Breaking News
light_mode

Tekad ISNU Pasuruan Sinergikan Kader dengan Masyarakat

  • account_circle Muhajirin Yusuf
  • calendar_month Jum, 5 Nov 2021
  • visibility 1.066
  • comment 0 komentar

NU Pasuruan – Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Pasuruan menggelar turba (turun kebawah) ke Pimpinan Anak Cabang (PAC) tingkat kecamatan yang diselenggarakan pada Jumat (5/11/2021). Turba ini digelar di Kantor Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Purwosari di Dusun Sukun Desa Bakalan.

Ketua PC ISNU Kab. Pasuruan, Ahmad Adip Muhdi menyebutkan tujuan utama dari turba kali ini adalah penyamaan persepsi dan menguatkan organisasi. “Tujuan kami turba adalah untuk konsolidasi organisasi supaya ISNU semakin kokoh dan bersatu. Kerja sama sangat penting dilakukan. Agar saling terikat dan tidak bekerja sendiri-sendiri,” katanya.

Pada kesempatan yang sama Adip Muhdi juga menghimbau semua anggota untuk selalu berperan aktif dalam kegiatan masyarakat. Masyarakat Pasuruan sangat membutuh wawasan keilmuan dan pengetahuan. “Kita ini harus jadi ikon, karena kita ini termasuk golongan pemikir atau golongan cendikiawan,” ujarnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh anggota dari PAC ISNU Purwosari dan PAC ISNU Wonorejo. Semua peserta yang hadir sepakat untuk saling bersinergi membentuk database keanggotaan. Guna untuk memilah kemampuan dan skil para anggota sesuai pada bidangnya.

Dengan adanya spesifikasi keahlian dari setiap anggota. ISNU dapat saling bekerja sama dan terjun sesuai dengan keahlian yang dibutuhkan masyarakat. “Yang mempunyai keahlian pertanian, bisa hadir mengedukasi para petani meningkatkan hasil panen. Begitu juga yang ahli hukum, dapat memberikan wawasan kepada masyarakat biar melek hukum,” ujar salah satu kader Abdullah Mundir yang juga menjabat sebagai sekretaris MWCNU Purwosari.

Selain itu ISNU harus bisa berekspansi melebarkan sayap dengan bekerja sama dengan komunitas atau lembaga lain baik diinternal NU maupun dengan lainnya.

Wakil ketua PC ISNU Ahmad Fauzi mengatakan, dengan terjalinnya sinergitas, akan mempermuda terlaksananya program kerja. Terutama terkait faham ke-NU-an ajaran Ahlus sunnah wal jama’ah (Aswaja). “Harus ada upaya optimal agar Aswaja dari Nahdlatul Ulama sampai kepada masyarakat,” jelas seorang doktor yang berhidmat di Institut Agama Islam Darullughah Wadda’wah (Dalwah).

Ia menerangkan, agar dakwah Aswaja sampai kepada masyarakat luas, sekarang harus inten komunikasi dan silaturahmi. Hal itu tercapai jika para sarjana intelektual hadir ditengah-tengah masyarakat. Hal ini sesuai dengan motto ISNU Pasuruan, yakni meng-NU-kan sarjana dan mensajarnakan NU.

Di akhir acara turba ini semua gagasan ditanggapi oleh ketua MWC NU yang hadir. baik dari MWC NU purwosari Bapak HM. Sutaji maupun MWC NU Wonorejo Bapak Lukman. Beliau berharap agar kader ISNU dapat memberikan pemikiran yang cemerlang dan inovatif. Ide pemikiran para sarjana di MWC dapat memberikan program yang lebih baik.

  • Penulis: Muhajirin Yusuf

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harlah ke 95, LP Ma’arif NU Pasuruan Gelar Olimpiade Aswaja Berbasis Chat GBT

    Harlah ke 95, LP Ma’arif NU Pasuruan Gelar Olimpiade Aswaja Berbasis Chat GBT

    • calendar_month Rab, 18 Sep 2024
    • visibility 1.219
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Dalam rangka menyambut Hari Lahir (Harlah) ke 95 Pengurus Cabang (PC) Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Kabupaten Pasuruan menggelar lomba Olimpiade Aswaja  di Aula PCNU Kabupaten Pasuruan, Selasa (17/09/2024). Olimpiade tersebut berbasis Chat GBT  Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Pasuruan Ahmad Farid mengatakan, tujuan diadakannya lomba ini adalah untuk menguji media pembelajaran […]

  • Nyai Sinta Nuriyah : Persatuan dan Kesatuan Merupakan Pilar Indonesia

    Nyai Sinta Nuriyah : Persatuan dan Kesatuan Merupakan Pilar Indonesia

    • calendar_month Sel, 2 Apr 2024
    • visibility 723
    • 0Komentar

    Prigen, NU Pasuruan Nyai Hj Sinta Nuriyah istri KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur mengingatkan bahwa persatuan dan kesatuan merupakan pilar utama tegaknya Republik Indonesia. Menurutnya dengan hidup rukun dan saling menghargai bangsa kita tidak akan terpecah belah. “Kunci dari persatuan adalah saling menghargai dan tolong-menolong di antara sesama bangsa,” ujarnya dalam acara buka bersama […]

  • Dulu Rekanita, Sekarang Istri Tercinta

    Dulu Rekanita, Sekarang Istri Tercinta

    • calendar_month Ming, 4 Apr 2021
    • visibility 1.080
    • 1Komentar
  • Tetap Disiplin Protokol Kesehatan, 500 Peserta Ikuti Gowes Santri Pasuruan Raya

    Tetap Disiplin Protokol Kesehatan, 500 Peserta Ikuti Gowes Santri Pasuruan Raya

    • calendar_month Sab, 21 Nov 2020
    • visibility 1.198
    • 0Komentar

    Dalam masa pandemi covid-19, bentuk kegiatan dalam peringatan Hari Santri 2020 sangat berbeda dengan tahun sebelumnya, yakni dilaksanakan secara virtual dan kegiatan kategori olahraga. Hal ini digunakan dalam rangka pembatasan sosial sebagai cara pencegahan wabah covid 19. Sabtu, 21 November 2020, dalam rangka Puncak Hari Santri 2020 di Kabupaten Pasuruan, dilaksanakan Gowes Santri Pasuruan Raya. […]

  • KH Imron Mutamakkin Lepas Atlet Terbaik Pagar Nusa ke Banyuwangi

    KH Imron Mutamakkin Lepas Atlet Terbaik Pagar Nusa ke Banyuwangi

    • calendar_month Rab, 23 Sep 2026
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Pimpinan Cabang (PC) Pagar Nusa Kabupaten Pasuruan melepas para atlet yang akan mengikuti Kejuaraan Wilayah (Kejurwil) Pagar Nusa. Pelepasan berlangsung di Gedung PCNU Kabupaten Pasuruan, Selasa (22/9/2026). Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin mengatakan, kemenangan dalam sebuah pertandingan tidak hanya diukur dari hasil akhir. Menurutnya, kemenangan terbesar justru ketika seseorang mampu mengendalikan dan mengalahkan […]

  • Sayyidina Umar RA dan Warisan Perdamaian di Jerusalem

    Sayyidina Umar RA dan Warisan Perdamaian di Jerusalem

    • calendar_month Rab, 3 Mar 2021
    • visibility 929
    • 0Komentar

    Sebelum kedatangan Khalifah Umar bin Khaṭṭāb ra., Jerusalem adalah tempat dimana syak wasangka adalah kewajaran. Barangkali itu memang nasib Jerusalem, yang pernah diserbu oleh seorang Firaun dari Mesir, ditindas oleh Babilonia, kemudian Roma, dan bahkan di tahun 614 M ditaklukkan oleh pasukan Persia. Bila dalam perang sebelumnya orang Yahudi yang dihabisi, dalam penyerbuan oleh pasukan […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca