Breaking News
light_mode

Mengenal KH Achmad Djufri Rais Syuriah NU Pasuruan

  • account_circle Mokh Fasiol
  • calendar_month Sel, 28 Apr 2026
  • visibility 61
  • comment 0 komentar

KH Ahmad Djufri merupakan ulama yang lahir dilahirkan di Kota Pasuruan tahun 1317H/1900M dari pasangan suami istri Syekh Djufri dan Nyai Hj Sulhah. Sejak kecil pendidikannya di awasi langsung oleh kedua orang tuanya.

Pendidikan

Pada masa remaja beliau belajar ilmu agama dari banyak guru dan ulama ternama diantara adalah KH Abdullah bin Yasin Kebonsari, Kiai Toyib Bugul, Kiai Dahlan Sukunsari, Kiai Nawawi Sidogiri, Kiai Khozin Panji Sidoarjo, KH Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang dan lainnya.Ketika beliau mondok di Kiai Khozin Panji Sidoarjo beliau sering diperintahkan untuk menjawab pertanyaan Masa’il yang rumit bahkan beliau di perintahkan membacakan pengajian tafsir jalalalain pada santri santrinya.

Menikah

Pada tahun 1935 M beliau di nikahkan dengan Khodijah putri terakhir KH Aly Murtadlo dan dikarenakan 7 keturunan dan hanya tiga yang meneruskan garis keturunannya.

Pengasuh Pondok Pesantren Besuk Generasi ke IV

Sepeninggal KH.Masyhadi (menantu KH. Subadar), KH. Achmad Djufri menjadi pengasuh pondok pesantren Besuk, Sebelum pindah ke besuk untuk meneruskan sebagai pengasuh Pondok Peasantren Besuk, KH. Achmad Djufri adalah termasuk satu di antara para pejuang kota Pasuruan yang dijadikan target operasi oleh tentara penjajah Belanda, Rumah beliau bahkan dikepung dan dikuasai.

Akhirnya beliau didampingi oleh Kyai Zahid (kakak ipar) hijrah ke pondok Besuk.Konon KH. Achmad Djufri diberangkatkan dengan kendaraan cikar (pedati) yang dipenuhi dengan muatan kayu, Beliau disembunyikan berada dalam tumpukan kayu itu.

Pada tengah perjalanan menuju Besuk, tepatnya di Pleret depan markas belanda, pedati tersebut dikejar dan diserang oleh Belanda Namun KH Ahmad Djufri terus melaju dengan pesatnya menuju besuk, sesampainya di sana ia disambut oleh iparnya Kiai Zahid.

Karena kondisi besuk juga menjadi target operasi daerah Belanda lalu kiai Zahid membawanya ke desa sladi tempat asal pengukir relief besuk tepatnya di rumah Wa Man, seorang lelaki tua yang berjualan es lilin di Pondok Pesantren Besuk tahun 1980 an dan seluruh keluarga besuk di hijarahkan di Desa Sladi.

Perkembangan Pondok Pesantren Besuk

Pasca perang mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia KH Ahmad Djufri, Kiai Achmad Zahid (Kakak Ipar) , Kiai Aly Baqir (Keponakan), Kiai Achmad Mutamakkin (keponakan) menata kembali bangunan dan kegiatan belajar mengajar yang sempat terhenti akibat perang. Surau 4×4 peninggalan KH Aly Murtadlo direnovasi menjadi 6×10.Santri santri mulai berdatangan dan kembali belajar mengejar pelajaran yang tertinggal akibat perang.KH Ahmad Djufri dikenal sebagai pejuang yang ulet gigih dan pantang menyerah, waktunya hampir seluruhnya habis untuk santri dan masyarakat bahkan boleh dikatakan sedikit untuk keluarga. Kerja keras itu membuahkan hasil pada tahun 60-80 an di bantu dengan keponakan dan iparnya diantaranya KH Aly Baqir sejak 1947, KH Ahmad Mutamakkin sejak 1947, KH Achmad Tohir sejak 1959, KH Suhaimi Muchsin 1960, KH Chamzah Ahmad 1962, KH Muhammad Subadar 1961, KH Munir Aly 1967-1979 KH Anshor Ghozali 1967.

Nama pondok besuk semakin di kenal luas oleh masyarakat dan jumlah santri makan banyak hingga ratusan, sedangkan pondok putri di bantu dengan nyai Chumaidah, nyai Aisyah, nyai Zainab, Nyai Chalimah dan Nyai A’isyah.

Rotibul Haddad

Ketika kita memasuki area Pondok Besuk, pada setiap waktu isya’ tiba, akan selalu terdengar bacaan Rotib Al-Haddad yang dibaca oleh para santri. Rotib Al-Haddad telah menjadi ciri khas di pondok Besuk dan setia mengiringi malam-malam Besuk selama lebih dari 40 tahun.

KH.Achmad Djufri pengasuh pertama yang mengenalkan bacaan Rotib Al-Haddad pada para santri. Beliau memperoleh ijazah Rotib Al-Haddad dari al-Habib Ja’far bin Syaykhon Assegaf tokoh habaib Pasuruan kelahiran Yaman yang kemudian menetap dan dimakamkan di kota Pasuruan.

Menurut KH M Subadar sebenarnya Rotibul Haddad sudah dibaca oleh KH Aly Murtadlo yang diperoleh dari habib Alwi namun hanya beliau wiridan pribadi .

Mendatangi Majelis Haul Sadah Alawiyyin

Salah satu kesenangan beliau adalah mendatangi majelis haul sadah alawiyyin (keluarga keturunan Rasulullah Saw) bahkan bersama KH Abdul Hamid Kebonsari beliau pelopor masyarakat Pasuruan mendatangi haul Solo Al Habib Aly Husen Al Habsyi.

Rasa cinta membawa kedekatan dengan dzuriah nabi. Sungguh tak berlebihan kiranya jika sebagian Sadah Alawiyyin di Makkah Al-Mukarromah seperti Al-Habib Hasan Fad’ak, Al-Habib Muhammad bin Alawiy Al-Malikiy memberi julukan “Salman ahlul-bait” setiap kali beliau berkunjung.

Beliau disambut dengan ucapan; “marhaban ya Salman ahlul-bait”.Bahkan di sela-sela kepadatan waktunya, setiap hari beliau tidak pernah lepas untuk selalu membaca shalawat dan mengumandangkan sya’ir-sya’ir indah berisikan pujian terhadap Nabi, yang terangkum dalam kitab Burdah karya Imam Al-Busiriy r.a. sehingga Mbah Kyai Imam Sarang Rembang Jateng memberi julukan “Kyai Burdah” ketika berjumpa dengan beliau di tanah suci Mekkah.

Perjuangan di NU Pasuruan

Nama Ahmad Djufri tidak asing bagi masyarakat Pasuruan khususnya karena beliau dikenal dengan ulama yang alim sekaligus cendikiawan yang intelektual di zamannya.

Beliau mendirikan pendidikan dengan sistem klasikal dengan orientasi Diniyah ala Ahlussunah wal jamaah sehingga para murid muridnya bisa memahami apa yang di butuhkan di masyarakat.

Lingkungan KH Ahmad Djufri berhimpitan dengan dunia politik sehingga beliau juga ikut dalam urusan urusan politik, jadi tak heran jika ia di takuti dan di terima oleh beberapa masyarakat yang berbeda latar belakang.

Beliau juga di kenal memiliki hati yang lembut dan sikapnya yang santun dan fleksibel sehingga dapat di terima pernyataan bagi masyarakat umum, ulama, habaib dan pemerintah. Sehingga tidak heran jika banyak politikus yang sering berkunjung ke rumahnya.

KH Ahmad Djufri juga merupakan sosok ulama yang berperan penting dalam berdirinya NU di Kabupaten Pasuruan. Dengan semangat ‘Maslahah Ammah Muqoddamun ala maslahah khossoh’ senantiasa membuat beliau tenggelam dalam memperjuangkan sebagaian besar waktunya untuk NU, beliau juga Menjadi Rois Syuriah NU di Kabupaten Pasuruan.

Umat menangis

Di usia senjanya beliau masih tetap istiqomah mengajar para santri dan da’wah ke pelosok desa. Beliau membagi waktunya sebagian untuk mengabdi dan beribadah kepada Allah SWT, sebagian lagi untuk berkhidmat kepada Pondok Pesantren, dan sebagian lagi beliau habiskan waktunya untuk melayani umat dan jam’iyah NU.

Aktivitas dakwah dan mengajar terus beliau jalani sampai menjelang akhir hayatnya, Pada hari jum’at malam sabtu 6 Dzulqo’dah 1401 H. atau bertepatan tahun 1981 M. KH.Achmad Djufri berpulang ke rahmatullah.

Beliau dimakamkan di komplek pemakaman masjid jami’ Pasuruan bersanding dengan para ulama dan habaib.Peringatan haul rutin dilaksanakan pada hari ahad minggu pertama bulan Dzulqo’dah.

  • Penulis: Mokh Fasiol

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Tim NU Peduli” Pasuruan Bantu & Ajak Warga Peduli Masyarakat Terdampak Abu Vulkanik Bromo

    • calendar_month Jum, 29 Mar 2019
    • visibility 382
    • 0Komentar

    PCNU Kabupaten Pasuruan, melalui Tim NU Peduli (LPBINU, Lazisnu, & Bagana) bagi-bagi masker kepada warga terdampak abu vulkanik gunung Bromo, Kamis (28/3/2019). Tepatnya di tiga lokasi, yakni Desa Tosari, Desa Wonokitri, dan Desa Sedaeng. Sejauh ini, 2. 550 masker yang sudah didistribusikan. Sebelum prosesi penyerahan bantuan, Tim NU Peduli disambut oleh ketua MWC NU Tosari […]

  • Dipercaya Pemda, NU Pasuruan Kirim Pemateri Pesantren Ramadhan di SDN Hingga SMAN

    Dipercaya Pemda, NU Pasuruan Kirim Pemateri Pesantren Ramadhan di SDN Hingga SMAN

    • calendar_month Ming, 10 Mar 2024
    • visibility 354
    • 0Komentar

    Bangil, NU PasuruanPengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan kembali dipercaya Dinas Pendidikan setempat untuk membekali Sekolah Dasar Negeri (SDN) dalam penyelenggaran Pesantren Ramadhan 1445 Hijriah/2024 Masehi. Kegiatan Pembekalan Pemateri Pesantren Ramadhan dipusatkan di Gedung Pertemuan Lantai 2 Dinas Pendidikan, Kompleks Perkantoran Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pasuruan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan, Jalan Raya […]

  • UAS di Bulan Ramadhan, Mahasiswa STAIS Pasuruan Tetap Semangat

    • calendar_month Rab, 30 Mei 2018
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) Sekolah tinggi Agama Islam Shalahuddin (STAIS) Pasuruan di Bulan Ramadhan, Mahasiswa tetap semangat dan serius dalam mengerjakan soal ujian tersebut. “Puasa tak pernah menghentikan semangat juang dan niat menuntut ilmu. Begitu juga saat menyelesaikan Ujian Akhir Semester ini”, ujar M. Nur Holis selaku Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) usai […]

  • Cabang Pasuruan: Generasi Awal Kepengurusan NU di Daerah

    Cabang Pasuruan: Generasi Awal Kepengurusan NU di Daerah

    • calendar_month Sel, 23 Sep 2025
    • visibility 725
    • 0Komentar

    Mungkin tak banyak yang tahu, jika awal mula berdirinya Nahdlatul Ulama, tak serta merta langsung mendirikan kepengurusan Cabang di berbagai daerah. Meski pada proses pendiriannya dihadiri oleh segenap ulama dari Jawa-Madura, akan tetapi butuh waktu dua tahun bagi Hadratusysyekh KH. Hasyim Asy’ari, Rais Akbar NU, untuk merestui berdirinya Cabang NU di berbagai daerah. Sebagaimana dikabarkan […]

  • Evaluasi dan Konsolidasi Organisasi, PCNU Pasuruan Gelar Muskercab V

    Evaluasi dan Konsolidasi Organisasi, PCNU Pasuruan Gelar Muskercab V

    • calendar_month Sen, 16 Feb 2026
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Pohjentrek, NU Pasuruan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) V di Aula KH Ahmad Djufri PCNU Kabupaten Pasuruan, Ahad (15/02/2026). Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin, menyampaikan bahwa Muskercab V menjadi momentum strategis untuk menyusun program kerja satu tahun ke depan sekaligus sebagai langkah awal menuju Konferensi Cabang […]

  • Rangkaian Acara Harlah NU Ke-97 PCNU Kabupaten Pasuruan

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2020
    • visibility 579
    • 0Komentar

    Rangkaian Acara Harlah NU ke-97 PCNU Kabupaten Pasuruan “Kemandirian NU untuk Kemaslahatan Umat” 1. Ziarah Muassis NU Kamis, 10 Rajab 1441/5 Maret 2020 Peserta: Harian PCNU, Lembaga, Banom, & MWCNU   2. Gerak Jalan NU Tempoe Doloe Ahad, 13 Rajab 1441/8 Maret 2020 Peserta: Badan Otonom NU Perempuan   3. Tahlil Akbar & Hadrah Ishari […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca