Breaking News
light_mode

Gus Kikin: NU Lahir di Bawah Tekanan, Kini Jadi Penentu Arah Keagamaan Dunia

  • account_circle Mokh Faisol
  • calendar_month Kam, 11 Des 2025
  • visibility 432
  • comment 0 komentar

Pohjentrek, NU Pasuruan

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz, menegaskan bahwa arah gerakan NU hari ini harus kembali pada orientasi spiritual, yakni mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa, bukan kepada yang berkuasa.

Pernyataan itu disampaikan dalam kegiatan Silaturahmi dan Penguatan Organisasi Zona Pasuruan Raya PWNU Jawa Timur yang digelar di Aula PCNU Kabupaten Pasuruan, Rabu (10/12/2025).

“Jika kita hanya mendekat kepada yang berkuasa, maka kita akan melemah. Namun jika mendekat kepada Yang Maha Kuasa, Allah akan membimbing perjuangan kita,” ujarnya.

Gus Kikin, sapaan akrabnya, mengajak seluruh warga NU untuk kembali pada khitah perjuangan serta memegang teguh prinsip al-Muhafazhah ‘alal Qadimish Shalih wal Akhdu bil Jadidil Ashlah (memelihara tradisi lama yang baik dan mengambil hal-hal baru yang lebih baik).

“Prinsip ini telah menjadi pegangan NU dalam menyikapi berbagai persoalan keagamaan dan kemasyarakatan,” jelasnya.

NU Lahir dalam Tekanan Kolonial

Dalam kesempatan tersebut, Gus Kikin menekankan pentingnya memahami sejarah NU. Menurutnya, NU lahir pada masa penjajahan Belanda sehingga perjuangannya tak pernah terlepas dari tekanan kolonial.

“Kita sulit membayangkan bagaimana para ulama mendirikan NU di tengah penjajahan Belanda pada waktu itu,” tuturnya.

NU tumbuh sebagai organisasi yang mandiri, dipimpin langsung oleh para ulama tanpa campur tangan pemerintah kolonial. Tidak mengherankan jika Belanda kemudian memusuhi NU.

Sejak awal, NU kerap berhadapan dengan kebijakan kolonial yang merugikan umat. Gus Kikin mencontohkan sikap tegas NU terhadap pemerintah Belanda, di antaranya penolakan Undang-Undang Pernikahan pada 1 April 1937 yang kemudian mendorong lahirnya Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI).

Selain itu, NU juga pernah mengeluarkan fatwa pada 1938 yang melarang umat menggunakan kapal Belanda untuk berhaji serta melarang donor darah untuk kepentingan kolonial.

“Sikap-sikap ini menunjukkan konsistensi NU dalam menjaga martabat dan kedaulatan umat, baik pada masa Belanda, Jepang, maupun setelah Indonesia merdeka,” tegasnya.

Dua Misi Besar NU: Mencerdaskan Bangsa dan Berkiprah Global

Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng tersebut menjelaskan bahwa sejak awal NU membawa misi mencerdaskan kehidupan bangsa serta memperluas peran di tingkat internasional.

“NU bahkan pernah menjadi rujukan Raja Saudi dalam urusan keagamaan. Karena itu, NU perlu terus membangun sinergi dengan pemerintah, tetapi tetap menjaga independensi,” ungkapnya.

Pesantren sebagai Penjaga Khazanah Keilmuan

Di akhir penyampaian, Gus Kikin menekankan pentingnya pondok pesantren dalam perjalanan bangsa. Banyak naskah perjuangan para kiai ditulis dalam aksara Pegon, sehingga perlu dikaji dan dituliskan ulang agar tidak hilang dari khazanah Nusantara.

“Jika ada buku yang kurang sesuai dengan sejarah, maka tugas kita adalah menuliskan kembali kajian tentang pesantren,” pungkasnya.

  • Penulis: Mokh Faisol

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • GP Ansor Desa Tebas Berqurban, 200 Paket Daging Dibagikan

    • calendar_month Kam, 23 Agu 2018
    • visibility 606
    • 0Komentar

    Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor (PR GP Ansor) Nahdlatul Ulama Desa Tebas Kecamatan Gondangwetan Kabupaten Pasuruan, berkurban Empat Ekor Kambing, Rabu (22/08/2018) bertempat di halaman Kantor Sekretariat PR GP Ansor Tebas, mulai pukul 08.30 WIB. Kegiatan pemotongan dan pendistribusian Hewan Qurban tersebut disaksikan Ro’is Syuriyah PR NU Tebas, Ust. Mukhlason Dhofir. “Selain menyemarakkan Sunnah juga […]

  • Dipercaya Pemdes, Ranting NU di Pasuruan Memiliki Kantor Organisasi

    Dipercaya Pemdes, Ranting NU di Pasuruan Memiliki Kantor Organisasi

    • calendar_month Jum, 14 Jul 2023
    • visibility 1.020
    • 0Komentar

    Wonorejo, NU Pasuruan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Jatigunting, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Wonorejo, mendapat kepercayaan Pemerintah Desa (Pemdes) setempat untuk menggunakan bangunan di pasar desa menjadi kantor organisasi. “Terimakasih kepada Kepala Desa Jatigunting yang telah memberikan hak guna bangunan pasar desa yang diperuntukkan kantor ranting,” imbuh Wakil Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama […]

  • Di Musykercab II, PCNU Kabupaten Pasuruan Menyusun Program Abad Kedua NU

    Di Musykercab II, PCNU Kabupaten Pasuruan Menyusun Program Abad Kedua NU

    • calendar_month Ming, 19 Feb 2023
    • visibility 1.129
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU PasuruanPengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Musyawarah Kerja Cabang (Musykercab) II di Aula KH Ahmad Djufri, Graha PCNU, Kecamatan Pohjentrek, Ahad (19/2/2023). Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin menyebutkan, dari Daftar Program Tahunan (DKT) tahun 2023, 63% telaksana dengan maksimal. Selebihnya akan diselesaikan di tahun 2023. “Kegiatan di tahun 2022 […]

  • Begini pesan KH. Imron Mutamakkin saat Istighosah Rutin PCNU Kabupaten Pasuruan

    • calendar_month Sen, 1 Okt 2018
    • visibility 968
    • 0Komentar

    Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, Istiqomah menggelar Istighosah Rutin. Pada hari Jum’at, 18 Muharram 1440 H/28 September 2018, Istighosah bertempat di Masjid al-Ikhsan, wilayah kerja Pengurus ranting NU Karang Tengah MWC NU Winongan. Dalam tausiyahnya, KH. M. Imron Mutamakkin berharap masyarakat untuk mensukseskan Program Matikan TV saat Maghrib hingga Isya’. Selain itu, Gus […]

  • Mahasiswa UNU Pasuruan, Fokus Pendampingan Belajar dan Pencegahan Bullying

    Mahasiswa UNU Pasuruan, Fokus Pendampingan Belajar dan Pencegahan Bullying

    • calendar_month Rab, 22 Jul 2026
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Mahasiswa Program Mahasiswa Mengabdi (PMM) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan melaksanakan pemetaan kebutuhan pendidikan di Desa Sukorejo, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, Senin (20/7/2026). Kordinator PMM UNU Pasuruan Rina Islamiyah mengatakan, progam unggulan pendidikan meliputi pendampingan pembelajaran, pembuatan media edukatif, penguatan literasi dan kreativitas peserta didik, hingga edukasi pencegahan bullying sebagai upaya menciptakan […]

  • Mohon Doa & Dukungan Kiai, Kapolresta Pasuruan Silaturahmi ke PCNU

    Mohon Doa & Dukungan Kiai, Kapolresta Pasuruan Silaturahmi ke PCNU

    • calendar_month Jum, 3 Des 2021
    • visibility 778
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU PasuruanPengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menerima kunjungan silaturahmi Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Pasuruan di Ruang Rapat PCNU, Desa Warung Dowo, Kecamatan Pohjentrek, Kamis (2/12/21). Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin mengucapkan selamat datang dan berkhidmat di Pasuruan. NU siap bersama-sama menjaga masyarakat. “Banser, Pagar Nusa, siap dilibatkan dalam pengamanan. […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca