Breaking News
light_mode

Ternyata, Belatung dari Bangkai Hewan Hukumnya Suci

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Jum, 26 Mar 2021
  • visibility 6.155
  • comment 1 komentar

Rejoso, NU Kabupaten Pasuruan
KH. Ishomuddin Ma’shum, selaku Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Desa Karangpandan, menjelaskan terkait hukum atas benda atau sesuatu yang keluar dari bangkai hewan.

”Bangkai ayam, yang mengeluarkan belatung, hukum asal dari bangkai ayam adalah najis, berbeda dengan belatung yang keluar dari bangkai ayam tersebut. Hukum belatung tersebut suci,” ujarnya saat mengisi pengajian rutin kitab Safinatun Najah di Musala Baitul Mukhlisin, Desa Menikrejo Kecamatan Rejoso, Selasa (10/3/2021).

“Bangkai Anjing ataupun bangkai Babi yang mengeluarkan belatung dari dagingnya saja, belatungnya bisa dihukumi sesuatu yang suci, bukan lagi sesuatu najis mugholadhoh. Akan tetapi dengan syarat belatung itu harus diambil dan dibersihkan menggunakan air terlebih dahulu,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Kiai Isom, sapaan akrabnya, menceritakan kebiasaan orang dahulu yang membuang air besar dalam lubang di ladang atau pekarangan pribadinya. Dari gundukan tanah tersebut ditanamani tanaman atau umbi-umbian.

“Secara tegas, bahwa hukum buah yang tumbuh dari pohon tersebut adalah sesuatu yang suci bukan lagi perkara najis karena kita memakan dhohir dari buah yang tumbuh dari tanaman tersebut bukan memakan kotoran yang membuat tumbuhan itu menjadi subur dan menghasilkan buah,” jelas Kiai yang aktif menulis tersebut.

“Tapi Anda juga harus paham bahwasannya sesuatu yang Suci itu tidak semuanya boleh di makan, sedangkan kalau benda mati, semua benda mati awalnya adalah benda suci tapi tidak semua bisa dimakan,” pungkaanya.

Kontributor: Yeti Yumnatul Atiyah
Editor: Makhfud Syawaludin

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (1)

    Silahkan tulis komentar Anda

    Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

    Rekomendasi Untuk Anda

    • Apakah Nabi SAW Berolahraga?

      Apakah Nabi SAW Berolahraga?

      • calendar_month Ming, 19 Des 2021
      • visibility 859
      • 0Komentar

      Tergantung apa yang dimaksud dengan olahraga. Kalau yang dimaksud olahraga itu seperti kita dengan cara jogging, sepedaan, tred-mill, jalan sehat, dan sejenisnya, tentu saja tidak dilakukan oleh Nabi SAW. Apalagi dalam bentuk permainan atau pertandingan, seperti bikin kesebelasan sepak-bola, atau turmanem bulu tangkis, basket, voli, catur, dan seterusnya, tentu saja tidak dilakukan oleh Nabi SAW. […]

    • Dosen ITSNU Pasuruan Dampingi Warga Kandangan Belajar Olah Kentang Hingga Digital Marketing

      Dosen ITSNU Pasuruan Dampingi Warga Kandangan Belajar Olah Kentang Hingga Digital Marketing

      • calendar_month Jum, 20 Okt 2023
      • visibility 483
      • 0Komentar

      Tosari, NU Pasuruan Dosen Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pasuruan menggelar Program Pemberdayaan kepada Masyarakat (PKM) untuk warga perempuan di Desa Kandangan Kecamatan Tosari, Rabu (18/10/2023). Ketua PKM Pinctada Putri Pamungkas menjelaskan, pendampingan warga perempuan dengan menggadakan Pelatihan Peningkatan Produksi Hasil Tani Kentang Menjadi Keripik Kentang dan Pringles Chips Potato. “Warga sudah banyak […]

    • Peringati Harlah ke 99 NU Saat Pandemi, NU Pasuruan Gelar Gowes Tangguh

      Peringati Harlah ke 99 NU Saat Pandemi, NU Pasuruan Gelar Gowes Tangguh

      • calendar_month Ming, 20 Feb 2022
      • visibility 1.062
      • 0Komentar

      Pohjentrek, NU PasuruanDalam masa pandemi gelombang 3, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan peringati Hari Lahir (Harlah) ke-99 NU dengan kegiatan ‘Gowes Tangguh’, Sabtu (19/02/2022). Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin menjelaskan, beberapa rangkaian peringatan harlah. Mulai dari Istighotsah hingga gowes. “Gowes agar imunitas kita terjaga,” imbuhnya kepada NU Pasuruan, Ahad (20/02/2022). Ia […]

    • Status Keabsahan Konsep KHGT Dalam Pandangan Fikih

      Status Keabsahan Konsep KHGT Dalam Pandangan Fikih

      • calendar_month Ming, 31 Mei 2026
      • visibility 237
      • 0Komentar

      Konsep Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang meniadakan ru’yatul hilal sebagai dasar penetapan awal bulan Hijriah dan menjadikan hisab sebagai satu-satunya landasan penetapan awal bulan tidak dapat diterima menurut pendapat mu‘tamad dalam fikih Syafi’iyyah. Sebab, penetapan awal bulan Hijriah secara syar‘i dilakukan melalui ru’yatul hilal atau istikmal (menyempurnakan bulan menjadi 30 hari). Selain itu, pelaksanaan […]

    • KH Imron Mutamakkin: Melalui Dakwah, Satu Jiwa Terselamatkan Lebih Berharga dari Dunia

      KH Imron Mutamakkin: Melalui Dakwah, Satu Jiwa Terselamatkan Lebih Berharga dari Dunia

      • calendar_month Sen, 20 Okt 2025
      • visibility 539
      • 0Komentar

      Pohjentrek, NU Pasuruan Pengurus Cabang (PC) Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Lomba Dai Nusantara di Aula PCNU Kabupaten Pasuruan, Ahad (19/10/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri dan bertujuan menggali potensi dakwah di kalangan pelajar dan santri. Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin atau […]

    • Safari Ramadhan, LAZISNU dan Baznas Pasuruan Distribusikan 3.500 Paket Sembako

      Safari Ramadhan, LAZISNU dan Baznas Pasuruan Distribusikan 3.500 Paket Sembako

      • calendar_month Sen, 2 Mar 2026
      • visibility 268
      • 0Komentar

      Paserpan, NU Pasuruan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PCNU Kabupaten Pasuruan menggelar safari Ramadhan di Pondok Pesantren Queen Zam Zam, Ahad (1/03/2026). Dalam acara tersebut Badan Amil Zakat Nasional (Basznas) dan Lembaga Amil Zakat Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Pasuruan membagikan 3500 paket sembako yang di masing masing MWCNU untuk di bagikan ke masyarakat. Ketua Baznas Kabupaten […]

    expand_less

    Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

    Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

    Lanjutkan membaca