Breaking News
light_mode

SIAP: PC LFNU Kabupaten Pasuruan Gelar Rukyah Tentukan 1 Syawal 1439 H

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Rab, 13 Jun 2018
  • visibility 417
  • comment 0 komentar

Foto: Tim Rukyah PC LFNU Kabupaten Pasuruan dalam penentuan Awal Ramadhan 1439 H (15 Mei 2018)

Pengurus Cabang Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (PC LFNU) Kabupaten Pasuruan siap melaksanakan Rukyah untuk menetukan 1 Syawal 1439 H di Lapan Watukosek pada hari Kamis, 14 Juni 2018.

“LFNU Kabupaten Pasuruan Insya Allah akan melaksanakan rukyah pada hari Kamis 14 juni 2018 di Lapan Watukosek”, ujar Ahmad Tholhah Ma’ruf selaku Ketua PC LFNU Kabupaten Pasuruan saat dihubungi nupasuruan.or.id, Selasa (12/6/2018).

“Dan Insya Allah juga akan On Air di beberapa Radio FM pasuruan untuk menjelaskan yang kaitannya dengan awal bulan Syawal 1439 H”, imbuh Ketua MUI Kabupaten Pasuruan Bidang Hisab Rukyah tersebut.

Menurut Mas Tholhah, terkait kepastian 1 Syawal, secara rukyah masih belum bisa dipastikan, namun secara Hisab, 1 Syawal jatuh pada 15 Juni 2018. Adapun Nahdlatul Ulama menggunakan metode Rukyah. Seandainya tanggal 14 Juni/29 Ramadhan, Bulan belum terlihat, digenapkan 30 Ramadhan, sehingga 1 Syawal adalah tanggal 16 Juni 2018. Jadi, diharapkan Masyarakat menunggu Hasil Keputusan Sidang Isbat Pemerintah.

“Secara Hisab besar Jum’at. Rukyah nunggu. Untuk kepastian Hari Idul Fitri 1439 H. Diharapkan masyarakat menunggu hasil sidang Isbat Pemerintah”, jelas Staf Pengajar Pondok Pesantren Salafiyah Sladi Kejayan tersebut.

Mas Tholhah juga menjelaskan dasar-dasar dalam penentuan awal Bulan Hijri. Terdapat 4 kondisi, yakni: a). Ketika usia bulan sebelumnya sudah genap 30 hari maka hari berikutnya memasuki bulan baru, b). Ketika ada keputusan dari pemerintah pada tanggal 29 bahwa hari berikutnya memasuki bulan baru. Yang keputusan itu berdasarkan kesaksian 2 orang adil telah melihat hilal, c). Ketika ada Orang yang telah melihat hilal dan kesaksiannya ditolak. Hari berikutnya merupakan awal bulan hanya bagi dia dan yang mempercayainya, dan d). Ketika seorang ahli hisab melakukan perhitungan dan menunjukkan usia bulan 29. Maka ia bisa mengamalkan hasil perhitungannya dan juga bagi mereka yang mempercayainya.

“Pada kondisi A dan B ini bersifat umum. Artinya belaku pada siapapun, percaya atau tidak mempercayai. Sedang kondisi C dan D sifatnya khusus. Artinya hanya barlaku bagi yang telah melihat hilal pada poin C dan bagi ahli hisab tadi pada poin D. Dan yang mempercayainya. Sedang bagi mereka yang tidak mempercayai tidak boleh mengikuti”, pungkas Santri Pondok Pesantren Alfalah Ploso Kediri pada tahun 1994-2003 tersebut. (Makhfud).

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tasyakuran Satu Abad NU Pasuruan, Kiai Anwar Ajak Kader Perkuat Barisan

    Tasyakuran Satu Abad NU Pasuruan, Kiai Anwar Ajak Kader Perkuat Barisan

    • calendar_month Rab, 24 Sep 2025
    • visibility 431
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar tasyakuran memperingati satu abad perjalanan NU di Pasuruan. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula PCNU Kabupaten Pasuruan pada Selasa (23/09/2025). Momentum ini menjadi ajang refleksi atas kiprah panjang NU Pasuruan yang telah hadir lebih dari seratus tahun, mengawal umat sekaligus berkontribusi bagi bangsa. Wakil Rais […]

  • Haralah ke 90 Ansor, Kiai Imron : Kader Ansor Harus Memberikan Contoh Kepada Anak

    Haralah ke 90 Ansor, Kiai Imron : Kader Ansor Harus Memberikan Contoh Kepada Anak

    • calendar_month Ming, 28 Apr 2024
    • visibility 874
    • 0Komentar

    Gondangwetan, NU Pasuruan Pada momentum Hari Lahir (Harlah) ke 90 Gerakan Pemuda (GP) Ansor Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin mengatakan bahwasanya kader kader Ansor harus bisa memberikan dan menjadi contoh karakter yang baik kepada anak anaknya. “Pendidikan dasar karekter anak anak kita adalah melihat keseharian orang tuanya,” ujarnya pada […]

  • Hukum Menetapkan dan Mengumumkan Hari Raya Sebelum Pengumuman Resmi Itsbat Pemerintah

    Hukum Menetapkan dan Mengumumkan Hari Raya Sebelum Pengumuman Resmi Itsbat Pemerintah

    • calendar_month Ming, 31 Mei 2026
    • visibility 278
    • 0Komentar

    Menetapkan dan mengumumkan awal Ramadan, Syawal, atau Dzulhijjah kepada masyarakat umum sebelum adanya penetapan resmi (itsbat) pemerintah tidak diperbolehkan apabila hal tersebut berpotensi menimbulkan perpecahan, perselisihan, dan kebingungan di tengah umat. Larangan ini didasarkan pada pertimbangan sadd adz-dzarî‘ah (menutup pintu kerusakan) dan menjaga persatuan kaum muslimin. Oleh karena itu, meskipun seseorang memiliki hasil hisab yang […]

  • Dilantik, MWCNU Purwodadi Diminta Perkuat Manajemen Organisasi

    Dilantik, MWCNU Purwodadi Diminta Perkuat Manajemen Organisasi

    • calendar_month Sen, 14 Mar 2022
    • visibility 1.276
    • 0Komentar

    Purwodadi, NU PasuruanPengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Purwodadi masa khidmat 2022-2027 resmi dilantik di Aula Serbaguna Balai Desa Capang, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Ahad (13/03/2022). Rais Syuriyah MWCNU adalah Ustadz Muhlis Muslih. Sedangkan Ketua Tanfidziyah Ustadz H Mas’ud Salim. Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin menyampaikan, agar memahami […]

  • Harlah 74, Fatayat Pasurun Gelar Jalan Santai

    Harlah 74, Fatayat Pasurun Gelar Jalan Santai

    • calendar_month Ming, 7 Jul 2024
    • visibility 1.286
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Pengurus Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Pasuruan menggelar Jalan sehat di area kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, Sabtu (6/7/2024). Acara tersebut dihadiri oleh 2000 kader Fatayat NU Kabupaten Pasuruananyak warga yang berbondong-bondong untuk ikut meramaikan jalan santai tersebut dan mereka sangat antusias mengikutinya. Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Pasuruan […]

  • Rebut Peluang Bisnis Tempe, LPNU Pasuruan Gelar Ngaos Bisnis

    • calendar_month Sab, 3 Agu 2019
    • visibility 319
    • 0Komentar

    Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan gelar Program Ngaos Bisnis dengan bentuk kegiatan pelatihan tempe bertempat di Yayasan Al-Hasani Desa Lajuk Kecamatan Gondangwetan, Sabtu (3/8/2019). Kegiatan tersebut diikuti 55 peserta yang berasal dari warga setempat, wali murid yayasan Al-Hasani, serta fatayat dan muslimat desa Lajuk. Menurut Samsul Arifin, selain […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca