Breaking News
light_mode

Rekrut Anggota Baru, PC GP Ansor Kabupaten Pasuruan Gelar DTD VI

  • account_circle Subhani
  • calendar_month Ming, 16 Sep 2018
  • visibility 427
  • comment 0 komentar

Pada hari Jum’at 4 Muharrom 1440 H/ 14 September 2018 menjadi hari tersakral dan bersejarah bagi para anggota baru Banser Ansor. Pasalnya pada hari itu terlaksana apel kebangsaan, pembukaan DTD (Diklat Terpadu Dasar) angkatan VI PC GP Ansor Kabupaten Pasuruan dilaksanakan di Lapangan MTs. Abu Amr, Jl. Gus Dur Tambakrejo Pasrepan Pasuruan dan dimulai pukul 15.00 Wib.

DTD (Diklat Terpadu Dasar) sendiri merupakam gerbang awal masuk Ansor Banser yang pada kali ini berlangsung di Padepokan Jati Leluhur, Jl. Gus Dur Lemahbang Pasrepan Pasuruan.

Pada agenda tersebut dihadiri oleh Kasatkornas Banser, H. Alfa Isnaeni. Ro’is Syuriyah PCNU KH. Muzakki Birrul ‘Alim. Wakil Ro’is KH. Maksum Hasyim, Katib Syuriyah KH. Muhibbul Aman Ali,
A’wan Syuriyah KH. Su’adi Abu Amr.
Ketua Tanfidziyah KH. M. Imron Mutamakkin, Sekretaris PCNU Gus H. Saiful Anam Chalim, Bendahara Gus H. Nasih Nasor, hadir pula Ketua PC Muslimat, Fatayat, Pagar Nusa, IPNU, IPPNU. Dan 500 Anggota Ansor Banser + 150 Peserta DTD. Juga jajaran MWCNU Pasrepan beserta Banom, dan Ranting sekecamatan Pasrepan turut hadir.

Dalam Amanatnya, Kasatkornas berpesan “Ikut ‌Ansor Banser harus lillahita’ala dan ta’at kepada Kiai, agar terus tetap yasinan, tahlilan dan amalan amalan lain yang di diperintahkan oleh para ulama. Banser juga harus berdakwah ala ahlussunah waljama’ah
‌dengan cara sederhana, yaitu melawan mereka yang melarang tahlilan dan yasinan/Amaliyah NU. Ansor Banser juga tetap Setia ‌menjaga NKRI, menjaga Pancasila” tutur beliau.

Peserta DTD: Siap, Khidmah Kepada Ulama, NU, & NKRI

Ketua PC GP ansor Kabupaten Pasuruan , H. Farid Sauqi, SE yang juga turut hadir menegaskan bahwa mutlak dalam keberlangsungan perjalanan organisasi, DTD menjadi media efektif untuk menumbuhkan loyalitas militansi dan kekompakan dalam menggerakkan organisasi. Sebab para kader selain digembleng secra fisik juga terdapat doktrinasi ajaran ajaran Islam Ahlusunnah WalJamaah Ala Nahdliyah yang akan menjadi bekal bagi para kader.

Pembacaan doa oleh KH. Muzakki Birrul Alim selaku Ro’is Syuriyah PCNU Kabupaten Pasuruan menjadi penutup acara ini. Acara berpangsung hingga 16 September 2018. Kesuksesan kegiatan tersebut tidak terlepas dari kerja sama dengan panitia lokal dari PAC GP Ansor Gondangwetan dan PAC GP Ansor Pasrepan. (Subhani/Dia)

  • Penulis: Subhani

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tingkatkan Pembelajaran Madrasah Diniyah, Dinas Pendidikan & Kemenag Kabupaten Pasuruan Gelar Bimtek

    • calendar_month Kam, 30 Agu 2018
    • visibility 534
    • 1Komentar

    Seiring dengan pesatnya perkembangan MADIN (Madrasah Diniyah) sejak diberlakukannya Peraturan Bupati Nomor 21 tahun 2016 tentang wajib MADIN di Pasuruan, Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan adakan Bimbingan Teknis metode pembelajaran MADIN Pontren, Rabu (29/8) di Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan. Kegiatan ini dilakukan untuk melakukan pembenahan dalam semua aspek internal MADIN termasuk administrasi dan […]

  • KH Imron Mutamakkin Ajak LP Ma’arif Terus Berinovasi Hadapi Perkembangan Zaman

    KH Imron Mutamakkin Ajak LP Ma’arif Terus Berinovasi Hadapi Perkembangan Zaman

    • calendar_month Sen, 29 Jul 2024
    • visibility 723
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin mengatakan bahwasnnya dalam mengelolah lembaga  pendidikan LP Ma’arif NU Kabupaten Pasuruan harus terus berinovasi karena seiring perkembangan zaman sekolah akan menjadi industri. Hal itu di ungkapkan pada saat Rapat Kerja (Raker) LP Ma’arif NU Kabupaten Pasuruan di MWCNU Prigen, Sabtu-Ahad (27-28/07/2024). […]

  • 10.000 Santri Madin Kecamatan Grati Ikut Pawai Ta’aruf Tahun Baru 1441 H

    • calendar_month Sel, 24 Sep 2019
    • visibility 515
    • 0Komentar

    10.000 Santri Madin Kecamatan Grati Ikut Pawai Ta’aruf Tahun Baru 1441 H Dalam rangka memperingati Hari Besar Islam, Tahun Baru Islam 1441 H, Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kecamatan Grati bekerja sama dengan LP Maarif NU Kabupaten Pasuruan menggelar Pawai Ta’aruf (22/09/2019). Adapun rute pawai, start di Pendopo Wisata Ranu Grati dan berakhir di lapangan […]

  • Mahasiswa STAI Salahuddin Pasuruan Dampingi Pemasaran Olahan Kupang Desa Sungi Kulon

    Mahasiswa STAI Salahuddin Pasuruan Dampingi Pemasaran Olahan Kupang Desa Sungi Kulon

    • calendar_month Jum, 16 Sep 2022
    • visibility 881
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin Pasuruan yang tergabung dalam kelompok 10 Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) mendampingi warga Desa Sungi Kulon, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan mengoptimalkan branding dan pemasaran produk lokal desa. Koordinator kegiatan, Muhammad Ma’sum menyampaikan, pihaknya menggelar kegiatan ‘Seminar Pemasaran Online dan Branding Produk’ bekerja sama dengan Himpunan […]

  • KH Imron Mutamakkin : KKN Ajang Mengintifa’kan Ilmu

    KH Imron Mutamakkin : KKN Ajang Mengintifa’kan Ilmu

    • calendar_month Sab, 6 Jul 2024
    • visibility 343
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin mengatakan bahwasanya Kuliah Kerja Nyata (KKN)  ajang mengintifa’kan ilmu kepada masyarakat. Hal itu diungkapkan pada saat pemberangkatan KKN UNU STAI Salahuddin Pasuruan di Aula KH Ahmad Djufri, Graha NU Pasuruan, Kecamatan Pohjentrek, Pasuruan, Kamis (04/07/2024). “Mengintifa’kan ilmu artinya ilmu kita di […]

  • Tidurnya Orang Berpuasa adalah Ibadah, Ah Masak?

    Tidurnya Orang Berpuasa adalah Ibadah, Ah Masak?

    • calendar_month Rab, 21 Apr 2021
    • visibility 497
    • 1Komentar

    Kadang kita keliru dalam memaknai kebiasaan yang sering melanda umat ini ketika menjalankan ibadah puasa. Misalnya begadang hingga larut malam. Lalu tidur panjang di siang hari. Mereka lebih senang menghabiskan jam-jam produktifnya untuk tidur siang yang panjang. Seolah hal ini menjadi legalitas ketika menjalankan ibadah puasa. Memang benar Nabi sering qailulah, yaitu tidur siang sejenak. […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca