Breaking News
light_mode

Ragam Muharraman Yang Disaksikan Mahasiswa KKN Kolaborasi ITSNU-STAI Salahuddin Pasuruan

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Rab, 26 Jul 2023
  • visibility 848
  • comment 0 komentar

Kejayan, NU Pasuruan

Selasa-Rabu kemarin (18-19/7/2023) mayoritas umat Islam secara serentak memperingati Tahun Baru Islam 1445 Hijriah. Bulan Muharram. Bulan pertama di tahun Hijriah merupakan salah satu bulan yang mulia. Sebagaimana dijelaskan dalam Surat At-Taubah ayat 36, terdapat empat bulan yang mulia, yakni Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.

Keutamaan lainnya dari Bulan Muharram, juga pernah disampaikan oleh Syekh Jalalauddin As-Suyuthi. Hanya bulan Muharram yang namanya islami di bulan hijriah. Itulah kelebihannya. Bahkan menurut Syekh Jalaluddin As-Suyuthi pada syarah hadits atas shahih Muslim, Ad-Dibaj fi Syarhi Shahihi Muslim ibnil Hajjaj, dijelaskan bahwa di Bulan Muharram terdapat puasa sunnah yang sangat dianjurkan. Yakni puasa pada tanggal 9, 10, dan 11 Muharram. Tingkatan puasa sunnah itu, digambarkan satu level di bawah puasa Ramadhan.

Lebih dari itu, ada banyak sekali riwayat yang menjelaskan tentang keutamaan Bulan Muharram. Sehingga, wajar hingga menjadi sebuah keharusan bagi umat Islam untuk merayakannya. Termasuk di berbagai desa di Kabupaten Pasuruan.

Mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pasuruan dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin Pasuruan menyaksikan gegap gempita beberapa ragam kegiatan dalam perayaan Muharraman itu.

Pawai Obor dan Bagi-bagi Doorprize

Kegiatan Pawai Obor dan Pembagian Doorprize ini dilaksanakan di Desa Sladi, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, Selasa malam (18/7/2023).

Mahasiswa KKN Kolaborasi ITSNU Pasuruan dan STAI Salahuddin Pasuruan mendapatkan kepercayaan untuk membantu suksesi acara. Dari menjadi tim dokumentasi foto dan video kegiatan, hingga membersihkan tempat acara setelah selesai.

Peserta KKN Nada Rofilah menyebutkan, Pawai Obor diawali dengan bersama-sama membaca doa awal tahun yang dipimpin oleh Kepala Desa Sladi Usman Ali.

“Pawai obor dilaksanakan dengan berkeliling desa. Diikuti kurang lebih dua ribu empat ratus (2400) peserta. Ada dari Fatayat, Muslimat, Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), ANSOR, dan masyarakat secara umum,” imbuhnya kepada NU Pasuruan

Mahasiswa Program Studi (Prodi) Desain Komunikasi Visual (DKV) ITSNU Pasuruan itu menambahkan, peserta pawai berkeliling dengan membawa obor dari bambu dan mengumandangkan Sholawat Nabi.

“Pawai Obor ini sangat menyenangkan dan sangat berkesan. Saya menyaksikan euforia masyarakat Desa Sladi yang sangat antusias memeriahkan Tahun Baru Islam 1445 Hijriah,” tandasnya.

Sementara itu, Penasehat Fatayat NU Sladi Ida Nur Hidayati menjelaskan, Pawai Obor ini adalah kali kedua dilaksanakan.

“Tahun ini lebih meriah. Tahun sebelumnya hanya dihadiri Lembaga Pendidikan. Semoga semakin meriah,” pungkasnya.

Diketahui, Pawai Obor juga dilakukan di Desa Karangpandan, Kecamatan Rejoso. Sebagaimana dilaporakan oleh Alisa Kutrotun Nada dan Istiqomatul Jannah. Juga di Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton. Dilaporkan oleh Novi Dian Pertiwi.

Penulis: Khusnul Khotimah dan Rohmawati

Hataman, Ngaji Kitab Kuning, dan Pengajian Umum

Ada perayaan Bulan Muharram dengan Khotmil Qur’an, Mengaji Kitab Kuning, membaca Doa Akhir dan Awal Tahun serta dzikir bersama dan ceramah agama. Dalam hal ini oleh Pengasuh Pondok Pesantren Roudlatul Mustofa KH Mustofa Bin Salahuddin. Kegiatan itu dilaksanakan di Dusun Kampung Baru Barat, Desa Tambak Lekok, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan.

Peserta KKN Kolaborasi ITSNU Pasuruan dan STAI Salahuddin Pasuruan Luluk Lupitasari mengungkapkan, mendapatkan pengalaman baru saat mengikuti perayaan Tahun Baru Islam di Desa Tambak Lekok.

“Luar biasa. Antusias masyarakat Tambak Lekok dalam mengikuti acara tersebut,” imbuhnya anggota Kelompok 8 itu.

Penulis: Fadilah

Terbang Jidor di Lereng Bromo

Perayaan malam tahun baru Islam 1445 H di Desa Kayukebek, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan menampilkan Terbang Jidor. Kegiatan dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Ulum setempat.

Pimpinan Grup Terbang Jidor Kayukebek Suwarno menceritakan, tradisi kesenian itu sudah dibawa oleh nenek moyang sekitar 1700 tahun.

“Terus ditampilkan untuk mempertahankan kesenian yang ada di Desa Kayukebek, Kabupaten Pasuruan. Khususnya untuk generasi muda,” imbuhnya.

Untuk diketahui, sholawat yang dibaca dalam terbang jidor adalah sholawat barzanji. Sedangkan alat musiknya antara lain terbang banjari, terbang ishari, jidor, kendang dan lainnya. Selain itu, Terbang Jidor juga digelar setiap malam Senin Wage di setiap rumah-rumah masyarakat secara bergantian.

Penulis: M Faisol

Editor: Makhfud Syawaludin

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wakil Bendahara NU Pasuruan : Hidupkan Ramadhan dengan Membaca Al-Qur’an

    Wakil Bendahara NU Pasuruan : Hidupkan Ramadhan dengan Membaca Al-Qur’an

    • calendar_month Sen, 10 Mar 2025
    • visibility 1.010
    • 0Komentar

    Puspo, NU Pasuruan Wakil Bendahara Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, Gus H. Abdulloh Fahmi Salam, menegaskan bahwa Al-Qur’an akan menjadi penolong di akhirat. Hal itu disampaikan dalam Safari Ramadhan di Masjid Aisyah Alamadiyah, Punjul, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan, pada Ahad (9/04/2025). “Mari ajarkan anak-anak untuk mencintai dan membaca Al-Qur’an, terutama di bulan Ramadhan,” […]

  • Musker I PCNU, M Nuh: PBNU Perlu Belajar ke Pasuruan

    Musker I PCNU, M Nuh: PBNU Perlu Belajar ke Pasuruan

    • calendar_month Ming, 28 Nov 2021
    • visibility 1.203
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU PasuruanPengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Musyawarah Kerja (Musker) I di Aula KH Ahmad Jufri Graha PCNU, Kecamatan Pohjentrek, Ahad (28/11/2021). Kegiatan itu mengambil topik “Kemandirian Jamiyyah untuk Keberdayaan Jamaah.” Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin, menyampaikan cerita baik pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) Hybrid pertamanya. “Rais syariah dan calon ketua […]

  • Sowan NU Pasuruan, Kapolres Diminta Serius Memberantas Narkoba

    Sowan NU Pasuruan, Kapolres Diminta Serius Memberantas Narkoba

    • calendar_month Jum, 26 Mei 2023
    • visibility 351
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU PasuruanPengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan meminta Kepolisian Resor (Polres) Kota Pasuruan secara serius dalam mencegah dan memberantas narkoba. NU Pasuruan juga siap bersinergi. Hal itu ditegaskan saat menerima kunjungan Kepala Polres (Kapolres) Pasuruan Kota di Ruang Tanfidziyah Lantai 2, Graha NU Kabupaten Pasuruan, Jl. Raya Warungdowo, Kecamatan Pohjentrek. Selasa (23/05/2023). Wakil […]

  • LTMNU Pasuruan Fasilitasi Warga Membangun Masjid

    LTMNU Pasuruan Fasilitasi Warga Membangun Masjid

    • calendar_month Ming, 5 Des 2021
    • visibility 1.219
    • 0Komentar

    Purwodadi, NU PasuruanLembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan melaksanakan pembinaan kemasjidan di Langgar Dusun Kandangsari, Desa Capang, Kecamatan Purwodadi, Sabtu (4/12/2021). Ketua LTMNU Kabupaten Pasuruan Mundir Muslih, menjelaskan tentang persiapan-persiapan teknis dalam pembangunan masjid. Misalnya dokumen tanah wakaf. “Terdiri dari surat pernyataan wakif bermaterai Rp. 10.000, Akta Ikrar […]

  • Harga Pakan Ikan Naik, Mahasiswa UNU STAIS Pasuruan Gelar Pelatihan

    Harga Pakan Ikan Naik, Mahasiswa UNU STAIS Pasuruan Gelar Pelatihan

    • calendar_month Sel, 19 Sep 2023
    • visibility 1.410
    • 0Komentar

    Gondangwetan, NU Pasuruan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Kolaboratif (KKN-K) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan dengan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin Pasuruan menggelar pelatihan pembuatan pakan ikan alternatif magot di Balai Desa Tebas, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan Ahad (27/08/2023). Lallatul Nuzulah salah satu mahasiswa KKN-K UNU STAI Salahuddin Pasuruan mengatakan, tujuan dari kegiatan ini adalah […]

  • Cabang Pasuruan: Generasi Awal Kepengurusan NU di Daerah

    Cabang Pasuruan: Generasi Awal Kepengurusan NU di Daerah

    • calendar_month Sel, 23 Sep 2025
    • visibility 1.264
    • 0Komentar

    Mungkin tak banyak yang tahu, jika awal mula berdirinya Nahdlatul Ulama, tak serta merta langsung mendirikan kepengurusan Cabang di berbagai daerah. Meski pada proses pendiriannya dihadiri oleh segenap ulama dari Jawa-Madura, akan tetapi butuh waktu dua tahun bagi Hadratusysyekh KH. Hasyim Asy’ari, Rais Akbar NU, untuk merestui berdirinya Cabang NU di berbagai daerah. Sebagaimana dikabarkan […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca