Breaking News
light_mode

Peringati Bulan Muharram & Kemerdekaan, Warga Ngemplakrejo Kota Pasuruan Gelar Jalan Sehat Pagi & Santunan

  • account_circle Nuryanto
  • calendar_month Sen, 31 Agu 2020
  • visibility 797
  • comment 0 komentar

Sejak awal Februari 2020 aktivitas masyarakat diberbagai penjuru dunia terhambat karena adanya pandemi covid-19. Di Indonesia, berbagai langkah dan usaha sebagai bentuk pencegahan telah dibuat oleh pemerintah untuk dijalankan bersama demi mengendalikan penyebaran covid-19. Dalam urusan pendidikan dan pekerjaan saat ini masih ditangguhkan sampai batas waktu yang belum bisa dipastikan. Semua orang dituntut untuk tinggal di rumah saja, sehinngga diharapkan bisa mengurangi korban jiwa.

Tapi nyatanya semua perubahan ini juga menyebabkan konsekuensi yang tak terduga. Termasuk tertundanya hampir seluruh tradisi keagamaan, misalnya Pawai Ta’aruf atau biasa dikenal dengan istilah Kirab Santri. Tradisi jalan sehat yang menjadi rangkaian acara Al-Haflatul Kubro setiap akhir tahun ajaran pun ditiadakan. Hal ini cukup mengecilkan hati warga untuk bisa memeriahkan hari-hari besar Islam seperti yang biasa dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya.

Namun, sejak diberlakukan era New Normal di beberapa wilayah, warga Kota/Kab. Pasuruan, beberapa desa dan/atau kelurahan telah memulai berbagai kegiatan kemasyarakatan. Seperti halnya, warga Dusun Gantungan Kelurahan Ngemplakrejo Kecamatan Panggungrejo Kota Pasuruan yang menggelar kegiatan Jalan Sehat Pagi, yang diikuti oleh puluhan anak muda dan ibu-ibu dengan menggunakan dress code (pakaian) yang serupa, Minggu (30/8/2020).

Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker dan jaga jarak satu dengan yang lainnya, sama sekali tak mengurungkan semangat para pemuda dan ibu-ibu untuk berpartisipasi mengikuti aktivitas Jalan Sehat Pagi untuk memeriahkan Bulan Muharram 1442 H dan Kemerdekaan ke-75.

“Alhamdulillah acara Jalan Sehat Pagi tadi sukses terlaksana. Lanjut acara santunan anak yatim beserta kaum dhuafa. Semangat buat para panitia. Kita sukseskan bersama acara ini. Semoga mendapat barokah amin,” bunyi perwakilan peserta dalam vlog di laman Instagram darussalam.ig.

Seakan tidak mau meninggalkan kesan sebagai generasi milenial, santri yang memgikuti kegiatan tersebut, tidak melupakan simbol-simbol kenegaraan dalam kostumnya. Mereka memilih warna merah putih sebagai pengingat bahwa hari ini masih dalam bulan Agustus, yakni bulan perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kontributor: Nur Aini

Editor: Nuryanto

  • Penulis: Nuryanto

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lagi, Lesbumi NU Pasuruan Gelar Festival Al Banjari

    Lagi, Lesbumi NU Pasuruan Gelar Festival Al Banjari

    • calendar_month Rab, 30 Okt 2024
    • visibility 1.366
    • 0Komentar

    Lumbang, NU Pasuruan Dalam rangka memperngati Hari Santri 2024, Pengurus Cabang (PC) Lembaga Seniman dan Budayawan Muslimin Indonesia Nahdlatul Ulama (Lesbumi) NU Kabupaten Pasuruan yang bekerja sama dengan Lesbumi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Lumbang menggelar Festival Al-Banjari di Desa Cukurguling, Kecamatan Lumbang, Senin (28/10/2024). Ketua PC Lesbumi NU Kabupaten Pasuruan KH Yazid Tamim […]

  • Habaib dan Cerminan Kemuliaan Akhlak Rasulullah

    Habaib dan Cerminan Kemuliaan Akhlak Rasulullah

    • calendar_month Sel, 1 Des 2020
    • visibility 509
    • 0Komentar

    Dalam sebuah riwayat, diceritakan bahwa ada seorang Raja, yang ketika akan berbelanja untuk kebutuhan dalam 1 bulan, akan dikawal oleh beberapa prajurit khusus yang bertugas untuk membawa barang yang dibeli tersebut, karena jumlah barangnya sangat banyak. Di tengah perjalanan, Raja dan rombongan beristirahat di sebuah tempat. Para prajurit duduk santai di luar sebuah bangunan, sedangkan […]

  • Harga Pakan Ikan Naik, Mahasiswa UNU STAIS Pasuruan Gelar Pelatihan

    Harga Pakan Ikan Naik, Mahasiswa UNU STAIS Pasuruan Gelar Pelatihan

    • calendar_month Sel, 19 Sep 2023
    • visibility 1.317
    • 0Komentar

    Gondangwetan, NU Pasuruan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Kolaboratif (KKN-K) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan dengan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin Pasuruan menggelar pelatihan pembuatan pakan ikan alternatif magot di Balai Desa Tebas, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan Ahad (27/08/2023). Lallatul Nuzulah salah satu mahasiswa KKN-K UNU STAI Salahuddin Pasuruan mengatakan, tujuan dari kegiatan ini adalah […]

  • MWCNU Tosari Miliki Keragaman Agama Tinggi, PCNU Pasuruan Dorong Metode Dakwah Adaptif

    MWCNU Tosari Miliki Keragaman Agama Tinggi, PCNU Pasuruan Dorong Metode Dakwah Adaptif

    • calendar_month Jum, 27 Feb 2026
    • visibility 496
    • 0Komentar

    Tosari, NU Pasuruan Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, Gus Taufiq Abdurahman, menyampaikan bahwa Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Tosari merupakan wilayah dengan tingkat keragaman agama yang cukup tinggi. Karena itu, pendekatan dakwah yang digunakan perlu menyesuaikan dengan kondisi sosial masyarakat setempat. Hal tersebut disampaikan saat kegiatan Safari Ramadhan PCNU […]

  • Keutamaan Shalat Dhuha

    Keutamaan Shalat Dhuha

    • calendar_month Rab, 18 Mei 2022
    • visibility 1.784
    • 1Komentar

    Shalat dhuha adalah shalat sunah yang dikerjakan di pagj hari yakni ketika waktu matahari terbit setinggi tombak hingga waktu zawal atau menjelang shalat bhuhur.Biasanya sejumlah sekolah atau madrasah menyelenggarakan sholat dhuha berjamaah di musholla atau masjid milik sekolah. Shalat dluha memiliki beberapa fadilah atau keutamaan yang pertama adalah mengikuti sunah Rasulullah SAW sebagaimana berwasiat kepada […]

  • Isra’ Mi’raj & Ekspresi Iman Imam al-Bushiriy

    Isra’ Mi’raj & Ekspresi Iman Imam al-Bushiriy

    • calendar_month Kam, 11 Mar 2021
    • visibility 775
    • 0Komentar

    14 Abad yang lalu, Rasulullah pernah melakukan perjalanan yang dahsyat, yang secara logika berpikir tidak masuk akal, yakni perjalanan dari Masjid al-Haram di Mekah menuju Masjid al-Aqsha di Palestina, tidak lebih dari satu kedipan mata. Padahal, dengan transportasi yang ada saat itu, menunggang Unta misalnya, diperlukan waktu selama 40 hari. Bahkan hingga saat ini, pun […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca