Breaking News
light_mode

357 Wisudawan UNU STAI Salahuddin Pasuruan Diingatkan Menjaga Aqidah dan Almamater

  • account_circle NU Pasuruan
  • calendar_month Sen, 25 Nov 2024
  • visibility 434
  • comment 0 komentar

Kraton, NU Pasuruan

Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan dan Sekolah Tinggi Agama Islam ( STAI) Salahuddin menggelar rapat sanad terbuka wisuda di Hotel Asccent Primerie, Sabtu (23/04/2024).

Rektor UNU Pasuruan Abu Amar Bustomi mengatakan bahwasanya gelar sarjana sudah kalian dapatkan maka dari itu sebagai seorang sarjana mari bersama sama menghargai dan menjunjung tinggi nilai-nilai Islam Ahlussunnah Wal jamaah.

“Seorang sarjana yang lahir dari kampus NU harus dapat menjunjung tinggi nilai-nilai Aswaja,” ujarnya.

Menurutnya  kesempatan adalah tantangan yang harus di hadapi dengan keberanian  dan disertai keihklasan karena kedua sangat berkaitan dan menguatkan.

“Orang yang berani namun tidak ikhlas saya yakin akan jatuh dan  akhirnya menjadi pengecut di dalam kehidupan,” tambahnya.

Oleh karena itu beranilah dengan  setiap langkah  yang di ambil agar dapat menuju masa depan yang lebih cerah tentu dengan pengalaman yang di dapatkan di bangku perkuliahan.

“Setiap pengalaman dan interaksi di kelas hingga pengabdian di masyarakat dapat membekali di diri untuk terjun kemasyarakat,”  imbuhnya.

Sekertaris Pengurus Besar (PB) Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Faishal Aminuddin mengatakan bahwasanya berbanggalah kalian menjadi lulusan perguruan tinggi NU karena itu merupakan sebab perguruan tinggi NU semakin dikenal di masyarakat.

“Jika ingin membesarkan kampus NU banggalah menjadi lulusan NU,” terangnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan perguruan tinggi yang besar adalah perguruan tinggi yang alumni berkontribusi dan manfaat kepada masyarakat bukan yang memiliki memiliki gedung yang megah dan luas.

“Kalian memiliki kewajiban untuk menjadi alumni yang bisa dibanggakan UNU Pasuruan yang berkontribusi kepada masyarakat,” paparnya.

Kuliah di perguruan tinggi NU tentu memiliki khas tersendiri yakni dekat dengan ulama tentu mendapatkan barokah yang tidak dimiliki oleh perguruan tinggi lainnya.

“Istilah barokah hanya terdapat pada perguruan tinggi NU bukan yang lainnya,” jelasnya.

Maka dari itu wisudawan wisudawati harus punya kebanggaan terhadap almamater karena almamater sudah memberikan banyak upayanya untuk meluluskan dan menjadikan kalian seorang alumni nanti yang akan bisa dibanggakan.

“Banggalah menjadi lulusan di perguruan tinggi NU karena kamu produk asli NU yang nantinya di distribusikan kepada warga NU,” tutupnya

Penulis : Mokh Faisol

  • Penulis: NU Pasuruan

Rekomendasi Untuk Anda

  • LTMNU Kawal Tradisi Bersihkan Masjid dengan BBM

    LTMNU Kawal Tradisi Bersihkan Masjid dengan BBM

    • calendar_month Sen, 2 Okt 2023
    • visibility 397
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Pengurus Cabang (PC) Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Kabupaten Pasuruan mengelar Bersih Bersih Masjid (BBM) di 1200 titik masjid se Kabupaten Pasuruan, Ahad (1/09/2023). Ketua PC LTMNU Kabupaten Pasuruan Moh Mundzir mengatakan, tujuan diadakannya BBM adalah untuk memberikan suport kepada pengurus masjid agar tetap istiqomah membersihkan masjid utamanya dalam menghidupkan amaliyah-amaliyah […]

  • Ngaji Muharraman KGSKR GUSDURian Pasuruan, Baca Puisi Gus Mus

    • calendar_month Sab, 7 Sep 2019
    • visibility 321
    • 0Komentar

    Kegiatan Ngaji Muharraman yang dilaksanakan oleh Komunitas Gitu Saja Kok Repot (KGSKR) GUSDURian Pasuruan, Jumat (6/9/2019), bertempat di Aula SMAN 1 Bangil, dalam sesi pembacaan puisi, membacakan puisi karya KH. A. Mustofa Bisri, yang berjudul “Selamat Tahun Baru Kawan”. Adapun yang membaca puisi tersebut adalah Dita Febrianti, siswi SMAN 1 Purwosari. Berikut puisi tersebut: Selamat […]

  • Saatnya, Bersama Membangun Masjid yang Ramah Disabilitas

    Saatnya, Bersama Membangun Masjid yang Ramah Disabilitas

    • calendar_month Kam, 3 Des 2020
    • visibility 334
    • 0Komentar

    Setiap orang Islam pasti selalu berusaha agar dapat melaksanakan sholat, mengikuti pengajian, dan lain-lain di Masjid, begitu pun dengan saudara-saudara kita, para penyandang disabilitas. Namun, tidak semua Masjid, desain bangunannya ramah terhadap disabilitas. Terdapat beberapa kesulitan para penyandang disabilitas ketika hendak menggunakan haknya untuk beribadah di masjid. Misalnya, tangga masjid yang terlalu tinggi, tidak ada […]

  • Peringati Maulid Nabi, Banom & MWC NU Gondangwetan Bersholawat di Pendopo Kecamatan

    • calendar_month Sel, 27 Nov 2018
    • visibility 379
    • 0Komentar

    MWC NU & BANOM mengadakan NU BERSHOLAWAT dalam memperingati maulid nabi Muhammad SAW yang diadakan di Pendopo Kecamatan Gondangwetan pada hari Minggu kemarin, (25/11/2018). Adapun, kepanitiaan, dikoordinir oleh PAC GP Ansor Gondangwetan. Agenda yang dihadiri oleh jajaran Pengurus MWCNU, BANOM, ranting NU dan BANOM, Muspika, Ketua sekaligus sekretaris PCNU Kabupaten Pasuruan, dan Pengurus PC GP Ansor […]

  • Sinergi dalam Publikasi Ilmiah ISNU Pasuruan  Tekan MoU Dengan LP Ma’arif NU Kabupaten Malang

    Sinergi dalam Publikasi Ilmiah ISNU Pasuruan Tekan MoU Dengan LP Ma’arif NU Kabupaten Malang

    • calendar_month Jum, 24 Mei 2024
    • visibility 319
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Pengurus Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Memorandum of Understanding (MoU) dengan Lembaga Pendidikan LP Ma’arif NU Kabupaten Malang dalam hal riset dan publikasi ilmiah di kantor LP Ma’arif setempat, Kamis (24/05/2024).Dalam acara tersebut ISNU Kabupaten Pasuruan ingin bersinergi dalam hal penulisan ilmiah dan riset dalam mewujudkan salah […]

  • Agar Puasa Tidak Batal, Begini Cara dan Bersuci saat Buang Air

    Agar Puasa Tidak Batal, Begini Cara dan Bersuci saat Buang Air

    • calendar_month Sel, 5 Apr 2022
    • visibility 2.548
    • 1Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin menjelaskan, beberapa hal yang harus diperhatikan saat melakukan buang air besar atau berak dalam kondisi berpuasa. Musabbabnya, memasukkan jari ke dalam dubur dapat membatalkan puasa. “Kecuali terpaksa. Karena kotoran (tinja) sulit keluar. Tidak bisa keluar tanpa memasukkan jari ke dalam dubur,” […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca