STAIS Pasuruan, Gelar Pelatihan Budidaya Magot

    • calendar_month Kam, 21 Sep 2023
    • visibility 440
    • 0Komentar

    Tutur, NU Pasuruan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Kolaboratif (KKN-K) Universitas Nahdaltul Ulama (UNU) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin Pasuruan mengelar pelatihan budidaya magot di Balai Desa Kayukebek, Kabupaten Pasuruan Saptu (8/08/2023). Ketua kelompak 1 M Nabil Hafidz mengatakan, kegiatan yang bertujuan meningkatkan pengetahuan warga desa tentang pentingnya budidaya magot. “Warga kami tugaskan untuk memilah […]

  • Momen Harlah NU ke-96, Lazisnu Kab. Pasuruan Gelar Santunan dan Pengobatan Gratis

    • calendar_month Rab, 13 Mar 2019
    • visibility 318
    • 0Komentar

    Pasuruan, Rabu, 13 Maret 2019. PCNU Care Lazisnu Kabupaten Pasuruan mengadakan santunan yatim dan pengobatan gratis bersama RS BAZNAS Sidoarjo, dan MWC NU Nguling. Kegiatan ini juga menjadi salah satu rangkaian kegiatan PCNU Kabupaten Pasuruan dalam memperingati Harlah NU ke-96. Pada kegiatan kali ini, lazisnu memberikan santunan berupa uang tunai dan bingkisan pada 30 anak […]

  • Pembacaan Puisi Perjuangan “KIYAI ABDUL JALIL SIDOGIRI”, Memukau Ratusan Peserta Kolokium

    • calendar_month Sab, 25 Agu 2018
    • visibility 387
    • 0Komentar

    Pembukaan Kegiatan Kolokium “Jejak Ulama & Pesantren Pasuruan dalam Perjuangan Bangsa” oleh PC LAKPESDAM NU Kabupaten Pasuruan bekerjasama dengan Pengurus Pusat HMASS (Harakah Mahasiswa Alumni Santri Sidogiri) di Aula Gedung IASS (Ikatan Alumni Santri Sidogiri), menampilkan pembacaan Puisi Perjuangan “KIYAI ABDUL JALIL SIDOGIRI” oleh Haidar Hafeez, Pendiri Rumah Sastra dan Sastrawan Pesantren disambut tepuk tangan […]

  • Agar Anak Gemar Makan Ikan, Ini Cara Mahasiswa KKN ITSNU-STAI Salahuddin Pasuruan

    Agar Anak Gemar Makan Ikan, Ini Cara Mahasiswa KKN ITSNU-STAI Salahuddin Pasuruan

    • calendar_month Ming, 30 Jul 2023
    • visibility 243
    • 0Komentar

    Gempol, NU PasuruanMahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pasuruan dengan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin Pasuruan yang tergabung dalam kelompok 11, menggelar Sosialisasi Gemar Makan Ikan. Kegiatan dipusatkan di Ruang Kelas Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Legok, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Kamis (27/7/2023). “Terima kasih adek-adek KKN. […]

  • Agustusan, Ansor Gunting Sukses Gelar Turnamen Tenis Meja

    Agustusan, Ansor Gunting Sukses Gelar Turnamen Tenis Meja

    • calendar_month Sen, 15 Agu 2022
    • visibility 386
    • 0Komentar

    Sukorejo, NU Pasuruan Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Gunting, Kecamatan Sukorejo, menggelar ‘Turnamen Tenis Meja’ di Balai Desa Gunting, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Sabtu-Ahad (13-14/08/2022). Kegiatan ‘Turnamen Tenis Meja’ itu dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-77. Ketua PR GP Ansor Gunting, M Ismail menuturkan, kegiatan turnamen itu merupakan […]

  • Humor Singkatan Nama

    Humor Singkatan Nama

    • calendar_month Sab, 5 Des 2020
    • visibility 720
    • 0Komentar

    Alkisah di negara antah berantah tersebutlah tiga orang cewek yang selalu melakukan apa saja bersama-sama atas dasar konformitas yang kemudian mereka jadikan doktrin solidaritas, kesetiakawanan. Main bersama, belajar bersama, sekolah di sekolah yang sama, kuliah pun di kampus yang sama bahkan di fakultas dan jurusan yang sama. Jomblo pun sama-sama, punya pacar sama-sama, bahkan menikah […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca