Breaking News
light_mode

Habaib dan Cerminan Kemuliaan Akhlak Rasulullah

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Sel, 1 Des 2020
  • visibility 533
  • comment 0 komentar

Dalam sebuah riwayat, diceritakan bahwa ada seorang Raja, yang ketika akan berbelanja untuk kebutuhan dalam 1 bulan, akan dikawal oleh beberapa prajurit khusus yang bertugas untuk membawa barang yang dibeli tersebut, karena jumlah barangnya sangat banyak.

Di tengah perjalanan, Raja dan rombongan beristirahat di sebuah tempat. Para prajurit duduk santai di luar sebuah bangunan, sedangkan sang Raja beristirahat di dalam ruangan. Ketika memasuki ruangan, sang Raja terkaget, menyaksikan seseorang yang sedang beribadah (Baca: Sholat) dengan khusyuk, tidak terganggu sama sekali dengan kedatangannya berserta rombongan. Lalu, tidur lah sang Raja.

Bahkan ketika bangun, sang Raja tetap mendapati seseorang tadi dalam keadaan beribadah. Berangkatlah sang Raja dan aksi memborong barang pun dimulai. Ketika nota pembelian telah disodorkan, dengan sombongnya, sang Raja berkata “Cuma segini harganya?” Sembari tertawa kecil seraya mengipas-ngipaskan nota tersebut. Tiba-tiba, wajah sombong sang Raja berubah menjadi kaget dan bingung, karena uang dirham yang telah disiapkan raip entah kemana.

Terjadi lah saling menuduh. Beruntungnya, salah satu penasihatnya mengingatkan sang Raja tentang lokasi dimana Ia beristirahat sebelum tiba di pasar. Sang Raja pun, berkeyakinan, uang dirhamnya tertinggal disana.

Sesampainya di lokasi, Raja hanya menemukan seseorang yang sedang beribadah tadi, masih tetap beribadah. Sehingga, tuduhan mengerucut kepada seseorang tersebut. Awalnya, Raja dan para prajurit menunggu seseorang tersebut selesai melakukan ibadah. Karena tak kunjung selesai, habislah kesabaran sang Raja.

“Hai pencuri…!” teriak sang Raja.

“Pura-pura ibadah, padahal pencuri, kembalikan uang kami,” hardik sang Raja.

Karena seseorang tersebut tetap khusyuk beribadah, para prajurit pun saling bergantian meneriakinya, “Hai maling yang sedang sholat.”

Hingga akhirnya, seseorang tersebut selesai beribadah dan berkata “Ada yang bisa hamba bantu wahai saudara-saudaraku?” ujarnya dengan lembut. Namun, Raja menjawabnya dengan kasar dan berteriak bahwa “Kau pencuri, yang mengambil uangku, uangku tertinggal disini tadi.”

Dengan tetap tenang, seseorang tersebut bertanya. “Berapa banyak uang saudara yang tertinggal disini?”

“Banyak…! Kau tidak akan mampu untuk menghitungnya. Jangan banyak bicara, segera kembalikan sekarung uang dirhamku,” jawab sang Raja dengan congkak.  

“Sebentar, akan aku ambilkan uangnya di rumah. Mari, ikut ke rumah kami, sekalian cicipi hidangan kami, karena tuan-tuan adalah tamu kami,” ujar seseorang tersebut sekaligus mengajak sang Raja dan rombongan ke rumahnya.

Dengan semakin marah Raja menjawab “Dasar pencuri. Kalau ketahuan, berlagak baik, jika tidak ketahuan, sudah pasti kau habiskan uangku,” ujar sang Raja sembari dengan terpaksa mengikuti seseorang tersebut ke rumahnya.

Setelah sang Raja dan rombongan puas mencicipi hidangannya, seseorang tersebut pun keluar dari kamarnya dengan membawa sekarung uang dirham. Dengan kasar, sang Raja pun mengambil karung tersebut tanpa mengatakan apapun seraya beranjak kembali pergi ke Pasar.

Dengan gembira, rombongan pulang dengan membawa barang belanjaan. Sesampainya di gerbang Kerajaan, sang Raja kaget karena telah ditunggu oleh salah satu Putrinya, yang membawa karung, sebagaimana karung dirham miliknya.

Belum sempat bertanya, putri sang Raja bertanya kepadanya, “Wahai ayahku, engkau belanja pakai uang siapa? Uang ayah tertinggal dirumah.”

Bagai disambar petir di siang bolong, Raja beserta prajurit tercengang, hingga berjatuhan barang bawaannya. Tiba-tiba, sang raja yang sedang menangis haru dan malu, memacu kudanya dengan membawa kantong dirham dari putrinya tersebut. Begitu pun dengan para prajurit, yang juga sedang menangis, pun dengan cepat mengikuti sang Raja.

Hati sang Raja dan prajurit yang sedang bergejolak kencang, bagaimana pun tetap tidak percaya, bahwa Ia telah telah menuduh, menghina orang yang begitu baik. Bahkan, setelah dilecehkan, seseorang tersebut tetap bersedia menjamunya dan memberikan uang dirham begitu banyak tanpa berpikir panjang, bahkan dengan tersenyum.

Meskipun begitu ingin mengetahui sosok seseorang yang luar biasa itu, sang Raja dan rombongan tidak berani menemuinya langsung. Akhirnya, Ia bertanya kepada warga sekitar mengenai kepribadian seseorang tersebut. Ternyata, seseorang tersebut bernama Ali Zainal Abidin, putra Sayyidina Husain, cucu dari seorang Nabi bernama Muhammad. Sang Raja teringat, pernah mendengar bahwa kabarnya ada manusia yang memiliki akhlak yang mulia, yang beragama Islam.

 â€śAhklak cicitnya saja begitu mulianya, apalagi akhlak Nabi yang bernama Muhammad tersebut,” ujar dalam hati sang Raja sembari membenarkan kabar yang pernah didengarnya tentang manusia yang memiliki akhlak yang sangat mulia.

Hanya bisa terdiam, ketika Ali Zainal Abidin, menghampiri sang Raja dan bertanya kepadanya “Kenapa wajahmu bersedih wahai saudaraku? Apakah uangmu tadi kurang sehingga engkau kembali lagi kesini. Kurang berapa lagi? Biar aku ambilkan!”

Sembari memeluk Ali, sang Raja menangis dan meminta maaf atas perbuatannya dan berkata “Begitu mulianya akhlakmu, wahai keturunan Muhammad, aku tidak bisa membayangkan betapa mulianya akhlak kakekmu.”

“Demi Allah dan Muhammad, sebagai utusan Allah, pada hari ini, kami akan  memeluk Islam, bersama prajurit dan rakyatku,” sumpah sang Raja di depan Ali Zainal Abidin.

Sumber: Adaptasi dari ceramah Habib Umar bin Hafidz Tarim ketika berkunjung ke Pondok Pesantren Lirboyo, sekitar tahun 2012.

Penulis: Moh. Rofii, Alumnus Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur.

Editor: Makhfud Syawaludin

  • Penulis: NU Pasuruan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Korps PMII Putri Pasuruan Dukung Presiden Percepat Pengesahan RUU TPKS

    Korps PMII Putri Pasuruan Dukung Presiden Percepat Pengesahan RUU TPKS

    • calendar_month Kam, 6 Jan 2022
    • visibility 1.129
    • 0Komentar

    Gondang Wetan, NU PasuruanPengurus Cabang (PC) Korps PMII Putri (Kopri) Pasuruan Nur Rizky Amania, mendukung langkah Presiden Joko Widodo dalam upaya percepatan pengesahan Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS). “Kita tunggu pengesahan tersebut. Kita sama-sama mendukung langkah Presiden agar segera disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR),” ujarnya kepada NU Pasuruan, Kamis (06/01/2022). Ia […]

  • Ranting NU Bayeman Teguhkan Semangat Berkhidmat melalui Program Koin NU

    Ranting NU Bayeman Teguhkan Semangat Berkhidmat melalui Program Koin NU

    • calendar_month Jum, 31 Jul 2026
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Bayeman terus menguatkan khidmah kepada masyarakat melalui Program Koin NU. Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Istighotsah dan Lailatul Ijtima’ yang digelar di Musholla An-Nur, Lingkungan Kaliputat, Desa Bayeman, Rabu (29/7/2026). Rais Syuriyah PRNU Desa Bayeman, Ustadz Sibro Mulisi, mengapresiasi kekompakan warga Nahdliyin yang selama ini istiqamah menghidupkan kegiatan NU […]

  • Ngaji Muharraman KGSKR GUSDURian Pasuruan, Baca Puisi Gus Mus

    • calendar_month Sab, 7 Sep 2019
    • visibility 883
    • 0Komentar

    Kegiatan Ngaji Muharraman yang dilaksanakan oleh Komunitas Gitu Saja Kok Repot (KGSKR) GUSDURian Pasuruan, Jumat (6/9/2019), bertempat di Aula SMAN 1 Bangil, dalam sesi pembacaan puisi, membacakan puisi karya KH. A. Mustofa Bisri, yang berjudul “Selamat Tahun Baru Kawan”. Adapun yang membaca puisi tersebut adalah Dita Febrianti, siswi SMAN 1 Purwosari. Berikut puisi tersebut: Selamat […]

  • Halal Bihalal dengan Alumni IPNU-IPPNU, Bupati Irsyad Bentuk Koperasi

    Halal Bihalal dengan Alumni IPNU-IPPNU, Bupati Irsyad Bentuk Koperasi

    • calendar_month Sen, 31 Mei 2021
    • visibility 938
    • 0Komentar

    Minggu (30/5/21) pagi Bupati Irsyad Yusuf menggelar halal bihalal dengan alumni IPNU-IPPNU di gedung serbaguna Pemkab Pasuruan, jl. Hayam Wuruk 1 kota Pasuruan. Ratusan alumni IPNU-IPPNU sejak masa kepengurusan 2009 hingga 2019 hadir dalam agenda rutin tersebut. Dalam sambutannya, bupati Irsyad menegaskan, selain halal bihalal, agenda tersebut juga dalam rangka membentuk koperasi Dadi Maslahat yang […]

  • Sukses Resmikan Gedung Ponpes Hidayatulloh Tampung, Bupati Pasuruan Kenalkan Program Pelasan

    • calendar_month Jum, 28 Sep 2018
    • visibility 1.334
    • 3Komentar

    Sukses, Bupati Pasuruan resmian salah satu Gedung di Pondok Pesantren Hidayatulloh Dusun Tampung Desa Kalirejo Kecamatan Gondangwetan Kabupaten Pasuruan, Kamis (27/09/2018). Kegiatan tersebut, selain dihadiri Majelis Keluarga Pondok Pesantren, juga Dewan guru dan seluruh Santri, Camat, Kapolsek, Danramil, Kepala Desa dan ratusan tamu undangan. Sebagaimana Bupati Santri tersebut, HM. Irsyad Yusuf menjelaskan bahwa jabatan Bupati […]

  • KH Imron Mutamakkin Ajak LP Ma’arif Terus Berinovasi Hadapi Perkembangan Zaman

    KH Imron Mutamakkin Ajak LP Ma’arif Terus Berinovasi Hadapi Perkembangan Zaman

    • calendar_month Sen, 29 Jul 2024
    • visibility 1.255
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin mengatakan bahwasnnya dalam mengelolah lembaga  pendidikan LP Ma’arif NU Kabupaten Pasuruan harus terus berinovasi karena seiring perkembangan zaman sekolah akan menjadi industri. Hal itu di ungkapkan pada saat Rapat Kerja (Raker) LP Ma’arif NU Kabupaten Pasuruan di MWCNU Prigen, Sabtu-Ahad (27-28/07/2024). […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca