Breaking News
light_mode

Gus Kikin: KH Hasyim Asy’ari Teladan Ulama Pejuang yang Berpihak pada Rakyat

  • account_circle Mokh Faisol
  • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
  • visibility 614
  • comment 0 komentar

Pohjentrek, NU Pasuruan

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz menegaskan bahwa Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari merupakan sosok ulama pejuang yang tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga memperjuangkan nasib rakyat kecil dari penindasan kolonial Belanda.

Hal itu disampaikan Gus Kikin dalam acara Refleksi Hari Santri Nasional 2025 yang digelar oleh PCNU Kabupaten Pasuruan dan Pemerintah Kabupaten Pasuruan di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti, Kamis (23/10/2025).

“Kiai Hasyim Asy’ari bukan hanya ulama yang mengajar ngaji, tapi juga seorang pejuang,” ujarnya.

Menurut Gus Kikin, semangat perjuangan KH Hasyim Asy’ari lahir dari keprihatinannya terhadap rakyat di sekitar pabrik gula yang hidup miskin dan tertekan. Dari situ tumbuh kesadaran beliau untuk memperjuangkan kemerdekaan dan kemandirian umat.

“Dulu kalau ada pabrik gula pasti di dalamnya banyak kemaksiatan. Karena itu, perlahan Mbah Hasyim membeli sawah yang kemudian digunakan untuk berdakwah,” tambahnya.

Ia menjelaskan, sejak muda KH Hasyim Asy’ari telah menunjukkan keteguhan ilmu dan semangat juang tinggi. Beliau berguru kepada Syekh Nawawi al-Bantani, ulama besar Nusantara yang menjadi imam jamaah asal Banten di Masjidil Haram pada tahun 1880-an.

“Ketika di Makkah, gurunya adalah Syekh Nawawi al-Bantani, seorang imam besar di Masjidil Haram,” terangnya.

Dari Makkah, lanjutnya, KH Hasyim Asy’ari membawa semangat perlawanan terhadap penjajahan. Sejarah mencatat, pada tahun 1897, sejumlah ulama dari berbagai negara, termasuk dari Nusantara, berikrar di depan Multazam untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsa.

“Dari situ lahir kesadaran baru, bahwa perjuangan menegakkan agama tidak bisa dipisahkan dari perjuangan membebaskan rakyat dari penindasan,” ungkapnya.

Sekembalinya ke tanah air, KH Hasyim Asy’ari mendirikan Pondok Pesantren Tebuireng yang menjadi pusat pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

“Setiap hari Selasa beliau turun langsung bersama masyarakat, mengajarkan cara bercocok tanam, memperbaiki ekonomi, sekaligus memberikan pendidikan agama. Jadi perjuangan beliau itu nyata dan berpihak pada rakyat,” jelasnya.

Menurut Gus Kikin, perjuangan KH Hasyim Asy’ari menjadi inspirasi bagi lahirnya berbagai organisasi Islam dan kebangsaan di Indonesia, seperti Sarekat Dagang Islam dan Budi Utomo, yang menjadi cikal bakal pergerakan nasional.

“Spirit santri harus seperti itu peduli pada umat, memperjuangkan kemerdekaan, dan berani menegakkan kebenaran. Itulah semangat Hari Santri yang sejati,” pungkasnya.

  • Penulis: Mokh Faisol

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Melalui Harlah Ansor Kayu Kebek Tutur, KH. Marzuki Mustamar Tegaskan Dalil Amaliah NU

    Melalui Harlah Ansor Kayu Kebek Tutur, KH. Marzuki Mustamar Tegaskan Dalil Amaliah NU

    • calendar_month Rab, 21 Okt 2020
    • visibility 1.108
    • 0Komentar

    Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor (PR GP Ansor) dan satkorpok Banser Kayu Kebek Kecamatan Tutur yang ke-3, digelar kegiatan tasyakuran, Minggu Pagi (11/10/2020). Tasyakuran yang bertempat di Dusun Taman Desa Kayu kebek Kecamatan Tutur, bentuk acara sebagaimana kegiatan Rijalul Ansor. Tak hanya MWC NU TUTUR, Pengurus PAC GP Ansor […]

  • Merawat Sanad Aswaja An-Nahdliyah, PCNU Kab. Pasuruan Ziarah Makam Mbah Kholil Bangkalan

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2020
    • visibility 457
    • 0Komentar

    Momentum Harlah NU ke-97, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan mengadakan beberapa kegiatan. Salah-satunya kegiatan ziarah muassis NU. Usai dari Sidogiri, lanjut menuju makam Mbah Kholil Bangkalan. Menurut KH. Ahmad Taufiq A. Rahman, selaku wakil ketua PCNU Kabupaten Pasuruan bidang Organisasi dan Kaderisasi, Mbah Kholil Bangkalan menjadi penyambung utama sanad ulama nusantara yang ittishol […]

  • Momentum HUT RI ke-74, Rijalul Ansor Rejoso Baca Doa & Tahlil Untuk Pahlawan

    • calendar_month Rab, 21 Agu 2019
    • visibility 326
    • 0Komentar

    Kegiatan rutin rijalul Ansor kecamatan Rejoso, dalam momentum HUT RI ke-74 di buka dengan pembacaan maulid dan tahlil kepada para pahlawan kemerdekaan, Jumat (20/8/2019). Acara yang diadakan di rumah Kasatkoryon Rejoso tersebut, di akhiri dengan tausiah oleh ketua lembaga dakwah NU MWC NU Rejoso. Gus Hasyim Asyari berpesan kepada sahabat-sahabat Ansor di PAC rejoso ini […]

  • Hari Mangrove Sedunia, Prodi Pendidikan Biologi UNU Pasuruan Gelar Program Konservasi Mangrove di Pesisir Pantai

    Hari Mangrove Sedunia, Prodi Pendidikan Biologi UNU Pasuruan Gelar Program Konservasi Mangrove di Pesisir Pantai

    • calendar_month Jum, 1 Agu 2025
    • visibility 611
    • 0Komentar

    Lekok, NU Pasuruan Dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia, dosen dan mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Biologi, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan menggelar Program Konservasi Mangrove di pesisir pantai Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Selasa (29/07/2025). Aksi ini merupakan langkah nyata untuk merestorasi kawasan pesisir yang selama ini mengalami degradasi akibat abrasi […]

  • Hukum Menetapkan Status Anak Yatim Berdasarkan KK, Bagaimana Ketentuannya?

    Hukum Menetapkan Status Anak Yatim Berdasarkan KK, Bagaimana Ketentuannya?

    • calendar_month Rab, 8 Jul 2026
    • visibility 356
    • 0Komentar

    Penetapan status anak yatim berdasarkan data Kartu Keluarga (KK) atau akta kelahiran yang menggunakan kalender Masehi tidak dapat dijadikan patokan secara langsung. Dalam ketentuan fikih, batas usia anak yatim berakhir ketika anak telah baligh, sedangkan ukuran usia baligh 15 tahun mengacu pada kalender Hijriah, bukan kalender Masehi. Selain berdasarkan usia, baligh juga dapat diketahui melalui […]

  • Mahasiswa UNU STAI Salahudin Pasuruan Kenalkan Ecobrick di MTs dan MA Nurul Qodim Tamansari Wonorejo

    Mahasiswa UNU STAI Salahudin Pasuruan Kenalkan Ecobrick di MTs dan MA Nurul Qodim Tamansari Wonorejo

    • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
    • visibility 582
    • 0Komentar

    Wonorejo, NU Pasuruan Sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan, mahasiswa Program Mahasiswa Mengabdi (PMM) Universitas Nahdlatul Ulama STAI Salahudin Pasuruan menggelar kegiatan edukatif bertema Ecobrick di MTs dan MA Nurul Qodim, Desa Tamansari, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan. Mahasiswa UNU STAI Salahudin Pasuruan Ainur Rokhimah, menyampaikan bahwa Ecobrick adalah solusi kreatif mengurangi sampah plastik melalui […]

expand_less

Eksplorasi konten lain dari PCNU Kab. Pasuruan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca